Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma

Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma
NBBGYSA#Season 2#SetelahJadiIstri#Provokasi Krisna


__ADS_3

  Sensi menyeka air matanya sampai kering, dia kini bertekad akan membuang nomer Hpnya dan diganti dengan nomer yang baru. Namun saat Sensi akan mematikan daya Hp, tiba-tiba sebuah kiriman foto dari Krisna Love masuk ke dalam WAnya. Sebuah foto Rangka yang sedang dipegang tangannya oleh seorang perempuan dewasa yang bajunya kurang bahan.


   Sensi tersentak, dadanya mendadak bergemuruh dan tubuhnya lemas. Di dalam foto itu ada sebuah keterangan.


   "Lihatlah Sensi, apa saya bilang, suami kamu itu ketahuan sedang bersama perempuan lain. Mentang-mentang dia tidak bersama kamu, lalu dia bisa main api." Begitu isi dari keterangan foto yang dikirimkan dari nomer Krisna.


   Sensi semakin sedih dan tidak menduga apa yang baru saja dilihatnya. Untuk itu, walau tubuhnya lemas dan dadanya bergemuruh, Sensi memaksa langkah kakinya keluar kamar untuk menemui Rangka dan mempertanyakan tentang penampakan foto itu. Hatinya dibakar cemburu yang menggebu. Tadinya Sensi mengakui dia yang salah dengan membalas setiap pesan WA dari Krisna, tapi nyatanya kini Rangkalah yang ada main dengan perempuan lain. Sakit hati Sensi, perbuatannya dibanding Rangka tidak sebanding.


   Sensi mencari Rangka di seluruh lantai atas balkon. Rupanya Rangka berada di balkon ruang kerjanya. Dia sedang menyesap rokok. Terlihat asapnya yang mengepul ke udara. Sensi masuk perlahan ke dalam ruangan kerja Rangka yang kebetulan tidak dikunci. Dengan hati yang menggebu karena dilanda cemburu, keberaniannya tiba-tiba muncul.


   Sensi membuka pintu balkon yang bersuara. "Krietttt." Suaranya tentu saja mengejutkan Rangka, sontak Rangka menoleh ke belakang dan dia mendapati Sensi yang memegang Hp dengan posisi akan disodorkan pada Rangka.


   Tahu yang datang adalah Sensi, Rangka kembali cuek dan melanjutkan merokok dengan sengaja mengepulkan asapnya ke berbagai arah.


   "Mas Rangka, aku mau bicara." Terdengar suara sendu Sensi, pertanda tadi sudah menangis. Namun Rangka tidak menyahut tidak juga menoleh, dia masih sibuk menghabiskan sisa rokoknya. "Mas," ulang Sensi terdengar tidak sabar.

__ADS_1


   "Lalu apa dengan foto ini, Mas? Jadi benar kata Mas Krisna laki-laki beristri jika pergi keluyuran di luar sendiri, maka dia akan lirik-lirik perempuan lain dan akhirnya ngajak kencan. Tidakkah foto ini menandakan bahwa Mas Rangka seperti itu?" tuding Sensi berdasarkan penglihatannya dari foto yang dikirimkan Krisna. Untuk sejenak Rangka diam, menghentikan isapan rokoknya, lalu memitas rokok yang masih setengah batang itu hingga rata. Dari gelagatnya, sepertinya Rangka tersulut amarah.


   Nama Krisna yang disebut Sensi, membuat dia semakin emosi. Rangka perlahan memutar tubuhnya 180 derajat, sehingga kini saling berhadapan dengan Sensi. Sensi terlihat kaget dan takut melihat seringai marah yang diperlihatkan Rangka.


   Rangka merebut Hp yang dipegang Sensi lalu melihat foto yang diberitakan Sensi tadi. Dia menekan tombol kirim di WA tersebut, kemudian dia mengirimkan kembali foto yang dikirim Krisna itu ke WAnya, entah apa yang akan dilakukan Rangka dengan foto itu.


   "Kamu percaya dengan foto itu begitu saja atas info yang tidak akurat dari si Krisna? Dan kamu percaya bahwa aku di luaran sana ada main perempuan dan berkhianat di belakangmu? Kamu berharap dengan foto ini, kesalahan kamu yang berbalas pesan WA dengan si Krisna bukan kesalahan dan aku yang bersalah dengan bukti foto yang kamu terima dari si Krisna itu, begitu?" teriak Rangka dengan suara yang menggema.


