
1 Minggu Dinda yang koma,
Hari ini cuaca begitu mendung.Hujan turun rintik-rintik...
Di brankar,terlihat seorang perempuan cantik berhijab yang sedang tertidur pulas,dengan dibantu alat-alat kesehatan yang seperti infus dan alat bantu bernafas.
Dinda...
Ya... Dia adalah Wonder woman,seorang ibu yang berhasil berjuang melahirkan ke empat anak-anak kembar nya tanpa dampingan seorang suami,tanpa dukungan dari suaminya.
Bahkan,suaminya tega mengusir dirinya ketika dia mau melahirkan anak-anak kembar nya.
Suami macam apa itu?
Saat ini,
Dinda juga belum mengetahui kalau suaminya sudah menikah lagi saat dia dalam keadaan koma.
Tega.....!
Dimana hati nurani nya Zain,
Apalagi Dinda juga belum mengetahui kalau salah satu dari anak-anak kembar nya ada yang meninggal.
Entah,apa yang terjadi dengan Dinda selanjutnya setelah nantinya mendengar semua kabar buruk itu.
Selama dalam keadaan koma,Zain diam-diam ternyata juga membesuk Dinda.
Hal itu dia lakukan karena dia pernah diusir oleh Ayah Ali yang sangat kecewa dengan perilaku Zain.
Tepat pukul 21:00,
Hari ini Toddy tugas malam,sebelum dia pergi ke ruang tugas nya dia selalu menjenguk Dinda untuk melihat keadaan nya.
Toddy dan dokter Nisya bertemu di lorong ruang Dinda dirawat.
"Dokter Toddy???"Sapa Dokter Nisya.
"Eh,hai... Dokter Nisya!"Sapa balik dokter Toddy sambil menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatel.
"Saat ini dokter Toddy sangat perhatian dengan Bu Dinda ya?"Kata dokter Nisya.
"Ah,enggak juga."Jawab dokter Toddy yang nampak malu-malu.
"Dari Bu Dinda melahirkan hingga sampai sekarang kok saya enggak pernah melihat suaminya Tuan Zain ya?"Tanya dokter Nisya kepada Toddy.
Dokter Toddy hanya menggendikan kedua bahu nya dengan pura-pura tidak tahu.
Tap... Tap... Tap...
Terdengar suara sepatu pantofel.
Dokter Nisya dan Toddy pun mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara sepatu pantofel yang terdengar dari lorong.
"Pukul 21:00 malam.Bukan nya ini jam nya pasien untuk istirahat?"Kata Zain dengan tiba-tiba yang menghampiri dokter Nisya dan dokter Toddy.
"Tuan Zain!"Sapa dokter Nisya dan Toddy memalingkan muka nya ketika melihat Zain.
"Silah kan kalian menjauh dari ruangan istri saya."Kata Zain yang ketus kepada kedua dokter itu.
"Dan saya memperingatkan anda dokter Toddy!Jangan sekali-kali mengganggu istri saya paham!"Pekik Zain yang menekan kan kalimat akhir nya.
Kedua sorot mata Toddy pun menatap tajam ke arah Zain.
"Istri....?Sadar enggak apa yang anda ucap kan barusan?"Tanya Toddy yang menyindir Zain sembari menunjuk dada Zain dan sedikit mendorong nya.
__ADS_1
"Suami macam apa kamu?Menelantar kan istrinya yang mau melahirkan?Hah,?Dimana otak kamu tuan Zain yang terhormat!"Pekik Toddy.
"Suami Solih?"Tambah Toddy yang menyindir Zain.
"****!"
Bugh....
Zain yang menonjok perut Toddy.
"Brengsek...!"
Bugh....
Toddy yang membalas meninju muka Zain namun berhasil ditepis oleh Zain.
"Cukup... !"Teriak dokter Nisya.
"Kalian tau tidak ini rumah sakit!"Tambah dokter Nisya.
"Tolong dokter Nisya,beri tau rekan anda ini untuk move on!"Tunjuk Zain dengan jari telunjuk nya kepada Toddy.
"Jangan mengharap kan istri orang!"Bentak Zain dan masuk ke dalam ruangan Dinda.
Dokter Nisya pun menghampiri Toddy yang berdiri memegangi perut nya.
