My Presdir

My Presdir
Aiden & Ailee


__ADS_3

Syukur tiada hentinya terucap. Tuhan sangatlah baik telah mempertemukan kepada orang yang tepat. Tahun demi tahun telah terlewati, suka duka dipikul bersama. Selalu ada apapun kondisinya, tak pernah ada kata bosan atau apa. Mereka sangat bahagia.


Aksa tak menyangka jika dirinya dipertemukan dengan Aza. Wanita yang begitu baik, setia, dan tak neko- neko. Wanita yang kini telah menjadi istrinya itu langka, tak banyak yang seperti dia. Aza selalu bersedia bersama dirinya apapun keadaannya. Meskipun awalnya sempat menyerah untuk sembuh dari kelumpuhannya, Aksa sangat bersyukur masih diberi kesempatan untuk menikmati kehidupan yang sangat berarti ini.


Status lelaki itu telah berubah, tak hanya suami dari Azalea Tanisha Anandhi saja tetapi juga ayah dari Aiden Arion Sanjaya dan juga Ailee Tanisha Sanjaya. Dikaruniai dua malaikat kecil sekaligus membuat kehidupan mereka lebih berwarna.


"Apa kamu tahu siapa wanita yang paling bahagia di dunia ini?" Wanita itu bertanya kepada sang suami yang berbaring di sebelahnya dan juga menatap langit- langit kamar.


"Siapa?" Sang suami pun melayangkan pertanyaan balik kepada istrinya, ia menoleh dan mengecup pipinya singkat.


"Tentu saja aku, Hubby. Aku adalah wanita terbahagia karena telah dipertemukan dengan lelaki sepertimu. Lelaki yang beberapa tahun lalu merengek dan memintaku untuk mau menikah dengannya. Dia juga berjanji akan selalu membahagiakan, menyayangi, serta melindungiku. Dan, dia menepati janjinya. Terima kasih..." Aza berbalik menatap suaminya yang sepertinya tersentuh akan buaiannya tadi. Mereka pun saling tatap.


"Dan kamu harus tahu jika aku adalah lelaki yang paling bahagia di dunia ini karena telah dikelilingi orang- orang yang mencintai, menyayangi, serta tetap bersamaku meskipun..."


"Meskipun kamu menyebalkan?" Potong Aza sembari mengerlingkan matanya.


Aksa pun gemas, ia segera menangkup kedua pipi istrinya dan menghujaninya dengan kecupan- kecupan.


"Ailee diamlah!"


"Kamu yang harus diam! Aku masih ingin tidur, jangan menggangguku!"


Suara teriakan anak- anak menghentikan aktivitas Aksa. Ya, selain dibangunkan istrinya, Aksa juga selalu dibangunkan dengan anak- anaknya yang selalu bertengkar setiap paginya.


"Anak- anak sudah bangun, Hubby. Aku akan ke kamar mereka, kamu segera berwudhu kita solat subuh dulu," ucap Aza yang kemudian langsung bangkit dari ranjang menuju ke kamar anak- anaknya yang terletak di samping kamar mereka.


*****


Seperti biasa, Aiden dan Ailee akan selalu bertengkar tiap paginya. Mereka tak akan berhenti jika Aza tak melerai keduanya. Dan pagi itu, mereka sudah berkelahi dengan saling memegang guling masing- masing untuk dijadikan senjata. Saling memukul dengan mulut yang tak henti- hentinya menggerutu.


"Kamu selalu berisik kalau pagi! Tidurku jadi terganggu!" Ailee selalu jengkel dengan saudara kembarnya yang setiap pagi selalu memutar music hingga membuatnya terbangun.


"Ehem..." Aza berdiri di ambang pintu kamar mereka dan melipat tangannya di dada.


Mendengar deheman sang Mama, dua malaikat kecil itu pun berhenti berkelahi dan langsung berlari memeluk wanita yang berdiri di ambang pintu.


"Mama, Kak Aiden nakal sekali..." celetuk anak yang baru berusia sekitar empat tahun.


"Siapa yang nakal? Bukankah kamu yang mulai duluan?" sanggah Aiden. Anak lelaki itu juga sama dengan Ailee, ia bergelayut di kaki kanan Aza.


"Bukan, kamu duluan yang memukulku dengan guling. Oleh sebab itu aku membalasnya, Mama percaya kan sama Ailee?" tanya Ailee mendongakkan kepalanya menatap Mamanya yang tengah memijat pelipis karena pening melihat kedua anaknya itu.


"Sudah ya jangan dilanjutkan, sekarang kita solat Subuh dulu. Papa, Opa, sama Oma sudah menunggu kita di mushola," ujar Aza yang kemudian langsung menggenggam tangan kedua anaknya dan mengajaknya pergi ke mushola rumah.


Aza dan Aksa sudah mulai mengajarkan anak- anak mereka tentang kewajibannya sebagai umat muslim. Aiden dan Ailee cukup mengerti tentang tata cara solat meskipun belum sempurna saat melaksanakannya.


"Kalian ambil air wudhu dulu ya, Mama akan menyiapkan mukena dan sarung," pinta Aza. Aiden dan Ailee pun masuk ke kamar mandi mushola melaksanakan apa yang dikatakan Mamanya.


