Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma

Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma
NBBGYSA#Season 2#SetelahJadiIstri#Pesan WA dari Krisna


__ADS_3

"Sensi kamu sudah sampai hotel?" Pesan WA dari Krisna datang lagi bikin Rangka kebakaran jenggot. Tangannya sampai mengepal marah.


   Tiba-tiba sebuah balasan dari Sensi juga muncul. Dua-duanya susul menyusul hampir berbarengan, membuat Rangka benar-benar di luar kendali. Dengan kesal kakinya menendang meja yang ada di dalam kamar hotel itu.


"Saya tidak ikut, Mas. Suami saya tidak mengijinkan." (Sensi)


"Kenapa tidak mengijinkan? Apakah kamu tidak curiga kalau suami kamu sepertinya tidak mau diikuti kamu karena suatu hal?" (Krisna)


"Tidak juga sih, Mas. Sepertinya suami saya memang tidak ingin saya terlalu diekspos keluar?" (Sensi)


"Tidak ingin terekspos keluar? Apa maksudnya? Sementara suami kamu sendiri keluyuran tanpa mau didampingi kamu, itu artinya apa? Bisa saja justru suami kamu yang ada main dengan perempuan lain. Bisa jadi, kan?" (Krisna)


"Saya tidak mau suudzon Mas, saya yakin suami saya datang ke Samarinda dalam rangka pekerjaan dan reuni sesama teman pengusaha kayu." (Sensi)


"Kamu yakin? Laki-laki kalau jauh dengan pasangannya tidak akan jamin dia setia." (Krisna)


"Jangan begitu dong, Mas. Jangan menakut-nakuti saya." (Sensi)


"Bukan menakut-nakuti. Tapi seorang suami yang jauh dengan istrinya kebanyakan tanpa sepengetahuan istrinya dia diluaran berani lirik-lirikan perempuan lain. Setelah lirik-lirikan lalu ngobrol sambil ngopi, setelah ngopi lalu jalan, setelah itu langsung ke ... kamu tebak sendiri deh." (Krisna)


"Jangan samakan semua lelaki beristri kelakuannya begitu dong Mas saat jauh dari istrinya. Ada kok yang setia, bahkan banyak. Kalau begitu, apa bedanya dong dengan Mas Krisna? Mas Krisna kan duda, bisa jadi karena lama menduda, tiap kenalan dengan perempuan ujungnya pasti kencan." (Sensi)


"Itu tidak semua, Sayang. Tidak semua duda atau bujangan nakal. Daripada nakal diluaran, mending pakai sabun di rumah." (Krisna)

__ADS_1


"Sabun, apa maksudnya Mas?" (Sensi)


"Itu lho ehem ehem." (Krisna)


"Mas Krisna sudah dulu, ya. Suami saya menghubungi." (Sensi)


"Ohhhh, Ok." (Krisna)


   "Sialan! Mereka berdua benar-benar seperti menabuh genderang perang. Krisna berani-beraninya terus-terusan mengirim pesan WA pada istriku. Sensi juga kenapa dengan sok baiknya membalas setiap WA si Krisna? Lama-lama dia akan merasa nyaman dan keterusan. Apa Sensi tidak mikir, rumah tanggaku yang pertama hancur karena orang ketiga? Ini Sensi seakan-akan ingin menjerumuskan diri ke dalam perangkap perselingkuhan. Tidak akan aku biarkan." Rangka mendengus dengan tinju mengayun di udara. Rasa marahnya kini seakan memuncak.


   Saat mereka menyudahi saling membalas WA. Rangka segera menghubungi Sensi. Namun karena sudah terlanjur kesal dengan Sensi yang membalas setiap WAnya Krisna, Rangka segera menyudahi panggilan tidak terjawabnya. Dia sungguh-sungguh sangat kecewa dengan Sensi terlebih Krisna.


   Tidak lama dari itu Hp Rangka berdering, sebuah panggilan dari Sensi memanggil. Rangka membiarkan panggilan itu terus berdering. Mood baiknya jadi hilang, dia juga malas dan marah sama Sensi.


   Panggilan dari Sensi kembali berdering, tapi Rangka sengaja tidak mengangkatnya. AKhirnya panggilan itu mati sendiri. Tidak lama kemudian Sensi mengirimkan pesan WA lengkap dengan foto dirinya dan Glassy.


