My Presdir

My Presdir
Kehilangan Jejak


__ADS_3

Sudah tiga hari Aiden dirawat di rumah sakit, dan sudah tiga hari pula Aza tak pulang ke rumah. Bahkan, untuk meninggalkan Aiden sekejap saja ia tak rela. Ia sendiri jarang mandi, tak memikirkan tubuhnya sendiri.


Suhu tubuh Aiden masih tinggi tapi sudah tak setinggi hari pertama, dan dokter belum memperbolehkannya pulang.


"Mama belum mandi?" tanya Aiden dengan suara lemah. Anak itu baru saja muntah, kepalanya masih terasa pusing. Baju Mamanya yang kotor karena terkena muntahannya pun belum diganti, ia merasa bersalah gara- gara dirinya semua orang jadi susah.


"Nanti saja, Sayang. Kamu mau makan lagi nggak?" Aza masih setia duduk di samping anaknya, tangannya pun membelai wajah Aiden yang pucat pasi.


Aza akan pergi mandi jika salah satu keluarga mereka ada yang datang. Meskipun Aiden juga lebih sering tidur, ia tetap saja tak tega meninggalkannya sendirian baik itu saat Aiden terjaga ataupun terlelap. Dan selama itu Aza melupakan Ailee.


Ceklek...


Pintu ruang perawatan terbuka, Aiden dan Aza menoleh sesaat. Oma Aira dan Opa Keno datang menjenguk, tak lupa dengan Ailee.


"Mamah..."


"Halo, Anak Mama," sahut Aza.


"Eitsss...Mama kotor sayang, jangan peluk Mama ya?" cegah Aza ketika Ailee hendak mendekap tubuhnya. Anak itu pun langsung lesu. Tiga hari sudah ia tak memeluk sang Mama. Dirinya pun acap kali diabaikan.


"Mandilah terlebih dahulu, kami akan menjaga Aiden," seru Oma Aira yang kemudian diangguki Aza. Ya, Aza baru mau mandi ketika Oma Aira ataupun suaminya yang datang. Itu pun tergesa- gesa mandinya, tak peduli mau bersih ataupun tidak.


"Kak Aiden, cepatlah sembuh. Aku rindu bermain bersama," ucap Ailee. Ia duduk di kursi yang tersedia di samping brankar Aiden.


"Do'akan saja, sepertinya besok aku sudah boleh pulang. Kamu membawakan mainanku?"


Kemarin saat Ailee datang, Aiden meminta membawakan mainan miliknya karena dia bosan. Dan kali ini Ailee pun membawakannya. Sebuah robot kecil dan juga salah satu mobil remot milik Aiden.


"Yeyyyy...." Aiden bersorak ketika robot dan mobil berada di tangannya.


"Ailee, kamu nanti malam tidur di sini, kan?" tanya Aiden berharap penuh dengan adiknya supaya Ailee menginap juga di rumah sakit. Meskipun mereka sering bertengkar saat bersama, Aiden dan Ailee selalu rindu jika berjauhan.

__ADS_1


"Apa kamu merindukan tidur bersama denganku?" Ailee malah meledek Aiden membuat anak itu jadi salah tingkah.


"Ah, aku hanya bertanya saja. Aku mana mungkin merindukanmu," tukas Aiden.


"Bilang saja kalau kamu merindukanku!"


"Ailee, naiklah ayo bermain bersama." Aiden menepuk ranjangnya yang masih tersisa, bermaksud menyuruh adiknya untuk naik menemaninya bermain.


"Memangnya boleh? Aku akan bertanya Oma terlebih dahulu," ucap Ailee. Ia lalu menatap Oma dan Opanya yang duduk di sofa dan ternyata sedari tadi mereka juga mengawasinya. Setelah mendapat anggukan dari Oma maupun Opa, dengan bantuan kursi pun Ailee naik ke brankar Aiden.


Mereka bermain bersama, Aiden yang sejak dirawat di rumah sakit tak bisa tersenyum tapi sejak kedatangan Ailee akhirnya bisa tersenyum bahkan tertawa renyah.


"Ailee, apa yang kamu lakukan di sana?" seru Aza terkejut mendapati Ailee di brankar Aiden.


