My Presdir

My Presdir
Tiup Lilin


__ADS_3

Taman depan rumah telah ditata rapi, dihias sedemikian rupa, dan siap dijadikan tempat berpesta. Balon warna warni turut memeriahkan pesta kecil- kecilan perayaan ulang tahun Aiden dan juga Ailee.


Beberapa meja bundar dengan kursi mengitarinya pun tampak memenuhi taman itu. Berbagai makanan seperti cupcake, donat, pie, cake pop, dan lain sebagainya telah tersusun rapi di cake and cupcake stand.


Taman itu dihias oleh Oma Anandhi, Clara, dan juga Sarah. Aiden dan Ailee belum mengetahui apa yang akan terjadi. Mungkin mereka juga melupakan hari ulang tahun.


"Bagaimana dengan musiknya? Apa semuanya sudah aman?" tanya Anandhi kepada Clara dan Sarah yang sedang mengecek makanan serta minuman.


"Aman, Tante," jawab mereka serempak sembari mengacungkan kedua jempol.


Anandhi tak akan melewatkan acara seperti ini. Semua tentang cucunya harus terlihat sempurna tak kurang satu apapun. Begitu besar sayangnya kepada Aiden maupun Ailee. Bagaimanapun juga kini hartanya yang paling berharga adalah mereka dan juga Aza.


*****


Kondisi wanita itu sudah membaik, ia pun sudah diperbolehkan pulang. Tapi sebelum itu, ia hendak menemui Bella sejenak memastikan jika wanita itu masih hidup dan tak dibunuh suaminya.


Dengan segala upaya bujuk rayunya, akhirnya Aksa memperbolehkannya menengok Bella sejenak. Ruang perawatannya ternyata tak terlalu jauh darinya. Cukup terkejut melihat dua polisi di depan ruangan itu, suaminya benar- benar tak mau melepaskan Bella rupanya.


Lebih terkejut lagi ternyata di dalam ruangan itu ternyata juga ada polisi, bahkan jumlahnya lebih banyak dari yang berada di depan pintu. Aza menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya.


"Mau apa kamu?" ketus Bella ketika mengetahui yang datang itu adalah Aza dan juga suaminya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Aza dengan lembut dan juga menampilkan senyum andalannya.


"Apa matamu buta sampai masih bertanya hal seperti itu?" Lagi- lagi Bella ketus dengan Aza. Ia tahu jika suami istri yang datang menjenguknya itu hanya akan mengejeknya karena kalah dan sekarang terbaring lemah di brankar rumah sakit.


"Ternyata semua ini tak membuatmu jera dan malah semakin menjadi- jadi. Benar- benar wanita berhati busuk!" ujar Aksa. Ia langsung menggenggam tangan istrinya dan mengajaknya keluar dari ruang perawatan Bella.


Bella tersenyum sinis melihat kepergian suami istri itu. Ia tetap tak berubah meskipun banyak hal menimpanya. Entah terbuat dari apa wanita itu hingga hati nuraninya pun tak terketuk meskipun ada orang yang sangat baik terhadapnya.


*****


Sesampainya di halaman depan rumah, Aiden dan Ailee terkejut melihat keramaian di taman rumahnya. Mereka menatap kedua orangtuanya yang hanya menampilkan senyum madu.


"Apa kita ulang tahun?" tanya Ailee terheran- heran. Ia menatap beberapa orang yang sudah memenuhi taman itu hanya dengan menurunkan kaca mobil.


"Entahlah, aku pun tak tahu," jawab Aiden, ia pun sama terkejutnya dengan Ailee. Sedangkan Aksa dan Aza terkekeh melihat anak kembar itu.


"Kalau begitu berarti umurmu sudah tua," celetuk Ailee tanpa mengubah pandangannya.


"Hey, umur kita kan sama. Bukankah Mama sama Papa bilang kalau kita kembar?" Aiden tak terima jika dirinya dikata lebih tua.


"Iya aku mengingatnya. Tapi kan kamu memang lebih tua dariku karena kamu keluar terlebih dahulu."


"Ah, menyebalkan!"


Aksa dan Aza kembali terpingkal- pingkal mendengar obrolan Aiden dan Ailee. Pintu mobil terbuka lebar dan mereka langsung menggendong anak kembar itu untuk turun.

__ADS_1


"Akhirnya keluarga A sampe juga," ujar Sarah. Sudah lama ia menunggu kedatangan keluarga itu, mungkin sejak pagi buta karena harus menyiapkan segalanya.


"Hey baby twins, kemarilah..." ucap Clara.


Aiden dan Ailee sudah berdiri tepat menghadap kue ulang tahun mereka yang didesain dengan tema berbeda. Menatap kue bertingkat dua itu dengan heran dan tak berkedip sama sekali.


"Kita benar- benar sedang ulang tahun," bisik Ailee kepada Aiden yang kala itu tengah asyik memandang kue dengan karakter kartun iron man. Dan karakter Frozen untuk Ailee.


"Wahh, kenapa aku melupakannya," sahut Aiden.


"Kamu kan memang pelupa. Ingat, umurmu sudah tua. Lebih tua dariku, hihi..."


"Umur kita itu sama! Aku hanya lebih tua lima menit darimu!" teriak Aiden membuat semua orang menatap dirinya.


"Ya ya ya. Hanya lebih tua lima menit!"


