My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 93 # Tutup kasus!


__ADS_3

Diruang tunggu diluar,


"Pak Frans....?"Sapa Dinda kepada pak Frans yang tengah duduk diruang tunggu.


"Dinda...?Bagaimana kabar kamu?Alhamdulillah pak Frans,seperti yang bapak lihat."Jawab Dinda.


"Sebelum nya saya mengucapkan selamat ya atas kehamilan kamu."Ucap pak Frans kepada Dinda.


"Iya pak terimakasih atas ucapannya."Jawab Dinda yang mengulas senyum tipis nya.


"Di koper ini sudah saya siapkan uang sebesar 10 Milyar untuk mengganti kerugian perusahaan Wiratama group.Dan ini adalah uang dari hasil pembelian restaurant kamu serta aset-aset kamu yang lain kecuali rumah dan mobil.Kamu jangan khawatir,semua aset-aset kamu dan restaurant kamu dibeli oleh Abraham company."Jelas pak Frans kepada Dinda.


"Alhamdulillah,baik pak saya paham dengan semua nya.Saya mohon bapak jangan memberitahukan masalah ini dengan mas Zain.Saya tidak ingin apa yang semua ini saya lakukan akan menjadi beban pikiran buat dia."Kata Dinda lagi.


"Baik Dinda,untuk masalah penahan Zain sudah saya selesaikan setelah kamu memberikan uang tersebut kepada pihak Wiratama group maka Zain akan segera bebas."Ujar pak Frans.


"Baik pak Frans terimakasih atas bantuannya.Sekarang juga saya dengan asisten Ferdy akan menemui Ardan pemilik dari CEO itu."


Dinda bersama asisten Ferdy bergegas menuju ke kantor Wiratama group,


Sampainya dikantor Wiratama group,


Tap... Tap... Tap...


Suara sepatu high heels Dinda beserta suara sepatu pantofel milik asisten Ferdy saling bersautan menuju ke ruangan Ardan dengan langkah yang memburu.


Ketika Dinda yang hendak mau masuk keruangan Ardan,sekretaris Ardan menghentikan langkah Dinda bersama asisten Ferdy.


Dinda yang hendak menarik tuas pintu langsung dicegah oleh asisten Ardan dengan mencekal tangan Dinda.


"Maaf Nona ada yang bisa saya bantu?"Tanya skretaris Ardan.


Dan Dinda melepaskan tangan nya dari cekalan tangan skretaris Ardan.


"Katakan saya mau bertemu.!"Jawab Dinda singkat.


"Baik nona,"Jawab skretaris itu.


Skretaris itu pun masuk kedalam ruang kerja Ardan dan tak lama kemudian skretaris itu keluar dari ruang kerja Ardan.


"Silahkan Nona."Titah skretaris itu dan Dinda hanya mengangguk kan kepalanya.


Dinda bersama asisten Ferdy masuk ke dalam ruang kerja Ardan.


Dinda meletakkan koper yang berisi uang 10 Milyar di meja Ardan.


Ardan mendongakkan kepalanya ketika Dinda sudah berada di depannya.


Ardan mengubah posisi duduk nya yang tadi menatap serius ke arah laptop nya kini menjadi menyandarkan punggung nya di sandaran kursi kebesaran nya.


"10 Milyar,seperti yang kamu ingin kan."Ucap Dinda sembari menyodorkan koper yang dibawa nya.

__ADS_1


Ardan beranjak dari kursi kebesaran nya dan berdiri seraya mau mengambil koper yang disodorkan oleh Dinda dan Dinda menepis tangan Ardan.


Ctak'


Ardan mengerutkan kening nya sembari menatap mata Dinda dengan tatapan tajam nya.


Ardan tersenyum smirk😏


"So beautiful..."Ucap Ardan.


"Asisten Ferdy!"Seru Dinda kepada asisten Ferdy.


Asisten Ferdy yang berdiri di belakang Dinda dengan gercep langsung mengeluarkan surat perjanjian yang sudah dibuat nya untuk diberikan kepada Ardan.


Ardan pun membaca surat perjanjian itu dan langsung menandatangi nya.


Asisten Ferdy mengambil surat perjanjian itu.


"Lunas!"Ucap Dinda kepada Ardan dengan tatapan tajam nya.


Dinda membalikkan badannya dan hendak menuju ke arah pintu ke luar namun lengan nya di cekal oleh Ardan dengan kuat.


"Tunggu!"Kata Ardan kepada Dinda.


