Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
CHAN - ANSEL


__ADS_3

Langit berselimut awan tebal, dan cuaca terlihat sangat cerah sekali, itulah yang sedang dilihat oleh Alva melalui jendela kaca pesawat jet yang di tumpanginya.


Sambil melamun memikirkan nasibnya, Alva terus bergumam di dalam hati.


" Apakah nanti aku akan hamil anak dari Tuan L?? ",, tanya Alva di dalam hatinya.


" Dia hanya sekali melakukan itu kepadaku, pasti tidak mungkin aku hamil anaknya ",, kata Alva lagi dengan mata yang memandang hamparan awan.


" Jika aku boleh meminta, aku tidak ingin hamil ya Tuhan, karena aku tidak mau terikat dengan dia, laki-laki yang tidak aku cintai ",, doa Alva di dalam hati.


Kesedihan yang mendalam, terlihat jelas di mata Alva, dan wajah Alva yang terlihat bersedih itu, dilihat jelas oleh ke dua orang tuanya.


Tidak lama perjalanan yang mereka tempuh, antara London ke Madrid, hanya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar dua jam setengah.


Dan tepat di sekitar jam lima sore, semua Keluarga Roderick sudah tiba di salah satu Bandara yang ada di Madrid.


Sedangkan beralih ke tempat lain, di sebuah rumah, ada seorang anak yang sedang merengek kepada sang Mama, padahal umur dia sudah remaja, tapi dia tidak malu merengek terus menerus sejak kemarin kepada sang Mama, hingga membuat telinga sang Mama menjadi risih sendiri, begitupun dengan Papanya.


" Ayolah Ma, ijinkan Ansel pergi menyusul Aluisa, Ansel rindu Ma dengannya, ini sudah satu bulan Ansel tidak bertemu dengannya ",, begitulah yang sering dikatakan oleh sang anak kepada Mamanya, dan anak itu adalah Ansel, anak dari Mama Linn dan Papa Agler.


" Kamu kan masih sekolah Ansel, jika liburan tidak apa-apa kamu pergi ke London menyusul Aluisa ",, jawab Mama Linn kepada Ansel.


" Tapi Aluisa juga sekolah Ma, kenapa dia diijinkan Paman Pietro pergi ke London ",, kata Ansel kepada Mama Linn.


" Mereka berbeda dengan kita Nak, mereka orang kaya, sedangkan kamu, siapa?? ",, jawab Mama Linn kepada Ansel.


Ansel langsung saja cemberut mendengar jawaban dari sang Mama.


Semakin besar umur Ansel, semakin susah pula dipisahkan dari Aluisa, dan Ansel selalu berkata kepada semua orang, jika Aluisa adalah kekasihnya.


Aluisa sendiri terkadang merasa risih dengan sikap Ansel kepadanya, namun Aluisa berusaha bersikap biasa saja, karena Ansel selalu ada untuknya.


Ansel dan Aluisa sendiri tidak mengetahui, jika mereka berdua reinkarnasi dari Greta dan Ansel, yang tahu itu sampai sekarang cuma Ayah Ito dan Mama Linn, di tambah Mama Molly dan Papa Agler, sebab Ayah Ito maupun Mama Linn, sudah bercerita semuanya kepada pasangan mereka masing-masing.


Jika belum tahu, siapa itu Greta dan Ansel, bisa baca dulu Novel season pertamanya yang King Psychopath.


Ansel yang terus dilarang oleh sang Mama, maupun sang Papa, dia langsung saja masuk ke dalam kamarnya, dengan wajah lesu dan tidak bersemangat.

__ADS_1


Dan ketika waktunya makan malam, Mama Linn yang sedang memanggil Ansel, Mama Linn tidak mendengar jawaban dari Ansel ketika pintu kamarnya sudah dia ketuk dari luar sejak tadi.


" Ansel, apa kamu ada di dalam Nak, Mama masuk ya ",, kata Mama Linn lagi kepada Ansel.


