Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
CHAN - MARIA ( EXTRA CHAP )


__ADS_3

Setelah beberapa hari menginap di rumah sakit, akhirnya, Alva bersama baby Thrishaan, sudah diijinkan pulang ke rumah oleh Dokter.


Sesampainya di mansion, kedatangan Alva di sambut suka cita oleh semua penghuni mansion, terutama Papa Alex dan para Keluarga besar Damara serta William yang lainnya yang sudah pada menunggunya sejak tadi.


Alva merasa sangat tersanjung dan juga senang, ketika baru saja sampai mansion langsung di sambut oleh semua orang.


" Cicit Opa ",, kata Opa Fredo.


" Lucu sekali sih si Thrishaan ",, kata Sandra.


" Jadi ingin punya anak laki-laki ",, kata Sandra lagi.


" Kalau begitu, ayo Mama, kita jadikan baby cowoknya ",, kata Zuriel kepada Sandra, dan Sandra langsung melirik maut ke arah Zuriel.


L sangat bahagia sekali dengan kelahiran baby Thrishaan. Dia tidak menyangka pengorbanan cintanya kepada Alva, bisa mengantarkan kepada cinta sejati yang dia cari selama ini.


Di tengah-tengah kebahagian mereka semua saat ini, datanglah semua Keluarga Roderick yang baru saja sampai di mansion Papa Alex.


" Ayah, Mama ",, sapa L kepada ke dua mertuanya.


" Mana cucu Ayah, L?? ",, tanya Ayah Ivar.


" Itu Ayah ",, jawab L.


" Ayo duduk dulu Ayah ",, kata L lagi dan Ayah Ivar hanya mengangguk saja.


L lalu mengambil alih baby Thrishaan dari gendongannya Mami Bella, untuk dia berikan kepada sang Ayah mertua.


Cucu pertama di Keluarga Roderick, dan jelas-jelas dia akan menjadi penerus selanjutnya di Keluarga mereka.


Papa dan Mama Ana sudah menyiapkan berbagai hidangan untuk mereka semua, jadi, selain untuk menjenguk baby Thrishaan, untuk ajang berkumpul Keluarga juga.


" Jika kamu capek, bilang ya Nak, kamu istirahat saja nanti di dalam kamar ",, kata Mama Ana.


" Alva tidak capek ko Mam, justru Alva saat ini sedang merasa bahagia ",, jawab Alva sambil tersenyum.


" Karena semua Keluarga sedang berkumpul di sini untuk menyambut baby Thrishaan ",, ucap Alva lagi.


" Terserah kamu saja ",, jawab Mama Ana sambil tersenyum juga.


" Apakah jika cucumu ini meminta disneyland kepadamu, apa kamu akan membelikan untuknya, Alex?? ",, tanya Papi Tara kepada Papa Alex.


" Jika disneyland boleh ku beli, akan aku belikan untuknya ",, jawab Papa Alex.


" Lalu bagaimana dengan Krystal dan Quella?? ",, tanya Papi Tara lagi.


" Iya aku akan membelikan juga apa yang mereka minta ",, jawab Papi Alex.


" Tidak ada perbedaan cucu laki-laki dan cucu perempuan di Keluarga kita, kamu tahu itu kan Tara, jadi apapun ke dua cucu kembarku itu minta, pasti akan aku belikan ",, kata Papa Alex lagi.


Alva tersenyum senang mendengar ucapan sang Papa mertua, dan dia merasa beruntung bisa masuk ke dalam Keluarga Damara, Keluarga yang dulu sangat dia benci.


Beberapa hari telah terlewat, dari acara kumpul Keluarga seperti kemarin. Dan tidak terasa umur baby Thrishaan sudah dua minggu saja.


Saat ini Alva sedang menidurkan baby Thrishaan di dalam kamarnya, sedangkan si L, sedang pergi membeli sesuatu di supermarket yang tidak jauh dari mansion sang Papa.


