Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
PERASAAN SEORANG MAMA


__ADS_3

" Mama, Mama kenapa melamun saja daritadi?? ",, begitulah yang sedang ditanyakan oleh Sandra kepada sang Mama.


" Mama hanya sedang berpikir ",, jawab Mama Ana.


" Berpikir tentang apa Mama?? ",, tanya Sandra.


" Andai saja Kakak kamu L tidak bodoh, pasti saat ini dia sudah menikah ",, jawab Mama Ana.


" Kak L bodoh itu karena menurun dari Mama ",, batin Sandra.


Saat ini Mama Ana dan Sandra sedang bersantai di dalam ruang Keluarga bersama si kembar Krystal dan Quella.


Semenjak Mama Ana mendengar kabar, jika Alva sudah mempunyai seorang kekasih, perasaannya menjadi tidak tenang.


Takut jika sang anak bungsu akan menjadi bujang lapuk, yang tidak ada niatan menikah dengan wanita lagi sampai dia tua.


" Tapi sayangnya Kak L memang bodoh Ma, andai jika Sandra ada di posisi Nona Alva, Sandra juga tidak akan sudi melihat Kak L lagi ",, jawab Sandra kepada Mama Ana.


" Huuuhh, itulah masalahnya ",, kata Mama Ana sambil menghela nafasnya.


" Semoga saja L bisa memperjuangkan Alva untuk menjadi istrinya, jika tidak bisa, Mama akan melempar L ke dalam laut ",, kata Mama Ana lagi.


" Yakin, Mama akan melempar Kak L ke dalam laut, nanti kalau Kak L mati, Mama pasti akan menangis tujuh hari tujuh malam ",, jawab Sandra sambil menggoda Mama Ana.


Mama Ana reflek langsung memukul pelan lengan Sandra, karena Sandra bisa saja menjawab perkataannya.


Di saat Mama Ana dan Sandra sedang asik berbincang, tiba-tiba pandangan mereka semua teralihkan kepada orang yang baru saja masuk ke dalam mansion, dan orang itu adalah Adam bersama Feyrin, calon istrinya.


" Hai Adam, Feyrin ",, sapa Mama Ana dan Sandra secara bersamaan.


Feyrin anak Mommy Celyn dan Daddy Vicktor, langsung bercipika cipiki khas perempuan kepada Mama Ana dan Sandra.


" Makin cantik saja nih anak Daddy Vicktor ",, goda Sandra kepada Feyrin.


" Kakak bisa saja, Kak Sandra juga semakin cantik saja, malah terlihat seperti belum punya anak ",, jawab Feyrin kepada Sandra.


Sandra langsung tertawa senang di puji balik oleh Feyrin.


" Mansionnya sepi sekali Ma, di mana Papa, sama Kak L?? ",, tanya Adam kepada Mama Ana.


" Ini masih jam kerja Adam, pasti Papa kamu masih berada di kantor, kecuali Kakak kamu si L, dia sedang ada di Madrid sekarang ",, jawab Mama Ana.


" Kak L pergi ke Madrid, untuk apa Ma?? ",, tanya Adam lagi.


" Untuk menebus kebodohannya ",, jawab Mama Ana kepada Adam.


Adam langsung menampilkan wajah bingung ketika mendapatkan jawaban dari sang Mama.


" Sudah tidak perlu dipertanyakan lagi ",, kata Sandra menengahi pembicaraan.


" Oh ya, kapan rencananya kalian akan menikah, Kakak sudah tidak sabar ingin melihat kalian menikah?? ",, tanya Sandra kepada Feyrin dan Adam.


" Kan masih kurang dua minggu lagi Kak, apa Kakak sudah lupa?? ",, jawab Adam.


" Oh, iya-iya, maaf Kakak lupa ",, kata Sandra sambil tertawa.


" Kalian lanjutkanlah mengobrolnya, Mama mau istirahat sebentar di kamar, kepala Mama rasanya sedikit pusing ",, kata Mama Ana dengan tiba-tiba.


" Apa perlu Sandra panggilkan Paman Simon, Ma?? ",, tanya Sandra.


" Tidak perlu, Mama cuma butuh istirahat sebentar saja ",, jawab Mama Ana sambil berlalu dari hadapan mereka.


" Baiklah ",, jawab Sandra kepada Mama Ana.

__ADS_1


" Kak, apa ada masalah,?? ko Mama terlihat seperti banyak pikiran begitu, tidak seperti biasanya Mama terlihat seperti itu?? ",, tanya Adam kepada Sandra.


" Biasa, ini karena Kakak kamu si L, siapa lagi yang bisa membuat Mama dan Papa seperti ini sekarang?? ",, jawab Sandra kepada Adam dan masih di dengar oleh Feyrin.


" Memangnya Kak L kenapa Kak,? tadi katanya dia sedang pergi ke Madrid?? ",, tanya Feyrin kepada Sandra.


