My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 41 # Panik


__ADS_3

Tik... Tik... Tik...


Jarum jam dinding terus berputar,jam dinding sudah menunjukan pukul 07:00 pagi.


Sinar matahari yang sudah mulai muncul memancarkan sinar nya menembus tirai di sebuah kamar hotel.


Merasa terganggu dengan silaunya cahaya matahari tersebut,Zain mencoba untuk mengerjap kan ke dua matanya dengan pelan-pelan.


Kedua tangannya mulai memegangi kepala nya yang terasa begitu berat.


"Good morning Hanny...."Sapa Sania sembari membawa minuman secangkir kopi dengan mengenakan handuk kimono dan dengan kepala nya yang dibungkus dengan handuk.


Zain berusaha mengumpulkan nyawa nya dan menatap betul-betul ke arah wanita yang memanggilnya.


"Sania....?"Kata Zain terkaget dan terduduk diranjang nya.


"Hanny.... Kenapa kamu terkejut melihat ku?Apa aku ini mirip hantu?"Tanya Sania yang mendekat ke arah Zain duduk di sisi ranjang dan melihati Zain yang panik dan gugup.


"K-kenapa aku bisa ada disini?"Tanya Zain gugup.


Sania mengulas senyum nya.


"Apa kamu sudah lupa Hanny semalam kamu mencumbu tubuh ku begitu mesra."Jawab Sania dengan berbisik genit di telinga Zain.


Bugh....


Zain mendorong tubuh Sania di lantai.


"Jangan asal bicara kamu Sania."


"Enggak mungkin."Kata Zain sembari melihat tubuh nya yang bertelanjang dada dan berselimut.


"Ayo lah Hanny... Come on.Baru semalem kita bercumbu mesra kenapa kamu begitu cepat melupakan nya?"


"Kamu pasti menjebak ku!"Kata Zain yang marah.


Sania pun tersenyum smirk,


"Hanny... Hanny,kenapa aku harus capek-capek untuk menjebak mu sedangkan kamu sendiri yang mengajak ku pergi ke club"Bisik Sania dan duduk di pinggiran ranjang menghadap ke arah Zain.


Sania melihat Zain dalam keadaan panik.


"What do you know Hanny?Semalam kamu sangat nakal "Bisik Sania sembari mengedipkan mata nakalnya.


"Akhhhhh.... Brengseeekkkk!"Teriak Zain sembari memegangi kepalanya yang sangat kacau.


Zain berusaha mengingat apa yang terjadi semalam dengan Sania.


Hanya saja sia-sia...


Yang dia ingat terakhir dia mengusap dan ngantuk.


Zain pun bergegas mengibas kan selimut.Dia mengambil kemeja,dasi dan jas nya.


Dia juga memakai sepatunya dan beranjak berdiri menuju pintu keluar.


Sania berdiri ditengah-tengah daun pintu sambil menahan tangan Zain yang akan keluar dari pintu kamar itu.


"Lepas!"Kata Zain dan mengibaskan tangan Sania.


"Remember Zain,Dinda sedang hamil besar dan Opa Leo juga punya riwayat penyakit jantung.Aku bisa melakukan apa pun kepada orang-orang yang kamu sayangi kalau kamu tidak mau bertanggung jawab suatu saat kalau aku hamil."Kata Sania dengan nada ancamannya.


Zain pun tersenyum smirk kepada Sania,


"Cuihhh,jangan harap!"Ucap Zain dan pergi ke pintu keluar meninggalkan Sania.

__ADS_1


"Awas kamu Zain.!"Gumam Sania geram sambil melihat punggung Zain yang berlalu jauh dari pandangannya.


👉👉#Flash back Of Sania and Zain at Club' Night 💃💃


Setelah menemui waitres itu,dia pun kembali menuju meja nya dan duduk ber hadapan dengan Zain.


"So... Sania apa yang mau kamu bicarakan dengan aku?"Tanya Zain sembari scroling handphonenya.


"Aku mau pulang!Dinda sudah menungguku."Kata Zain dan beranjak berdiri dari kursinya.


Sania pun menarik tangan Zain,


"Tunggu dulu Zain,baru juga kita sampai!"Ucap Sania.


"Permisi 1 orange jus nya sudah ready silahkan!"Ucap waitres itu sembari menaruh orange jus yang dipesan Zain dan berlalu pergi.


"Terimakasih mbak,"Ucap Sania dan Zain pun kembali duduk.


"Nih,minum dulu biar enggak bt."Kata Sania sambil menyodorkan orange jus yang sudah di mix obat tidur oleh Sania.


