
Kembali ke Alva dan Diega lagi.
Mobil yang di kendarai oleh Alva akhirnya sampai juga di parkiran khusus karyawan, yang ada di restoran milik si L.
Sepanjang di perjalanan, Diega terus saja membicarakan L, sang pemilik restoran sekaligus bos yang punya restoran.
Alva sampai eneg mendengar nama L dan L terus di telinganya, bahkan sampai-sampai Alva menggertak Diega untuk diam, jika tidak dia akan menendangnya ke luar dari dalam mobilnya.
Namun, yang namanya orang yang sudah begitu memuja, mau di gertak apapun, dia akan kembali seperti semula.
" Nama ko L saja, apa dia tidak mempunyai nama panjang Diega?? ",, kata Alva sambil turun dari dalam mobil.
" Dan otakku terkontaminasi huruf L, gara-gara kamu membicarakan Tuan L itu!! ",, kata Alva lagi kepada Diega.
Diega hanya tertawa saja seperti tanpa dosa.
" Setampan apa sih, sampai kamu tergila-gila kepadanya!! ",, kata Alva kepada Diega.
" Dia sangat tampan sekali Alva, tidak aku saja yang tergila-gila kepadanya, tapi semua kaum hawa mengantri untuk mendapatkan hatinya, tapi sayang sekali, sampai sekarang belum ada wanita yang bisa meluluhkan dia ",, jawab Diega kepada Alva.
" Jawabanmu membuatku penasaran, dengan wajah si Tuan L, awas saja jika wajahnya jelek, akan aku tendang p***t kamu Diega ",, kata Alva kepada Diega.
" Ok, silahkan saja jika kamu tidak percaya kepadaku ",, jawab Diega kepada Alva.
" Tapi jika nanti kamu juga tergila-gila kepadanya, kamu harus mentraktirku satu bulan penuh ",, kata Diega lagi kepada Alva.
" Ok, siapa takut ",, jawab Alva kepada Diega.
Diega langsung mengangguk menyetujui kesepakatan mereka berdua.
" Lalu aku harus memanggil dia siapa,?? Tuan L begitu, siapa sih namanya aslinya?? ",, tanya Alva kepada Diega.
" Nama panjangnya, Luis Mattew Agustine Damara ",, jawab Diega kepada Alva.
" Panjang sekali namanya ",, kata Alva kepada Diega.
" Hu'um ",, jawab Diega kepada Alva.
Dan pada akhirnya, setelah berjalan memasuki restoran sambil berbincang membicarakan si L, Diega serta Alva sampai juga di depan ruang kerja sang manajer restoran.
" Ayo masuk, Tuan Gui sudah menunggu kita daritadi ",, kata Diega kepada Alva.
Alva hanya mengangguk saja kepada Diega, dan mereka berdua pun lalu masuk ke dalam ruangan, setelah mendengar kata masuk dari Gui.
" Tuan Gui ",, sapa Diega kepada Gui.
" Oh anda Chef Diega, silahkan duduk ",, jawab Gui kepada Diega sambil melirik Alva.
" Cantik sekali gadis itu ",, kata batin Gui untuk Alva.
" Tuan Gui, dia teman saya namanya Alva, dan Alva ini Tuan Gui, manajer di restoran ini ",, kata Diega saling memperkenalkan Alva dan Gui.
__ADS_1
Gui sendiri masih terbilang muda, dia berumur sama seperti si L, sekitar tiga puluh tahun, jadi tidak salah jika dia mudah tertarik dengan lawan jenis, contohnya saja kepada Alva sekarang.
Wajah juga tidak bisa terbilang jelek, ya cukup banyak juga wanita yang mengejar-ngejar Gui.
Alva yang di perkenalkan kepada Gui, dia hanya tersenyum sambil mengangguk formal saja.
" Apakah dia bisa di andalkan seperti anda Chef Diega?? ",, tanya Gui kepada Diega.
" Bentar anda tidak perlu menjawab, biar saya bertanya langsung kepadanya ",, kata Gui lagi kepada Diega.
Gui lalu mengalihkan pandangannya ke arah Alva.
" Nona Alva, apakah anda sanggup bekerja sesuai dengan jam kerja yang ada di sini?? ",, tanya Gui kepada Alva.
" Terlebih lagi para tamu yang datang ke sini bukan kalangan kelas ke bawah, semuanya orang-orang penting dan kalangan elit semua, jadi saya harap kamu bisa menyajikan makanan sama baiknya bahkan lebih baik dari Chef Diega ",, kata Gui lagi kepada Alva.
Tidak tahu saja si Gui, jika Alva ini juga seorang Chef handal, bahkan dia juga mempunyai beberapa cabang restoran mewah.
Dan karena gabut saja Alva mau membantu Diega, jika tidak terpaksa, Alva tentu saja tidak akan mau, uang saja dia cuma-cuma, kenapa sampai bekerja dengan orang lain.
" Anda bisa mengandalkan saya Tuan Gui, jika saya mengecewakan anda dan restoran ini, saya rela tidak di bayar sepeserpun ",, jawab mantap dari Alva kepada Gui.
Gui mengangguk, dia menyukai jawaban tegas dari Alva kepadanya.
" Tuan L pemilik dari restoran ini, dia sedang dalam perjalanan ke mari, dan nanti yang bisa menentukan kamu di terima menggantikan Chef Diega atau tidak cuma dia, serta saya sarankan ke luarkan skill terbaik kamu untuk mensajikan makanan yang terbaik untuk Tuan L nanti ",, kata Gui kepada Alva.
