Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
PERTUNANGAN


__ADS_3

Hari sudah berganti dengan hari, walau L sudah sampai di London, dia masih belum mau berangkat ke kantor, selain tidak mood mengerjakan semua pekerjaannya, dia pribadi sedang malas bertemu dengan sang Papa.


Jadi yang L lakukan cuma diam di dalam penthousenya, tanpa melakukan apa-apa sambil terus menghubungi semua anak buahnya yang dia suruh untuk mencari keberadaannya Alva.


Sedangkan di rumah Ayah Ivar, saat ini sedang ada persiapan untuk menyambut Keluarga Hartigan yang rencananya sore nanti akan datang berkunjung ke rumah.


Ayah Ito, Mama Molly, Papi Gilbert, Mami Elina dan semua anak-anak mereka sudah pada datang ke rumah sang Kakak untuk saling membantu.


" Gilbert, apa kamu tidak mandi?? ",, tanya Mama Molly dengan tiba-tiba kepada Papi Gilbert.


" Manding dong Kak ",, jawab Papi Gilbert.


" Lalu kenapa badan kamu bau, seperti kotoran Barney ",, kata Mama Molly sambil menutup hidungnya.


Masih ingat Barney, itu lho anak si King dan Queen, jika lupa, yuk baca ulang Novel yang berjudul King Psychopath.


" Enak saja Kakak bilang!! ",, marah Papi Gilbert kepada Mama Molly.


Mama Molly langsung tertawa melihat Papi Gilbert sedang marah kepadanya.


Sedangkan Pietro sendiri, dia juga ikut membantu sekedarnya saja, apa yang ingin dia lakukan dan ketika Ayah Ito mendengar candaan dari sang istri kepada adiknya, Ayah Ito hanya diam saja tidak peduli sama sekali.


" Alva, apa kamu sudah menyiapkan gaun yang cantik untuk acara nanti?? ",, tanya Mama Molly gantian bertanya kepada Alva.


" Jika belum, sana minta sama Paman Gilbert, dia baru saja mendapatkan uang banyak ",, kata Mama Molly lagi.


" Aku lagi yang kena, kapan sih Kak Molly tidak menyangkut pautkan aku, atau jangan-jangan Kak Molly selama ini jatuh cinta kepadaku, tapi sengaja ditutup-tutupi ",, kata Gilbert.


Ketika Papi Gilbert baru selesai berkata seperti itu, tiba-tiba ada sebuah sendal melayang, dan langsung mengenai tepat di kepala Papi Gilbert, tentu saja kalian semua pasti sudah tahu, siapa orang yang berani melakukan itu,?? yaps, Ayah Itolah pelakunya.


" Sakit tahu Kak ",, kata Gilbert sambil mengusap kepalanya yang benjol.


Alva, Mami Elina, dan Mama Molly, langsung tertawa melihat apa yang dilakukan Ayah Ito kepada Papi Gilbert.


Sedangkan Ayah Ivar dan Mama Agnes juga ikut tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik-adiknya yang tidak pernah berubah sama sekali.


Beralih ke si L lagi, L yang sedang menatap pemandangan di luar balkon kamarnya, tiba-tiba mendengar ponselnya berdering, dan ternyata yang sedang menelponnya adalah salah satu anak buahnya.


" Halo, bagaimana?? ",, tanya L.


" Tuan L, ternyata Keluarga Roderick, kembali ke Negara asal mereka yaitu Moldova Tuan, dan kami sudah berada tepat di rumah mereka saat ini, tapi ...... ",, jawab anak buahnya.


" Tapi apa cepat katakan!! ",, kata L dengan tidak sabaran.


" Sore nanti akan ada acara pertunangan dari Nona Alva dengan kekasihnya tuan ",, jawab anak buah itu kepada L.


" Apaaaa!! ",, teriak super keras dari si L.


Tentu saja L merasa sangat terkejut sekali mendengar laporan tersebut dari anak buahnya.


" Apa laporan kamu bisa di percaya?? ",, tanya L untuk lebih memastikannya.


" Bisa Tuan, karena tadi saya sendiri yang bertanya kepada para penjaga yang ada di rumah Ayahnya Nona Alva ",, jawab mantap dari sang anak buah.


" 63r3n953k!! ",, marah L dan masih didengar jelas oleh anak buahnya.


" Kalian kenapa tidak menghubungi saya sejak kemarin hah!! ",, marah L lagi.


" Maaf Tuan, kami tidak sempat, karena kami takut kehilangan jejak mereka ",, jawab sang anak buah lagi.


" Kalian terus awasi Keluarga itu, sampai saya datang ke sana untuk memastikannya sendiri ",, kata L kepada anak buahnya.


" Baik Tuan L ",, jawab sang anak buah, dan akhirnya panggilan telepon mereka terputus juga.


L langsung saja menghubungi Saddam untuk menyiapkan pesawat jet miliknya untuk dia pakai pergi ke Moldova.


Saddam yang sedang berada di kantor pun dibuat sedikit kalang kabut, karena sang bos menyuruhnya dengan seenaknya sendiri, di saat pekerjaannya sedang banyak.


