Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma

Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma
NBBGYSA#Season 2#SetelahJadiIstri#Delana Membawa Glassy


__ADS_3

   "Duhhh, macet lagi," dumel Rangka sambil memukul kemudi. Sensi yang berada di sampingnya ikut panik, sebab kemacetan ini sudah berlangsung 10 menit lebih. Rangka bisa saja telat menjemput Glassy.


   "Sayang, coba hubungi Gurunya Glassy. Bilang, tahan Glassy di lingkungan sekolah, jangan sampai dia keluar, apalagi jika ada orang lain yang bawa, tahan jangan ijinkan."


   Sensi patuh perintah Rangka, lalu dia segera menghubungi Gurunya Glassy, Bu Dewi.


   Panggilan Sensi diangkat, dan Sensi mengatakan semua yang dikatakan Rangka tadi.


   "Tahan, ya, Bu. Jika ada siapapun orangnya yang mengajak Glassy pulang, maka jangan hiraukan," ucap Sensi di telpon.


   "Apa? Glassy sudah ada yang ajak pulang. Siapa, Bu?" kejut Sensi saat menerima respon Bu Dewi yang di seberang sana. Mendengar itu, Rangka merebut Hp Sensi dan berbicara dengan Bu Dewi.


   "Siapa yang sudah ajak pulang anak saya, Bu?"


   "Dia Ibunya Glassy, Bu Delana." Jawaban Bu Dewi dari ujung telon sontak membuat Rangka marah dan kecewa. Rupanya Delana mendahului dia menemui Glassy.


   "Sialan, setan," ucapnya kasar,, spontan Hp Sensi dilemparnya melampiaskan rasa kesalnya pada Delana yang sudah membawa anaknya pergi dari lingkungan sekolah tanpa ijin darinya. Sensi yang melihat Rangka marah, ikut panik dan terkejut dengan Hpnya yang dilempar Rangka sehingga casingnya terbuka.


   "Hahh." Sensi menghela nafasnya perlahan sembari meraih Hp yang kini berada di kolong joknya.


   Sementara Rangka tetap fokus dengan kekesalannya pada Delana yang mengajak Glassy tanpa sepengetahuannya. Rangka tidak sudi, Glassy dibawa atau diajak kemana-mana sama ibu kandungnya yang dinilai tidak baik, karena dia sudah berkhianat dan meninggalkan Rangka dalam keadaan sakit-sakitan, yakni asmanya sering kambuh sehingga Delana pergi meninggalkan Rangka.


   Berulang kali Rangka memukul setir dan membunyikan klakson tanda kesal. Tidak jarang sesama penghuni jalan menegur Rangka yang membunyikan klakson dengan berisiknya.


   "Woyyyy, matikan klakson mu itu, sabar kenapa? Kita juga sama kena macet," protes salah satu pengguna jalan tidak terima dengan Rangka yang terus-terusan menyalakan klakson. Sensi ikut khawatir pada Rangka yang tiba-tiba emosinya meluap gara-gara Glassy sudah ada yang bawa.

__ADS_1


   "Mas, sudah," cegah Sensi meredam kemarahan Rangka pada pengguna jalan lain.


  "Ini juga gara-gara kamu, kalau saja jam istirahat tadi kamu tidak merayu dan minta dikelonin, tidak akan begini jadinya. Glassy tidak akan diambil pengkhianat itu," dengusnya kesal dan kini giliran Sensi yang kena semprot Rangka.


   Sensi tertunduk disalahkan begitu oleh Rangka, mukanya merah menahan malu.


   "Sialan, Delana iblis," umpat Rangka. Sensi yang sedang memasang kembali kesing Hpnya, terperanjat sampai Hp dan kesingnya terjatuh berhamburan.


   "Eughhhh," raihnya pada Hpnya yang belum sempat terpasang Hpnya. Sensi terlihat sedih dengan Hpnya yang kini terburai.


   "Ahhhrgggg! Hp terburai saja sedihnya minta ampun. Anakku, diambil orang kamu tidak sedih. Kamu santai-santai saja mikirin Hp yang sudah rusak. Kalau cuma Hp Android kayak gitu, aku bisa belikan, banyak malah," tukas Rangka membuat hati Sensi teriris. Sensi menilai akhir-akhir ini Rangka sangat emosional dan pemarah.


   Sensi diam, dan meletakkan Hp terburainya di dalam tas, lalu mengalihkan pandangan keluar jendela. Dia sangat sedih dengan kata-kata Rangka yang akhir-akhir ini sering menyakitinya.