Asisten Ferdy dengan cekatan langsung menepis tangan Ardan dengan kasar.


"Kita sudah tidak ada urusan lagi Ardan.Aku minta kepadamu jangan pernah mengusik keluarga kecil ku lagi."Pesan Dinda kepada Ardan sembari melangkah kan kaki.


"Aku bersyukur kepada Tuhan yang sudah memperlihatkan sifat asli mu kepada ku."Ucap Dinda.


"Mari nona kita keluar!"Ucap asisten Ferdy kepada Dinda dan Dinda mengangguk.


Ardan nampak mengepal kan tangan nya ketika melihat punggung Dinda yang pergi menuju pintu keluar nya.


Arkkkkkkkkk


Teriak Ardan sembari menghambur meja kerja nya.


"**** Dinda!"


"Aku tidak akan tinggal diam untuk merebut kamu dari Zain.Ingat itu."Rancau Ardan lagi.


Dinda bersama Asisten Ferdy bergegas menuju mobil nya.


"Huft......"Dinda yang menghela nafas panjang nya sembari menyandarkan punggung nya di kursi belakang.


"Alhamdulillah.... Alhamdulillah..."Ucap syukur Dinda sembari mengusap kasar wajah nya.


Asisten Ferdy hanya memperhatikan Dinda.


"Alhamdulillah Nona,dengan ini akhirnya tuan Zain sudah bebas."Ucap asisten Ferdy sembari memasang safety belt nya.

__ADS_1


"Iya asisten Ferdy.Dinda bersyukur sekali masalah ini sudah bisa ditutup.Semua juga berkat kerja keras asisten Ferdy."Balas Dinda sembari mengulas senyum nya.


"Saya hanya menjalankan tugas Nona."Jawab asisten Ferdy sembari kedua mata yang fokus menatap kedepan.


"Apapun itu terimakasih asisten Ferdy sudah mau membantu Dinda."Balas Dinda dan asisten Ferdy hanya mengangguk.


Asisten Ferdy melajukan mobil tuan nya menuju kembali kerumah sakit.Karena dirumah sakit masih ada ketiga anak-anak Dinda bersama pak Frans dan kakek nenek dan juga Mbah uti nya.


"Momy.... "Seru ketiga anak-anak Dinda yang melihat Dinda baru datang dan menghambur kepelukan Dinda.


"Momy...?Kasian Dady!Kenapa Dady belum bangun juga Momy?"Kata Si bontot Ryu dengan raut wajah polos nya.


"Sabar sayang ya.. Jangan lupa setiap selesai sholat kalian mendoakan Dady juga ya biar lekas sembuh!"Jawab Dinda sembari mengusap puncak kepala Ryu.


"Bagaimana ndok..?"Tanya ayah Ali kepada Dinda.


"Alhamdulillah ayah.Dinda sudah melunasi hutang-hutang mas Zain."Jawab Dinda sembari mengulas senyum nya.


"Kasus nak Zain sudah di tutup?"Tanya mbok Sumi.


"In Sya Allah mbok."Jawab Dinda mengangguk sembari mengulas senyum nya.


"Ya sudah,ayah ibu dan mbok pulang bersama anak-anak ya.Biar Dinda yang menjaga mas Zain."


"Biar saya nona."Sahut asisten Ferdy.


"Mohon maaf nona harus menjaga kesehatan karena itu yang diperintah kan oleh tuan Zain."Tambah asisten Ferdy.


Dinda berpikir sejenak dengan apa yang diucapkan oleh asisten Ferdy sembari menatap ayah ibu dan mbok Sumi yang bersamaan menganggukan kepala.


"Jangan egois ndok,kamu sedang hamil muda.Enggak boleh kecapek an."Tutur mbok Sumi.


"Baik mbok.Asisten Ferdy saya pamit pulang dan titip mas Zain."Kata Dinda dan asisten Ferdy mengangguk.


"Bye... Btw uncle...."Seru Rey yang melambai tangan nya diikuti Ryo dan Ryu.


Asisten Ferdy pun membalas lambaian ketiga anak Dinda dan mengulas senyum nya.


...****************...


1 bulan kemudian Zain sudah siuman Zain dan Dinda memutuskan kembali ke kota Metropolitan.


Ya... Mereka kembali menuju kerumah Opa Leo.


Tempat yang menjadi saksi tujuh tahun yang lalu pernikahan kilat Zain bersama Dinda.


Apa yang terjadi selanjut nya??


Bersambung.......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2