My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 25 #Ketika sama-sama bertemu dengan mantan


__ADS_3

Dirumah Opa Leo,


Suasana Minggu pagi nampak begitu sepi dirumah Opa Leo.


Dinda melihat Zain dan Opa Leo yang sedang mengobrol santai di depan kolam renang.


Dinda membawa kan secangkir teh dan secangkir kopi untuk mereka.


"Terimakasih nak."Ucap Opa Leo yang sambil menyeruput teh.


"Siap-siaplah mas mau mengajak kamu keluar."Kata Zain kepada Dinda sembari minum kopi.


Opa Leo yang melirik ke dua nya nampak senyum sumringah.


"Mau kemana mas?"Tanya Dinda kepada suaminya.


"Ih,cerewet sekali sih kamu."Jawab Zain ketus.


Raut wajah Dinda yang awalnya terlihat bahagia kini nampak terlihat berubah saat Zain berucap kalimat ketus padanya.


"Zain......"Kata Opa Leo lirih yang bermaksud mencairkan suasana agar tidak menjadi tegang.


"Cucu menantu bersiap-siap lah.Jangan kamu ambil hati atas ucapan suami mu ini."


"Iya Opa.Sebentar mas Dinda siap-siap dulu."Ucap Dinda sembari melangkah kan kaki masuk ke dalam rumah.


"Jangan begitu Zain.Lemah lembut lah bertutur kata dengan istrimu."Nasehat Opa Leo.


"Hm..."Decih Zain.


♥️♥️👉👉 20 menit kemudian.


Setelah Zain dan Dinda berpamitan dengan Opa,Zain melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tanpa di sopiri oleh asisten Ferdy.


Tatapan Zain datar fokus kedepan sembari menyetir.Sedangkan Dinda duduk cantik dan manis disamping kemudi Zain.


Tidak ada suara diantara kedua nya sepi sunyi dan hening tanpa bercerita.


Berbeda dengan mereka saat berada diatas ranjang suara lenguhan ******* saling sahut menyahut😬😬 tiada hentinya.


Zainpun membelokkan mobilnya ke salah satu mall pusat perbelanjaan yang terkenal di kota metropolitan itu.


Setelah memarkirkan mobilnya,


Zain menarik tangan Dinda yang berjalan lambat dibelakangnya.


"Aduh mas!Coba jangan menarik-narik tangan begitu kan sakit."Ucap Dinda sembari memegangi lengannya.


"Kamu lelet sekali jalannya seperti keong."Jawab Zain sembari mengacak pinggang.


"Sabar dong mas.Namanya juga perempuan."Kilah Dinda.


"Sekarang pintar ya ngeles."Timpal Zain lagi.


"Bukan ngeles mas,itu memang fakta!"Jawab Dinda yang enggak mau ngalah.


"Huft... Memang susah kalau sudah berdebat dengan kaum perempuan."Ucap Zain dan mulai melangkah kan kaki.


Zain melangkahkan kakinya tanpa melihat ke depan.Dia fokus melihat layar handphone nya sambil menggerutu.


Tanpa dia sadari,


Brughhhhhh....


"****!"Umpat Zain yang terjatuh.


"Ih... Gimana sih!Kalau jalan pakai mata dong!"Kata seorang perempuan yang tengah sibuk memunguti belanjaan nya.


Zainpun berdiri dan merapikan bajunya.


"Hey mbak!Jangan asal ceplos ya.Dimana-mana kalau berjalan pakai kaki!Bukan mata!"Pekik Zain.


deg....


"Kayak kenal dengan suara itu deh?"Batin perempuan itu seketika berdiri dan menoleh ke belakang.


"Oh maigod?You.....?"Kata perempuan itu sembari menunjuk Zain.

__ADS_1


"Sania?"Batin Zain yang mengkerutkan kening.


"Zain...."Ucap Sania dengan gembira dan menghambur pelukannya ke Zain.


Zain hanya terdiam ketika Sania memeluknya tanpa membalasnya.


"Zain... Aku minta maaf sama kamu."Kata Sania.


Ketika Zain dipeluk erat oleh Sania,saat itu pula Dinda melihatnya.


deg.....


"Astagfirullah hal adzim."Kata Dinda lirih yang terkejut melihat suami nya yang dipeluk perempuan lain.


Zain pun menyadari kalau Dinda sedang melihat nya.Dia buru-buru melepas pelukan nya Sania dan mencoba mengejar Dinda yang berlari .


Namun Sania mencoba menarik tangan Zain.


"Sania apa lagi sih?"Kata Zain yang kesal menepis tangan Sania.


"Zain!"Pekik Sania.


"Aku mau bicara sama kamu Zain."Kata Sania dan menarik lengan Zain.


Sementara itu,


Dinda berjalan buru-buru menuju ke luar area parkir dengan mata yang berkaca-kaca.Sesekali dia mengusap kasar dengan lengannya.


Memory di otaknya terus mengulang seorang perempuan yang tengah memeluk erat suaminya itu.


Merasa jauh dari area parkir mobil Zain,Dinda menghentikan langkahnya.


Dia men coba menenangkan dirinya.


Hingga akhirnya air mata itu terjatuh.


Tak jauh dari tempat Dinda berdiri,ada sepasang mata yang tak sengaja tengah memperhatikannya.


"Hiks... Hiks... "


"Astagfirullah hal adzim"Dinda yang beristigfar sembari menghapus air matanya.