Di saat Alva sedang menyusui baby Thrishaan, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Alva mencoba meninggalkan baby Thrishaan sejenak, untuk membukakan pintu kamarnya terlebih dahulu, dan ketika sudah dibuka, ternyata salah satu asisten rumah tangga yang mengetuk pintunya.


" Ada apa ya?? ",, tanya Alva.


" Nyonya, di ruang tamu, ada seseorang yang sedang mencari anda ",, jawab sang asisten.

__ADS_1


" Siapa?? ",, tanya Alva lagi.


" Laki-laki atau perempuan?? ",, tanya Alva lagi dan lagi.


" Laki-laki, Nyonya ",, jawab sang asisten rumah tangga.


" Dan Tuan itu tidak mau menyebutkan namanya, ketika sudah kami tanya ",, kata sang asisten lagi.


" Baiklah, saya akan segera ke sana ",, jawab Alva.


" Kalau begitu saya permisi Nyonya ",, pamit sang asisten dan Alva hanya mengangguk saja.


Akhirnya, Alva memilih menggendong baby Thrishaan yang sudah tidur, untuk dia ajak ke luar ke ruang tamu untuk melihat, siapakah tamunya yang sedang mencarinya saat ini.


Sesampainya di ruang tamu, mata Alva langsung melotot sangat lebar sekali, ketika sudah melihat orang yang sedang mencarinya.


" Chan ",, ucap Alva.


Yaps, ternyata yang datang menemui Alva, adalah si Chan, yang sudah cukup lama menghilang dari kehidupannya.


Chan langsung tersenyum manis melihat kedatangan Alva, sambil menggendong baby Thrishaan.


" Apakah kamu akan berdiri terus di situ Alva?? ",, tanya Chan yang baru menyadarkan Alva yang sedang melamun.


Alva yang sudah bisa menguasai rasa keterkejutannya, langsung saja duduk di sofa seberang Chan.


" Apa kabar?? ",, tanya Chan.


" Pasti itu keponakanku kan?? ",, tanya Chan lagi, dan wajah Chan tidak terlihat ada beban sama sekali, selalu tersenyum serta terlihat ceria di mata Alva.


" Iya, dia anakku ",, jawab Alva.


" Namanya Thrishaan, kan Alva?? ",, kata Chan.


" Siapa sih yang tidak mengetahui kehidupan Keluarga Damara, apalagi cucu laki-laki pertama di Keluarga Damara ",, jawab Chan.


" Apakah kamu datang sendirian Chan?? ",, Alva mengalihkan pembicaraan.


Belum sempat Chan menjawab, mata Alva teralihkan ke arah pintu, karena ada seorang wanita cantik yang baru saja datang, sambil membawa paper bag super besar di tangan kanannya.


" Maaf, saya tidak sopan Nyonya Alva ",, kata wanita cantik tersebut dengan sopan.


" Saya baru saya mengambil ini di mobil, tadi ketinggalan, ini untuk si baby ",, kata wanita cantik itu lagi.


" Iya tidak apa-apa Nona, silahkan duduk, dan terimakasih atas hadiahnya ",, jawab Alva.


" Perkenalkan, nama saya Maria, saya istrinya Chan ",, kata wanita cantik itu lagi yang bernama Maria, dan yang lebih mengejutkan lagi, dia mengaku sebagai istrinya Chan.


" Istri??!! ",, ucap Alva terkejut.


Belum sempat lagi melanjutkan percakapan mereka, pandangan mereka bertiga teralihkan oleh kedatangan L yang baru saja pulang dari supermarket.


" Chan!! ",, ucap L sama-sama terkejut seperti Alva.


" Tuan L ",, sapa Chan sambil tersenyum ramah.


Walau mereka sudah mempunyai kehidupan mereka masing-masing, tetap saja ada rasa canggung dari L dan Alva kepada Chan.


Saat ini L sudah ikut bergabung duduk di sampingnya Alva.


" Dia siapa Chan?? ",, tanya L.


" Perkenalkan Tuan L, saya Maria, istri Chan ",, jawab Maria.

__ADS_1


" Istri!! ",, ucap L terkejut.


