My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 95 # Mengejutkan !


__ADS_3

Hari berganti silih berganti.


Tak terasa kehamilan Dinda sudah menginjak di trisemester akhir.


Perut nya yang besar begitu menonjol kedepan sesuai dengan usia 7,5 bulan ibu hamil yang lain pada umum nya.


Perubahan bentuk badan Dinda juga sangat signifikan,karena pengaruh kehamilannya.


Seperti biasa dipagi hari dikamar Zain dan Dinda,


Terlihat Dinda bumil sedang memakaikan dasi dileher suaminya.


Cup....


Cup....


Zain dengan usil mengecup kening Dinda.


"Mas... Jangan gitu dong,kapan selesai nya Dinda memakaikan dasi ini."Kata Dinda dengan raut wajah kesal sembari menata dasi di leher nya.


Zain hanya diam melihat istri nya yang ngomeli diri nya.


Bahkan dia dengan senang hati menggoda istrinya.


"Yah... Susah di peluk.."Goda Zain yang seraya memeluk Dinda karena terhalang perut buncit nya.


"Ihh.... Mas kok gitu sih?Nyesel ya melihat badan ku bulet lebar seperti ini?"Kata Dinda yang manja sambil mengerucutkan bibir kedepan dan memutar tubuh nya memunggungi Zain.


Zain terkikik kecil melihat istri nya yang merajuk.


Dia pun memeluk istrinya dari belakang sembari menopang dagunya di bahu Dinda.


"Justru melihat kamu seperti ini semakin tambah cantik."Gombal Zain sembari mencium tengkuk leher belakang Dinda.


"Helech..... Gombal.Aku bulat seperti ini kan juga ulah kamu mas."Balas Dinda kepada Zain.


"Iya.. Iya... Mas yang salah.Mas yang sudah memompa kamu sampai kamu bulat seperti ini."Ucap Zain sembari mengusap-ngusap perut nya dari belakang.


Sambil mengusap punggung tangan Zain yang berada di perut nya Dinda mendongak kan kepala menghadap ke arah Zain.


"Mas....?"Ucap Dinda.


"Sudah setengah delapan pagi.Mas enggak kerja..?"Tanya Dinda yang masih mendongak kan kepalanya.


"Mengusir mas nih,hm?"Zain nampak berbalik bertanya.


Dinda pun mencubit kecil punggung tangan Zain yang memeluk nya.


"Aduh sayang...."Zain yang meringis kesakitan dan menatap Dinda.


Dinda hanya mengulas senyum nya.


"Sebentar saja.Mas ingin merasakan seperti ini memeluk mu.Mas enggak mau melewati lagi moment-moment spesial seperti ini."Terang Zain kepada Dinda.


Zain pun memutar tubuh Dinda menghadap ke dirinya.


"I Love you..."Ucap Zain dengan tangan memegang dagu Dinda dan mendekat kan wajah nya ke arah Dinda.


Cup....


Zain mengecup bibir Dinda dan ******* nya.


Dinda melepas tautan bibir nya.


"Mas kerja..."Dinda mengingatkan Zain.

__ADS_1


Bukan malah siap-siap untuk bekerja,Zain malah menarik tengkuk leher Dinda agar bisa menikmati ciuman nya secara mendalam.


Tok... Tok...


Mata Dinda tertuju ke arah pintu kamar nya.


Lalu Dinda menepuk dada Zain agar bisa melepaskan dirinya dari ciuman bibir nya.


Zain menggelengkan kepala nya dan semakin ******* bibir Dinda.


"Momy....?"Teriak salah satu anak Dinda.


Tok... Tok...


"Momy and Dady...."


"Mas....."Pekik Dinda mendorong Zain dengan nafas yang tersengal-sengal nya.


Zain pun mengulas senyum nya.


"Lama-lama bisa mati aku mas..."Gerutu Dinda dan berjalan kearah pintu keluar.


"Momy ... "Teriaknya lagi.


"Iya nak...."Sahut Dinda dari balik pintu.


Ceklek....


Dinda melihat Ryu ketika membuka pintu yang mengulas senyum kepada nya.


"Momy and Dady lama sekali membuka pintu."Gerutu Ryu sambil sendekap bibir manyun.


"Iya... Maafin Mamy ya.Jangan ngambek begitu dong."Ucap Dinda yang mengusap pipi Ryu.


"Hai... Boy..."Sapa Zain dari arah belakang punggung Dinda.