Aksa dan Aza saling pandang, mereka tahu betul apa yang sedang diobrolkan anak- anak itu. Pasti masih berdebat hal di dalam mobil tadi.


Happy birthday Aiden...


Happy birthday Ailee...


Happy birthday...happy birthday...happy birthday to you...


Usai lagu dilantunkan, Aiden dan Ailee pun diminta untuk meniup lilin yang telah menyala. Tapi...


"Kalian kelamaan sih," jawab Kimmy dan Bryan tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Arghh!" Anak kembar itu begitu kesal karena tak dapat meniup lilin ulang tahun mereka.


"Tunggu pembalasanku!"


Aiden dan Ailee berlari mengejar Kimmy dan juga Bryan yang sudah berlari terlebih dahulu. Anak kembar itu sepertinya tak akan membiarkan mereka lolos kali ini.


Sedangkan para orangtua hanya bisa menatap mereka yang malah kejar- kejaran di taman yang cukup luas itu. Entah sudah berapa kali mereka berputar mengitarinya, Aiden dan Ailee tak kunjung bisa menangkap dua anak nakal yang telah merusak acara ulang tahun mereka.


"Hehe...Maafkan Kimmy ya, Pak Presdir, Za," ucap Sarah lirih. Ia merasa bersalah sekali terhadap Aza dan juga Aksa.


"Maafkan Bryan juga ya. Ini benar- benar di luar dugaan, hehe..." timpal Clara meringis pula.


Aksa dan Aza saling tatap, mereka menghela napas cukup panjang. Hal ini membutuhkan kesabaran dan tenaga ekstra untuk menghadapinya.


"Aiden, Ailee..." Oma Anandhi, Oma Aira, dan juga Opa Keno mencoba menangkap empat anak yang masih berlarian ke sana ke mari. Membutuhkan waktu yang lama untuk menangkap mereka, tapi akhirnya berhasil juga.


"Aiden, Ailee, kita bisa menyalakan lilinnya lagi ya? Nggak boleh marah, Bryan sama Kimmy kan nggak sengaja," ujar Aza, ia lalu menyuruh suaminya untuk menyalakan lilin lagi supaya Aiden dan Ailee bisa meniupnya.


"Ah, rasanya sudah berbeda. Harusnya hanya aku dan Ailee yang meniupnya," gerutu Aiden, anak itu masih kesal, ia melipat tangannya di dada dan menatap Kimmy dan juga Bryan dengan tatapan tak bersahabat seperti biasanya.

__ADS_1


"Awas saja kalian, aku akan membalasnya. Kalau kalian ulang tahun, aku yang akan meniup lilinnya," tambah Ailee, ia pun masih merasakan hal yang sama dengan kakaknya.


"Yupp, sudah menyala. Ayo tiup baby twins," seru Aksa.


"Nyanyi lagi dong, biar tambah seru," celetuk Opa Keno yang diangguki semuanya. Mereka pun kembali bernyanyi, Aiden dan Ailee tak ada senyum sama sekali.


"Eittss, tunggu dulu," seru Aksa menghentikan Aiden dan Ailee yang hendak meniup lilin karena lagu sudah habis. "Sarah, Clara, Devano, Faris, tutup mulut anak kalian. Aku nggak mau ya kalau anak- anak kalian meniup lilinnya lagi," tambahnya memperingatkan.


"Hehe, iya, Sa. Maapin yak..." ringis Devano, ia lalu membungkam mulut anaknya dengan kedua tangan.


"Kalian! Tutup mulut Kimmy," ucap Aksa. Faris dan Sarah kemudian membungkam mulut Kimmy.


"Nah, sudah sayang. Ayo tiup..."


Aiden dan Ailee pun meniupnya, kemudian terdengar riuh tepuk tangan dari para keluarga. Masing- masing dari mereka pun mengucapkan selamat dan mendo'akan anak kembar itu. Aiden dan Ailee dalam mood yang kurang baik, hingga mereka hanya bisa diam dan tak bisa menikmati pesta kecil- kecilan itu.


"Aduhh..." pekik Sarah memegang perutnya yang besar. Sontak, semuanya pun menghampiri dirinya dan bertanya-tanya.


"Sar, kamu mau lahiran? Itu ada air di kakimu!" ucap Clara panik karena ketuban Sarah telah pecah.


"Sepertinya iya, aduhh sakit banget nih..."


"Langsung bawa ke rumah sakit saja!"


Faris langsung membopong istrinya. Sedangkan Clara dan Devano juga ikut bersama mereka. Devano mengemudikan mobilnya karena Faris sangat panik dan akan berbahaya jika mengendarai mobil sendiri.


Benar- benar tak sesuai ekspektasi. Acaranya kacau, Aza dan Aksa merasa bersalah dengan anak- anak mereka. Acara ulang tahun yang sangat menyedihkan.


"Menyebalkan sekali mereka! Dasar pengacau!" gerutu Aksa.


"Kamu kan kadang juga pengacau. Sudahlah biar saja," sahut Opa Keno.


"Kenapa Aksa jadi ikut- ikutan?"


"Karena kamu memang sama- sama menyebalkan, jadi temen- temen kamu juga nggak jauh beda," ucap Opa Keno tergelak. Semuanya pun ikut tertawa, kecuali Aiden dan Ailee. Cukup sulit untuk mengembalikan mood mereka.


.


.


.


.


.


Sebentar lagi tamat :")

__ADS_1


__ADS_2