Wajar saja L dan Alva merasa sangat terkejut, sebab mereka berdua tidak pernah mendengar kabar apapun selama ini tentang Chan, namun tahu-tahu Chan sudah kembali ke kehidupan mereka lagi, untuk memperkenalkan istrinya.


Chan tertawa pelan melihat wajah L dan Alva yang terkejut dengan Maria.


" Apakah pernikahanku ini sangat mengejutkan kalian, hingga wajah kalian terlihat jelek sekali seperti saat ini?? ",, tanya Chan sambil tertawa.


" Jangan bilang, jika kalian tidak percaya kalau Maria ini istriku ",, kata Chan lagi.


" Bisa ceritakan kepadaku Chan, sebab ini benar-benar membuatku terkejut dan aku masih tidak percaya dengan semua ini ",, kata Alva.


" Akan aku ceritakan singkat untuk kalian berdua ",, jawab Chan.


" Kami bertemu secara tidak sengaja, ketika aku sudah satu bulan berada di Indonesia, tepatnya di Bali ",, cerita Chan.


" Pada waktu itu, dia tidak sengaja menabrak ku yang sedang menyebrang jalan, namun aku tidak mau diobati olehnya ",, cerita Chan lagi sambil merangkul pundak Maria.


" Lalu aku memutuskan untuk kembali ke resort saja untuk beristirahat, tapi secara tidak sengaja lagi, kami bertemu di dalam lift, yang ternyata baru ku ketahui dia pemilik resort tempatku menginap ",, cerita Chan.


" Jadi dari situ, cinta kalian tumbuh?? ",, tanya L.


" Iya Tuan L ",, jawab Maria.


" Saya yang merasa bersalah kepadanya terus mengunjungi Chan untuk merawatnya dengan baik, sebab dia tidak mau dibawa ke rumah sakit pada waktu itu ",, cerita Maria juga.


" Lalu kapan kalian menikah?? ",, tanya Alva lagi.


" Sudah lima bulan yang lalu, dan saat ini Maria sedang hamil tiga bulan ",, jawab Chan sambil terus tersenyum.


" Selamat Chan, atas pernikahan kalian dan atas kehamilan istrimu, saya ikut senang mendengarnya ",, kata L.


" Terimakasih Tuan L ",, jawab Chan.


" Tapi kenapa kamu tidak mengundangku, atau Papa Agler dan Mama Linn, kenapa mereka tidak memberitahukan soal pernikahanmu kepadaku?? ",, tanya Alva.


" Aku sengaja menyuruh mereka untuk tidak memberitahukannya kepadamu Alva ",, jawab Alva.


" Lalu sekarang kamu tinggal di mana Chan?? ",, tanya Alva.


" Aku menetap di Indonesia, untuk meneruskan bisnisnya ",, jawab Chan.


" Sebab tidak mungkin, Maria ku ijinkan bekerja di saat sedang hamil saat ini ",, kata Chan lagi.


" Lalu Perusahaan di sini, berarti Ansel yang mengelolanya?? ",, kata Alva.


" Iya, dia sekarang sudah pintar dalam mengelola Perusahaan ",, jawab Chan.


" Jika membutuhkan investor, saya siap Chan untuk menjadi investor terbesar di bisnis kalian berdua ",, kata L.


" Dengan senang hati Tuan L ",, jawab Chan.


" Nanti semuanya bisa diurus sekretaris saya ",, kata L lagi.


" Iya Tuan ",, jawab Chan.


Mereka lalu mengobrol santai, ringan, bahkan Maria juga diijinkan untuk menggendong baby Thrishaan oleh Alva.


Alva merasa sangat senang sekali, bisa melihat Chan sudah bisa move on darinya, dan sekarang sudah mempunyai istri yang cantik, serta sebentar lagi dirinya juga akan menjadi seorang Ayah untuk anak pertamanya.


Semua sudah menemukan kebahagiaan mereka masing-masing, cuma tinggal Ansel dan Aluisa saja yang belum menikah.


...***TBC EXCHAP***...

__ADS_1


__ADS_2