My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 62 # Teka-teki dokter Toddy


__ADS_3

Healing sebentar ya di part Luis...🤗


Drt.... Drt..... Drt....


Pak Bejo📲 Calling...


Pak Bejo📲 Calling...


"Luis.....?"Gumam Sania.


Sania memang sengaja memberi nama Luis di kontak handphone nya dengan sebutan pak Bejo agar Zain tidak curiga.


🤰H-........


👺 Sania!Kamu dimana?Kenapa kamu susah sekali ditemui?


🤰 Sabar dong Luis... Aku sedang di jalan menuju rumah sakit,kamu kan tau sendiri aku sedang hamil besar.


👺 Jangan lama-lama aku sudah menunggumu dirumah sakit.


Tut.............


Luis yang mematikan panggilan telfonnya.


Luis dan Sania memiliki rencana untuk melakukan kontrol kehamilan dirumah sakit.


Karena Zain tidak pernah mau untuk mendampingi Sania.


Zain tetap kekeh tidak mau untuk mengakui anak yang ada di dalam perut Sania.


35 menit kemudian Sania sudah sampai dirumah sakit.


Luis membantu Sania turun dari mobil taxi online..


Tanpa mereka sadari,ternyata ada sepasang mata yang tidak sengaja melihat mereka.


Is Toddy....


"Bukannya itu istri ke dua Zain?Lalu siapa laki-laki yang bersama nya?"Gumam Toddy yang kepo.


Setelah selesai melakukan registrasi,


Lalu mereka menuju ke ruangan dokter Obgyn.


Kebetulan dokter Obgyn tersebut adalah dokter Nisya.


Toddy yang kepo dengan mereka memutuskan untuk memantau nya.


"Selamat siang dok....."Sapa keduanya.


"Selamat siang,silahkan duduk Tuan dan nyonya."Kata dokter Nisya yang membalas sapaan dengan mengulas senyum nya.


"Seperti biasa sebelum kita USG kita cek tensi dulu ya nyonya."Seru seorang perawat yang memasangkan alat tensi di lengan kanan nya.


"Tekanan darah nyonya saat ini normal yaitu berada di bawah angka 120/180 mmHG. Dengan rincian, tekanan diastolik (atas) berkisar antara 90-120 dan tekanan sistolik (bawah) antara 60-90."Ucap perawat itu.


"Tensi apa bisa berubah-ubah ya?Soal nya akhir-akhir ini saya sedang dalam keadaan kesal terus bisa dibilang mood enggak enak marah-marah?"


"Bisa nyonya,tensi dikatakan rendah saat hamil bila hasil pengukuran tekanan darah nyonya berada di bawah 90/60 mmHG."Kata seorang perawat sembari melepas alat tensi dari pergelangan Dinda.

__ADS_1


"Mohon maaf... Dengan tu...."Kata dokter Nisya yang terpotong.


"Luis!"Sahut Luis dengan dingin.


"Bisa dibantu nyonya Sania untuk berbaring di brankar?"


"Hmmm!"Jawab nya sembari menuntun Sania berbaring ke brankar.


Perawat itu pun membantu dokter Nisya untuk mengolesi gel dingin dibagian perut Sania.


Lalu dokter Sania menggerak-gerakkan alat USG itu sembari memantau monitor.


"Baik nyonya Sania usia kandungan nya sudah di tri semester akhir.Arti nya dan diperkirakan bulan depan nyonya akan melahirkan.Detak jantung bayi juga terdengar aktif."Jelas dokter Nisya.


"Eh,dok!Kalau boleh saya tau anak saya...?? "Sahut Luis dan lengan nya di senggol oleh Sania.


Dokter Nisya nampak berkerut kening nya.


"Maaf dok,maksud saya teman saya ini anak nya laki-laki atau perempuan?"Tanya Luis.


"I-Iya dok!Maksud nya begitu."Tambah Sania terbata.


"Oh.... Saya kira tuan Luis suaminya nyonya Sania."Kata dokter Nisya.


Sania dan Luis saling menggelengkan kepala secara bersamaan.


"Jadi nyonya gender dari anak nyonya adalah perempuan kalau dilihat dari monitor ini."Jawab dokter Nisya.


"Terimakasih dok!Perempuan maupun laki-laki bagi saya pribadi tidak masalah."Kata Sania yang mengulas senyum nya.


"Iya nyonya.Semoga di mudahkan dalam persalinan nya nanti.Dan tolong diinfokan untuk suami nyonya agar bisa mendampingi sebagai suami siaga karena peran suami sangat lah penting saat nyonya akan melahir kan nanti!"Saran dokter Nisya.


"Baik,dok.Nanti saya akan mencoba menghubungi suami saya agar segera secepat nya untuk pulang dari luar negeri!"


Setelah melakukan pemeriksaan dan diberikannya resep,Sania dan Luis pun berpamitan kepada dokter Nisya.


