
"Saya terima nikah dan kawinnya Adinda Aulia Amanda dengan mahar yang telah disebutkan...."
"Sah..."
"Sah..."
Semua para saksi dan Ayah Ali mengucapkan Sah.
Dinda bergegas mencium punggung tangan Zain suami nya dan Zain juga mencium kening Dinda.
Semua para tetangga beserta pak RT dan Bu RT komplek pada menghadiri pernikahan Dinda dan Zain malam itu juga.
Istimewa... Pernikahan yang dilakukan sederhana.
Dinda hanya mengenakan kebaya sederhana dan polesan make up seadanya saja.Sementara Zain hanya mengenakan stelan jas kantor nya.
Acara pernikahan itu dilakukan secara mendadak.
Makanan dan minuman pun dipesan dari restaurant Dinda 2 jam sebelum acara.
"Momy... Dady...."Ketiga anak Zain dan Dinda datang menghampiri mereka dan mencium pipi Momy dan Dady nya.
"Apa kah Momy bahagia?"Tanya Ryu kepada Dinda yang duduk di pangkuan nya.
Dinda hanya mengulas senyum dan mengangguk.
"Bu Dinda tuan Zain selamat ya... Akhirnya kalian bisa bersatu lagi."Seru tetangga Dinda.
"Iya terimakah bapak ibu atas kehadiran nya di acara pernikahan kami yang mendadak ini."Jawab Dinda yang lemah lembut mengulas senyum bahagia.
"He... Bocah kembar tiga,jangan lupa minta adik cewek ya."Kata ibu-ibu rempong tetangga Dinda.
Ha... Ha... Ha...
Gelak tawa menyelimuti isi rumah Dinda.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam.
Pak RT beserta jajarannya sudah pulang kerumah nya masing-masing.
Dinda dan Zain sudah menjadi pasangan suami-istri yang sah.
Dikamar Dinda....
Zain dan Dinda masih merasa tidak percaya kalau akhir nya mereka bisa bersatu kembali setelah drama selama tujuh tahun tidak bertemu.
"I Love You..."Bisik Zain ditelinga Dinda.
"I Love You too..."Balas Dinda yang mengalungkan tangan dileher Zain.
Zain menarik pinggang Dinda dan dieratkan lengan nya dipinggang istrinya.
Bibir nya meninggalkan jejak di leher Dinda.
Cup....
Mphhhhhhhht
"Tujuh tahun kamu meninggalkan ku,kenapa kamu berubah lebih cantik?"Goda Zain sembari tangan nya yang bergerilya kemana-mana.
"Berarti selama ini aku tidak cantik?"Jawab Dinda yang masih mengalungkan kedua tangan dileher Zain suami nya
Cup
__ADS_1
"Sangat Cantik..."
Zain mengangkat tubuh Dinda dan didudukan nya di meja rias.
Dengan brutal Zain menciumi Dinda dan curuk leher Dinda hingga puas meninggalkan jejak.
Pagutan diantara kedua nya tidak terlepas kan.
Tujuh tahun lama nya mereka berpisah dan sekarang mereka mengarungi peluh cinta yang pernah terpendam.
Hasrat gejolak sudah tidak dapat ditunda lagi,tangan Zain sudah berhasil meloloskan satu tali baju dinas Dinda.
Kurang satu tali lagi,
Zain menggendong Dinda ala baby koala menuju ranjang dengan mengalungkan kedua tangan dileher Zain.
Zain membaringkan tubuh istri nya secara perlahan di atas ranjang.
Mereka masih menikmati ciuman pagutan di bibir.
******* dan saling bertukar Saliva.
Zain menelusupkan leher nya di leher Dinda.
"Mphhhhhhhhhhhhh"
Sambil mengecup bibir Dinda Zain membuka kancing kemeja nya satu per satu,hingga terlihat terpampang telanjang setengah dada.
Tubuh Zain sangat kekar.
Zain melepas pagutan bibir nya dan mengarahkan kedua tangan Dinda untuk melepas gesper hitam yang melilit di pinggang nya.
Dinda yang berada dibawah tubuh Zain hanya menurut saja.
Tok... Tok.... Tok...
Dinda yang mengarah kan kepala nya ke arah pintu langsung dilumat bibir nya oleh Zain.
Tok... Tok... Tok....
"Mpppttt....."
