My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 59 # Kembali kerumah Opa Leo


__ADS_3

Pagi hari dirumah Opa Leo,


Setelah Dinda di usir oleh Zain,rumah Opa Leo nampak sepi.


Ditambah keadaan rumah semakin semrawut semenjak Zain harus terpaksa menikahi Sania.


"Huffffttttttt....."Zain yang menghela nafas nya panjang-panjang.


Bagaimana tidak kesal,setiap pagi saat dia mau sarapan pagi dan membuka tudung nasi,tidak pernah nampak wujud sarapan untuk Zain.


"Sania... Sania.... "Teriak Zain dengan suara lantang nya sembari mengacak pinggang nya.


"Sania... Sania... "Teriak Zain lagi hingga terlihat otot-otot leher nya yang keluar.


"Apa sih Zain...."Jawab Sania dari arah lantai dua.


Zain pun mendongak kan kepala nya keatas dan Sania dengan perut buncit nya menuruni pelan-pelan anak tangga.


"Masih pagi!Teriak-teriak saja kamu."Jawab Sania ketus.


"Bagaimana aku enggak teriak-teriak,coba lihat itu meja.Kenapa kosong begitu?"Tanya Zain sembari menunjuk meja makan.


"Sayang.... Aku sedang enggak enak badan.Kamu lihat sendiri anak mu ini tidak bisa di ajak ke dapur,aku enggak bisa mencium bau bumbu-bumbu dapur."Jelas Sania dengan manjahhhh.


"What...?"


"Dinda saja yang hamil besar mengandung 4 bayi enggak malas seperti kamu."Kata Zain ketus dan memalingkan muka.


"Zain!"Pekik Sania yang kesal.


"Jangan sama kan aku dengan babu!"


Plak...


Plak...


"Jahat mulut mu!"Kata Zain kesal.


"Dinda... Dinda... Terus-terusan kamu membela dia.Apa sih kurang nya aku Zain?Aku ini juga istri kamu."Bentak Sania ke pada Zain.


"Bukan nya dulu kamu sangat mencintai aku hah?"Tambah Sania lagi dengan tatapan tajam menghunus.


"Cinta....?Ya!You are right!Tapi itu dulu.Setelah aku tau kamu berhianat dengan Luis.Dan sekarang rasa cinta dulu itu sudah tertutup.Bahkan aku yakin seyakin-yakin nya kalau anak yang berada di perut mu bukanlah anak aku."


"Setelah anak itu lahir aku akan buktikan dengan Test DNA."


"Ku pastikan akan kuceraikan kamu!"Ancam Zain sembari menunjuk wajah Sania.


Sania menepis tangan Zain.

__ADS_1


"Jangan pernah mengancam aku Zain!"Kata Sania dengan menatap tajam mata Zain yang menghunus.


Sania yang ditampar pipi kiri nya begitu kesal dengan apa yang di ucapkan dan didengar nya oleh Zain.


Lalu dia pun melangkah kan kaki nya untuk pergi kelua dari rumah.


Zain tidak ingin membuang-buang waktu nya untuk mengurusi Sania.Dia bergegas bersiap-siap pergi ke kantor.


Zain berjalan menuju mobil nya yang terparkir di teras rumahnya.


Dan asisten Ferdy yang selalu setia mendampingin tuan muda nya itu.


Sesampainya dikantor,,


Bad Day.....


Hari ini Zain merasa tidak fokus dengan pekerjaan nya.


Salah satu dia harus fokus membujuk Dinda agar mau pulang kerumah nya.


Salah satu lagi dia juga harus fokus untuk mencari bukti tentang perihal anak yang di kandung Sania.


Zain nampak berpikir keras untuk mencari solusi agar dia bisa membujuk Dinda istrinya.


"Good idea....."Gumam Zain.


Zain beranjak berdiri dan dia mengambil kunci mobil nya.


Zain melihat Dinda sedang berada diluar menjemur ketiga jagoan nya.


Rey... Ryu... Ryo


"Mas Zain?"Gumam Dinda yang melihat Zain turun dari mobil.


"Hai... Anak-anak papa."Sapa Zain kepada anak-anak nya dan mencium kening Rey... Ryu.. Ryo.


"Ada apa mas?"Tanya Dinda dengan ketus.


"Mas mau jemput kalian!"Jawab Zain to the point.