   Sensi tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah melihat Rangka emosi dan berteriak seperti itu, Sensi menangis saking takutnya. Rangka mendekat dan merampas Hp Sensi lalu dia menghubungi nomer Krisna.


   "Halo, Sensi Sayang. Ada apa? Kamu sekarang yakin bukan bahwa suami kamu di sini tidak benar-benar menjaga hatinya untukmu, dia ternyata laki-laki yang handal dalam bermain perempuan." Krisna berkata penuh nada provokasi.


   Rangka semakin menggebu mendengar Krisna berbicara seenaknya pada Sensi, menyebut Sensi sayang tanpa ragu dan sepertinya Krisna memang tidak tahu diri berani bicara yang tidak-tidak tentang dirinya, lama-lama Sensi bisa terprovokasi jika dibiarkan terus-terusan menyimpan nomer Krisna.


   "Jangan memberikan provokasi sama istriku Krisna, perbuatan kamu ini sangat tidak baik dan bisa menghancurkan rumah tangga seseorang, kamu sengaja fitnah aku dengan foto itu, padahal foto itu tidak menyimpulkan bahwa aku ada apa-apa dengan perempuan di dalam foto itu. Itu hanya bagian kecil dari caramu untuk menghancurkan rumah tanggaku. Ini peringatan untukmu yang terakhir, jika kamu masih mengganggu istriku dan rumah tanggaku, maka perbuatanmu bisa aku laporkan kepada pihak yang berwajib sebagai perbuatan yang tidak menyenangkan," tandas Rangka tegas.

__ADS_1


   "Rangka, sebentar Rangka ...." Rangka segera memutuskan sambungan telpon dan membiarkan ucapan Krisna menggantung. Lalu dengan cepat Rangka mematikan Hp Sensi dan membuka kartu SIM milik Sensi.


   "Lihat ini." Rangka mematahkan SIM card milik Sensi di depan mata Sensi, dia benar-benar sangat marah dan kecewa dengan Sensi yang masih bisa menerima pesan WA dari Krisna.


   Sensi masih menangis seraya menatap sekilas ke arah Rangka yang sangat marah, dia tidak berani berkata apa-apa selain menangis.


   "Jadi, kamu percaya dengan foto itu? Ok, aku jelaskan siapa perempuan itu sebenarnya. Dia Wati, dan saat itu dia tiba-tiba datang menyapaku, lalu meriah tanganku yang pada saat itu juga aku tepis. Entah bagaimana caranya si Krisna bisa mengambil foto itu tepat saat Wati memegang tanganku," terang Rangka seadanya dan tidak dia tutupi.


   "Terserah kamu mau percaya atau tidak, yang jelas aku bukan lelaki busuk dan pengkhianat. Dan perlu kamu tahu, tujuan aku tidak membawa kamu sekalian ke Samarinda, itu karena aku tidak mau wajahmu terekspos dan jadi santapan para lelaki hidung belang di luaran sana. Sebab apa? Sebab kamu terlalu berharga bagiku." tandas Rangka menusuk relung hati Sensi.


   Mendengar pengakuan Rangka barusan, Sensi bagaikan seorang yang paling hina, sebab dia begitu mudah percaya dengan ucapan provokasi Krisna yang ingin memberi pengaruh buruk terhadapnya tentang suaminya. Bisa jadi omongan Krisna lama-lama membuat Sensi terpengaruh dan akhirnya percaya.


   "Sekarang terserah kamu, mau percaya atau tidak tentang aku. Kamu mau percaya si Krisna silahkan, tapi ingat! Jangan sesali jika hubungan kita tidak akan bertahan lama. Dan aku tekankan jika hubungan kita tidak bertahan lama, maka kamulah orang yang ikut andil besar dalam kandasnya hubungan rumah tangga kita. Maka, aku tidak akan pernah memaafkan kamu," tegas Rangka berapi-api.


   Sensi cukup terhenyak dan tidak menduga akan respon Rangka akibat provokasi Krisna. Ternyata semua itu membuat rumah tangganya dengan cepatnya berada di ambang kehancuran.

__ADS_1


__ADS_2