My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 68 # Karma is real


__ADS_3

Hari-hari dilalui Zain dengan hampa.


Dia di sibuk kan mencari keberadaan Dinda, anak-anak dan keluarganya.


Kesana-kesini dia mencari keberadaan Dinda yang pergi membawa anak-anak nya.


Sudah berapa banyak biaya yang dilontarkan untuk mencari anak dan istri nya itu.


Hingga suatu hari....


Di jam kerja dan di ruangan kerja Zain,


"Pak Frans!Tolong dijelaskan,kenapa saya tidak bisa menarik uang di perusahaan saya sendiri dengan nominal banyak?"Tanya Zain serius sambil menyeruput kopi di meja kerja nya.


"Maaf tuan muda saya tidak bisa memberikan alasan nya karena ini sudah menjadi pesan dari Opa Leo kakek anda."Jawab pengacara Frans.


"Iya tapi kenapa pak Frans?Dan setelah meninggal nya Opa,kenapa setiap bulan ada gaji bulanan yang masuk sekitar 10 juta?Saya ini juga memiliki saham di perusahaan ini."Ucap Zain kesal dan membantah.


"Maaf tuan Zain.Pemilik utama dari perusahaan Abraham sekaligus pendirinya adalah Opa Leo.Kecuali Opa Leo memberikan wasiat untuk menyerahkan semua aset-aset dan perusahaan kepada tuan."


"Saya adalah CEO di perusahaan Abraham pak Frans!"


"Benar tuan,tapi apalah daya jika tuan besar Opa Leo sudah membekukan nya?Saat ini tuan,tolong untuk menghargai keputusan nya Opa Leo.Tuan bisa mengelola perusahaan Abraham tapi tidak bisa dengan seenak nya untuk mengambil semua aset-aset perusahaan Abraham!"Jelas pak Frans yang gamblang dan mudah di cerna.


"Kenapa Opa membekukan semua akses perusahaan ini kepada saya pak Frans?"Tanya Zain yang penasaran.


"Saat ini fokus kan saja tuan untuk mengelola dan menjaga perusahaan Abraham.Tentang alasan tuan besar membekukan segala aset nya untuk tuan,suatu saat ada jawaban nya."


"Tapi pak Frans,saya sangat membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk mencari istri dan anak-anak saya."Ucap Zain lagi.


"Maaf tuan muda,untuk saat ini kami tidak bisa memberi,ini saya bawakan laporan keuangan perusahaan Abraham.Silahkan untuk di cek laporan nya."Kata pengacara Frans yang menunjukan laptop nya kepada Zain.


Zain pun meneliti dengan saksama laporan demi laporan yang dibuat oleh pengacara Frans.


"Huft ... Seperti nya saya perlu istirahat pak Frans.Saya tidak fokus bekerja akhir-akhir ini."Ucap Zain yang menutup laptop pengacara Frans sembari memegang ujung pelipis dan menyandarkan punggung nya di sandaran kursi kebesaran nya.


Dia memejam kan mata sejenak mengulas kejadian saat Opa Leo sempat menggagalkan pernikahan nya dengan Sania.


Lalu dia membuka kedua mata nya.


"Baik tuan muda.Nanti akan saya kirim semua laporan keuangan via e-mail."Kata pengacara Frans.Zain pun mengangguk kan kepala nya.


"Ehem!"Zain yang berdehem dan pak Frans langsung menatap Zain.


"Iya tuan muda!"Sahut pengacara Frans sembari menyruput teh panas nya.


"Pak Frans,apa dibalik ini semua ada rahasia Opa yang sedang pak Frans sembunyikan dari saya?"Tanya Zain yang menyelidik dengan tatapan penasaran.

__ADS_1


"Enggak ada tuan!"Jawab pengacara Frans tanpa menimbulkan rasa curiga kepada Zain.


Zain pun hanya memanggut-manggut kan kepala nya.


"Baik tuan muda.Apa ada hal yang mau ditanyakan lagi?"Tanya pengacara Frans kepada Zain.


"Untuk hari ini saya rasa cukup pak Frans.Terimakasih atas penjelasan nya."Jawab Zain.