"Dokter Toddy tidak apa-apa?"Tanya dokter Nisya dan dokter Toddy pun menggelengkan kepalanya.
Sementara itu,
Di ruangan Dinda,Zain terduduk di kursi yang berada di samping brankar Dinda.
Sembari mencium punggung tangan istrinya.
"Enggak seharus nya mas berbuat seperti itu... Hiks... Hiks..."Tambah Zain.
Zain menghentikan tangis nya ketika,jari-jemari Dinda yang digenggam Zain mulai memberikan reaksi nya.
"Dinda....?"Kata Zain yang lirih sambil melihat Dinda yang masih terpejam mata nya namun jari-jemari nya yang sudah memberikan sign.
Zain bergegas menekan tombol Nurse call's yang berada di belakang kepala brankar.
"Dinda....."Kata Toddy yang panik masuk ruangan Dinda.
"CK,"Zain yang berdecih dan menghampiri Toddy.
"Minggir!"Kata Zain yang mendorong Toddy.
"Jangan sentuh istri saya!"Pekik Zain.
"Maaf tuan!Dokter Toddy adalah dokter yang bertugas malam ini,tolong diminta dengan sangat agar tuan tidak membuat keributan didalam ruang pasien."Tegur salah satu seorang perawat yang memeriksa infus Dinda.
Toddy pun mengibas kan jas yang ber warna putih khas dokter,dengan telapak tangannya sembari menatap tajam pandangan yang menghunus kearah Zain.
Sebelum memeriksa keadaan Dinda.
Zain hanya bisa terdiam mengepal kan tangannya.
Batinnya kalau bukan dirumah sakit,mungkin Toddy sudah di habisi habis-habisan.
Toddy pun memeriksa detak jantung Dinda menggunakan stetoskop.
Perlahan Dinda membuka mata nya pelan-pelan.
Zain hanya bisa berdiri disamping Toddy.
__ADS_1
"T..... Toddy?"Kata Dinda lirih.
Tatapan mata Dinda fokus kepada seorang yang berdiri di samping Toddy.
Dan air mata Dindapun mulai keluar....
Ketika bayang-bayang suaminya yang mengusir dia bersama kedua orang tuanya.
"Hiks.. Hiks..."Dinda yang sesenggukan.
Toddy dan Zain saling terdiam menunggu dengan raut wajah cemas,
Dinda yang masih mengumpul kan nyawa nya secara full.
"Sayang......"Sapa Zain kepada Dinda sembari mengulas senyum nya.
"T.... Toddy.. Dokter Toddy"Panggil Dinda dan Toddy pun sedikit mendekat ke arah brankar Dinda.
"Iya Bu Dinda,"
"Tolong... Bawa orang jahat itu keluar dok.Saya mohon...Saya tidak mau melihat nya."Ucap Dinda.
"Sayang....!"Kata Zain kepada Dinda.
"Jangan panggil aku sayang.Aku bukan istri kamu lagi.!"Pekik Dinda yang mengusir Zain.
"Pergi... Pergi..."Teriak Dinda sangat kencang.
"Kamu jahat mas.Kamu jahat.... Hiks... Hiks"Rancau Dinda.
"Dengerin mas sayang..."Bujuk Zain ke Dinda sembari memegang tangan Dinda namun kibas.
"Pergi...Pergi..Penjahat!!"Teriak Dinda seperti orang gila sembari memegangi telinganya dan ketakutan.
Dinda pun pingsan,
"Sayang....."
"Tolong,silahkan keluar agar suasana nya menjadi tenang.Suster tolong antar tuan ini untuk keluar dari ruangan ini."Titah Toddy kepada suster.
"Baik dok!"
Zain pun keluar dari ruangan perawatan Dinda.
Rasa trauma sedang dialami oleh Dinda,bagaimana tidak?Ingatan Dinda begitu tajam mengingat semua hal yang sudah di lakukan oleh Zain kepada diri nya.
"Kasian kamu Dinda..."Ungkap Toddy sedih.
Bersambung......
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Dear readers ter love-love,
Terimakasih ya readers ku zeyeng kalian masih setia dengan Dinda☺️♥️
Maaf in kemarin author enggak up karena sedang sakit gigi😱
Jangan lupa Like dan komen nya adalah moodbooster untuk author.
Baca juga ya cerita author
TM3
VLentain terakhir Bahagia
__ADS_1