
Alhamdulillah...
Dinda melahirkan baby perempuannya dengan normal.
Zain yang bermasker dan menggunakan pelindung kepala serta memakai baju khusus dari rumah sakit kini sedang mendekap putri cantik nya yang berbalut selimut.
Kedua mata nya berkaca-kaca ketika memandangi anak perempuan nya.
Terbesit penyesalan dalam diri nya yang pernah ia laku kan yaitu menyia-nyiakan Dinda saat waktu mau melahirkan anak kembar nya saat itu.
"Hiks... Hiks... Hiks..."Tangis nya.
"Tuan,mohon maaf.Waktu nya si adik bayi untuk di susui."Kata seorang perawat.
Zain mengulas senyum nya dan memberikan anak perempuan nya ke suster.
Sementara itu....
"Nek... Ayo nek... Kita lihat baby princes."Kata si kakak Rey sambil merengek menghentak-hentak kan kaki nya.
"Iya sayang,tunggu adik princes tadi masih di mandiin sama suster nya."Jawab mbok Sumi.
"Lama sekali sih."Sela Ryo yang mengerucutkan bibir ke depan sambil sendekap.
"Dady.... "Teriak Ryu yang lari menghampiri Zain dan langsung ancang-ancang minta gendong.
Dengan cepat Zain menangkap bocah kecil itu yang berusia 7 tahun.
Zain langsung mencium dan berjalan ke arah mertua dan mbok Sumi yang duduk diluar ruangan Dinda.
"Dady... Kenapa momy sama baby princes lama sekali?Kami sudah tidak sabar menunggu ingin bertemu."Tanya Ryu.
Zain mengulas senyum nya dan mengacak rambut anak nya.
Lalu menurun kan Ryu dan di dudukan nya bersama kedua saudara nya.
"Sabar ya.Momy masih dalam perawatan dokter.Baby princes masih dimandiin nanti kita lihat dia."Jawab Zain yang menyamakan posisi didepan ketiga anak nya.
"Mereka sudah makan kah bu?"Tanya Zain kepada ibu Ali.
"Sudah nak.Sebelum pergi ke sini mereka sudah sarapan terlebih dulu."Jawab ibu Ali.
"Ibu bapak dan mbok sudah makan?"Tanya Zain lagi.
"Sudah juga nak Zain."Jawab Pak Ali.
Tak berselang lama,terlihat baby princes yang sudah cantik masuk kedalam ruangan Dinda.Zain sekeluarga pun masuk kedalam ruangan Dinda.
Ceklek,
"Assalamualaikum.... "Ucap bersamaan Zain bersama keluarga kecilnya.
__ADS_1
"Waalaikum salam...."Jawab Dinda sembari menggendong samping baby princes.
"Momy....... "Teriak ketiga anak Dinda dan berlari menghampiri Momy nya.
"Momy... Momy... Ingin lihat adek."Kata si kakak Rey.
"Hmmmm wangi.."Tambah Ryo.
"Ih......"Seru Ryu yang gemes mau mencubit pipi baby princes.
Zain beserta mertua dan mbok Sumi membelalakan mata ketika ulah si Ryu yang gemes dan akan mencubit.
"Eits....... "Ucap Dinda yang sedikit menjauhkan baby princes dari jangkauan Ryu.
"No.... No ...."Kata Dinda.
"Momy.... Ryu kan ingin memegang pipinya adek."Ucap Ryu dengan mengerucutkan bibir.
Dinda mengulas senyum nya.
Dan mendekatkan lagi baby princes ke arah Ryu.
"Boleh dipegang dan dicium.Tapi jangan dicubit kasian nanti adik kesakitan."Pesan Dinda kepada ketiga anak nya.
"Ye....."Teriak ketiga anak nya dan membuat baby princes kaget dan menangis.
"Sssssttttt....."Seru Zain kepada ketiga anak nya sembari jari telunjuk di depan bibir nya.
"Adik nya menangis....."Seru Ryo.
"Ayoh anak-anak kita keluar dulu.Momy mau nyusuin adik dulu biar enggak menangis ya."Seru mbok Sumi.
"Tapi Mbah uti..."Kata Ryu terpotong.
"Ayok.. Kita keluar sebentar ya nanti kita masuk kesini lagi."