"Ok siap untuk sekolah...?"Tanya Zain yang berjalan menggendong Ryu menuruni anakan tangga.Dan Ryupun mengangguk.


"Pelan-pelan sayang..."Ucap Zain sembari memperhatikan Dinda.


"Iya mas."Jawab Dinda sembari menuruni anakan tangga satu persatu.


Berapa bersyukur nya Dinda memiliki keluarga yang harmonis suami yang penyayang adalah dambaan setiap wanita.


Walau awal pernikahan mereka yang di mulai dari perjodohan.


Seseorang dari luar pagar sana nampak memperhatikan keluarga Zain.


Lelaki itu pun tersenyum smirk.


"Tidak mudah untuk mendapat kan mu.Penuh perjuangan."Ucap nya sambil menyalakan mesin mobil dan pergi menjauh dari rumah Zain.


...****************...


"Hoaaam....."Dinda yang menguap sembari menutup mulut nya.


Dia pun melihat jam Dinding di kamar nya.


"Oh... Pantesan ternyata sudah pukul 2 siang.Waktu nya untuk tidur siang nih."Beo Dinda sembari menyibak selimut nya menuruni ranjang dan berjalan menuju pintu keluar .


"Anak-anak sudah pada tidur belum ya?"Gumam Dinda yang berjalan menuju ke kamar anak-anak nya.


Ceklek...


Dinda yang menarik tuas pintu kamar anak-anak nya.

__ADS_1


Dia pun mengulas senyum nya ketika mendapati anak-anak nya yang pulas tidur siang.


Dinda pun kembali menutup pintu kamar ketiga anak nya.


"Haus sekali... Bikin orange jus dulu enak sepertinya."Beo Dinda sembari berjalan menuruni anak kan tangga.


Dinda pun ber pas-pasan dengan mbok Sumi yang akan menuju ke lantai dua.


"Mbok....?"Sapa Dinda kepada mbok Sumi.


"Dinda..?Biasa nya jam segini susah tidur siang ndok?"Tanya mbok Sumi yang menghentikan langkah nya.


"Iya mbok,Dinda haus mau bikinorange jus dulu."Jawab Dinda.


"Mbok buatkan ya?"Kata mbok Sumi yang menawarkan diri.


"Terimakasih mbok,mbok istirahat saja dulu ya temani anak-anak."Jawab Dinda yang menolak bantuan mbok Sumi.


"Ya sudah,mbok naik dulu ya."


"Iya mbok..."Jawab Dinda.


Setelah percakapan sederhana dengan mbok Sumi,Dinda melanjutkan aktivitas nya menuju ke dapur.


Dia menyiapkan beberapa bagan-bahan untuk membuat jus orange.


"Aduh.... "Dinda yang meringis sembari memegangi perut buncit nya.


"Ma Sya Allah..."


"Adek sedang bermain apa?Sampai perut Momy ditendang-tendang..?"Beo Dinda sembari mengajak ngobrol adik baby di dalam perut nya.


Dinda berhenti sejenak ketika anak yang didalam perut nya sedang aktif nendang-nendang perut nya.


Dia juga sampai berkeringat melihat perut nya yang berkedut karena tendangan baby dalam perut nya.


"Ma Sya Allah...."Dinda sembari mengusap perut nya.


"Sudah nak....?"Ujar Dinda yang mengajak anak didalam perut nya berbicara.


Lima menit Dinda merasakan perut nya sudah tidak merasakan tendangan dari baby nya dia melanjutkan aktivitas nya untuk membuat jus orange.


Ceklek....


Pintu utama rumah peninggalan opa Leo ada yang membuka.


Tap .... Tap .... Tap....


Dindapun mengulas senyum sembari mengupas buah jeruk ketika mendengar suara sepatu pantofel yang berjalan menuju ke arah nya.


Dengan pandangan mata yang fokus di buah jeruk,dia mencoba bertanya.


"Mas....?Kamu sudah pulang...?"Seru Dinda dari arah dapur.


Tap... Tap... Tap...


Dinda hanya mendengar suara sepatu pantofel.


"Kok tumben kamu mas enggak memberi kabar kalau pulang cepat?"Tanya Dinda yang sibuk memeras buah orange.


"Mas...?Kok diem...?"Tanya Dinda sembari membalikkan badan.


"Hah...??"Dinda yang terkejut dengan mata terpelotot sembari mengangkat dua telapak tangan nya untuk menutupi mulut.


Bersambung....

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2