Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma

Naksir Berat Bos Ganteng, Yang Sakit Asma
NBBGYSA#Season 2#SetelahJadiIstri#Mengganti Hp Sensi Yang Rusak


__ADS_3

   Karena haus, dan mulut terasa kering, Sensi menghentikan sejenak pekerjaannya lalu meraih gelas yang berisi jus lemon yang diberikan Rangka tadi.


   "Glek, glek." Dua kali tegukan jus melon yang segar dicampur es serut yang sudah mencair itu sungguh menyegarkan tenggorokan Sensi. Mulutnya yang kering tadi kini basah dan sangat segar rasanya. Lalu Sensi melihat buah-buahan yang sudah dipotong-potong dan asinan buah yang sepertinya sangat segar dan enak, begitu menggiurkan. Lidahnya melelet-lelet sudah tidak sabar ingin mencicipi buah-buahan potong sama asinan buah-buahan.


   Tanpa rasa malu Sensi meraih buah potong terlebih dahulu dan mencicipinya. "Ahhhhh," desisnya setelah beberapa potongan masuk ke tenggorokannya. Sungguh nikmat dan segar, lagi-lagi dirasakan Sensi. Dia sangat terharu dengan apa yang Rangka berikan hari ini, padahal hanya sebuah buah potong dan asinan.


   "Terimakasih Mas." Sensi mengucapkan terimakasih dengan muka menunduk. "Tapi kenapa Mas Rangka memberikan aku asinan dan buah potong, bukankah aku tidak sedang hamil?"heran Sensi menatap sekilas ke arah Rangka. Rangka tersenyum, lantas duduk di samping Sensi.


   "Bukankah buah potong dan asinan ini bukan diperuntukkan bagi ibu hamil saja, kan?" Rangka balik bertanya. Sensi diam, ia merasa keder dengan pertanyaan Rangka yang membuatnya tidak bisa menjawab.


   "Oh iya Mas, ini masih ada sisa beberapa map lagi. Kalau begitu, aku mau lanjut mengerjakan lagi," ujar Sensi seraya kembali fokus pada map-map yang masih tersisa. Rangka tersenyum, dia menduga Sensi masih malu sehingga tidak mau menoleh sedikitpun ke arahnya.


   "Kerjakanlah Sayang, aku akan tetap di sini mengawasi dan menemanimu supaya kamu tidak sepi dan tetap bersemangat," ucap Rangka memberi semangat untuk Sensi. Sensi yang tadi niatnya mengusir secara halus, cuma bisa mengelus dada dan menghirup udara sebanyak-banyaknya supaya tidak sesak nafas seperti suaminya.


   Walau diawasi Rangka, lambat laun pekerjaan itu akhirnya selesai juga. Sensi merapikan semua map dan disusunnya dengan rapi di atas meja.


   "Alhamdulillah selesai," sembari menarik kedua tangannya ke atas dengan bunyi "preketek preketek," membuat Rangka nyengir kuda merasa ngeri. Sensi tersadar dengan kelakuannya yang bisa jadi membuat Rangka illfeel.


   "Mas Rangka bolehkah aku kembali ke kamar? Rasanya aku ingin ke kamar mandi, gerah dan ingin mandi," pinta Sensi sembari sekali-sekali menguap. Rangka menatap sekilas ke arah Sensi yang terlihat ngantuk.


   "Sebentar, aku lagi memeriksa laporannya dulu, mana tahu ada laporan yang tidak sinkron. Jadi jika ada kesalahan kamu bisa langsung koreksi saat ini juga," tahan Rangka seraya melihat atas sampai bawah hasil laporan yang dibuat Sensi.


   "Luar biasa istriku ini, terlihat tidak cerdas tapi hasil kerjanya sangat menawan dan membanggakan. Tapi kenapa Tari selalu memarahi dia? Leletlah, lambatlah dan lain-lain. Tapi hasil kerjanya menurutku bagus," puji Rangka dalam hati bangga. Ini menjadi nilai plus buat Sensi di mata Rangka.


   "Ok, semua ok dan sangat sesuai dengan yang diharapkan. Sekarang kita kembali ke kamar kita, aku akan memberikan hadiah," ujar Rangka membuat hati Sensi mendadak riang. Sensi dan Rangka masuk kembali ke dalam ruangan tengah dan menutup kembali pintunya. Mereka kini beriringan menuju kamar.


