Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma

Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma
NBBGYSA#Season 2#SetelahJadiIstri#Calon Sekretaris yang Digadang-gadang Rangka


__ADS_3

   "Kak Cakar yang sabar, ya. Semoga saja nanti segera dikirim pengganti si janda beranak satu yang lari itu dengan jodoh yang lebih baik." Koral memberikan doa sebelum mereka mengakhiri perbincangannya.


   Sementara itu, Rangka dan Sensi kini dalam perjalanan menuju sekolah Glassy. Antara keduanya terlibat obrolan yang seru. Kali ini Rangka tiba-tiba membahas seorang Sekretaris. Dia butuh seorang Sekretaris pengganti Koral yang dua bulan lagi akan menikah dan resign.


   "Aku bingung mencari pengganti Koral. Aku sudah cocok dengan cara kerja Koral, dedikasinya tinggi, profesional, tidak ganjen dan loyal. Lalu kalau dia sudah menikah, lantas siapa pengganti yang cocok?" Rangka melontarkan pertanyaan bernada bingung. Sebenarnya dia setengah mencurahkan perasaannya yang sampai saat ini belum ada gambaran sosok kaya apa yang pantas jadi Sekretaris baru Rangka.


   "Memangnya Mbak Koral mau resign setelah menikah?" Sensi mengerutkan keningnya heran, sebab dia baru tahu kalau Koral akan segera melangsungkan pernikahan dua bulan lagi, lalu resign dari pekerjaannya.


   "Iya, itu atas permintaan Dewa, calon suaminya. Dewa meminta Koral jadi Sekretaris di kantornya setelah yang lama mengajukan cuti hamil karena akan melahirkan."


   "Lalu Mas Rangka ada kriteria apa tentang Sekretaris pengganti Mbak Koral?" Sensi penasaran.


   "Aku sebetulnya, maunya kamu yang jadi Sekretarisku, biar jika keluar kota ada yang selalu mengawalku dari segala godaan," ujar Rangka.


   "Tapi, aku, kan jadi Mamanya Glassy, Mas. Lagipula aku sudah malas bekerja kantoran. Lebih baik Mas Rangka memikirkan dari sekarang kriteria calon Sekretaris yang akan menggantikan Mbak Koral," usul Sensi.


   "Aku sudah memikirkan jauh-jauh hari dan untuk sementara sudah mendapatkan kriteria."


   "Kriterianya apa saja, Mas?"


   "Dia sudah menikah dan bahagia dalam pernikahannya. Tidak genit dan ganjen di depan siapapun. Dan tentu saja harus yang sudah punya anak," ujar Rangka menjelaskan kriteria calon Sekretaris yang akan dia pilih nantinya.

__ADS_1


   "Lalu jika kriteria yang Mas Rangka tidak didapatkan juga, apa yang akan Mas Rangka lakukan?" Mendapatkan pertanyaan dari Sensi begitu, Rangka sangat bingung. Rangka berpikir keras.


  "Nanti saja dipikirkan kalau sudah sampai rumah, sekarang otakku sedang tidak bisa berpikir dengan jernih memikirkan siapa yang akan menggantikan Koral nanti." Rangka menyudahi perbincangannya mengenai pencarian Sekretaris barunya.


   Tidak berapa lama, mobil Rangka tiba di depan sekolah Glassy. Nasib baik, saat mobil Rangka tiba, rupanya Glassy baru saja keluar dari kelas.


   "Papa, Bundaaa," teriak Glassy sembari menghambur ke arah Rangka yang langsung mendapat hadiah ciuman dari Rangka.


   "Budaaa, senang banget aku dijemput Papa sama Bunda, rasanya aku sangat bahagia," ungkap bocah enam tahun lebih itu sembari memasuki mobil.


   Mereka kini di dalam mobil, lalu mobilpun melaju membelah jalanan kota yang menuju ke rumah Rangka.


   Semenara di balik sebuah toko es krim sebrang sekolah Glassy, ada seorang perempuan dewasa yang sedang mengawasi kebersamaan mereka bertiga.


   Wanita dewasa dengan perawakan body goal itu, berdiri dan menaiki mobilnya yang sengaja di parkir di pinggir jalan sana. Mobilnya pun melaju menyusuri jalanan yang sudah ramai lancar itu.


   Mobil Rangka tiba di depan rumahnya yang langsung dimasukkan ke dalam. Dan rutinitas setelah Glassy pulang dimulai.


