Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma

Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma
NBBGYSA#Season 2#SetelahJadiIstri#Hubungan Harmonis Sensi dan Glassy


__ADS_3

   Di ruangannya Rangka kini sedang uring-uringan dan kesal, sebab Hp Sensi sejak tadi tidak bisa dihubungi. "Kemanalah Sensi ini, baru saja aku baik-baikin tapi kini sudah ceroboh lagi. Pasti Hpnya dia taroh di dalam lemari sehingga tidak terdengar jika ada yang menghubungi," dumel Rangka kesal. Dia menduga Sensi meletakkan Hpnya sembarangan sehingga tidak terdengar bunyinya.


   Rangka mengulang kembali sambungan telponnya ke Hp Sensi, lagi-lagi panggilannya tidak tersambung. Tadi tersambung, tapi kini sama sekali tidak tersambung.


   "Ya ampun Sensi. Kemana saja kamu, sedang aku butuhkan malah tidak bisa dihubungi." Raka masih mendumel kesal pada Sensi, sebab hari ini dia membutuhkan bantuan Sensi dalam menyelesaikan laporan pengeluaran barang maupun produksi barang, biasanya dia yang paling bisa diandalkan. Selama jadi karyawannya meskipun suka ceplas-ceplos, tapi Sensi bisa diandalkan.


   "Ya ampun, setelah jadi istri justru lebih mengesalkan. Apakah ini awal ujian pernikahan? Padahal aku sangat mencintainya?" rutuknya lagi.


   "Koral, masuk ke ruangan saya!" titah Rangka pada Koral sang Sekretaris. Tidak lama Koral datang dan mengetuk pintu ruangan Rangka.

__ADS_1


   "Permisi, Pak." Rangka mengangguk dan mengulurkan tangannya mempersilahkan Koral duduk.


   "Koral, tolong selesaikan map ini hari ini juga. Saya bingung, tadinya saya mau menghubungi istri saya, tapi Hpnya kadang bisa dihubungi kadang tidak. Jadi, tolong untuk hari ini kamu selesaikan map ini sekarang juga!" titah Rangka tepat Koral baru saja meletakkan bokongnya di kursi.


   "Maaf Bos Rangka, bukan saya tidak sanggup, tapi berhubung saya akan menyelesaikan laporan yang diminta perusahaan JavaBook seperti yang Bos ketahui sebelumnya, dan bukankah Bos sendiri yang meminta laporan untuk perusahaan JavaBook segera diselesaikan?"


   "Ya ampun, benar juga. Aku baru tahu. Lalu bagaimana dengan laporan yang ini?" ujar Rangka seraya menepuk jidatnya tersadar dari hampir lupa dengan laporan salah satu perusahaan koneksinya.


   Rangka manggut-manggut setuju dengan pendapat Sekretarisnya itu.

__ADS_1


   "Ok, sepertinya idemu tidak buruk. Akan saya pertimbangkan," ujar Rangka setuju sambil membereskan map yang akan dibawanya nanti ke rumah untuk dikerjakan Sensi.


   Jam istirahat Rangka segera berjingkat dari kursi kebesarannya. Siang ini dia akan menjemput Glassy seperti biasa di sekolahnya.


   Tiba di rumah setelah beberapa saat menjemput dahulu Glassy. Rangka menyandarkan tubuhnya di sofa, begitu lelahnya dia hari ini. Ditambah pikiran yang mumet memikirkan laporan pengeluaran barang, sementara di kantornya tidak ada yang bisa diandalkan selain Sensi.


   "Sensi," bisik Rangka seperti baru disadarkan dari lamunan. Rangka bangkit lalu menuju tangga dan menaikinya bermaksud ke kamar menemui Sensi.


   Tiba di kamar, dia mendapati Sensi tengah mengurus Glassy dengan telatennya. Mencarikan baju ganti dan memakaikannya. Sungguh hubungan antara Ibu sambung dan anak sambung yang sangat harmonis tergambar di sana. Rangka merasa tercubit dengan interaksi antara Sensi dan Glassy.

__ADS_1


   "Alangkah indahnya hubungan mereka, Sensi pandai ambil hati anakku, tapi terhadapku tidak. Sensi kadang lebih mementingkan Glassy daripada aku." Tiba-tiba sifat cemburu di dalam diri Rangka muncul ketika dirinya memang sedang benar-benar membutuhkan Sensi.


__ADS_2