Toddy yang dari tadi kepo dan memantau Sania dan Luis pun akhir nya masuk kedalam ruangan dokter Nisya.


Ceklek....


"Nisya....."Seru Toddy dan duduk di kursi pasien yang menghadap ke dokter Nisya.


"Hmmmmm??"Jawab nya sembari minum air mineral.


"Siapa pasien tadi yang barusan keluar?Bukannya Sania ya"Tanya Toddy sembari berkerut.


"Kenapa?"Tanya balik dokter Nisya.


"Jawab dulu,itu Sania apa bukan?"


"Iya Toddy..... Itu nyonya Sania dan tuan Luis!"Jawab dokter Nisya.


"Kenapa?"Tanya dokter Nisya sembari menatap Toddy dan melipat kan kedua tangannya diatas meja.


"Itu istri kedua dari Zain suami Bu Dinda.Ingat enggak yang melahirkan baby kembar empat?"


"Hah,...?Serius kamu Toddy?"Tanya dokter Sania dengan terkejut.


"Iya.Waktu Bu Dinda koma,mereka sudah melakukan pernikahan siri dan aku tau itu karena waktu itu aku mengantar pak Ali kerumah nya Zain untuk memberi kabar tentang baby princes."

__ADS_1


"Astagfirullah hal adzim,"Dokter Nisya yang beristigfar.


"Aku kira dia suami yang baik loh Todd... Soal nya dia begitu perhatian sekali dengan Bu Dinda,alih-alih bucin sekali.Eh tau nya..."


"Kata nya pak Ali,Zain sudah tidur seranjang hingga membuat Sania hamil."


Dokter Nisya pun menatap Toddy dengan tatapan menyelidik.


"Kenapa menatap ku begitu serius?"Tanya Toddy yang heran.


"Kamu serius?"


"Kenapa?"Tanya dokter Toddy.


"Soalnya tadi Tuan Luis bilang kalau itu anak nya.Eh,enggak lama nyonya Sania menyenggol lengan Luis dan bilang kalau mereka cuman teman?"


"Atau??"Tambah Toddy menyelidik sembari telunjuk nya di dagu dan berfikir.


"Bukan anak Zain?"


Dokter Nisya hanya menggendikan kedua bahu nya.


"Jujur sama aku!Kamu ada hubungan apa dengan Bu Dinda?"Tanya balik dokter Nisya dengan selidik.


Toddy hanya diam.


"Aish,Toddy ....????"Kata dokter Nisya.


"Kamu nanyaak?"Jawab Toddy alay.


"Atau bertanya-tanya?"Tambah alay lagi.


"Ha.... Ha.... Ha..."Toddy yang ketawa ngakak mulut nya berhasil di sumpal oleh dokter Nisya dengan potongan kue bolu yang ada di meja dokter Nisya.


Wajah tanpa dosa nya pun begitu menikmati sumpalan kue bolu dari dokter Nisya.


Sementara itu....


Dirumah minimalis milik Luis dan Sania....


"Muach.... Anak ku!"Kata Luis yang mencium perut buncit Sania.


"Aku harus merencanakan sesuatu!"Kata Sania yang duduk bersandar di sofa.


"Terserah kamu.Aku hanya menginginkan putri kecilku.Dan aku tidak berminat dengan rencanamu!"Sahut Luis dan Sania langsung membelalak kan kedua matanya.


"Cep... Cep... Cep... Enak sekali kamu bicara Luis?"


"Anak yang ada di dalam perut kamu itu anak aku!Aku memperkosa kamu waktu itu karena aku kesal dengan kamu dan juga Zain.Karena kalian berdua sudah membuat ku terkurung di jeruji besi.Diotak ku waktu itu aku berpikir kalau kamu dan Zain akan kembali bersatu.Dan aku juga tau dulu Zain bucin sama kamu,sebelum dia menyetubuhi kamu paling tidak aku harus yang pertama menikmati tubuhmu.Jadi kalau kamu berambisi untuk mendapatkan Zain lagi jangan kamu jadikan anak ku yang ada didalam perut kamu untuk menjadi alat."Ancam Luis.


"Ok!Kalau kamu tidak mendukung ku kamu jangan harap bisa melihat anak ini lagi!"Ancam balik Sania.


"Berani kamu macam-macam dengan anak ku,percayalah dimana pun kamu pergi sekalipun diliang lahat,aku akan tetap mencari mu."Ucap Luis sembari menjambak rambut panjang Sania.


"Luis.... Sakit...."Rintih Sania.


"Biar aku orang yang brengsek,setidak nya aku tidak akan membiarkan anakku dalam hidup susah!Paham..."Bentak Luis kepada Sania.


"Ingat,kamu sudah membuat nyawa anakku melayang karena keteledoran kamu."Tambah Luis dan melepaskan tangan nya.

__ADS_1


Bersambung..........


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2