
L yang sudah masuk ke dalam kamar lagi, dia langsung berjalan mendekati Alva yang sedang meliriknya.
" Pakailah baju ini, semoga cocok dan muat di tubuhmu ",, kata L menyerahkan paper bag yang di bawanya.
Alva hanya diam saja, dia tidak menerima maupun menolak paper bag tersebut.
" Paper bagnya akan saya taruh di sini, saya akan ke luar, pakailah bajunya ",, kata L sambil menaruh paper bag di atas ranjang.
Setelah mengatakan itu semua, L langsung berlalu ke luar lagi, dengan masih menggunakan bathrobenya.
Saddam ternyata benar-benar masih menunggu di dalam ruang kerja si L.
Dan ketika L ke luar dari dalam kamar itu, dia langsung melihat Saddam sedang memainkan ponselnya.
Sedangkan Saddam sendiri yang mendengar pintu kamar pribadi terbuka, dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu tersebut.
" Yah, aku kira gadis cantik yang ke luar, ternyata pangeran yang terlihat murung ",, kata Saddam kepada L.
" Tuan L tidak mungkin bekerja menggunakan bathrobe begini, karena tadi ketika berangkat ke kantor Tuan L memakai pakaian kerja lengkap dan rapi ",, kata Saddam lagi kepada L.
" Lalu di mana semua pakaian itu Tuan?? ",, tanya Saddam kepada L.
" Aaaaa aku tahu, pasti sudah di robek ya karena sudah tidak sabar ingin segera melakukan itu, bagaimana Tuan L rasanya, setelah burung gagak milik Tuan ketemu mangsanya?? ",, kata Saddam menggoda L.
" Kamu bisa diam tidak sih,!! kenapa kamu cerewet sekali, membuat kepalaku semakin pusing saja!! ",, bentak L kepada Saddam sambil memijit pelipisnya.
L tentu saja semakin pusing, di saat situasi seperti sekarang, mempunyai teman, sahabat dan sekretaris yang begitu sangat cerewet sekali.
Saddam yang di bentak oleh L, dia langsung terdiam, dengan ekspresi kebingungan.
Sedangkan Alva setelah kepergian dari L tadi, dia langsung saja mencoba beranjak bangun dari atas ranjang menuju ke dalam kamar mandi.
Tapi sayang, baru saja ingin melangkah, bagian inti terdalam milik Alva, terasa sangat sakit dan perih sekali, sehingga membuat Alva langsung terjatuh terduduk di atas lantai.
" Aaaah sakit sekali milikku ",, kata Alva sambil memegangi miliknya.
" Aaaarrgghh ini sakit, seperti ada yang mengganjal di dalam ",, kata Alva lagi sambil meringis.
Iya wajar saja sih seperti ada yang mengganjal, karena tiang listrik milik L terlalu besar untuk goa milik Alva.
__ADS_1
Alva lalu berusaha bangun dari duduknya, dengan berjalan tertatih, Alva terus melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamar mandi.
Setelah perjuangan yang menyiksa, akhirnya Alva sampai juga di dalam kamar mandi.
Sesampainya di dalam kamar mandi, Alva langsung mengguyur tubuhnya menggunakan air shower yang mengalir deras dari atas kepalanya.
" Aaaarrrggghh perih ",, kata Alva lagi ketika bagian miliknya terkena air.
" Aku harus tahan, karena aku ingin segera ke luar dari dalam neraka ini!! ",, kata Alva menyemangati dirinya sendiri.
Alva dengan secepat kilat membilas tubuhnya, dan ketika di rasa sudah bersih, dia langsung saja memakai bathrobe yang ada di dalam lemari kamar mandi.
Alva terus berusaha menahan rasa sakitnya itu, hingga akhirnya dia sudah selesai memakai pakaian yang di belikan oleh Saddam tadi.
Alva lalu mengambil tas selempangnya, dan dia lalu membuka pintu kamar tersebut, membuat Saddam dan L langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Alva.
Mata Saddam langsung melotot, dan mulut Saddam langsung terbuka dengan sangat lebar sekali, ketika melihat siapakah yang sudah ke luar dari dalam kamar pribadi itu.
" Oh Tuhan, dia kan wanita ...... ",, kata Saddam sambil menunjuk Alva.