   Malam harinya Sensi sengaja diajak menuju balkon oleh Rangka. Rupanya Rangka masih membahas tentang Sekretaris yang tadi dibicarakan Rangka pada Sensi.


   Sensi menatap ke depan, mereka duduk berdekatan saling jalin tangan, sebab angin malam terasa begitu dingin.

__ADS_1


   "Aku menemukan ide untuk Sekretaris yang akan menggantikan Koral," ucap Rangka. Sensi sedikit kaget mendengar Rangka tiba-tiba membahas lagi tentang Sekretaris yang akan menggantikan Koral nantinya.


   "Ide bagaimana?" Sensi merasa penasaran.


   "Ide yang menurut aku kamu pasti akan setuju. Sebentar lagi Aloe Vera, adikmu, beberapa bulan lagi akan lulus sarjana. Bagaimana jika Aloe mengisi kekosongan Sekretaris yang ditinggalkan Koral? Aku lebih klop diisi oleh Aloe daripada fresh graduate -fresh graduate lainnya yang nantinya akan melamar pekerjaan. Aku tidak mau yang lain yang belum terlihat sifat aslinya." Rangka merasa yakin dengan keputusannya mengambil Aloe adik kandung Sensi untuk mengganti posisi Sekretaris yang akan ditinggalkan Koral nanti.


   Sensi nampak berpikir sejenak, lalu tidak berapa lama dia akhirnya menyuarakan isi pendapatnya.


   "Aloe, apakah Mas Rangka tidak salah menentukan pilihan pada Aloe, adikku?" Kening Sensi kerung, dia masih belum yakin dengan keputusan yang akan diambil suaminya itu.


   "Sejauh ini aku tidak merasa salah, aku yakin dengan apa yang aku putuskan. Tergantung Aloe mau atau tidak, aku harap Aloe mau dan bersedia." Rangka kekeuh dengan pilihannya, dia mantap memilih Aloe untuk mengisi posisi yang akan ditinggalkan Koral kelak.


   "Apakah Mas Rangka tidak ada maksud terselubung dengan menjatuhkan pilihan pada Aloe?" Sensi merasa ragu dan kini justru menduga suaminya ada maksud terselubung.


   "Maksud terselubung? Apa Maksudmu? Aku hanya memberi jalan pada Aloe supaya dia bisa memulai kariernya di sini dengan maksud memberikan pengalaman kerja pertama untuk dia. Tidak ada maksud terselubung. Daripada harus orang lain yang masih baru dan aku belum tahu sifat aslinya, lebih baik adikmu. Aku juga melihat, Aloe perempuan baik-baik, sangat supel juga humble, dia juga cerdas sepertinya, terlebih dia adikmu yang tentunya aku akan sangat senang saudara dari istriku berada dalam lingkungan perusahaanku," jelas Rangka sejelas-jelasnya.


   Sensi manggut-manggut mulai paham, dia berpikir tidak ada salahnya Aloe untuk sementara mengisi posisi Sekretaris yang akan ditinggalkan Koral kelak.


   Sementara itu Rangka berkata di dalam hatinya, tudingan Sensi ada benarnya. Sepertinya dia memang ada maksud terselubung, yaitu ingin mendekatkan Cakar dengan Aloe Vera adik bungsu Sensi. Rangka merasa iba dengan Cakar yang gagal terus dalam hubungan percintaannya. Dengan menghadirkan Aloe di tengah-tengah Cakar, diharapkan Cakar bisa kembali semangat dalam menghadapi tantangan di depan jika mendapat partner kerja baru seperti Aloe.


   "Bagus juga ide Mas Rangka. Untuk itu ijinkan aku menyampaikan berita ini untuknya, terlepas dari Aloe mau atau tidak itu urusan nanti." Akhirnya Sensi ikut menyetujui keputusan Rangka sebagai ide yang cemerlang.

__ADS_1


   "Baiklah, kita akhiri pembicaraan kita ini dengan baik. Nanti tiba saatnya kita bisa bicarakan lagi masalah ini. Sekarang alangkah baiknya kita segera masuk kamar. Aku sudah mulai merasakan hawa dingin yang menusuk kulit ariku." Rangka berdiri menarik lengan Sensi, dia sepertinya sudah kedinginan oleh angin malam yang menerpa.


__ADS_2