Walau begitu Saddam tetap melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai sekretaris pribadinya si L.

__ADS_1


" Kamu ikut aku juga, aku tunggu di Bandara secepatnya ",, kata L kepada Saddam.


" Baik Kak L ",, jawab Saddam, dan sambungan telepon mereka akhirnya terputus.


Tanpa persiapan yang ribet, L langsung saja membawa koper yang kemarin dia bawa, dan untung saja semua bajunya belum dia ke luarkan dari dalam.


L langsung turun ke bawah untuk menuju ke dalam mobilnya, setelahnya L mengendarainya sendiri menuju ke salah satu Bandara yang ada di Negaranya.


Berpindah posisi di mansion megah milik Papa Alex.


Papa Alex saat ini sedang berada di dalam kamarnya bersama Mama Ana, dan Mama Ana mencoba bertanya tentang sang putra yang belum pulang dari Madrid.


" Pa, apakah si L belum pulang dari Madrid, kenapa dia tidak ada kabar sama sekali, atau menghubungi Mama ",, kata Mama Ana dengan bersedih.


" Dia sudah pulang ",, jawab singkat dari Papa Alex.


" Lalu, kenapa dia tidak pulang ke mansion, dia pulang ke mana Pa?? ",, tanya Mama Ana.


" Ke penthousenya ",, jawab Papa Alex lagi.


" Apakah dia sedang marah kepada kita, bukankah seharusnya kita yang marah kepadanya ",, kata Mama Ana lagi.


" Sudah tidak apa-apa Ma, L itu sudah dewasa, dia harus bisa mempertanggung jawabkan semua perbuatannya, Mama berikanlah dia kepercayaan, jangan terlalu memanjakannya terus ",, tegur dari Papa Alex kepada Mama Ana.


Mama Ana hanya diam saja, dan menampilkan wajah sedihnya.


Di saat mereka sedang berbincang, ponsel milik Papa Alex berdering dan bergetar.


Tentu saja Papa Alex langsung mengangkatnya, dan ternyata itu dari Arga.


" Halo Arga, ada apa?? ",, tanya Papa Alex.


" Bos, si L saat ini ingin pergi ke Moldova menemui Keluarga Roderick di sana ",, lapor Arga kepada Papa Alex.


" Besar juga nyali si L, mau menemui Keluarga Roderick di sarangnya ",, kata Papa Alex.


" Apakah kita perlu menyusulnya Bos, jika iya akan aku persiapkan pesawat untuk anda ",, kata Arga.


" Kamu terus kabariku apapun yang terjadi Arga ",, kata Papa Alex lagi.


" Baik Bos, siap ",, jawab Arga kepada Papa Alex.


Setelahnya, sambungan telepon mereka terputus juga.


Mama Ana yang ikut mendengarkan, apalagi juga menyebutkan nama Keluarga Roderick, membuatnya menjadi penasaran.


" Apa yang tadi Kak Arga laporkan kepada Papa?? ",, tanya Mama Ana kepada Papa Alex.


" L akan pergi ke Moldova Ma, dia ingin langsung menemui Keluarga mereka di sarangnya ",, jawab Papa Alex kepada Mama Ana.


" Apakah ini tidak berbahaya Pa, Mama cuma takut L akan kenapa-kenapa, kan Papa tahu sendiri jika Keluarga Roderick, terutama Tuan Pietro sangat kejam sekali ",, kata Mama Ana.


" Tidak, biarkanlah saja si L ",, jawab Papa Alex.


" Sudah Ma, Papa mau ke kantor sebentar mau bertemu kolega bisnis Papa ",, kata Papa Alex lagi.


" Iya Pa, kalau begitu hat-hati di jalan ",, jawab Mama Ana.


Mama Ana lalu mengantarkan Papa Alex ke luar dari dalam mansion sampai masuk ke dalam mobilnya, setelahnya, Mama Ana langsung masuk kembali ke dalam mansion, untuk menikmati waktunya bersama anak-anaknya, bahkan Feyrin juga belum kembali pulang ke Swiss.


Kembali ke si L lagi.


Saat ini L bersama Saddam sudah masuk ke dalam pesawat jet pribadinya, dan dia akan melakukan perjalanan melalui udara menuju ke Moldova selama kurang lebih tiga jam saja, waktu yang cukup lumayan singkat.


Sedangkan di rumah Ayah Ivar, semua persiapan sudah selesai dengan sempurna, dan sebentar lagi Keluarga Hartigan akan sampai di rumah Ayah Ivar.


Ketika Keluarga Hartigan yang sudah sampai di rumah Ayah Ivar, mereka semua langsung disambut ramah oleh para tuan rumah.


Ansel yang melihat Aluisa berdandan begitu sangat cantik sekali, membuatnya berusaha ingin mendekati Aluisa, namun langsung dicegah oleh Mama Linn.

__ADS_1


" Aaah Mama ",, kata Ansel sambil cemberut.


" No, kita sedang bertamu untuk Kakak kamu Chan, waktunya tidak tepat Ansel, jangan mendekati Aluisa sekarang ",, tegur dari Mama Linn kepada Ansel.


