My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 45 # Ketika suami meminta izin menikah lagi


__ADS_3

Zain keluar dari rumah Sania dalam keadaan bingung kalut pusing semua menjadi satu.Sampai-sampai dia berjalan dengan tergesa-gesa.


Karena dia merasakan otak nya dalam keadaan mendidih,dia memutuskan untuk pulang kerumah.


"Zain kenapa sudah pulang?Ini masih jam kerja?"Tanya Opa Leo yang bertemu Zain di depan pintu rumah.


"Lagi pusing!"Jawab asal Zain dan ngibrit masuk ke dalam rumah.


Opa Leo yang nampak tidak curiga hanya menggelengkan kepala nya.


Ceklek


Zain masuk ke kamar nya dan melihat Dinda sedang dipijit kaki nya oleh sang ibu.


"Bu,biar saya yang memijit nya."Kata Zain dengan tiba-tiba.


"Loh,nak Zain kok sudah pulang?"Tanya ibu Ali.


"Iya Bu.Sedang pusing enggak enak badan."Jawab Zain.


"Ya.. Sudah sekalian kalian berdua istirahat."Ucap ibu Ali.


"Iya Bu,"Jawab Zain dan ibu Ali melenggang pergi meninggalkan kamar Zain.


Zain duduk dipinggiran ranjang menatap raut wajah istrinya dan mengulas senyum nya.


"Mas pijitin ya..."Kata Zain dan Dinda membalas dengan anggukan.


5 Menit suasana diam tanpa ada canda dan tawa dari mereka berdua membuat Zain penuh tanda tanya.


"Sayang...?Kamu kok diam saja?"Tanya Zain yang fokus memijit kaki istri nya.


"Enggak apa-apa kok."Jawab Dinda dengan raut membuang muka.


"Sayang,kamu mau makan apa?"Tanya Zain lagi.


"Enggak!Dinda sudah kenyang."Jawab Dinda dengan nada kesal.


Zain pun mengkerut kan alis nya.


"Kamu kenapa sih sayang?"Tanya Zain dan mendekat ke arah Dinda lebih intens.


"Dinda boleh tanya mas?"Tanya Dinda.


"Tanya apa?"Tanya Zain dan Dinda pun mulai meraih handphone di meja nakas nya.


"Tadi mas kemana?"Tanya Dinda.


"Ya... Kekantor lah."Jawab Zain.


"Mas yakin dan enggak bohong?"


"Ya.. Ya Yakin lah.Kenapa mas bohong?"Jawab Zain dengan raut kepanikan.

__ADS_1


"Ini apa mas?"Tanya Dinda kepada Zain sembari menunjukan handphone nya kepada Zain dan menynjukan foto Zain.


Zain pun membulat kan kedua bola matanya saat melihat Foto itu dia sedang di peluk oleh Sania.


Zain meraih phonsel Dinda namun ditepis oleh Dinda.


"Dinda!"Pekik Zain.


"Kamu bohong mas,ternyata kamu masih saja menjalin hubungan dengan perempuan itu."Kata Dinda dan beranjak turun dari ranjang.


"Dengerin penjelasan mas dulu."Jawab Zain.


"Penjelasan apa lagi mas?"Tanya Dinda dan berdiri.


"Apa kurang nya aku selama ini mas untuk kamu?"Tanya Dinda dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Enggak cuman satu kali kamu menghianati ku dengan perempuan itu mas,tapi... Tapi aku selalu sabar mas dengan sikap mu."Tambah Dinda dan mengusap air mata nya.


Zain hanya tertunduk terdiam.


"Sekarang,mas mau menjelas kan apa?"Tanya Dinda dengan mata yang berkaca-kaca dan pipi yang basah.


Zain masih terdiam.Dia masih ragu dan memikirkan keadaan Dinda.


"Mas!"Pekik Dinda.


"Ok.Sayang... Maafin mas sebelum nya.Kamu masih ingat waktu aku pulang pagi dan semalaman yang enggak pulang?"


Dan Dinda mengangguk kepala.


"Sania hamil Dinda."


Deg.....


Gemuruh hati Dinda mulai mendidih.Rasa nya saat itu Dinda mau bunuh diri didepan suami nya itu.Kekecewaan setiap kekecewaan selalu Zain gores kan di hati Dinda.


"Hamil mas dan itu anak kamu?"Kata Dinda marah dan mendorong tubuh Zain dengan kesal.


"Hiks... Hiks... Kamu jahat mas sama aku.Kamu jahat..."Kata Dinda yang menangis.