"Enggak!"Jawab Dinda.


"Ok,kalau kamu enggak mau.Kali ini aku akan bersikap tegas dengan kamu Dinda!"Kata Zain serius.


"Apa maksud kamu mas?"


"Kalau kamu enggak mau tinggal bersama mas,mas akan laporkan kamu ke komisi perlindungan anak.Mas akan mengambil hak asuh mereka dari kamu.Mas punya alasan yang kuat dan tentu nya mas akan menyewa Lawyer yang hebat untuk mengambil hak asuh anak-anak.Ingat,mas masih suami kamu.Mas juga berhak memberi kenyamanan tempat tinggal,pendidikan dan lain-lain nya kepada anak-anak mas."Kata Zain dan menatap bola mata Dinda yang terlihat panik.


"Mas punya uang dan mas punya segala-gala nya.Kalau kamu enggak mau diajak untuk bekerja sama dengan mas,mas akan pastikan kamu tidak akan pernah bisa bertemu dengan Rey... Ryu... Dan Ryo..."Tambah Zain lagi.

__ADS_1


"Jahat kamu mas!"Jawab Dinda lirih dengan mata berkaca-kaca.


"Maafin mas.Karena hanya dengan jalan ini mas bisa kembali lagi dengan kalian."Kata Zain dengan senyum smirk nya.


"Cepat,kemasi baju-baju mu dan anak-anak.Aku enggak mau Toddy bear dengan seenak nya menggendong dan mencium anak-anak ku."


Dengan berdecih dan menghentakkan kaki nya,Dinda masuk ke dalam rumah untuk berkemas-kemas.


Karena selain tidak ada pilihan lagi Dinda juga tidak mau di pisahkan dari ketiga anak-anak nya itu.


Cukup baby prince yang meninggalkannya dan dia tidak mau kejadian itu menimpa lagi.


"Ayah... Ibu... Dinda memutuskan untuk tinggal bersama mas Zain lagi."Kata Dinda sembari membawa tas besar dan koper nya.


Ayah Ali dan ibu Ali nampak terkejut dan saling bertatap muka.


"Apa kamu yakin nak?"Tanya ibu Ali yang memastikan nya.


"In Sya Allah Dinda yakin dengan pilihan Dinda Bu."Jawab Dinda tertunduk.


"Tapi nak,di sana ada istri ke dua Zain madu mu.Sedangkan kamu ber tiga dengan anak-anak mu.Ayah enggak bisa membayangkan nantinya kalau kalian satu atap?"Kata Ayah Ali yang khawatir.


"In Sya Allah Dinda dan anak-anak akan baik-baik saja.Ayah dan ibu doa kan Dinda ya."Ucap Dinda yang ber kaca-kaca.


"Ayah... Dan ibu tenang saja aku akan menjaga mereka sebaik mungkin.Mbok Sumi pun akan ikut Dinda untuk membantu Dinda."Sahut Zain sembari menggendong Rey...


"Baik lah Dinda.Ayah mengizinkan kamu untuk ikut suami kamu.Tapi ingat Zain,sekali lagi kamu menyia-nyiakan mereka.Ayah akan menjemput mereka untuk pulang bersama ayah."Kata Ayah Ali.


"Zain tidak akan mengecewakan mereka kembali ayah."Jawab Zain.


"Alhamdulillah... Akhir nya dengan cara seperti ini kalian bisa berkumpul lagi dengan Daddy."Batin Zain sembari mengusap kepala bayi Rey...


Setelah berpamitan dengan Ayah dan ibu nya Dinda.Zain mulai menyalakan mesin mobil nya.


Oek... Oek... Oek...


Tangis baby Ryu yang berada di pangkuan Dinda.


"Sepertinya haus Dinda den Ryu..."Seru mbok Sumi dari bangku belakang.


"Iya mbok."Jawab Dinda sembari memberikan botol susu ke Baby Ryu...


"Kenapa dengan asi mu?"Tanya Zain yang fokus dengan mengemudi mobil nya sembari melirik Dinda.


"Ini asi eksklusif mas yang Dinda pompa dan Dinda simpan di kulkas."Jawab Dinda sembari mengambil DOT baby Ryu yang sudah tertidur.


Beberapa menit kemudian...


Dinda dan anak-anak nya sampai dirumah Opa Leo....

__ADS_1


Bersambung.....


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2