" Saya pulang, dan saya tunggu tuntutan dari anda, atau bisa jadi sayalah yang akan menuntut anda, karena anda sudah memperk054 saya!! ",, kata Alva kepada L yang hanya diam saja.
Setelah mengatakan hal itu kepada L, Alva berjalan dengan tertatih menuju ke arah pintu ke luar.
Dan cara berjalan Alva, di lihat jelas oleh L maupun Saddam.
Sambil memegang gagang pintunya, Alva mencoba berbalik badan lagi sebelum berlalu ke luar sambil menatap tajam ke arah L.
" Asal anda tahu saja Tuan L yang bod0h,!! laki-laki tua yang anda kira sugar Daddy saya, dia adalah Paman kandung saya, adik kandung Ayah saya, yang menjaga saya selama saya berada di sini!! ",, kata Alva lagi kepada L.
" Satu hal lagi,!! jika saya hamil anak anda, saya jamin anda tidak akan pernah bisa bertemu dan melihat dia, karena saya tidak akan mengijinkan anak saya mengenal Ayahnya yang bod0h!! ",, kata Alva lagi kepada L.
Setelah itu Alva langsung berjalan ke luar dari dalam ruang kerja si L, meninggalkan L dan Saddam, yang sedang tercengang dengan semua perkataan dari Alva tadi.
" Kak L, tadi dia ..... ",, kata Saddam langsung berhenti ketika L mengkode berhenti menggunakan telapak tangannya.
" Aku sudah salah sangka kepada dia ",, kata L berbicara sendiri, namun masih di dengar jelas oleh Alva.
" Dan jika kamu sampai hamil anakku, akan aku kejar kamu sampai ke ujung dunia sekalipun Alva ",, kata L sambil menampilkan wajah menyeramkan.
__ADS_1
" Sejak saat ini, kamu adalah milikku, tidak ada laki-laki lain yang boleh memilikimu selain aku!! ",, kata L lagi.
" Kak L, jika Papa Tuan L mengetahui hal ini, Tuan L bisa di bunuh ",, kata Saddam kepada L.
" Bisa tidak sih,!! jika memanggilku jangan dengan panggilan bercampur seperti itu, jangan membuatku semakin pusing saja Saddam!! ",, marah L kepada Saddam.
" Hehe maaf Kakak ",, jawab Saddam kepada L.
" Cepat ambilkan bajuku di dalam lemari, kita harus segera ke kantor sekarang ",, kata L kepada Saddam.
" Baik Tuan ",, jawab Saddam kepada L.
Saddam langsung saja mengambilkan pakaian yang akan di pakai oleh L nanti.
Sedangkan di mansion megah milik Papa Alex, saat ini Mama Ana sedang melihat berita viral antara L dan Alva.
Mama Ana sampai memajukan gadget milik Sandra ke depan matanya, untuk melihat lebih dekat wajah Alva.
" Astaga ini kan gadis?? ",, kata Mama Ana.
" Kenapa Ma dengan gadis itu, apa Mama mengenalnya?? ",, tanya Sandra kepada Mama Ana.
" Kenal, justru Mama sudah cukup dekat dengan dia Sandra ",, jawab Mama Ana kepada Sandra.
Dan jawaban dari Mama Ana membuat Sandra serta Zuriel yang juga ada di situ, merasa sangat terkejut sekali.
" Mama bisa kenal dengan dia bagaimana ceritanya Ma?? ",, tanya Zuriel kepada Mama Ana.
Mama Ana langsung saja menceritakan pertemuan singkatnya dengan Alva kemarin kepada Sandra dan Zuriel.
Bahkan Mama Ana juga bercerita jika dia hampir saja ingin menjodohkan Alva dengan Luis, jika Alva tidak di telepon oleh rekan kerjanya.
" Sepertinya mereka berdua sudah di takdirkan berjodoh, karena sang Ibu Negara sudah merestui jalan mereka berjodoh ",, kata Sandra ketika sudah mendengar cerita dari Mama Ana.
Mama Ana langsung menatap garang kepada Sandra, sedangkan Sandra langsung tertawa ketika di tatap seperti itu oleh Mama Ana.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...
__ADS_1