   Hati Sensi bertanya-tanya apa gerangan hadiah yang akan diberikan suaminya itu? Pintu kamar terbuka, rasa kantuk Sensi yang tadi menyerang kini hilang sudah sebab ucapan Rangka yang akan memberinya sebuah hadiah kini terngiang-ngiang.


   "Hadiah apa, ya, kira-kira?"


   "Grepppp." Tiba-tiba tubuh Sensi dipeluk dan digendong Rangka lalu dibawanya ke atas ranjang. Sensi menggerinjal kaget, dia menjerit kecil seraya meronta-ronta.

__ADS_1


   Walaupun meronta dan pura-pura menolak, akhirnya Sensi tidak bisa menolak kharisma seorang Rangka yang terkenal jutek dan killer di lingkungan perusahaannya. Siang itu sang penjaga siang menjadi saksi bisu kebahagiaan mereka mengarungi surga dunia.


**


   Besoknya Rangka ke kantor seperti biasa, tapi kini sedikit repot dengan Glassy yang ingin selalu diantar dirinya ke sekolah tapi harus disertai Sensi. Rangka sedikit bingung memberikan pengertian pada Glassy. Terlebih kini sikap Glassy tambah kesini malah tambah mirip Sensi. Rangka geleng-geleng kepala dengan tingkah Glassy yang aneh ini.


   "Kalian seperti ibu dan anak, sepertinya Tuhan salah menitipkan benih, harusnya terlahir dari rahimmu, sifat dan watak kalian mirip," komentar Rangka membandingkan Sensi dan Glassy. Sensi hanya mesem sekilas.


   "Sayang, aku nanti hubungi kamu," ujar Rangka seraya melajukan kembali mobilnya bertolak ke kantor setelah


   "Tapi Mas, hp aku kan tidak hidup," ujar Sensi setengah berteriak mengejar Rangka yang mulai menjauh. Ah sepertinya Rangka memang tidak mendengar apa yang Sensi teriakan.


   Pulang dari kantor, tiba-tiba Rangka memberikan surprise pada Sensi. Sebuah kotak persegi panjang yang isinya ternyata Hp. Sensi sangat bahagia dan antusias. Rasa kecewa yang kemarin pernah dirasakan akibat Hpnya yang dilemparkan Rangka, kini terganti dengan Hp yang baru pemberian Rangka.


   "Wahhhh, Hp. Terimakasih Mas. Hpnya aku sukaa," pekik Sensi bahagia seraya Hp itu diciuminya. Lalu kotak itu dibukanya. Ternyata Hp pintar keluaran terbaru yang harganya lumayan mahal bagi menurut Sensi. Rangka senang melihat Sensi bahagia kembali.


**


   "Ting, tung." Sebuah notifikasi WA berbunyi. Rangka segera melihat siapa yang mengirim pesan WA tersebut. Rupanya dari nomer Sensi yang berhasil dia sadap nomernya.


"Sensi, minggu depan perusahaan suami kamu dan perusahaan kayu se Indonesia akan mengadakan reuni dan temu kangen para pemilik perusahaan. Kamu ikut, ya, supaya aku bisa melihat kamu." (Krisna)


   Mata Rangka terbelalak dan melotot sangat kesal ketika dia selesai membaca pesan WA yang masuk di nomor istrinya itu.


   "Krisna lagi, Krisna lagi. Apa maunya si Krisna ini? Beraninya memberikan pesan WA sama bini orang." Rangka mendumel sangat kesal pada Krisna yang mengirimkan pesan ke WAnya Sensi.


"Oh, ya! Benarkah, Mas? Wahhh, sepertinya saya akan ikut untuk mendampingi suami saya." (Sensi)


   "Ting tung." Bunyi balasan WA dari Sensi itu lebih-lebih membuat Rangka semakin kesal, padahal tidak ada yang salah dari balasan WA Sensi tersebut.


   "Krisnaaaa, awas kau ya, akan gue berikan peringatan nanti saat di Samarinda," ujarnya penuh tekad. "Sensiiii, kenapa juga nomer kontak Krisna masih saja kamu simpan. Huhhhh, aku harus mencegah indikasi pengkhianatan," dengusnya kesal.

