
Zain yang tidak terima dengan keputusan Dinda,dengan geram kesal dia melangkah kan kakinya memasuki pintu rumah kontrakan Dinda.
Sania yang tidak habis pikir dengan polah tingkah suaminya hanya menggeleng kan kepala dan mengikuti nya.
Sementara itu Dinda sedang berada di dalam kamar baby kembar nya....
"Anak-anak mommy... "Kata Dinda yang mencium satu per satu baby nya yang berada di ayunan.
Dinda memperhatikan ke tiga baby nya yang tertidur dalam ayunan.
Dia juga merasa aneh melihat ke tiga ayunan baby nya.
Semua orang yang berada di kamar baby nya nampak saling bertatap muka.
Dinda mencoba mengingat-ngingat tentang waktu dia USG bersama dokter Nisya.
"Anak ibu Dinda ada empat!"
"Bu.... Anak Dinda empat kan Bu?Satu nya kemana Bu?"Tanya Dinda kepada ibu Ali yang baru menyadari nya.
Jleb,,
Semua yang ada dirumah itu tercengang terdiam.
"Bu... Ayah.. Mbok,kenapa diam?Dimana anak Dinda yang satu nya?"Tanya Dinda yang mulai penasaran dan berkaca-kaca.
Ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi semua terdiam menunduk sembari menahan buliran bening yang akan turun membasahi pipi nya masing-masing.
Pandangan Dinda tercurahkan ke arah Toddy.Dia adalah seorang dokter dan dia juga yang menolong nya saat itu.
Dinda berjalan menghampiri Toddy.
"Toddy.... Kamu adalah seorang dokter dan aku percaya kalau seorang dokter tidak akan pernah bohong.Kamu tau dimana anak ku berada?"Tanya Dinda dengan tatapan iba nya.
"Dinda...."Kata Zain yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar baby.
Semua orang menoleh ke arah Zain dan juga termasuk Dinda.
"Mas mau bicara dengan kamu.Mas ma..."
"Zain!Silahkan kamu keluar dari rumah ini!"Kata Ayah Ali.
"Tunggu Ayah!Dinda harus tau keadaan yang sebenar nya."Zain yang mengelak.
"Ke... Keadaan apa?"Tanya Dinda yang semakin penasaran dan terbata.
"Mas!Tolong jelas kan!Semua ini ada apa?"Bentak Dinda kepada Zain sembari menangis sendy.
"Anak kita meninggal!"Pekik Zain.
"Apa?Meninggal?Kamu pasti bohong mas!Kamu pasti sudah mengambil salah satu dari anak ku.Kembalikan mas.Kembalikan."Kata Dinda sembari menarik baju kerah Zain dan memukul-mukul dada bidang Zain.
"Kembalikan mas....."Teriak Dinda.
"Kembalikan......."Teriak Dinda.
Dinda bagai orang yang kerasukan setan,bagaimana tidak dia harus kehilangan anak nya di saat dia dalam keadaan koma.
Belum juga dia menghadapi kenyataan hidup nya yang begitu pilu.
Suami nya juga sudah menikah lagi saat dia dalam keadaan koma.
"Arghhhhhhhhhhhhhhhh......."
__ADS_1
"Arghhhhhhhhhhhhhhhh......."
Teriak Dinda sekeras mungkin.
"Dinda nak🥹 Ya... Allah,sabar...."Ibu Ali yang menghampiri Dinda dan memeluk erat-erat.
"Hiks... Hiks... Hiks... Aku kehilangan anak ku Bu,"Ucap Dinda pilu yang dalam pelukan sang ibu.
"Sayang........ "Kata Zain yang mencoba mendekat ke arah Dinda.
Dinda melepas pelukan sang ibu ketika ke dua bola mata nya melihat Zain suaminya yang menghampiri nya.
"Pergi mas!"Kata Dinda memekik dan mengusir Zain.
"Sayang..."Kata Zain yang mau meraih tangan Dinda dengan kedua mata yang berbinar-binar.
"Cukup mas Zain!Aku minta kamu pergi!"Bentak Dinda.
"Pergi.... Hiks... Hiks.... "Kata Dinda.
Zain pun bergegas memeluk Dinda yang menangis histeris.
"Maafin mas sayang.... Maafin mas."Ucap Zain yang memeluk Dinda erat.
"Kamu jahat mas....."Kata Dinda lirih dan pingsan.
"Dinda... Dinda...."Ucap Zain sembari menepuk-nepuk pipi Dinda.