"Kak Aiden yang menyuruhku, Mah. Kami akan bermain bersama," jawab Ailee. Ia jadi takut karena Mamanya itu tak hangat seperti biasanya.


"Ayo turun! Kak Aiden lagi sakit, biarkan dia istirahat dulu. Jangan mengajaknya bermain!"


Wanita itu langsung menurunkan Ailee dengan paksa. Ia sangat marah karena Ailee mengajak Aiden bermain dan membawakan mainan pula.


"Itu aku yang menyuruhnya, Mah," ujar Aiden.


"Aiden jangan ikut campur!"


Oma Aira dan Opa Keno pun langsung berjalan menghampiri Aza yang sedang memarahi Ailee.


"Pulang saja kamu. Kalau di sini terus bagaimana Kak Aiden bisa sembuh? Yang ada malah dia tambah sakit karena kelelahan bermain denganmu."


"Za, hanya seperti ini kenapa kamu harus marah besar? Kasihan Ailee dia jadi ketakutan, kan..." Oma Aira langsung mendekap Ailee yang gemetar ketakutan.


"Aku hanya memberinya pengertian, Mah."

__ADS_1


"Ailee sudah mengerti kok, Mah. Dan Ailee mengerti kalau Mama itu sayangnya cuma sama Kak Aiden. Mama nggak pernah sayang Ailee," ucap Ailee sendu. Ia kemudian berlari meninggalkan ruang perawatan Aiden.


"Ailee..." Opa Keno langsung mengejarnya.


"Bukan seperti itu cara memberitahu anak. Bicaralah yang lembut karena Ailee akan mengerti dengan sendirinya, tak perlu dibentak," ujar Oma Aira sebelum pergi mengikuti langkah suaminya.


Aza terpaku di tempatnya. Ia hanya ingin Aiden lekas sembuh maka dari itu ia tak memperbolehkannya bermain karena itu hanya akan membuatnya kelelahan.


Rumah sakit begitu ramai, baru saja ada kecelakaan beruntun yang memakan banyak korban. Semua perawat berlalu lalang mencoba menolong korban kecelakaan itu. Ada juga keluarga korban yang semakin membuat ramai hingga sulit sekali menemukan Ailee.


"Aku akan melihat CCTV rumah sakitnya biar kita lebih mudah menemukan keberadaan Ailee," seru Opa Keno.


CCTV menunjukkan jika Ailee berlari sangat cepat, bahkan ia juga seringkali terjatuh karena tak sengaja menubruk perawat dan orang yang tengah berlalu lalang. Anak itu keluar dari rumah sakit, dan jejaknya pun hilang.


"Cucuku..." lirih Oma Aira. Ia langsung berlari keluar rumah sakit dan berharap masih bisa bertemu dengan Ailee.


"Aileee...."


"Aileee....Kamu di mana sayang?" Oma Aira terus memanggil cucunya. Entah sudah berapa orang yang ia tanya apakah melihat Ailee atau tidak. Dan semuanya pun menjawab tak melihat anak itu.


"Di mana Ailee? Aku takut dia kenapa- kenapa." Oma Aira lemas seketika, Ailee belum ketemu juga. Ia takut jika ada seseorang yang berniat jahat. Apalagi itu adalah jalan raya, bagaimana jika Ailee menyebrang dan terserempet mobil atau motor? Ah, itu sangatlah menakutkan.


Tin...tin...


Suara klakson mobil menghentikan pencarian mereka. Itu adalah Aksa yang baru saja pulang dari kantor dan langsung ke rumah sakit. Saat mendapati orangtuanya kebingungan mencari sesuatu di luar rumah sakit pun langsung berhenti.


"Kenapa kalian di sini? Kenapa Mama menangis?" tanya Aksa panik.


"Suruh anak buahmu mencari Ailee, dia pergi. Dia kecewa sama istrimu huu...huu..." ucap Oma Aira tersedu- sedu seraya menarik kemeja yang tengah Aksa pakai.


"Apa maksudnya?"

__ADS_1


"Ailee hilang, dia pergi begitu cepat. Kami kehilangan jejaknya," ujar Opa Keno.


Aksa pun panik. Ia segera menghubungi seseorang melalui telepon. Mulutnya pun tak berhenti bertanya apa yang menyebabkan anaknya itu pergi.


__ADS_2