Dinda yang memeluk lengan Zain namun Zain menggelengkan kepala.Dia lebih memilih no respon dan menikmati pagutan bersama istrinya.
"Momy........ "Teriak ketiga anak Zain dan Dinda.
Feflek Dinda pun mendorong Zain hingga Zain tersungkur dilantai.
Bugh.....
"Awwwwww......"Zain yang meringis kesakitan.
"Aduh mas,maaf....."Kata Dinda sembari turun dari ranjang dan membantu Zain berdiri.
"Momy........"Teriak ketiga anak nya lagi secara bersamaan.
"I-Iya sayang......"Balas Dinda dari seberang pintu.
"Momy... Kami mau masuk."Teriak nya lagi.
"I-Iya sebentar ya...."Balas Dinda.
"Haduh.... Ganggu aja deh anak-anak."Gerutu Zain yang kesal.
__ADS_1
"Enggak usah menggerutu gitu mas.Kan bisa di ganti lain hari."Jawab Dinda yang ngomel kepada Zain.
"CK,sudah di ubun-ubun."Sela Zain lagi.
"Pakai kemeja nih,sama tu kancingin resleting mu dulu."Kata Dinda sembari memberikan kemeja Zain yang dilempar nya tadi ke sembarang arah.
"Momy......."Teriak nya lagi.
"Iya... Iya... Momy buka pintu nya."Jawab Dinda sembari berjalan ke arah pintu setelah memastikan baju nya sudah rapi.
"Huft....."Zain yang menghela nafas nya.
"Haduch... Tu bocah kok enggak mendukung Dady nya sama sekali.Ck."Lagi-lagi Zain yang menggerutu.
"Dady......."Sapa ketiga bocah itu dan duduk dipinggiran ranjang.
"Loh... Kok belum tidur?Sudah malam ini?"Tanya Zain yang ikut duduk bersama ketiga anak nya di pinggiran ranjang.
"Kami enggak bisa bobok Dady,"Jawab Ryu yang polos.
"Kenapa enggak bisa bobok?"Tanya Zain lagi.
"Kami mau bobok sama Dady dan Momy."Jawab Rey.
Zain dan Dinda pun saling bertatapan muka.
"Lach,kalian kan sudah besar.Enggak muat dong kasur nya untuk bobok berlima."Jawab Zain.
"Ihh.... Dady kok gitu sih,kita kan pengen bobok bareng bersama Momy dan Dady kayak keluarga Cemara."Gerutu Ryo yang kesal sambil mengerucut kan bibir nya kedepan.
"Udah lah mas... Ngalah aja dulu.Biarin mereka tidur disini."Sela Dinda.
"Aish,kamu ini.Kamu enggak melihat aku kah aku sudah enggak tahan sudah di ubun-ubun."Protes Zain yang berbisik ketelinga Dinda.
"Rasa nya juga masih sama kok sama yang dulu..."Ucap Dinda yang meledek Zain.
"Kemana sih mbah-mbah nya,kok bisa sampai ucul begini."Zain yang ngedumel kesal.
"Kalau tau begini,enggak mau deh kita bantuin Dady untuk dapetin Momy."Tambah Ryu yang juga kesal dengan melipat kedua tangan nya.
"Sayang... Kamu bantu kek membujuk mereka."Ucap Zain kepada Dinda.
Dinda pun menghela nafas nya.
"Rey... Ryo... Ryu.... ka..."Ucap Dinda yang terpotong.
"Enggak mau!Pokok nya kami mau bobok disini."Jawab Ryo sambil merangkak naik keatas ranjang dan diikuti dua saudaranya.
"Astaga....."Ucap Zain yang menepuk jidat nya.
Dinda pun melirik Zain sambil menahan rasa ketawa nya.
"Sabar dulu lah mas...."Bisik Dinda dan merangkak menaiki ranjang merebahkan tubuh nya disamping Ryu.
"Terus....?Mas tidur dimana?"Tanya Zain sambil menoleh ke arah Dinda.
"Tuch....."Jawab Dinda sembari menunjuk sofa nya.
"Jiannnnn nasib bbb....."Zain yang ngedumel berjalan menuju ke arah sofa dan Dinda pun tak hentinya menahan geli tawa nya.
Bersambung.....
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Terimakasih kk sudah suport dan dukung cerita author.