"Dengerin dulu sayang.. Mas belum selesai!"Kata Zain berdiri mencoba memeluk Dinda.


"Stop mas.. Jangan sentuh aku,aku jijik dengan kamu."Kata Dinda yang mendorong tubuh Zain lagi.


"Dengerin mas dulu sayang."Rengek Zain kepada Dinda.


"Sudahlah mas enggak perlu ada penjelasan lagi.Dari dulu aku selalu mengingatkan kamu mas agar untuk tidak menemui perempuan itu.Tapi ternyata aku salah, ternyata kamu terlalu bucin sama dia.Kenapa aku menjadi orang yang bodoh diantara kalian berdua?Terus selama ini kamu anggap apa aku mas?Dan sekarang dia sedang hamil,aku tau dia pasti ingin kamu menikahi nya."


"Denger dulu penjelasan ku!"Bentak Zain dan Dinda terdiam.


"Denger dulu penjelasan ku.Malam itu tepat pukul 9 malam aku sudah keluar dari kantor.Tiba-tiba,Sania datang menghampiri ku dan dia bilang tidak akan menggangu hidup ku lagi.Singkat cerita,aku dan dia pergi ke club' .Aku hanya minum orange jus,entah kenapa aku mengantuk berat dan aku tertidur di hotel hingga pagi. Aku yakin aku tidak melakukan apa-apa sama Sania,sayang tolong percaya sama aku."


"Tidak melakukan apa-apa tapi kenapa Sania bisa hamil mas?Sedangkan kalian sudah tidur berdua satu ranjang.Kamu kira aku bodoh mas?"Elak Dinda.

__ADS_1


"Aku dijebak Dinda!"Kata Zain yang hampir putus asa.


"Dan besok aku harus menikahi nya."


"Bilang saja mas jujur,kalau mas masih menginginkan dia sampai membuat drama jebakan betman seperti ini."


"Jahat kamu mas... Jahat!!!"Teriak Dinda dan memukul dada bidang Zain.


"Dinda!"


"Dengerin dulu,mas menikahi nya karena mas mau memastikannya itu anak mas apa bukan.Selain itu nyawa Opa,kalau mas tidak menikahi dia,Sania akan memberi tahukan ini sama Opa."Ucap Zain sambil memegang kedua bahu istrinya Dinda yang menangis terisak-isak.


"Kamu menikahinya?Dan dia menjadi madu ku?Kamu waras mas?Tidak ada perempuan di dunia ini yang mau berbagi suami."Bentak Dinda.


"Aku menikahi nya hanya sebagai syarat dan keselamatan Opa!Kalau anak itu sudah lahir aku akan test DNA dan tetap menceraikan Sania.Mas cuman butuh waktu Dinda.Tolong lah..."


"Mas!Selama ini aku kurang apa sama kamu?Aku bukan wanita kuat mas.Aku bukan wonder woman yang bisa seenaknya kamu permain kan saja.Silahkan kamu menikahi dia.Tapi setelah anak-anakku lahir kita akan berpisah!"


"Dinda,tolong jangan beri aku pilihan sulit.!"


"Kamu sendiri mas yang memilih jalan itu.Silahkan mas keluar,aku mau istirahat."Ucap Dinda sembari mendorong tubuh Zain ditengah-tengah pintu keluar.


"Dinda.."Kata Zain memelas sambil menahan pintu yang mau ditutup Dinda.


"Keluar mas.Keluar"Teriak Dinda.


Brakkkkk


Dinda menutup pintu begitu nyaring hingga terdengar sampai di minibar.


"Suara apa itu Leo?"Tanya Ayah Ali.


"Seperti suara pintu dibanting."Jawab Opa Leo.


"Sepertinya sumber suara dari arah kamar Zain dan Dinda."Sahut ibu Ali.


"Apa mereka sedang marahan?"Tambah Ayah Ali.


"Kalau marahan pasti baikan lagi nanti."


Ayah Ali dan ibu Ali hanya menggendikan kedua bahunya.


Sementara itu Dinda menangis Sendu dibalik pintu kamar nya.


"Hiks... Hiks.. Hiks... Jahat kamu mas sama aku."


Zain pun melorotkan tubuh nya dibalik pintu kamar sembari tangan yang mengepal dan berulang-ulang kali meninju lantai.Betapa dia menyesali kesalahan bodoh nya.


Kalau waktu itu terulang dia berharap tidak akan bertemu dengan Sania dan pergi ke club' night.


Nasi sudah menjadi bubur!


Bersambung...

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2