Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
AMBYAR


__ADS_3

Sebentar-sebentar, kita tahan dulu suara tawa dari Sandra dan Zuriel yang sedang mentertawakan si L, karena kita akan berpindah sejenak ke Keluarga Roderick.


Keluarga Roderick yaitu lebih tepatnya Mama Agnes dan juga Ayah Ivar, ke dua orang tua kandungnya Alva, alias Kakak kandung dari Pietro Roderick.


Mama Agnes yang saat ini sedang bersantai sambil menonton televisi di temani Ayah Ivar.


Mama Agnes begitu menikmati sekali acara televisi yang sedang di lihatnya itu, sambil menikmati camilan yang sedang di makannya.


Walau Ayah Ivar berada di samping Mama Agnes, tapi dia memilih memainkan ponselnya untuk membalas pesan-pesan penting dari para rekan bisnisnya daripada ikut menonton televisi bersama sang istri.


Karena acara televisi yang sedang di lihat Mama Agnes sedang iklan, Mama Agnes pun mencoba ingin mengganti saluran televisi yang di lihatnya tadi.


Akan tetapi, baru saja Mama Agnes menggeser channel televisinya, mata dia tiba-tiba di buat melotot, karena langsung di perlihatkan berita gosip tentang Alva yang sedang mempermalukan L di tempat umum.


Di saat Mama Agnes sedang terkejut, tiba-tiba saja dia langsung berteriak dengan sangat keras sekali karena terkejut mendengar Ayah Ivar yang sedang berteriak.


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa ",, teriak super keras sekali dari Mama Agnes.


" Ayah kenapa berteriak keras sekali, membuat Mama terkejut saja dan jadi ikut-ikutan berteriak juga!! ",, kata Mama Agnes kepada Ayah Ivar.


" Bagaimana Ayah tidak berteriak dengan sangat keras, lihatlah apa yang sedang di lakukan oleh tangan Mama!! ",, jawab sebal dari Ayah Ivar kepada Mama Agnes.


Mama Agnes langsung saja menunduk untuk melihat ke dua tangannya.


Tangan yang sebelah kiri sedang memegang camilan yang di makannya tadi, akan tetapi tangan yang sebelah kanan, haduh tepuk jidat deh.


Tangan kanan tersebut sedang berada tepat di atas ketela singkongnya milik Ayah Ivar.


Dan ternyata yang membuat Ayah Ivar berteriak sangat keras sekali seperti tadi, itu karena Mama Agnes yang sedang terkejut melihat berita tentang Alva di televisi, Mama Agnes reflek tidak sengaja m3r3m45 manja ketela singkongnya Ayah Ivar dengan cukup kencang.


Senyum dan tawa tanpa dosalah yang saat ini Mama Agnes tunjukkan kepada Ayah Ivar, sambil menarik tangannya dari atas ketela singkong milik sang suami.


" Mama kenapa sih,!! sampai tega mau membuat remuk aset milik Ayah?? ",, tanya Ayah Ivar kepada Mama Agnes dengan wajah sebalnya.


" Itu-itu, itu lihatlah sendiri Ayah ",, jawab Mama Agnes dengan segera kepada Ayah Ivar sambil menunjuk televisi.


Untuk lebih jelasnya, Mama Agnes sengaja lebih mengeraskan lagi volume televisinya, supaya telinganya dan telinga sang suami mendengar perkataan dari pembawa berita gosip tersebut dengan sangat jelas sekali.


Ayah Ivar yang sudah melihat berita tersebut, tentu saja dia langsung merasa sangat syok dan terkejut sekali sama seperti Mama Agnes tadi.


" Apa,!! apa-apaan ini!! ",, kata Ayah Ivar sambil berdiri dari duduknya.


" Aduuuuuuuh, sakit ",, kata Mamah Agnes dengan tiba-tiba sambil menangis kesakitan.


" Mama kenapa?? ",, tanya Ayah Ivar kepada Mama Agnes dengan ekspresi kebingungan.


" Kenapa-kenapa udel Ayah bolong,!! lihatlah sekarang kaki Ayah ada di mana!! ",, jawab Mama Agnes kepada Ayah Ivar.