" Karena Tuan L pasti ingin mencicipi terlebih dahulu hasil masakan anda Nona Alva ",, kata Gui lagi kepada Alva.
Tentu saja Alva sudah tahu persyaratannya, karena dia sendiri pemilik restoran sama seperti si L.
" Kalau begitu, kamu boleh ke luar dulu, nanti saya akan panggil jika Tuan L sudah datang, dan lebih baik kamu persiapkan terlebih dahulu masakan yang ingin kamu sajikan kepada Tuan L ",, kata Gui kepada Alva.
Alva langsung mengangguk kepada Gui.
" Chef Diega, tolong tunjukkan dapurnya, dan beritahu Nona Alva di mana semua perlengkapan memasak yang ada di dalam dapur ",, kata Gui kepada Diega.
" Baik Tuan Gui ",, jawab Diega kepada Gui.
" Kalau begitu kami permisi Tuan ",, pamit Diega kepada Gui.
Gui pun langsung mengangguk kepada Diega dan juga Alva.
Sepeninggal dari Diega dan Alva, Gui langsung tersenyum sendiri membayangkan wajah manisnya si Alva.
" Dia wanita yang cantik dan juga manis, andai saja yang menentukan di terima tidaknya si Alva adalah aku, aku pasti langsung terima dia, walau masakannya tidak enak sekalipun, biar aku bisa melihat dia setiap hari ",, kata Gui berbicara sendiri.
" Kira-kira Alva sudah punya kekasih belum ya, hmm sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya ",, kata Gui lagi dengan perasaan berbunga-bunga.
Sedangkan kembali ke Alva dan Diega lagi.
Saat ini Diega sedang memperlihatkan kepada Alva, restoran yang akan menjadi tempatnya bekerja nanti selama tiga bulan lamanya.
__ADS_1
Alva begitu sangat terpukau sekali dengan dekorasi dan ornamen, serta style yang di pilih untuk memanjakan mata bagi para pengunjung.
Sungguh sangat-sangat berkelas sekali, dan benar-benar terlihat mewah, elegan dan juga indah.
" Diega, restorannya sangat indah sekali, kira-kira berapa gaji yang saya terima untuk menggantikan kamu?? ",, tanya Alva kepada Diega.
Diega langsung saja menyebutkan nominal gaji, yang akan di terima oleh Alva jika ke terima nanti.
Dan ketika Alva mendengar nominal gaji yang di tawarkan, dia sampai melototkan matanya, karena gaji yang akan dia terima, jauh lebih banyak dari gaji yang dia bayarkan kepada Chef, yang bekerja di restoran mewahnya.
Walau sama-sama mempunyai restoran mewah, tapi masih lebih mewah milik si L, akan tetapi Alva juga mempunyai selera yang bagus untuk mendesain restorannya.
Untuk nilai yang pas untuk menggambarkan restoran milik L dan Alva, jika L seratus, sedangkan Alva sembilan puluh lima, hanya selisih sedikit saja.
" Ayo akan aku kenalkan kepada kru yang lain, mereka pada baik-baik semua ",, kata Diega lagi kepada Alva.
Alva langsung mengangguk, kaki dia terus berjalan dengan mata yang terus menikmati pemandangan di dalam restoran.
Sesampainya di dalam dapur, Diega langsung saja memperkenalkan semua penghuni dapur kepada Alva.
Sama seperti yang di katakan oleh Diega, jika mereka semua pada baik dan juga ramah, terlihat dari wajah mereka yang welcome, ketika melihat kehadiran Alva di dalam dapur untuk menggantikan Diega.
Diega lalu memberitahu hal apa saja yang harus dia masak, masakan apa saja yang di sukai oleh L jika dia sedang berkunjung, serta penjelasan-penjelasan yang lainnya, yang membuat Alva pusing sendiri.
" Jika kamu tidak mengerti, nanti kamu bisa tanya kepada asisten saya Alva, dia nantinya akan menjadi asisten kamu, namanya Evelia ",, kata Diega kepada Alva.
" Iya, aku tahu, di sini terlalu ribet, menurutku lebih ribet dengan restoranku sendiri ",, jawab Alva kepada Diega.
" Waaah Nona juga mempunyai restoran sendiri, kenapa masih mau bekerja di sini?? ",, tanya Evelia kepada Alva.
" Karena dia, dia yang memaksaku ",, jawab Alva sambil menunjuk Diega.
Diega langsung saja tertawa mendengar nada ketus dari Alva.
" Aku akan menunggu kamu di ruang Tuan Gui, karena aku akan membicarakan kontrak kerjaku, kamu memasaklah yang serius, jangan mengecewakan Tuan L, dia sedikit susah jika soal makanan ",, kata Diega kepada Alva.
" Iya, baiklah, sudah sana pergi ",, kata Alva kepada Diega.
Diega lalu beranjak ke luar dari dalam dapur untuk menuju ke ruang kerja si Gui.
Sedangkan Alva dia langsung saja segera memasak, masakan andalannya untuk dia sajikan kepada L nanti.
Diega mungkin belum melihat gosip viral saat ini, hingga dia tidak mengetahui, jika sang sahabat sedang terkena gosip bersama si L, laki-laki yang daritadi dia bicarakan kepada Alva.
Begitupun dengan Gui, dia mungkin karena sedang sibuk bekerja, hingga sampai belum melihat gosip tentang L dan Alva, wanita yang sudah membuatnya berbunga-bunga sekarang.
Entahlah, bagaimana reaksi Alva nanti jika melihat dan bertemu L, yang ternyata pemilik restoran tempatnya bekerja.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...
__ADS_1