Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
BINGUNG


__ADS_3

Masih dalam keadaan belum memakai pakaiannya sama sekali, L saat ini sedang merasa sangat kebingungan sekali.


Sedangkan Alva, dia hanya diam saja tanpa ada ekspresi, bahkan dia tidak mau bergerak sama sekali, untuk menutupi tubuhnya yang masih p0los menggunakan selimut yang ada di situ.


L berjalan tidak tentu arah di dalam kamar tersebut, dia terus berpikir dan berpikir untuk menyelesaikan masalah yang sedang di hadapinya sekarang.


Mengalihkan pandangannya ke arah Alva, membuat L langsung saja mencoba menutupi tubuh Alva menggunakan selimut yang ada di atas ranjang.


Alva seperti mayat hidup, dia membuka matanya, tapi wajahnya datar, tidak berekspresi sama sekali dan tidak merespon apapun, walau L sedang mencoba menyelimuti tubuhnya.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang!! ",, kata L kebingungan sendiri.


" Lebih baik aku mandi dulu, biar lebih fresh otakku ",, kata L lagi.


Dan L langsung saja berlalu masuk ke dalam kamar mandi yang ada di situ, untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Tidak lama, hanya sekitar lima menit saja, L pun akhirnya sudah selesai bersih-bersih badannya dan saat ini dia sedang memakai bathrobe mandinya.


Ke luar dari dalam kamar mandi, L melihat Alva sudah berpindah posisi dengan tidur menyamping, namun mata masih terus terbuka lebar.


" Lebih baik aku menelpon Saddam saja untuk meminta bantuannya ",, kata L berbicara sendiri.


Semua yang di katakan oleh L, Alva mendengarnya dengan sangat jelas sekali, tapi Alva acuh dan tidak peduli.


L yang sudah mengambil ponselnya, dia langsung saja mencoba menghubungi Saddam, yang sedang dia tugaskan untuk menghandle kantornya.


Saddam yang melihat L menelpon ke nomor pribadinya, dia langsung segera mengangkatnya.


" Halo Tuan L ",, sapa Saddam kepada L.


" Saddam cepat belikan baju untuk perempuan, ukuran M mungkin, beserta lin93ri3nya juga, cepetan!! ",, perintah L kepada Saddam.


" Waaah, si Tuan L ini, sekarang ...... ",, perkataan Saddam langsung terputus ketika di bentak oleh L.


" Cepat lakukan sekarang, jangan banyak bercanda, dan segera antarkan ke restoranku yang ada di jalan .......... ",, bentak L kepada Saddam.


Saddam yang sudah lama berteman dengan L, dia sangat tahu sekali, dari nada bicara L pasti ada yang tidak beres.


Jadi, daripada membuat situasi menjadi tambah runyam, Saddam pun langsung segera mengiyakan perintah dari L.


Akhirnya, setelah mendengar jawaban dari Saddam, L pun langsung mematikan sambungan teleponnya itu.


Saddam langsung meninggalkan pekerjaannya, untuk segera membelikan semua pesanan yang di katakan oleh si L tadi.


Sedangkan si L, dia langsung saja berpikir bagaimana cara mengajak berbicara Alva.

__ADS_1


L lalu mencoba duduk di pinggir ranjang seberang Alva, untuk mengajak berbicara Alva.


Kemarahan yang tadi membuncah di dalam dada, sudah sirna entah ke mana.


Bahkan sekarang L seperti tidak punya nyali untuk menatap wajah Alva, yang terlihat benar-benar sangat bersedih.


Mungkin jika L belum melakukan itu kepada Alva, L masih mengira jika Alva wanita mur4h4n, tapi sekarang, entahlah.


L sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya dan Alva nanti, terlebih lagi dia tadi sengaja mengeluarkannya di dalam.


" Emm, Alva ",, panggil L kepada Alva.


Alva tidak menjawab, dia masih sibuk melamun, dan bersedih, dengan posisi masih membelakangi si L.


" Kenapa kamu tidak bilang, jika kamu ..... ",, perkataan L langsung terputus, ketika Alva menyelanya.


" Apa saya harus mengatakan semuanya kepada anda Tuan L?? ",, tanya Alva kepada L.


" Saya tanya, siapa anda bagi saya?? ",, tanya Alva kepada L.


Sebelum melanjutkan perkataannya, Alva mencoba membalikkan tubuhnya, untuk menatap tajam ke arah L, dengan masih banyak sisa air mata di matanya yang indah.


Melihat wajah Alva yang berlinang air mata, membuat perasaan L seperti tersayat benda super tajam.