"Ailee, hanya tiga kali saja kenapa kamu sampai lima kali mencuci wajahmu?" seru Aiden.


"Biar nggak ngantuk lagi!"

__ADS_1


"Ulang! Nanti Allah marah kalau salah!"


Ailee yang kesal dengan kecerewetan sang kakak pun menyipratkan air membasahi Aiden. "Aku sudah pasti akan mengulanginya, kamu itu cerewet sekali! Nah, rasakan!"


"Arrgghhh!" Aiden pun marah, ia ikut menyipratkan air juga ke tubuh Ailee. Dua anak itu pun menjadi basah, mereka sangat senang ketika berjumpa dengan air.


"Aiden! Ailee! Apa yang kalian lakukan?" seru Aksa memasuki kamar mandi. Ia menepuk keningnya melihat anak- anaknya yang sudah basah kuyup.


"Tadinya kami mau berwudhu, tapi bermain air itu sangat menyenangkan papah, jadi..." jawab Ailee menundukkan pandangannya karena tak berani menatap wajah sang Papa yang sepertinya akan marah.


"Apa kalian sudah selesai berwudhu?" tanya Aza yang juga masuk ke kamar mandi. Ia terdiam melihat anak- anaknya yang sudah basah kuyup.


"Mama menyuruh kalian untuk berwudhu saja, kenapa malah jadi mandi hiks..." Aza mengusap dadanya, ia lalu mengajak Ailee dan Aiden keluar.


"Halo, Oma."


"Halo, Opa."


Ailee dan Aiden dengan riangnya melambaikan tangannya menyapa Opa dan Oma yang sudah siap melaksanakan solat subuh.


"Benar- benar anaknya Aksa!" bisik Keno kepada Aira.


"Kalau bukan anaknya Aksa anak siapa lagi."


"Halo, cucu Oma, segera ganti baju ya biar enggak masuk angin."


"Siap Oma!"


"Ailee, apa kamu masih menyimpan balon sabun?" tanya Aiden sembari melepaskan bajunya.


"Masih, Kak. Akan aku ambil, tunggu sebentar ya..." Ailee pun mengambil balon sabun yang ia sembunyikan di dekat tong sampah kamar mandi mereka.


Ailee pun memberikan satu untuk Aiden, mereka meniupnya dan tertawa riang saat meletuskan gelembung- gelembung sabun beterbangan di udara.


"It's rainbow!"


"It's really good!"


"Aku akan membuat yang lebih besar!"


"Coba saja kalau bisa!"


Mendengar anak- anaknya yang berteriak kegirangan, Aza pun langsung menghampirinya.


"Ya Tuhan, kenapa anak- anakku sangat nakal!" lirihnya sembari mengusap dada.


"Mama ayo bermain gelembung sabun!"


"Ailee, Aiden, ayo segera mandi. Jangan bermain- main lagi, nanti kalian bisa sakit kalau terlalu lama di kamar mandi."


"Tapi, Mah..."

__ADS_1


Aza segera memandikan anaknya dengan paksa, mereka masih asyik dengan gelembung sabun sehingga Aza cukup kewalahan. Membutuhkan waktu hingga lima belas menit untuk menyelesaikan mandinya. Aza pun jadi basah kuyup karena tingkah Aiden dan Ailee yang tak bisa diam sekejap.


"Pakai baju kalian dengan benar ya, Mama akan mandi," ucap Aza setelah berhasil mengusapkan minyak kayu putih ke tubuh mereka supaya hangat.


Aiden dan Ailee pun menganggukkan kepala mereka, sangat menggemaskan.


"Aku mau dipakaikan baju sama Papa saja," ucap Ailee yang kemudian langsung membawa bajunya menuju kamar Aksa. Sedangkan Aiden memakai bajunya sendiri, tapi tetap mengikuti saudara kembarnya ke kamar sang papa.


.


.


.


.


.


Halo, Aunty Online🥰🥰🥰



Halo, perkenalkan, kami adalah anaknya Papa Aksa dan Mama Aza.


Ailee : "Halo, Aunty Online. Namaku Ailee, sangat cantik dan menggemaskan sama seperti Mama Aza."


Aiden : "Hey, sudah- sudah. Kamu itu terlalu memuji dirimu sendiri. Oh ya, Aunty, jangan dengarkan saudara kembarku dia memang begitu, sangat menyebalkan."


Ailee : "Hey, yang menyebalkan itu kan kamu. Aunty, jangan percaya sama Kak Aiden."


Author : "Ehemmm..."


Aiden dan Ailee : "Halo Kakak Author..."


Author : "Sudah selesai perkenalannya anak- anak nakal?"


Aiden : "Hanya Ailee yang nakal, aku kan tidak."


Ailee : "Tidak- tidak...Yang nakal itu Kak Aiden."


Author : "Semua anaknya Papa Aksa itu nakal."


Aiden dan Ailee : "Kalau begitu kami anaknya Mama Aza saja."


Aksa : "Apa kalian membicarakanku?!"


Author : "Anak- anakmu yang memulainya."


Aza : "Hubby, sudahlah biarkan saja. Ayo kembali ke kamar saja."


Aksa : "Baiklah, jangan lupakan jatahku hari ini."

__ADS_1


Author, Aiden, dan Ailee : "Du- du- du, Kami masih bisa mendengarnya."


__ADS_2