   "Mas, kami berdua kangen. Kenapa telponnya tidak diangkat? Kamu pasti sedang sibuk, ya?"


   "Nanti saja aku yang hubungi, aku baru datang dan sangat lelah, aku mau istirahat dulu," balas Rangka terkirim.


   "Baiklah Mas, aku tunggu. Hati-hati di sana. Jaga hati kamu, Mas." Balasan dari Sensi terkirim lagi. Rangka benar-benar dilanda cemburu sehingga dia tidak sudi lagi membalas pesan WA dari Sensi.


   Untuk sejenak Rangka harus melupakan dulu kesal dan marah pada sosok Krisna dan kecewa pada Sensi, sebab rangkaian acara di reuni kali ini akan segera dimulai. Setelah itu Rangka merencanakan akan menghadapi Krisna supaya berhenti mengirimkan pesan WA kepada istrinya.

__ADS_1


   Setelah menikmati kopi dan mandi, Rangka segera keluar kamarnya dan bergegas menuju restoran hotel bintang lima di Samarinda Resort, untuk sarapan pagi. Kemudian setelah itu, seluruh pengusaha kayu akan dilibatkan dalam berbagai rangkaian acara. Suasana pun menjadi lebih heboh, karena satu sama lain menikmati rangkaian acara dalam reuni akbar kali ini.


   Rangka memicingkan mata mencari sosok Krisna yang sejak sarapan dan rangkaian acara pertama dimulai, belum terlihat batang hidungnya. Di kesempatan ini Rangka bertekad akan memberi sebuah pelajaran sama Krisna.


   "Kemana si Krisna, dia belum muncul juga? Sepertinya dia memang sudah ada firasat akan kena dampratku." Rangka menduga-duga dengan gigi yang ditekan dengan kuat, sehingga terdengar gemeretaknya.


   Akhirnya orang yang dicari Rangka muncul ke permukaan. Rangka menyiapkan mental dan tenaganya untuk menghadapi Krisna nanti. Rangka akan mencari tempat yang kira-kiranya aman dari jangkauan orang lain sehingga dia bisa leluasa jika nanti akan menghajar Krisna misalnya.


   "Krisna, akan ku buat lu menyesal karena telah berusaha mengganggu bini gua. Lihat saja apa yang akan gua perbuat sama lu," ujar Rangka bernada ancaman.


   Semakin siang acara reuni ini sudah melewati beberapa rangkaian acara. Namun Rangka sama sekali tidak menikmati dan memberikan partisipasinya. Dia duduk di bar hotel sudah beberapa jam yang lalu, sementara beberapa kali panggilan dari Sensi telah dia abaikan.


   "Pak Rangka, apa kabar? Wah Anda sendiri saja, kenapa tidak ditemani istri Anda, bukankah acara reuni ini boleh dihadiri anggota keluarga yang lain?" Krisna tiba-tiba mendekat dan menegur Rangka dengan tatapan menyelidik. Sementara Rangka sudah mengetahui niat terselubung di balik pertanyaan Krisna. Tidak lain dan tidak bukan hanyalah ingin memperkeruh hubungan rumah tangga dirinya dengan Sensi.


   "Kabar baik. Sebaliknya Anda bagaimana? Lalu kapan Anda punya pasangan kembali supaya hati, pikiran, dan tangan Anda tidak fokus ke perempuan lain yang sudah punya suami?" tandas Rangka telak. Mendengar perkataan Rangka begitu, Krisna nampak terhenyak dan memerah mukanya.


   "Kabar saya baik. Ha, ha, tenang saja, tanpa Pak Rangka kasih tahu, hidup saya sudah lumayan menyiapkan hati, tenaga serta pikiran saya."


   "Dengan mengirimkan pesan WA berulang-ulang pada istri saya maksud Anda? Itu yang dimaksud menyiapkan hati dan tenaga serta pikiran? Tapi sayangnya Anda menyiapkan semuanya pada tempat yang salah," tukas Rangka mulai kesal sebab Krisna hanya terlihat seperti seorang bego.


   "Ikuti saya," ajak Rangka keluar dari ruangan ballroom hotel yang sejak tadi memperlihatkan keseruan rangkaian acara. Krisna dengan tanpa santainya mengikuti kemana Rangka pergi.


   Raka menemukan sebuah ruangan yang lumayan sepi diantara riuhnya tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2