Pertanyaan dari Feyrin langsung dianggukin oleh Adam, karena memang seperti itulah yang ingin Adam tanyakan juga kepada Sandra.


Sandra langsung menceritakan permasalahan yang sedang terjadi di dalam mansion mereka, karena kesalahan dari sang Kakak.


Adam dan Feyrin cukup terkejut mendengar sang Kakak, yang terlihat lempeng berani memp3rk054 seorang gadis yang sedang di gosipkan dengannya.


" Jadi Kak L ke Madrid karena mengejar gadis itu, hmm menarik ",, kata Adam.


Feyrin reflek sampai memukul p4h4 Adam, karena dia malah terlihat senang, ketika sang Kakak sedang kesusahan.


" Ada apa sih sayang, ini memang menarik, karena baru kali ini Kakakku yang kaku itu bisa berbuat kesalahan fatal seperti ini ",, kata Adam kepada Feyrin.


" Kasihan Kak L, pasti dia sedang memperjuangkan kata maaf dari gadis itu ",, kata Feyrin.


" Iya, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena masalah ini sudah dipegang penuh oleh Papa, yang bisa kita lakukan cuma mendoakan saja untuk kelancaran usaha dari Kak L ",, kata Sandra kepada Adam dan Feyrin.


" Apa Kakak datang ke sini sendirian, di mana Kak Zuriel?? ",, tanya Adam.


" Dia sedang di ajak oleh Papa ke kantor, sampai Kak L kembali dari Madrid ",, jawab Sandra.


Adam hanya mengangguk saja, sedangkan Feyrin sudah bermain asik dengan calon keponakannya itu, yaitu Krystal dan Quella.


Kita kembali ke si L lagi.


L saat ini juga sudah berada di dalam pesawat menuju ke Negara kelahirannya, dan tidak lama cuma membutuhkan waktu kurang lebih hampir tiga jam lamanya, akhirnya pesawat jet pribadi yang L tumpangi, sampai juga di salah satu Bandara yang ada di Negara London.


L langsung saja turun dari dalam pesawat, di ikuti oleh Saddam yang masih setia di belakangnya.


" Ok, akan aku tunggu, laporan apa yang akan L berikan kepadaku, apakah dia akan jujur atau tidak ",, kata Papa Alex berbicara sendiri.


" Saddam, aku ingin pulang ke apartemenku dulu, rasanya aku malas sekali pulang ke mansion ",, kata L kepada Saddam.


" Siap Kak L, ayo sebelah sini, mobilnya ada di sebelah sini ",, jawab Saddam.


L hanya mengangguk saja, dan dia langsung masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan sebelumnya oleh para anak buahnya.


Mobil yang L naiki, menembus jalanan kota yang padat, untuk menuju ke gedung apartemen yang super mewah miliknya.


Gedung apartemen itu juga masih milik Keluarga Damara, dan L sendiri tinggal di penthouse yang ada di gedung apartemen tersebut.


L yang sudah sampai di gedung apartemen tersebut, dia langsung masuk ke dalam dan disambut ramah oleh para staf apartemen yang melihat kedatangan dari anak sang pemilik gedung apartemen tempatnya bekerja.


Sedangkan Papa Alex yang mengetahui jika L tidak pulang ke mansion, melainkan ke penthouse miliknya, dia hanya menghela nafasnya supaya tidak terpancing emosi.


L yang baru saja masuk ke dalam penthouse miliknya, dia menyuruh Saddam untuk jangan memberitahukan keberadaannya kepada siapapun, sebab saat ini L sangat malas sekali diganggu oleh siapapun.


Saddam yang mengerti, langsung membiarkan sang bos sendirian di dalam penthousenya, dan dia berpamitan pulang kepada L ke rumah sang Ayah.


L mengistirahatkan otaknya untuk sejenak, sampai menunggu kabar dari anak buahnya yang dia sebar untuk mencari informasi tentang Alva dan Keluarga Roderick.


Singkat cerita, setelah berjam-jam lamanya mengudara di dalam pesawat, akhirnya pesawat jet pribadi milik Ayah Ito, sampai juga di salah satu Bandara yang ada di Negara Moldova.


Sesampainya di sana, semua Keluarga Roderick langsung saja pulang ke rumah mewah mereka masing-masing.


Terutama untuk Chan dan Ansel, mereka berpisah dengan semua Keluarga Roderick, karena harus kembali pulang ke rumah Papa Agler.


Di rumah Papa Agler, semua orang merasa terkejut, ketika melihat ke dua anak mereka sudah pada kembali pulang ke rumah, padahal baru kemarin mereka berangkat ke Madrid.

__ADS_1


" Ko kalian berdua sudah pulang, cepat sekali liburannya?? ",, tanya Papa Agler kepada Ansel dan Chan.


