
"Asisten Ferdy sudah jam 5 sore,semua deadline sudah kita selesaikan.Sekarang kita pulang,saya sudah kangen sekali sama ketiga jagoan saya."Seru Zain yang duduk di bangku kursi mobil belakang.
"Baik tuan,"Jawab asisten Ferdy sembari fokus dengan mengemudi nya.
Zain begitu nampak memandangi ke arah jendela luar mobil.
"Asisten Ferdy!"Seru Zain.
"Ada apa tuan?"Tanya asisten Ferdy yang terkejut.
"Tolong mundur kan mobil mu baru kita menepi ke kiri."Tambah Zain.
Asisten Ferdy mengikuti perintah tuan nya itu.
"Stop.... "Ucap Zain dan asisten Ferdy menghentikan mobilnya.
"Mau kemana tuan?"Tanya asisten Ferdy yang melihat Zain membuka pintu mobil dan menutup kembali tanpa memberi jawaban.
Zain pun menghampiri seorang perempuan bersama ibu paruh baya yang duduk di kursi roda.
"Hai... Nona!"Sapa Zain.
Dan perempuan itu pun terkejut melihat Zain.
"T-tuan.....?"Kata perempuan itu.
"Hmmmmmm....."Jawab Zain dengan ciri khas memasukan salah satu tangan dikantong celana.
Zain pun mengulas senyum kepada ibu paruh baya itu.
"A-ada apa tuan?"Tanya perempuan itu.
"Saya sudah sangat lama mencari kamu di ...."
"Eh,tunggu tuan ya!"Kata perempuan itu yang memotong pembicaraan nya Zain.
"Ibu,sebentar ya.. Saya ada perlu sebentar."Ucap perempuan itu kepada ibu paruh baya.
Ibu paruh baya itu mengangguk.
Zain dan perempuan itu berjalan sedikit menjauh dari jarak ibu paruh baya itu.
"Katakan kepada saya,siapa yang menyuruh kamu memberi minuman saya obat tidur pada waktu itu saat di club'."Tanya Zain kepada perempuan itu selalu waitres di club'.
Waitres itu hanya bisa menunduk terdiam sembari memeras jari jemarinya.
Zain pun sedikit melirik ke arah ibu paruh baya itu.
"Itu ibu mu?"Tunjuk Zain dan waitres itu menoleh ke arah ibu nya dan mengangguk.
"I-iya Tuan!"Jawab waitres itu.
"Ok,kalau kamu tidak mau jujur dengan saya tentang apa yang saya bilang terhadap apa yang kamu lakukan terhadap saya,percayalah sehabis pulang ini,kamu tidak akan bisa bertemu dengan ibu mu lagi."Ancam Zain kepada waitres itu.
Waitres itu masih kekeh untuk berdiam tidak memberi jawaban nya.
"Ok,kalau kamu masih diam."
"Ferdy!"Seru Zain yang memberi kode keras nya ke arah asisten Ferdy.
"J-Jangan tuan!"Kata waitres itu seraya berlutut di bawah kaki Zain.
"S-Saya disuruh oleh teman tuan yang datang waktu itu.Saya di hampiri dia ketika dia mau ke kamar mandi.Lalu dia memberi uang imbalan kepada saya untuk memberikan obat tidur di minuman orange jus tuan.Selebih nya tidak ada tuan.!"Jawab waitres itu yang masih berlutut dibawah kaki Zain.
"CK,sudah ku duga!"Decih Zain kesal sembari mengacak pinggang nya.
"Kamu tau enggak?Gara-gara ulah kalian rumah tangga saya menjadi berantakan sekarang!"Kata Zain yang kesal.
"Maaf tuan!"Ucap waitres itu dengan menunduk.
__ADS_1
"Siapa nama mu?"Tanya Zain yang masih mengacak pinggangnya.
"Anita tuan!"Jawab waitres itu.
"Bangun lah Anita."Ujar Zain dan Anita pun berdiri dari berlutut nya.
"Aku minta kamu bercerita yang sesungguhnya nanti ketika bertemu dengan istri saya dan juga Sania.Wanita yang menyuruh mu untuk memberikan obat tidur di minuman saya!"Kata Zain kepada Sania dengan raut wajah yang memerah penuh amarah.
"B-Baik tuan!"Jawab Anita yang menunduk.
"Ingat,awas saja kalau kamu lari dari saya.Akan ku habisi kamu."Ancam Zain sembari mengepalkan tangan nya didepan Anita.
"Paham!"Pekik Zain dan Anita mengangguk.
"Bagus,tunggu saja kabar selanjut nya!"Ucap Zain dan berjalan pergi meninggal kan Anita.
Sementara itu,,
Dinda dan mbok Sumi sedang sibuk memasak di dapur untuk makan malam mereka.
"Hmmmmmm.... Enak nya.Nona ku yang satu ini sangat lah pandai sekali kalau soal urusan dapur."Puji mbok Sumi.
"Ma Sya Allah mbok,jangan puji Dinda seperti itu dong."Ucap Dinda dan yang mengulas senyum nya.
"Mbok enggak memuji tapi itu reality."Balas mbok Sumi dengan tersenyum.
Dinda pun tertawa ngikik mendengar ucapan mbok Sumi.
Ting.... Tung....
Suara bel pintu rumah berbunyi.