"T-Toddy."Kata Dinda yang terkejut dengan kedatangan Toddy.


"Kamu kenapa?"Tanya Toddy yang menelisik Dinda.


"A-aku baik-baik saja kok."Jawab Dinda sembari tersenyum tipis dan sedikit menghapus sisa air matanya.


"Kalau kamu baik-baik saja,lalu kenapa kamu menangis?"Ucap Toddy yang masih penasaran.


"Hmm kamu dari mana?"Tanya Dinda yang mencoba mengalihkan pembicaraannya.


"Aku habis belanja keperluan ku Dinda dan aku melihat kamu berdiri disini dan menangis."Jelas Toddy.


"Ceritalah mungkin dengan kamu bercerita bisa mengurangi kesedihanmu."


Dinda hanya mengulas senyumnya.


Prok... Prok.. Prok...👏👏👏


Suara tepuk tangan itu membuat Dinda dan Toddy menoleh.


"Good...."


"Mas...?"Kata Dinda pendek.


"Sepasang mantan kekasih yang diam-diam bertemu disini."Sindir Zain kepada Dinda dan Toddy.


"Hm,maaf tuan.Apa yang anda bilang itu tidak benar.Tadi saya tidak sengaja melihat Dinda istri anda yang sedang menangis disini.Ja..."


"Jadi kamu mau mendekati nya?"Sahut Zain.


Bugh...


Zain yang kesal menonjok perut Toddy.


"Astagfirullah hal adzim mas!"Pekik Dinda.

__ADS_1


Dinda pun mencoba menarik tangan Zain yang akan menonjok Toddy lagi.


"Sudah mas stop.. Stop.."Teriak Dinda.


"Mas itu kenapa sih?Yang dibilang oleh Toddy itu memang benar mas.Kita berdua tidak sengaja bertemu disini."


"Seharus nya Dinda yang marah sama kamu mas."Ucap Dinda dengan kesal dan pergi meninggalkan Zain bersama Toddy.


Tanpa menghiraukan Toddy,Zain pergi menyusul Dinda.


Terus berjalan dari tempat parkir yang Dinda lakukan dengan kesal sampai akhirnya dia berhenti di lobby mall itu.


Dindapun masuk ke dalam mobil taxi online.


Zain yang keluar dari tempat parkir menggunakan mobilnya langsung mengikuti Dinda dari belakang.


Mobil taxi online itu ternyata membawa Dinda kembali ke rumah Opa Leo.


Setelah selesai membayar taxi online itu Dinda bergegas masuk ke dalam rumah.


Dan menaiki anakan tangga dengan langkah buru-buru.


Nampaknya Dinda tidak mengetahui kalau Opa Leo sedang duduk di minibar dan memperhatikannya.


"Ada apa dengan cucu menantuku itu?"Gumam Opa Leo.


Setelah Dinda sudah sampai tiba dikamarnya,datang Zain dengan langkah yang tergopoh-gopoh menaiki anakan tangga menuju kamarnya.


Zain juga tidak menyadari kalau ada Opa Leo yang sedang duduk di minibar yang memperhatikannya.


"Kenapa pula cunguk satu itu."Opa Leo yang membatin.


Mbok Sumi yang memperhatikan tuan besar nya sambil melirik keatas tangga.


"Bumbu dapur rumah tangga tuan."Sahut mbok Sumi.


"Iya kamu betul Sumi,kenapa jadi saya tidak fokus dalam menyeduh kopi gara-gara cucuku yang sedang berantem."Jawab Opa Leo sambil menyesap kopinya.


Sementara itu dikamar,


Ceklek...


Zain yang membuka pintu kamar itu dengan kesal menghampiri Dinda yang sedang duduk dimeja rias.


Lalu Zain menarik dengan kasar lengan Dinda dan tubuh Dinda dihempas kan di ranjang oleh Zain.


Zain terlihat sangat marah.Sampai-sampai dia tidak sadar sedang menghempaskan tubuh istrinya.


"Mas....???"Pekik Dinda.


"Berapa kali saya harus bilang sama kamu?Jauhi laki-laki itu."Bentak Zain yang sambil mengukung tubuh Dinda.


"Astagfirullah hal adzim mas,Dinda enggak ada hubungan apa-apa dengan Toddy!Kenapa mas jadi marah-marah begini?Seharusnya Dinda yang marah karena mas sudah main berpelukan dengan perempuan lain."


Zain terdiam kikuk karena tidak bisa memberi jawaban maupun alasannya lagi.


Dindapun reflek dan mendorong tubuh Zain hingga terjatuh dilantai.


"Ahhh... ****!!"Umpat Zain sembari memegangi bokongnya.


"Astagfirullah hal adzim."Dinda yang terkejut sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Mas..."Seru Dinda dan turun dari ranjang.


"Dinda bantuin mas."Kata Dinda berusaha menarik kedua tangan Zain.


Zain pun mencoba mengulurkan tangannya.Dindapun menarik kedua tangan Zain.


Dan ...


Bugh...


Dengan nakal Zain mendorong tubuh Dinda di ranjang.Lalu dia menerbitkan senyum smirk nya.


Dinda yang paham dengan senyuman suaminya itu seketika menggelengkan kepala sebagai tanda penolakannya.


Hayoo... Jangan bilang mau ngadon lagi kamu Zain?😛😛

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2