   "Delana? Delana yang di WA Mas Rangka atau bukan? Lalu, siapakah Delana itu?" Meskipun hati Sensi sedih, dia masih sempat berpikir keras siapakah Delana? Apakah mantan istrinya Rangka atau bukan? Kenapa Mas Rangka sebegitu marahnya ketika mendengar Glassy diambil perempuan bernama Delana?


   Mobil Rangka tiba di sekolah Glassy. Rangka segera turun dari mobil memburu masuk ke dalam lingkungan sekolah mencari Bu Dewi, Gurunya Glassy. Sensi dengan perasaan sedih mengikuti Rangka dari belakang.


   Bu Dewi yang paham atas kedatangan Rangka yang terlihat panik dan marah, segera keluar dan mengarahkan Rangka menuju arah ruang UKS.


   "Saya sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena telah gegabah membiarkan Bu Delana membawa anaknya. Tadinya saya pikir karena Bu Delana Mama kandungnya, akhirnya saya ijinkan Glassy diambil duluan oleh Mamanya. Sekali lagi saya minta maaf, Pak," sesal Bu Dewi minta maaf.


   "Sudahlah, Bu. Sekarang sudah terjadi. Lalu apakah Ibu tahu kemana mantan istri saya membawa anak saya?" tanya Rangka penasaran.


   "Mohon maaf, saya kurang tahu, sebab Bu Delana tidak memberi tahu akan kemana mengajak Glassy." Rangka semakin dilanda frustasi

__ADS_1


   Dengan muka yang merah padam, Rangka kembali bertolak dari sekolah Glassy, lalu masuk kembali ke dalam mobilnya dengan pintu yang dibanting keras. Sensi terhenyak, dia yang tadi keluar dari mobil, kini berlari kecil menghampiri mobil Rangka dan membuka pintu mobil sisi kiri. Sensi serba salah dan duduk tanpa menoleh ke arah suaminya yang lagi marah.


   Rangka kini terlihat sibuk mengutak-atik Hpnya, kemudian sepertinya sedang mencari nomer seseorang yang ingin dia hubungi. Setelah itu Rangka mendekatkan Hpnya ditelinga. Rangka menghubungi seseorang yang disebutnya Delana.


   "Delana, kembalikan anakku, segera. Antar ke rumah sekarang, kalau tidak, maka aku akan melaporkan perbuatan kamu sebagai tindakan kriminal, yakni menculik anak," tegas Rangka diakhiri dengan sebuah kalimat tudingan.


   "Coba kalau berani, laporkan saja, toh aku Ibunya," kilah perempuan yang bernama Delana itu.


   "Kembalikan Glassy ke rumah, kamu seorang Mama tapi mirip penjahat. Cara kamu mengambil Glassy, mirip perampok yang minta tebusan. Tidak punya etika dan tidak tahu permisi," umpat Rangka kesal. Lalu setelah itu Rangka menutup panggilan itu dan segera menghidupkan mesin mobil lalu melajukannya dengan cepat menuju rumah.


   Sepanjang jalan, Sensi sangat takut, sebab Rangka menjalankan mobilnya sangat cepat. Tidak butuh waktu lama, mobil Rangka tiba di depan rumahnya, lalu berhenti tanpa mau berniat memasukkan mobilnya.


   Rangka kembali menghubungi seseorang yang diharapkannya segera mengembalikan Glassy anaknya.


   "Please ....kamu kembalikan Glassy sekarang. aku tunggu di depan rumahku," ucap Rangka yang ditujukan pada perempuan yang bernama Delana itu.


   Tidak berapa lama, sebuah mobil sport keluaran baru memasuki halaman depan rumah Rangka. Dan ketika pengemudi itu turun, ternyata dia adalah Delana, Delana memutar tubuhnya untuk membuka pintu satunya lagi dan mengeluarkan Glassy dari mobil itu.


   "Glassy," teriak Rangka sembari menyambar tubuh Glassy dari tangan Delana.


   "Papaaa , Bundaaa," teriak Glassy seakan merasakan takut berlebihan.


   "Delana, aku tidak ijinkan kamu menemui Glassy lagi, terlebih setelah kejadian ini. Kamu sama sekali aku larang tidak punya akses untuk menemui Glassy lagi, titik," tegas Rangka seraya memasukkan Glassy ke dalam mobil.


   "Rangka, jangan jahat begitu, aku Ibunya. Aku berhak menemuinya kapan saja. Kamu jangan jadi jahat Rangka. Rangkaaaa," jerit Delana tidak terima dengan keputusan Rangka.

__ADS_1


__ADS_2