" Kita itu orang asing Tuan Luis yang terhormat,!! dan seharusnya sebagai pembisnis yang terkenal hebat, anda bisa mencari tahu terlebih dahulu siapa saya, siapa laki-laki tua yang bersama saya ",, kata Alva lagi kepada L.


" Bagi saya anda tidaklah hebat, tapi bod0h,!! b0doh karena tidak berpikir terlebih dahulu tapi langsung bertindak ",, kata Alva lagi dengan suara yang masih terdengar tenang.


" Anda itu seenaknya sendiri, tidak bisa mengontrol emosi, dan satu hal lagi yang paling penting ",, lanjut lagi perkataan dari Alva.


" Anda sudah menghancurkan hidup saya!! ",, teriak Alva dengan sangat keras sekali kepada L.


" Maafkan saya Alva ",, kata L sambil mencoba memegang tangan Alva.


Tapi Alva langsung menghindar dengan menarik tangannya dari genggaman tangan si L.


" Jangan pernah menyentuh saya lagi!! ",, kata Alva kepada L.


" Saya adalah wanita busuk serta mur4han, dan berkat anda, saya menjadi semakin busuk dan tidak ada harganya lagi ",, kata Alva sambil meneteskan air matanya.


L langsung saja menggelengkan kepalanya, bukan maksud hati dia ingin mengatai Alva begitu tadi, akan tetapi, karena emosi yang tadi sedang menguasai diri, membuat diri tidak bisa terkendali.


" Alva, please maafkan saya ",, kata L kepada Alva.


" Saya siap bertanggung jawab untuk menikahi kamu, Alva ",, kata L mencoba membujuk Alva.

__ADS_1


" Huh,!! menikah ",, kata Alva kepada L.


" Menikah atas dasar apa,?? tanggung jawab?? ",, tanya Alva kepada L.


" Kita menikah,?? setelah saya mendapatkan status, anda akan dengan mudahnya mencampakkan saya begitu saja, tidak!! ",, kata Alva lagi kepada L.


" Saya tidak mau,!! karena saya ingin menikah atas dasar cinta, bukan karena n4f5u!! ",, kata Alva sambil membentak L.


Ketika L ingin menjawab perkataan dari Alva, tiba-tiba ponselnya berdering, dan itu ternyata panggilan dari Saddam untuknya.


" Halo ",, kata L kepada Saddam.


" Tuan L saya sudah berada di depan ruang kerja anda, tapi kenapa pintunya terkunci?? ",, kata Saddam kepada L.


L yang mendengar perkataan dari Saddam, dia langsung saja ke luar dari dalam kamar untuk membukakan pintunya untuk Saddam.


" Tunggu sebentar ",, jawab L kepada Saddam.


Dan akhirnya, setelah L memencet remot otomatisnya, pintu itu pun terbuka juga.


Setelah pintu sudah terbuka, Saddam langsung memberikan paper bag yang di bawanya untuk si L, sambil memanjangkan lehernya, seperti mencari sesuatu.


L yang melihat tingkah dari Saddam, dia langsung saja menjitak kepala Saddam, hingga membuat Saddam langsung mengaduh kesakitan.


" Kamu cari apa?? ",, tanya L kepada Saddam.


" Di mana wanita itu Tuan L, cantik tidak, cantikan mana sama gadis yang di gosipkan dengan Tuan?? ",, tanya Saddam kepada L


" Sudah sana pergi, jangan mengganggu urusanku!! ",, kata L sambil menoyor kepala Saddam.


" Tidak!! ",, jawab Saddam kepada L.


" Aku tidak akan pergi sebelum melihat wajah dari wanita itu!! ",, kata Saddam lagi kepada L.


" Terserah kamu saja!! ",, jawab L kepada Saddam.


Setelahnya, L pun berbalik badan meninggalkan Saddam untuk masuk ke dalam kamar pribadinya lagi.


Sedangkan Alva tadi, ketika di tinggal pergi oleh L, dia masih diam saja, tidak beranjak turun dari atas ranjang, ataupun ada niatan untuk pergi ke luar dari dalam kamar pribadi itu.


Tubuh Alva seakan remuk, dan mengakar di ranjang milik si L, karena ulah dari perbuatan L kepadanya.


Walau Alva ada kesempatan ke luar, tapi dia tidak mempunyai pakaian yang bisa dia pakai, sebab semuanya sudah di robek oleh si L tadi.


Dan ketika Alva melihat L masuk ke dalam kamar itu lagi, dia hanya meliriknya saja, dengan bibir yang masih terkunci rapat.

__ADS_1


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...


__ADS_2