" Ini gara-gara Kakak yang ingin menikahi Kak Alva, makanya calon Ayah mertua menyuruh pulang ke sini untuk memberitahukannya kepada Papa dan Mama ",, jawab Ansel kepada sang Papa.


" Apa maksud perkataan kamu Ansel?? ",, tanya Papa Agler kepada Ansel.


" Tanya Kak Chan sendiri Pa, Ansel mengantuk, capek, mau tidur ",, jawab Ansel sambil menguap.


Di situ tidak cuma ada Papa Agler saja, melainkan juga ada Mama Linn, Mama Hanna dan juga Ayah Janu.


" Coba jelaskan kepada kami Chan, apa maksud dari perkataan dari adik kamu?? ",, kata Mama Linn kepada Chan.


Chan langsung saja menjelaskan apa yang tadi dikatakan oleh Ansel kepada sang Papa.


Dan semua orang yang mendengar pengakuan dari Chan, jika dia sudah melamar Alva dan diterima, wajah semua orang langsung terlihat senang sekali.


" Secepatnya, Mama sama Papa disuruh untuk datang ke rumah Paman Ivar, untuk membahas rencana pertunangan Chan dan Alva ",, kata Chan kepada ke dua orang tuanya.


" Besok, besok kita akan datang ke sana, nanti Papa yang akan menghubungi Tuan Ivar sendiri ",, jawab Papa Agler kepada Chan.


" Baiklah, terserah Papa saja, kalau begitu Chan ijin mau istirahat di dalam kamar ",, jawab Chan.


Semua orang langsung mengangguk saja kepada Chan, dan Chan langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya sendiri.


" Akhirnya Ma, keinginan kita untuk menikahkan Chan dengan Alva terkabul ",, kata Papa Agler kepada sang istri.


" Iya Pa, Mama juga senang, iya kan Ma, Yah ",, jawab Mama Linn kepada sang suami dan ke dua mertuanya.


" Iya, Mama dan Ayah juga senang mendengarnya, jadi tidak sabar ingin segera berbesanan sama mereka ",, jawab Mama Hanna terlihat senang.


Sedangkan di sisi lain, lebih tepatnya di rumah Ayah Ivar, Alva yang baru saja masuk ke dalam kamarnya, dia langsung mendapatkan pencerahan dari sang Mama yang sedang ingin berbicara dengannya.


" Apa yang ingin Mama katakan kepada Alva, Ma?? ",, tanya Alva.


" Apa kamu serius Alva, menikah dengan Chan?? ",, tanya Mama Agnes kepada Alva.


" Serius Ma, memangnya kenapa,?? apa Mama tidak setuju Alva menikah dengan Chan?? ",, tanya balik dari Alva.


" Setuju Nak, hanya saja, Mama takut jika tiba-tiba laki-laki itu datang di kehidupan kalian dan membuat Chan ...... ",, kata Mama Agnes terhenti karena dia tidak bisa melanjutkannya.


Alva yang mengerti kegundahan hati sang Mama, dia langsung mendekat ke arah Mama Agnes, lalu berjongkok di depan sang Mama, sambil menggenggam erat ke dua tangannya.


" Alva percaya dengan Chan, Ma, dia laki-laki yang baik, kalaupun Chan pergi meninggalkan Alva, pasti ada alasan yang kuat dan itu mungkin yang terbaik untuk hubungan kita berdua ",, jawab Alva kepada sang Mama.


" Walau sakit, Alva akan mencoba belajar dewasa, akan semua masalah yang sedang menimpa Alva, Mama, Mama doakan saja yang terbaik untuk Alva ",, kata Alva lagi.


Mama Agnes yang merasa terharu, langsung menarik tangan Alva untuk dia bawa ke dalam pelukannya.


" Semoga kamu selalu bahagia Nak, beristirahatlah, Mama akan ke luar sekarang ",, kata Mama Agnes kepada Alva.


" Iya Ma ",, jawab Alva sambil tersenyum.


Mama Agnes juga tersenyum saja, setelahnya, dia langsung berlalu ke luar dari dalam kamar Alva untuk menuju ke dalam kamarnya sendiri.


Namun, ketika baru saja ke luar dari dalam kamar Alva, Mama Agnes memilih bersandar sejenak di tembok situ sambil memegangi dadanya.


" Semoga apa yang kamu harapkan berjalan dengan lancar Alva, karena entah kenapa perasaan Mama tiba-tiba menjadi tidak enak, seakan ada masalah besar yang sebentar lagi akan kamu hadapi ",, kata Mama Agnes bersedih.


" Semoga ini hanya perasaan Mama saja Alva, Tuhan memberkatimu Alva ",, kata Mama Agnes lagi.


Setelahnya, Mama Agnes benar-benar berlalu pergi menuju ke dalam kamarnya untuk beristirahat juga.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2