Zain pun meneguk orange jus itu hingga tandas.


Nampak nya aura club' malam begitu sangat panas hingga membuat Zain menegak orange jus itu hingga tandas.


Sania yang memperhatikan Zain sambil berpura-pura main hp menelan Saliva nya.


"Good Hanny.... Habis kan."Batin Sania dengan senyum smirk nya.


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan aku Sania cepat lah."Tanya Zain sambil menguap.


Sepertinya obat tidur yang diberikan Sania melalui waitres itu sudah mulai bereaksi.


Terlihat Zain mengucek-ngucek ke dua matanya.


"Hoaaammmm... "


Zain pun tertidur di meja.


"Zain.... Zain..."Kata Sania sembari mengguncang lengan Zain.


"Zain.. Zain... "Gugah Sania dan Zain tidak merespon Sania.


"Fix.... Pingsan!"Kata Sania.


Sania pun memapah Zain menuju pintu keluar.Sampainya di luar club',Sania membawa Zain ke hotel terdekat di club' night.


Setelah check in,Sania memapah Zain menuju kamar.


Lalu Luis yang dari tadi memperhatikan dan mengikuti Sania tiba-tiba menghampiri Sania dan Zain di depan pintu kamar.


"Goodjob baby..."


Prok... Prok...


"Luis....?"Sania yang terkejut menoleh ke arah Luis sambil memapah Zain.


Luis pun menarik tubuh Zain,dan memapah nya.


"Buka pintu nya aku bantu kamu!"Titah Luis sembari memapah Zain.


Sania pun membuka pintu kamar nya dan Luis merebah kan tubuh Zain di ranjang.


"Huft... Berat juga."Kata Luis yang mengacak pinggang.


"Oh,Jadi ini semua rencana kamu baby?"Tanya Luis dan memeluk Sania.

__ADS_1


"Ih,lepas..."Kata Sania dan melepas kedua tangan Luis yang memeluk nya dari belakang.


"Sania... Aku masih sayang sama kamu.Kita rujuk ya baby,please...."Rayu Luis.


"Cih,remember Luis.Aku tidak akan rujuk dengan kamu!"


"Tapi anak kita butuh sosok ayah kandung nya Sania,bukan Zain."


"Aku janji!Aku enggak akan menyakiti dan berbuat kasar dengan kamu lagi baby.Please,kembali lah..."


"Stop Luis,jangan merengek seperti anak kecil.Pergilah,aku mau melanjutkan rencana ku."Kata Sania yang mengusir Luis.


"Enggak!"Balas Luis.


"Kamu boleh berbuat apa pun dengan Zain asal jangan sampai kamu bersetubuh dengan Zain.Aku enggak mau anaku di buahi oleh Zain paham kamu!"


"Luis,kita sudah bercerai."Jawab Sania.


"Aku enggak perduli.Tapi aku sangat menginginkan anakku.Aku enggak mau dia tumbuh kembang dan di didik oleh perempuan murahan seperti kamu.!"


"Kamu enggak berhak mengatur hidup ku!"Bentak Sania.


"Setelah kamu melahirkan terserah kamu mau ngapain saja dengan dia asal kamu berikan anak itu kepada ku."Kata Luis yang menunjuk Zain.


"Aku enggak pernah bermain-main soal anak Sania ingat itu!"Kata Luis.


"Kamu dalam pantauan ku Sania!"Tambah Luis dan keluar dari kamar Sania.


"Brengsek Luis."Umpat Sania kesal yang menghentak kan kaki nya.


Tanpa berpikir panjang,Sania pun segera menyusun strateginya.


Sania membuka sepatu Zain kemeja beserta jas Zain.


Tak lupa Sania juga menyewa fotografer untuk melanjutkan aksinya.


Setelah tubuh Zain bertelanjang dada,Sania pun ber pose Selfi dengan Zain.


Cekrek...


Cekrek...


Cekrek...


"Good job.Tank you very much Hanny.Jepretan kamu its amazing."Ucap Sania sambil melihat kamera sang potografer.


"For you... And keep silent!"Kata Sania dan memberikan amplop coklat berisi uang.


"Thanks baby!"Jawab potografer itu dan melenggang pergi.


Bersambung.....


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Beri dukungan kalian buat author ya😘


Agar author semakin semangat nge-Up.


Enggak pernah cape untuk mengingat kan kalian untuk membaca tulisan-tulisanku yang lain.


Tidak Mudah Menjadi Mama Muda


(TM3)


Valentain Terakhir Bahagia.

__ADS_1


Terimakasih kakak dukungannya🙏


__ADS_2