Ayah Ivar yang terkejut tadi, ternyata dia tidak sengaja menginjak kaki Mama Agnes dengan sangat keras.


Dan saat ini pun Ayah Ivar langsung gantian meminta maaf dan tertawa saja seperti yang di lakukan oleh Mama Agnes tadi.

__ADS_1


Entahlah, bagaimana menggambarkan sifat dari Keluarga Roderick ini.


Namun yang pasti setelah melihat berita tersebut, Ayah Ivar dan Mama Agnes langsung mencoba untuk menghubungi Alva.


Sedangkan berpindah lagi ke Negera yang sedang di buat kacau oleh Alva, lebih tepatnya Negara tempat tinggal Papa Alex dan juga Arga.


Mobil rombongan, iya seperti itulah sekiranya, karena mobil milik Papa Alex selalu di kawal cukup banyak mobil di depan dan di belakang mobilnya, akhirnya saat ini sampai juga di depan sebuah pagar rumah yang menjulang tinggi, yang dari luar sudah terlihat sangat mewah sekali.


Sebelum turun dari dalam mobil, Papa Alex melihat dengan seksama terlebih dahulu pagar dinding nan mewah itu dari dalam mobilnya.


" Apakah benar ini rumah dari gadis yang sudah mempermalukan L Arga?? ",, tanya Papa Alex kepada Arga.


" Iya benar Bos, dari data-data di dalam berkas, ini benar alamatnya ",, jawab Arga kepada Papa Alex.


" Hmm, boleh juga rumahnya ",, kata Papa Alex dan masih di dengar oleh Arga.


" Sana coba kamu cari tahu, dan pokoknya aku harus bisa masuk ke dalam rumah tersebut dan bertemu dengan ke dua orang tuanya ",, kata Papa Alex kepada Arga.


" Ok Bos ",, jawab Arga kepada Papa Alex.


Arga pun kemudian langsung turun dari dalam mobil untuk bertanya-tanya kepada para bodyguard yang berjaga di rumah tersebut.


Entah bagaimana cara Arga berbicara kepada para bodyguard yang berjaga di rumah milik Pietro, hingga membuatnya akhirnya di ijinkan untuk masuk ke dalam rumah Pietro Roderick.


" Beres Bos, kita bisa masuk ke dalam ",, kata Arga ketika sudah masuk ke dalam mobil.


Papa Alex hanya mengangguk saja kepada Arga, dan lalu mobil yang di tumpangi oleh Papa Alex berjalan masuk ke dalam pekarangan rumah si Pietro.


Dengan berjalan gagah sambil di temani oleh Arga, Papa Alex langsung melangkahkan kakinya menuju ke pintu utama yang mempunyai ornamen begitu mewah, besar dan juga indah itu.


Kedatangan dari Papa Alex dan Arga langsung di sambut ramah oleh para asisten rumah tangga yang bekerja di rumah milik Pietro.


" Panggilkan pemilik rumahnya, kami ingin bertemu!! ",, perintah tegas dari Arga kepada asisten rumah tangga tersebut.


" Maaf Tuan, kalau boleh tahu dengan siapa ya saya berbicara?? ",, tanya sopan dari asisten rumah tangga itu kepada Arga.


" Kamu berani bertanya kepada saya,!! cepat masuk dan katakan kepada majikan kamu untuk segera keluar menemui kami!! ",, jawab Arga kepada asisten rumah tangga tersebut.


Asisten rumah tangga itu tentu saja langsung merasa takut sekali, ketika di gertak seperti itu oleh Arga.


Kemudian asisten rumah tangga tadi langsung masuk ke dalam rumah untuk memanggil Mama Molly maupun Ayah Ito.


Mama Molly yang sedang bersantai dengan para anak-anaknya, dia dibuat cukup terkejut dengan laporan dari asisten rumah tangganya.


Untuk mengurangi rasa penasarannya, Mama Molly pun akhirnya mencoba keluar untuk menemui Papa Alex dan juga Arga.