"Sudah ku bilang kamu itu hanya memperkeruh keadaan."Kata Toddy seraya meraih tangan Dinda.
Zain pun menepis tangan Toddy.
"Jangan sentuh tangan istriku.Paham....!"
Oek... Oek... Oek...
Oek... Oek... Oek...
Ketiga jagoan Dinda saling sahut menyahut menangis.
"Anak-anak ku."Seru Zain yang akan menghampiri anak nya di ayunan.
"Jangan mendekat kamu!"Seru Ayah Dinda sembari menunjuk Zain.
"Ayah.... Mereka anak-anak ku."Kata Zain.
"Anak-anak kamu?Kenapa kamu baru mengakui nya kalau mereka anak-anak kamu Zain?Setelah apa yang sudah kamu lakukan terhadap ibu nya dan mereka saat di dalam kandungan?Hah,"Sahut Ayah Ali dengan meradang kedua bola mata yang melotot ke arah menantunya itu.
"Ayah......!"Zain yang berlutut di bawah kaki nya Ayah Ali.
"Zain minta maaf ayah!Zain khilaf...."Ucap Zain dengan sesenggukan nya.
Semua orang yang berada di kamar si baby sedang dalam keadaan meradang.
"Hanny........"Teriak Sania.
"Kamu itu apa-apaan sih,"Kata Sania kepada Zain.
"Ayok kita pulang!Enggak ada untung nya kita berada disini!"
"Stop it Sania... I hate You,ini semua karena kamu."Kata Zain sembari berdiri dan menatap Sania dengan tatapan tajam yang menghunus.
Oek... Oek... Oek...
__ADS_1
Tangis bayi-bayi Dinda semakin nyaring.
"Silahkan.. Kalian pergi dari sini."Kata Toddy yang menarik tangan Zain hingga sampai keluar pintu kamar.
Dengan diikuti Sania.
"****!!!Lepasin,"Pekik Zain.
"Silahkan pergi dari sini dan bawa istrimu ini pergi jauh."Kata Toddy kepada Zain sembari masuk ke dalam rumah.
Zain mau masuk kedalam rumah lagi namun dicegah oleh Sania.
Brakkkk.....
Toddy yang membanting pintu.
Zain dan Sania pun terkaget.
"Percuma kalau kamu mau masuk.Yang ada kamu akan diusir.Sudahlah ayo kita pulang."Kata Sania yang kesal dan berjalan menuju ke mobil Zain diikuti Zain.
Sementara itu,
Toddy bergegas melihat keadaan Dinda yang berada di kamar anak-anak Dinda.
Ketiga jagoan Dinda itu sudah kembali tidur dengan nyenyak karena sudah terisi perut nya dengan susu.
Toddy duduk di sisi ranjang sembari mengusap minyak kayu putih dihidung Dinda.
"Bu.Boleh minta tolong air hangat untuk Dinda atau teh hangat."Kata Toddy kepada ibu Ali.
Tak lama kemudian Dinda siuman,
Bersamaan dengan ibu Ali yang membawa teh hangat.
"Duduk dulu ya... Rilex"Ujar dokter Toddy sembari membetulkan bantal di punggung Dinda untuk bersandar.
"Minum teh hangat dulu agar kamu bisa sedikit enak kan."Ucap Toddy sembari membantu Dinda untuk meminum teh hangat nya.
"Mungkin nak Toddy bisa menjelaskan semua nya kepada Dinda ya nak."Kata Ayah Ali yang mengawali pembicaraan dan Toddy pun mengangguk kan kepala nya.
Ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi pun keluar dari kamar bayi nya Dinda.
"Toddy.... Tolong aku sudah merasa baik-baik saja.Ceritakan kepada ku,kenapa anakku bisa meninggal?Dan dia sakit apa?"Interupsi Dinda yang ber tubi-tubi.
"Iya Dinda sabar dulu...."Kata Toddy yang menenangkan Dinda.
Lalu Toddy pun mulai menceritakan tentang anak Dinda yang meninggal..
"Baby Princes....??"Kata Dinda.
Bersambung.....!!!
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Kakak minta dukungan & support nya dalam kisah Dinda ya☺️
Beri Dinda bucket bunga Mawar nya yuuukkk
Atau gift gift yang lain🤗🤗 agar Dinda semakin semangat dalam menjalani kehidupan bersama ketiga jagoannya dan si mbah-mbah nya unyeng-unyeng.😄😄😄😄
Like & koment nya kk,, 🙏
Terimakasih♥️😘
__ADS_1