
Mobil milik Ayah Ito yang sudah berlalu dari parkiran restoran milik si L, membuat Alva langsung saja berjalan masuk ke dalam restoran mewah tersebut.
Ini adalah hari pertamanya untuk bekerja sebagai karyawan di restoran milik orang lain.
Biasanya Alvalah yang akan menghandle restoran miliknya sendiri, tapi justru sekarang, dialah yang akan diatur oleh peraturan, yang harus di jalaninya di restoran tempatnya bekerja kali ini.
Sebelum berlalu masuk ke dalam dapur, Alva sudah di tunggu oleh salah satu staf karyawan, untuk menyampaikan pesan dari Gui.
Alva sangat tahu sekali apa maksud dari Gui untuk memanggilnya, sesampainya di depan ruang kerja Gui, Alva langsung saja mengetuk pintunya.
Dan ketika Alva mendengar kata masuk dari dalam, dia pun langsung saja masuk.
" Tuan Gui ",, sapa Alva kepada Gui.
" Oh hai Alva, kamu sudah datang, ayo silahkan duduk ",, jawab Gui dengan ramah, sambil mempersilahkan duduk di kursi depan meja kerjanya.
Alva langsung saja duduk, dan dia langsung bertanya kepada Gui, ada apa dia di suruh untuk menemuinya.
" Ini, saya sudah membuatkan jadwal sesuai dengan jadwal Chef Diega kemarin, tapi ada sedikit yang saya rubah seperti keinginan Tuan L ",, kata Gui sambil menyerahkan secarik kertas jadwal.
Alva pun langsung saja mengambil jadwal kerja tersebut dari Gui.
Alva membaca dengan sangat serius sekali, setiap huruf yang tertulis di dalam selembar kertas tersebut.
Dan ketika Alva sudah membaca semuanya, Alva pun langsung menampilkan wajah marah kepada Gui.
" Apa-apaan ini Tuan Gui!! ",, kata Alva kepada Gui.
" Maaf Nona Alva,?? apa ada yang salah dengan jadwal pekerjaan anda?? ",, tanya Gui kepada Alva.
" Iya jelas salah lah, apa-apaan saya harus memasakkan Tuan L dari pagi, siang sore dan malam, memangnya saya ini babu dia!! ",, jawab Alva kepada Gui.
" Dan ini coba apaan,!! masa saya harus standby sampai kapanpun, jika Tuan L membutuhkan saya, memangnya saya ini istrinya!! ",, kata Alva lagi kepada Gui.
" Maaf Nona Alva, saya tidak bisa menjawab untuk soal yang itu, anda bisa bertanya sendiri kepada Tuan L, beliau saat ini kebetulan sedang berada di ruang kerjanya ",, jawab Gui kepada Alva.
Alva pun tanpa berpamitan pergi kepada Gui, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya.
Dan Gui yang melihat isi jadwal kerja milik Alva, yang sangat berbeda dengan yang lainnya, dia sebagai sesama laki-laki seperti si L, sudah bisa menebak, jika atasannya itu sedang tertarik dengan Alva.
" Nasib, lebih baik aku mengalah, jika sainganku saja Tuan L yang jauh di atasku segalanya ",, kata Gui berbicara sendiri.
Membicarakan si L, tadi ketika dia sudah melihat Alva masuk ke dalam restoran miliknya, dia pun langsung saja ikut melangkahkan kakinya masuk.
L tanpa banyak berbicara, dan hanya mengangguk saja ketika di sapa oleh seluruh karyawannya, dia langsung segera menuju ke dalam ruang kerjanya.
Sesampainya di ruang kerjanya, L langsung melonggarkan dasi yang terasa seperti mencekik lehernya.
__ADS_1
" Arrghhh!! ",,
L tiba-tiba marah sendiri, karena baru saja melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit.
" Awas saja kamu Alva!! ",, kata L berbicara sendiri.
" Tidak akan aku biarkan kamu lolos dari genggamanku!! ",, kata L lagi.
L tidak sengaja melihat berkas kontrak kerja milik Alva, yang sudah dia taruh di atas meja, dan tiba-tiba senyum devil pun muncul dari bibirnya.
" Huh,!! kamu lupa jika aku memegang kendali penuh atas dirimu, karena surat kontrak ini ",, kata L berbicara sendiri.
" Dan aku yakin sebentar lagi, kamu akan datang untuk menemui ku ",, kata L lagi.
Sebenarnya apa sih yang membuat L bisa sebegitu marahnya melihat kebersamaan Alva dengan Ayah Ito.
Padahal, jika di pikir-pikir, L dan Alva saja tidak mempunyai hubungan spesial.
Cuma masalah kejahilan dari Alva saja, bisa sampai membuat Luis Damara seperti cacing kepanasan.
Luis yang biasanya cuek, kenapa sekarang dia bisa berubah menjadi laki-laki yang seperti sekarang, semenjak bertemu dengan Alva.
Baru beberapa jam mereka bertemu, sudah bisa membuat L bersikap overprotektif kepada Alva, bagaimana jika mereka di satukan dalam janji suci pernikahan.