"Baik,kalau begitu saya permisi dulu tuan muda."Kata pengacara Frans yang berpamitan dan Zain menganggukan kepala nya.


"Cep.... Cep... CEO yang tampan begini harus turun jabatan?"Gumam Zain sembari mengacak rambut nya.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk...."Sahut Zain.


Ceklek.....


"Aish.... Kemana aja kamu asisten Ferdy?"Tanya Zain kepada asisten Ferdy.


Asisten Ferdy pun menutup pintu ruang kerja Zain.


"Maaf tuan,saya tadi masih memastikan beberapa data di semua penerbangan, terminal,pelabuhan atas nama nyonya Dinda!"Jawab asisten Ferdy.


"Terus bagaimana asisten Ferdy perkembangan nya?"Tanya Zain yang berdiri nampak antusias mendengar kabar Dinda.


Asisten Ferdy pun hanya diam.


"Maaf tuan,hasil nya nihil."Jawab asisten Ferdy.


"Sudah ku duga."Ujar Zain dengan raut yang berubah kecewa.


Zain mendudukan kembali di kursi kebesaran nya menyandarkan punggung sembari memijit ujung pelipis nya.


Kedua netra nya menatap foto yang ada di meja kerjanya.


Dia pun mengambil foto itu dan memeluk nya.


"Dimana kamu sayang....?Mas rindu kalian."Gumam Zain yang memeluk bingkai foto itu.


"Asisten Ferdy tolong bantu saya,apa lagi yang harus saya lakukan untuk menemukan Dinda.Bisa gila saya rasanya asisten Ferdy."Tanya Zain kepada asisten Ferdy.


"Tuan jangan putus semangat.Di dunia ini tidak ada kata yang tidak mungkin."Jawab asisten Ferdy yang memberikan suport untuk Zain.


"Aish.... Kenapa kata-kata mu itu terus yang keluar asisten Ferdy?"Ujar Zain kepada asisten Ferdy.


"Tidak ada kah rencana kita mau mencari dimana Dinda begitu?"Tambah Zain.

__ADS_1


"Huft......."Zain menghela nafas nya dengan pasrah.


"Mungkin ini adalah karma untuk tuan!"Sahut asisten Ferdy.


Sreng.....


Tatapan tajam Zain yang menghunus kedua netra asisten Ferdy.


Menggaruk-garuk tengkuk lah yang dilakukan asisten Ferdy.


Zain pun nampak berpikir atas segala ucapan Zain sembari jari telunjuk nya di dagu.


"Benar... Kamu benar asisten Ferdy.Mungkin inilah kamar untuk saya!"Jawaban Zain menohok.


Asisten Ferdy yang nampak terbengong mendengar ucapan Zain.


"Salah ku banyak sekali dengan Dinda.Menyia-nyiakannya,menyakiti hati nya.Bahkan begitu tega mengusir dia saat dia mau melahirkan anak-anakku."


"Hiks... "Tiba-tiba Zain yang mengeluarkan air mata nya.


"Aku pun ingin menebus rasa bersalahku yang sudah menyakiti nya."Ucap Zain lagi.


"Sabar tuan,tuan pasti akan bertemu kembali dengan nona Dinda serta anak-anak tuan muda."Kata asisten Ferdy yang mencoba untuk menenangkan tuan muda nya itu.


"Karma is real asisten Ferdy!"


"Inilah karma dari Tuhan yang dikirim untuk ku.Karena selama ini saya telah menyakiti istri ku Dinda asisten Ferdy."Tambah Zain lagi.


"Minta lah ampun Tuan kepada Yang Maha kuasa.Bertobat lah,mungkin dengan cara tuan muda bertobat,Tuhan bisa memberikan kemudahan jalan untuk bertemu dengan nona Dinda tuan."Saran dari asisten Ferdy.


"Tobat.....?"Zain yang mendongak kan kepala dan menatap asisten Ferdy.


Bersambung........


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hari ini author Up 2 bab ya kk,mohon untuk dukungan nya ya🤗


Like & koment,


Boleh juga Vote atau gift yang lain😁


Sebagai moodbooster author🤗


Terimakasih selamat malam good Night.


Balikpapan

__ADS_1


30-05-2023.


22:00 WITA,


__ADS_2