__ADS_1


***


#Membuat Perhitungan dengan Krisna Love


   Seminggu kemudian, acara reuni para pengusaha kayu se Indonesia dan se Kalimantan tiba. Rangka dari sejak awal tidak berniat mengajak Sensi mengingat dia ingin menghindarkan Sensi dari tatapan mata Krisna.


   "Jaga diri baik-baik di sini. Aku titip Glassy. Nanti setelah aku pulang dari Samarinda, aku ajarkan belajar mobil, supaya kamu bisa antar Glassy pakai mobil," pamit Rangka seraya memeluk Sensi dan menciumnya, serta memberi sedikit pesan pada Sensi. Bagaimanapun kesalnya Rangka, untuk yang kali ini dia harus berusaha meredamnya, sebab dia akan melakukan perjalanan jauh, butuh waktu dan hati yang tenang tidak banyak pikiran negatif.


   Sensi terlihat sedikit murung, sebab dia dari awalnya memang pengen ikut ke Kalimantan. Tapi, mengingat beban yang dipikul di bahunya, akhirnya Sensi mengalah dan tidak meminta ikut. Lagipula di sini dia diberi amanah menjaga Glassy.


   Perjalanan udara Rangka kota Samarinda sudah dimulai. Pesawat yang ditumpanginya mendarat dengan selamat di kota Samarinda. Rangka bersyukur dan melangkahkan kakinya di atas apron pesawat yang terhampar luar. Jika Sensi dibawa, pastinya dia akan minta difoto-foto dulu dan menikmati hamparan apron yang luas ini. Namun jika ingat akan tujuan tidak dibawanya Sensi ke Kalimantan demi menghindari Krisna, Rangka tidak sudi membayangkannya juga kalau Sensi sampai ikut.


   Baru saja turun dari pesawat bunyi notif sebuah pesan WA terdengar nyaring. Rangka segera melihat Hpnya. Dan ternyata dari Krisna Love ke nomer Sensi. Rangka sangat geram dibuatnya, rupanya Krisna benar-benar menabuh genderang perang dengannya.


"Sensi, pesawat yang kamu tumpangi sudah tiba? Selamat datang di Samarinda." (Krisna).


   Pesan WA Krisna meskipun isinya tidak mengandung bahaya, akan tetapi menyulut emosi Rangka. Rangka ingin tahu apa balasan yang akan diberikan Sensi pada Krisna. Namun balasan WA dari Sensi belum muncul juga, Rangka menduga Sensi sedang sibuk di jam begini. Sepertinya Sensi sedang ke pasar, sebab semalam Rangka mendengar bahwa Sensi akan pergi ke pasar besok hari.


   "Ting, tung." Sebuah pesan WA masuk lagi, kali ini dari Sensi untuk Rangka.


"Assalamualaikum, Mas, apakah sudah sampai? Kasih kabar kalau sudah sampai, ya. Jangan bikin orang rumah khawatir. Mas, hati-hati di sana, ya. Jaga hati dan cinta. I love you." (Sensi).


   Ada senyum merekah saat Rangka menyudahi membaca pesan WA dari Sensi barusan. Dia bahagia Sensi menyatakan cintanya. Terbayang-bayang seketika romantisme saat berdua. Seandainya hari ini Sensi dibawa serta ke Samarinda, maka pertemuan ini bisa sekalian jadi destinasi bukan madu mereka berdua.


   Rangka sudah dijemput sebuah mobil perusahaan yang sengaja dikirim untuk menjemputnya dan mengantarkan Rangka ke hotel bintang lima di kota Samarinda.


   Tidak berapa lama mobil penjemput itu tiba di hotel yang dimaksud, yakni Samarinda Resort Hotel. Rangka keluar dan memburu lobby hotel serta mencari kamar yang menjadi ruangannya. Dalam waktu yang tidak butuh lama, Rangka sudah menemukan kamarnya yang berdekatan dengan suasana taman yang indah.


   Tiba di dalam kamar, Rangka sejenak merebahkan tubuhnya yang lelah akibat perjalanan udara yang memang melelahkan.


   "Tok, tok, tok." Pintu kamar hotel Rangka diketuk, saat dibuka sang pelayan hotel memberikan menu selamat datang pada pengunjung hotel. Tiba-tiba bunyi notif WA terdengar lagi. Pesan WA dari Krisna Love lagi-lagi datang dan membuat Rangka gedeg setengah mati.

__ADS_1


__ADS_2