Aluisa yang melihat Ansel sedang di marahi oleh Mama Linn, dia langsung tertawa dengan tersipu, karena wajah Ansel terlihat lucu ketika sedang ngambek kepada sang Mama.


Saat ini semua Keluarga Roderick dan Hartigan sudah pada duduk di ruang tamu rumah Ayah Ivar.


Chan sendiri daritadi sudah curi pandang kepada Alva yang terlihat benar-benar sangat cantik sekali sore ini.


" Tuan Ivar Roderick ",, kata Papa Agler membuka pembicaraan.


" Iya Tuan Agler, silahkan ",, jawab Ayah Ivar sangat ramah.


" Sebelumnya, kami mengucapkan kata maaf untuk kedatangan kami yang mendadak ini ",, kata Papa Agler.


Ayah Ivar hanya mengangguk sambil tersenyum tipis menanggapi perkataan Papa Agler.


" Anda semua pasti sudah tahu, apa maksud kedatangan kami ke sini, selain untuk bersilahturahmi, kami juga ingin mengeratkan hubungan ini dengan menikahkan ke dua anak kita, apakah anda sebagai Ayah sang calon mempelai perempuan merestui pinangan dari anak saya Tuan?? ",, kata Papa Agler kepada Ayah Ivar.


Sebelum menjawab, Ayah Ivar tersenyum manis terlebih dahulu kepada semua orang.


" Baik Tuan Agler, saya sebagai Ayah dari Alva, mengucapkan terimakasih, karena anda sekeluarga sudah berkenan menyampaikan itikad baik anda yang ingin meminang anak saya ",, jawab Ayah Ivar.


" Saya pribadi beserta sang istri sangat merestui hubungan mereka, dan alangkah baiknya, jika pernikahan Alva dan Chan dipercepat saja ",, kata Ayah Ivar lagi.


Chan dan Alva sedikit terkejut mendengar perkataan dari Ayah Ivar.


" Bagaimana Chan, apakah kamu siap untuk menikahi Alva secepatnya?? ",, tanya Papa Agler kepada Chan.


" Saya siap Papa, silahkan tentukan tanggalnya dari sekarang ",, jawab Chan kepada sang Papa.


" Tapi sebelum itu, ijinkan saya Paman Ivar untuk mengikat Alva sebagai tunangan saya mulai saat ini, dengan menyematkan cincin ini di jari manisnya ",, ijin Chan kepada Ayah Ivar, sambil mengeluarkan sebuah cincin yang sudah dia persiapkan sebelumnya.


Semua orang langsung tersenyum senang melihat Chan ingin menyematkan cincin dijari manisnya Alva, hanya satu orang yang merasa senang namun terlihat cuek, dan orang itu tentu saja Ayah Ito.


" Silahkan Nak ",, jawab Ayah Ivar sambil tersenyum.


Chan langsung mengangguk kepada Ayah Ivar, dan setelahnya, dia langsung berlutut di depan Alva untuk memakaikan cincin di jari manisnya Alva.


Alva langsung tersenyum manis dan senang sekali, ketika di jari manisnya ada sebuah cincin pemberian dari Chan untuknya.


" Jadi mulai saat ini anak-anak kita sudah resmi bertunangan kan Tuan Ivar?? ",, tanya Papa Agler.


" Benar Tuan Agler ",, jawab Ayah Ivar.


" Dan saya ingin menikahkan mereka berdua, dua bulan dari sekarang, bagaimana, apakah anda setuju Tuan Agler?? ",, tanya Ayah Ivar.


Papa Agler langsung bertanya kepada sang istri dan juga ke dua orang tuanya, dan mereka semua langsung mengangguk setuju dengan usul dari Ayah Ivar.


Akhirnya, sudah ditentukan lah kapan Chan dan Alva akan menikah, dan itu dua bulan dari sekarang.


Setelah berbincang santai, mereka semua lalu melanjutkan makan-makan dengan hidangan yang sudah disediakan.


Sedangkan L sendiri, saat ini sudah sampai di Bandara yang ada di Negara Moldova, sejak tiga puluh menit yang lalu.


L sedang berada di dalam kamar hotel yang di sewanya, sambil mendengarkan semua laporan dari semua anak buahnya, tentang Chan dan Alva yang sedang bertunangan sore ini.


Hati L rasanya remuk, akan tetapi sebelum mereka dinyatakan resmi sebagai sepasang suami istri oleh Pak Pendeta, bagi L masih ada kesempatan untuk mendapatkan Alva.


L terus menyuruh semua anak buahnya untuk mengawasi Chan, karena ada sesuatu yang ingin L katakan kepada Chan.


Entah apa yang dikatakan oleh L kepada Chan, semoga itu tidak membuat hubungan Alva dengan Chan menjadi renggang.


Acara pertemuan dua buah Keluarga di rumah Ayah Ivar, selesai sekitar pukul delapan malam, dan saat ini semua Keluarga Roderick sedang mengantarkan Keluarga Hartigan yang ingin kembali pulang ke rumahnya.


Malam itu Chan dan Alva benar-benar merasa sangat bahagia sekali, karena pada akhirnya mereka berdua telah resmi menjadi calon sepasang pengantin.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2