L yang sedang bersantai sambil menunggu kedatangan dari Alva, tiba-tiba pandangannya di buat sedikit terkejut, ketika pintu ruang kerjanya terbuka cukup kasar dari luar.
Alva yang sudah masuk ke dalam ruang kerja si L, dia langsung saja menggebrak meja kerja L, sambil menaruh kertas jadwalnya tadi.
" Tuan L, anda tidak bisa berbuat seperti ini kepada saya!! ",, bentak Alva sambil mencondongkan tubuhnya.
Sebelum menjawab, L beranjak berdiri dari duduknya sambil menatap lekat ke arah Alva.
" Kenapa tidak bisa Nona Alva?? ",, jawab tenang dari si L kepada Alva.
" Kenapa jadwal saya tidak bersangkutan dengan restoran ini, tapi bersangkutan dengan anda,!! saya di sini cuma ingin menggantikan Diega saja, bukan menjadi pembantu anda, yang harus dua puluh empat jam melayani anda!! ",, kata Alva kepada si L.
L yang mendengar perkataan dari Alva, dia langsung saja tersenyum miring, yang terlihat cukup menyeramkan di wajahnya yang tampan.
L lalu mengambil map yang berisi berkas kontrak tadi, sambil berjalan memutari meja untuk berdiri di depan Alva.
" Di sini tertulis, jika yang bersangkutan yang bertanda tangan di sini, siap kapan saja melayani saya, walau itu di tengah malam sekalipun, termasuk urusan ranjang ",, kata L kepada Alva.
Dan ketika sampai perkataan ranjang, L berbisik mesra di telinga Alva.
Padahal tidak ada kata ranjang di situ, L hanya menggertak Alva saja, dan cuma ingin bermain-main dengan si Alva.
Alva yang mendengar, tentu saja semakin menampilkan wajah marahnya kepada si L, karena ini artinya dia sama saja sudah di jebak oleh si L.
__ADS_1
" Apa anda bilang Tuan L!! ",, kata Alva kepada L.
" Anda sudah menjebak saya hah!! ",, kata Alva lagi kepada L.
Dan L masih diam saja sambil menampilkan wajah tenangnya.
" Saya tidak mau menuruti isi dari kontrak kerja itu, karena saya mempunyai kehidupan saya sendiri, dan anda bukan siapa-siapa bagi saya!! ",, kata Alva dengan mata yang memerah, karena marah.
" Saya pergi, dan saya tidak sudi menginjakkan kaki di restoran ini lagi!! ",, kata Alva kepada L.
" Pergilah saja Nona, karena jika anda tidak mau melakukan prosedur di kontrak kerja ini, anda bisa saya tuntut ",, jawab L kepada Alva.
" Tuntut saja, saya tidak takut kepada anda!! ",, kata Alva kepada L.
" Lebih baik saya masuk penjara, dari pada harus melayani anda di atas ranjang!! ",, kata Alva lagi kepada L.
L langsung menggertakkan giginya, dengan otot-otot leher terlihat sangat jelas sekali menonjol.
Karena L sedang menahan amarahnya, bahkan saat ini saja L sedang mengepalkan ke dua tangannya.
" Apa berharganya tubuh anda Nona, tubuh anda juga sudah busuk untuk melayani laki-laki tua itu setiap malam ",, kata L menjawab perkataan Alva.
" Anda!! ",, kata Alva langsung terdiam, sambil menunjuk wajah si L.
Alva lupa, hampir saja dia membantah perkataan dari si L, padahal dia sendirilah yang membuat L berpikiran seperti itu kepadanya.
" Apa Nona?? ",, tanya L kepada Alva.
" Saya bisa memuaskan anda lebih dari laki-laki tua itu, kenapa anda memilih laki-laki tua yang sudah beristri, sedangkan masih banyak laki-laki lajang sepertiku yang lebih segalanya dari dia!! ",, kata L kepada Alva.
" Itu bukan urusan anda, ini hidup saya dan saya yang menjalaninya!! ",, jawab ketus dari Alva kepada L.
" Saya mau pergi,!! dan saya tunggu tuntutan dari anda, berapapun yang anda mau akan saya bayar!! ",, kata Alva lagi kepada L.
Alva langsung saja berlalu pergi dengan sengaja menabrak tubuh si L.
Seumur hidup L, dia tidak pernah di rendahkan seperti itu oleh orang lain, terutama dengan lawan jenis, dan sikap Alva kali ini, seperti sudah menginjak-injak harga dirinya.
L yang marah dengan sikap Alva, dan kali ini dia memang benar-benar sangat marah sekali kepada Alva, L tentu saja tidak membiarkan Alva berlalu pergi dari ruang kerjanya.
Dan belum sempat Alva melangkahkan kakinya ke luar, L langsung saja membopong tubuh Alva, untuk dia bawa masuk ke dalam kamar pribadi yang ada di ruang kerjanya.
Tidak lupa, L juga sudah mengunci ruang kerjanya terlebih dahulu dengan remot otomatisnya.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...
__ADS_1