Ketiga bocah itu pun menganggukan kepalanya menuruti permintaan mbok Sumi dengan raut wajah sedih mereka berjalan keluar dari ruangan Dinda.
Zain yang melihat mertua serta anak-anak nya meninggalkan ruangan Dinda,kini duduk disamping brankar Dinda.
Cup...
Zain mengecup kening Dinda.
"Terimakasih ya...."Ucap Zain sembari mengusap pipi Dinda dengan lembut.
"Untuk...?"
"Untuk semua nya.Mas sangat bahagia sekali dengan semua ini.Mas bisa memiliki istri yang Solehah anak-anak yang pintar dan anggota keluarga kita jadi lebih lengkap sudah menambah baby princes."Jawab Zain dan mengusap puncak kepala si baby.
Mendengar ucapan dari Zain hati Dinda sangat terenyuh.
__ADS_1
"Alhamdulillah mas.Dinda sangat bahagia mendengar semua nya.Dinda hanya bisa berdoa semoga keluarga kita bahagia hingga selamanya."
"Aamiin."Jawab Dinda dan Zain bersamaan.
Setelah sekian lama meninggalkan Zain kini akhir nya Dinda bisa kembali lagi dipelukkan nya sang suami.
Dengan penuh lika-liku ujian prahara rumah tangga nya,Dinda tidak pernah goyah dalam menghadapi nya.Step by step di lalui nya dengan pelan-pelan.
Sepertiga malam untuk mengerjakan Qiyamul Lail nya tak membuat nya sia-sia.Buah dari kesabaran dan kebesaran hati nya selama kurang lebih tujuh tahun telah membuah kan hasil.Dia memetik buah kebahagian nya.
Hingga beberapa tahun kemudian...
Ke empat anak Dinda♥️Zain kini tumbuh menjadi anak-anak yang goodlucking dan Cantik.
Sesuai amanah Opa Leo,setelah usia 22 tahun anak-anak Dinda♥️Zain akan mewarisi semua harta yang sudah disimpan dan disiapkan oleh Opa Leo sejak mereka didalam perut Dinda.
👏👏👏👏👏
Prok... Prok... Prok...
Suara riuh tepuk tangan dari semua karyawan Abraham Company termasuk Dinda dan Zain saat pak Frans mengumumkan ketiga CEO muda dari keturunan Leo Abigail Abraham di setiap masing-masing kantor cabang.
Kecuali Baby Prince Abigail Abraham.Yang usianya masih belum cukup untuk mengembangkan bisnis.
Baby,nama panggilan nya juga tidak berminat di dunia bisnis.Dia lebih menyukai dunia kesehatan dan kuliah mengambil jurusan dokter umum.
"Selamat ya abang-abang ku...."Ucap Baby kepada ketiga kakak nya seraya mau memeluk Rey Ryo Ryu.
"No... No.... Don't Hugh me!"Seru Rey yang menolak di peluk dengan ketus sembari membetul kan dasi.
"Kami CEO harus menjaga kualitas😜"Sahut Ryo yang menggoda adik nya.
Rey.. Ryo... Ryu pun tertawa ngikik karena sudah berhasil ngerjain adik nya.
"Sok ke gantengan!"Jawab Baby ketus juga sembari melipat kedua tangan didepan dada dan berpaling menghampiri Momy nya dengan raut wajah kesal.
"Momy.... Ihh..."Gerutu Baby kepada Dinda sambil mengerucutkan bibir.
"Hmmm.... Anak Momy yang cantik kenapa sayang.?"Tanya Dinda dengan lembut kepada Baby putri bontot nya.
"Itu si kembar-kembar nakal jahat banget.Baby hanya ingin mengucapkan selamat masak baby enggak boleh meluk mereka.Usil banget deh.Kalau tau menyebalkan seperti ini lebih baik Baby hangout sama teman-teman Baby.Menyebalkan."Gerutu Baby kepada Momy nya.
"Sudah.Jangan diambil hati ya sayang.Kakak-kakak kamu kan memang usil.Sabar ya...."Kata Dinda yang menenangkan hati putri satu-satu nya itu.
Alhamdulillah keluarga Dinda♥️Zain berakhir dengan bahagia.
Terimakasih kakak readers atas support dan dukungan nya semua.Semoga sehat selalu dan dimudahkan semua urusannya.
Tunggu cerita author selanjut nya🙏
########## TAMAT #############
__ADS_1