Arga dan Papa Alex yang sudah melihat kedatangannya Mama Molly yang semakin cantik saja semenjak menjadi Nyonya Roderick, membuat Arga dan Papa Alex reflek sampai membuka mulutnya karena saking terpesonanya.


Walau Papa Alex sudah berteman sangat lama dengan Ayah Ito atau Pietro Roderick, tapi Papa Alex tidak pernah sekalipun bertemu dengan Mama Molly.


Jadi wajar saja jika saat ini Papa Alex tidak mengenali Mama Molly sebagai istri dari sahabatnya.

__ADS_1


Bagaimana tidak cantik, bola mata dari Mama Molly yang Heterochomia membuat penampilannya semakin menawan saja, bahkan bisa di katakan lebih cantik dari Mama Ana.


Itulah mengapa Papa Alex dan Arga bisa sampai terpesona seperti itu.


Sedangkan Mama Molly yang sudah sampai di ruang tamu, dia langsung duduk di sofa seberang Arga dan Papa Alex.


" Maaf Tuan-tuan, anda berdua sedang mencari siapa ya di rumah saya?? ",, tanya Mama Molly kepada Arga dan Papa Alex.


Pertanyaan dari Mama Molly membuat Arga dan Papa Alex langsung tersadar dari keterpesonaannya mereka.


" Anda tidak tahu siapa saya Nyonya??!! ",, kata Papa Alex kepada Mama Molly.


" Memangnya anda siapa Tuan, kenapa saya harus mengenal anda, apakah penting bagi saya harus mengenal anda, atau apakah saya akan mendapatkan keuntungan jika sudah mengenal anda?? ",, tanya balik dari Molly kepada Papa Alex.


Papa Alex langsung di buat mati gaya mendengar perkataan dari Mama Molly.


Sedangkan Arga, dia sedang menahan suara tawanya, sebab Mama Molly mengingatkannya dengan Mama Ana ketika waktu muda dulu.


" Sudahlah lupakan saja!! ",, jawab pasrah dari Papa Alex akhirnya kepada Mama Molly.


Mama Molly masih stay diam duduk anggun di tempatnya duduk, sambil terus menunggu perkataan selanjutnya dari Papa Alex.


" Saya ke sini karena saya ingin menegur anda Nyonya, sebab anda sudah tidak becus mendidik anak anda, hingga dia berani mempermalukan anak saya di tempat umum dan menjadi viral di berita gosip yang sedang tayang saat ini!! ",, kata Papa Alex lagi kepada Mama Molly.


" Tunggu,!! tunggu dulu Tuan, saya tidak mengerti maksud dari perkataan anda?? ",, kata Mama Molly kepada Papa Alex.


" Anak,?? anak siapa yang anda maksud Tuan?? ",, tanya Mama Molly kepada Papa Alex.


" Iya anak andalah, masa anak kuda laut!! ",, jawab sekenanya saja dari Papa Alex kepada Mama Molly.


Arga reflek tersenyum tipis mendengar jawaban dari Papa Alex tadi.


" Anak saya daritadi berada di rumah bersama saya Tuan, lihatlah sendiri jika anda tidak percaya ",, kata Mama Molly kepada Papa Alex.


Mama Molly pun langsung saja memanggil semua anak-anaknya yang memang daritadi sedang bersamanya di rumah.


" Chasel, Aluisa, Leonardo, Kingsley, Alarico, Camala, Claudicio, Fito, Graviella ",, panggil Mama Molly kepada semua anak-anak yang berada di rumahnya.


Semua nama yang di panggil oleh Mama Molly langsung saja keluar dari dalam rumah, bahkan ada yang masih baby sekitar berumur tujuh bulanan yang sedang di gendong oleh Aluisa.


Papa Alex dan Arga yang melihat begitu banyak anak-anak yang di sebutkan oleh Mama Ana, mereka berdua langsung saja membuka mulutnya sangat lebar sekali.


Sungguh wajah yang sangat jelek sekali, dari seorang Keluarga Damara yang terkenal sangat kaya ketika merasa terkejut.


...πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€...


Nah kan, apakah itu semua anak-anaknya Mama Molly dan Ayah Ito, kita lanjut bab selanjutnyaπŸ€£πŸ€”.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2