Dinda dan mbok Sumi pun saling bertatapan.
"Siapa mbok sore-sore begini ada yang mau bertamu?"Tanya Dinda kepada mbok Sumi.
"Mbok juga enggak tau Dinda,biar mbok yang lihat ya."
Dinda pun beranjak pergi menuju ke arah pintu keluar untuk membuka kan pintu.
Tangan putih halus itu akhir nya menarik tuas pintu.
Ceklek...
"Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam,Toddy?"Sapa Dinda sembari mengkerut kan kening.
"Dinda a......."
Tit... Tit... Tit....
Belum sempat Toddy mengutarakan maksud dan tujuan nya,tiba-tiba Zain sudah datang dan buru-buru keluar dari mobil.
"Ada perlu apa?"Tanya Zain yang ketus kepada Toddy.
"Mas......???"Seru Dinda lirih.
"Ehmmm... Zain aku mau me...."
"Tau enggak ini sudah mulai senja?Enggak baik bertamu jam segini ditempat orang."Kata Zain lagi.
"Apa lagi mendatangi istri orang!"Tambah Zain yang menekan kan kalimat akhir nya dan menatap Toddy tajam.
"Mas...!"Pekik Dinda.
"Kamu jangan asal kalau berbicara mas!"Tambah Dinda lagi.
"Bukan asal!Tapi kenyataan!"Kata Zain sewot.
__ADS_1
"Kamu bahkan belum tau mas maksud dan tujuan Toddy datang kesini."Ujar Dinda yang mulai geram dengan kelakuan suami nya itu yang bar-bar.
"Ok,Zain kamu benar!Saya salah ini bukan waktu yang tepat untuk bertamu.Aku minta maaf." Balas Toddy sambil menangkup kedua tangan nya didepan Zain.
"Toddy....?"Kata Dinda lirih.
"Ini buat tiga jagoan kalian."Ucap Toddy sembari memberikan bingkisan ke tangan Dinda.
"Sebenar nya ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian,tapi mungkin nanti karena waktu nya salah.Aku pamit ya..."Sembari beranjak pergi.
"Tod...."Kata Dinda dan Toddy mengulas senyum nya.
"Terimakasih banyak ya."Ucap Dinda.
"Its okay Dinda!"
Toddy pun berjalan pergi meninggal kan Zain dan Dinda.
"Hati-hati dijalan"Sahut Zain ketika Toddy sudah menjauh pergi.
Dinda pun pergi kedalam rumah dan diikuti oleh Zain.
"Kenapa dia kesini?"Tanya Zain yang mengekori Dinda.
"Enggak tau!"Jawab Dinda ketus sembari mengambil air minum di meja makan.
Dinda pun meminum air putih di gelas itu dengan tandas.
"Hah,kamu marah mas sudah mengusir dia?"Tanya Zain sembari melepas kancing jas yang dikenakan dan membuka kancing lengan kemejan nya.
Dinda hanya terdiam yang menunduk sembari memegang gelas kosong nya.
"Berapa kali mas sudah bilang sama kamu,jangan pernah bertemu dia maupun menerima barang pemberian dari dia!"Kata Zain yang kesal dan melempar bingkisan Toddy ke lantai.
Srekkkk.....!!!!
"Mas!"Bentak Dinda.
"Apa sih maksud kamu itu?"Kata Dinda sembari memunguti baju-baju bingkisan dari Toddy.
"Buang barang-barang itu paham!"Bentak Zain sembari merampas bingkisan itu.
"Mas enggak suka dia me......"Kata Zain yang terpotong.
"Toddy adalah orang yang berjasa dalam hidup ku dan anak-anakku mas!"Ucap Dinda yang geram dan merebut bingkisan Toddy dari tangan Zain.
"Juga berjasa dalam keluarga ku!"Tambah Dinda.
"Apa kamu lupa mas?Dialah orang yang menolong ku di saat aku mau melahir kan di depan pelataran rumah mu dan suamiku sendiri pada saat itu tengah bahagia saat mengusir ku dalam keadaan ku yang tidak berdaya dan enggak memperdulikan dengan aku dan keadaan anak-anak nya.Apa kamu tau mas,dia yang merawat ku disaat aku koma,dan suamiku sendiri yang saat itu tega menikah secara diam-diam ketika aku dalam keadaan koma tak sadar kan diri.Dan kamu juga harus tau mas,dia lah orang yang menolong aku dan keluargaku disaat kami memerlukan tempat untuk tinggal!Dan disaat itu kemana dan dimana hati kecil mu Zain Abigail Abraham?Dimana hati kecil mu?"Ucap Dinda sembari menekan-nekan jari telunjuk nya ke dada bidang suami dingin nya itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Asli mas,kamu itu jahat!"Pekik Dinda lagi.
"Bahkan kamu begitu tega mengancam ku untuk tinggal seatap dengan madu ku!"
Zain hanya terdiam mendengar ucapan dari Dinda.
Dinda pun beranjak pergi meninggalkan Zain yang berdiri terdiam kikuk.
Bersambung........
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Kakak jangan lupa dukungan nya untuk Dinda ya🤗🤗
Dukungan kalian adalah moodbooster tersendiri untuk Author.
Baca juga cerita Author yang lain.
TM3
__ADS_1
Valentain terakhir bahagia.♥️