Mama Linn langsung membuka pintu kamar Ansel, dan ketika Mama Linn sudah masuk, Mama Linn melihat Ansel masih tertidur meringkuk di atas ranjangnya.


" Ansel, kita makan malam dulu yuk, Ansel bangun Nak ",, panggil Mama Linn kepada Ansel.


Masih tidak mendapatkan jawaban, Mama Linn langsung mencoba mengecek dahi Ansel, dan sama seperti biasanya jika dia sedang berjauhan dengan Aluisa, tubuhnya terasa sangat panas sekali.


" Astaga Ansel panas sekali tubuh kamu Nak ",, kata Mama Linn dengan sangat khawatir sekali.


Mama Linn langsung saja bergegas ke luar lagi dari dalam kamar, untuk mengambil persediaan obat yang ada di rumah, dan persediaan obat itu tentu saja obat herbal yang mereka beli di toko obat herbal milik Ayah Ito.


Semua Keluarga yang sedang berada di meja makan, melihat Mama Linn sedang sibuk mengambil minum dan makanan yang di taruh di atas piring, membuat Mama Hanna menjadi penasaran.


" Kamu kenapa Linn, di mana Ansel?? ",, tanya Mama Hanna kepada Linn.


" Biasa Ma, badannya panas, jika dia sedang rindu dengan Aluisa ",, jawab Mama Linn kepada Mama Hanna dan di dengar oleh semua orang yang ada di meja makan, termasuk Chan Kakak kandungnya Ansel.


Chan sendiri juga sudah seumuran dengan Alva, dia tumbuh menjadi laki-laki tampan, mapan, dewasa dan juga pendiam, tidak seperti sang adik yang seenaknya sendiri.


Mama Linn menyuruh Ansel untuk makan walau sedikit, setelah itu menyuruh Ansel untuk minum obat supaya cepat reda suhu badannya.


Sedangkan di meja makan, Chan yang merasa kasihan dengan sang adik, dia mencoba berbicara dengan sang Papa.


" Biar Chan saja bagaimana Pa, yang menemani Ansel bertemu dengan Aluisa ",, kata Chan kepada Papa Agler.


" Iya baiklah, lagi pula kasihan juga adik kamu hampir setiap saat harus sakit terus seperti itu, karena rindu dengan Aluisa ",, jawab Papa Agler kepada Chan.


" Nanti Papa akan mencoba menelpon mereka dulu, takutnya mereka sudah kembali dari London ke sini, kan sia-sia saja kalian menyusul mereka ke sana ",, kata Papa Agler lagi kepada Chan.


" Iya terserah Papa saja ",, jawab Chan kepada Papa Agler.


Singkat cerita ketika mereka semua sudah selesai makan malam, semua Keluarga Hartigan kecuali Ansel, sudah pada duduk santai di ruang Keluarga, dan Papa Agler saat ini mencoba ingin menelpon Ayah Ito.


Ayah Ito yang baru saja masuk ke dalam rumah mewahnya, dan sedang beristirahat di dalam kamar, dia langsung mengangkat sambungan teleponnya ketika melihat nama Papa Agler sedang menelponnya.

__ADS_1


Kenapa di setiap Negara, Ayah Ito mempunyai rumah mewah walau cuma satu, jawabannya, karena di Negara itu ada cabang toko obat herbalnya dan jika Ayah Ito berkunjung untuk mengecek toko obat herbalnya, dia tidak suka menginap di hotel atau di manapun tempatnya, pasti jalan satu-satunya Ayah Ito akan membeli satu rumah mewah untuk dia tinggali ketika sedang berkunjung, sangat kaya sekali bukan Ayah Ito, hanya cuma jualan obat herbal saja.


" Halo Tuan Agler?? ",, kata Ayah Ito kepada Papa Agler.


" Halo Tuan Pietro ",, jawab Papa Agler kepada Ayah Ito.


" Apakah saat ini anda masih berada di London Tuan?? ",, tanya Papa Agler kepada Ayah Ito.


" Tidak Tuan Agler, saya sedang berada di Madrid saat ini, ada apa memangnya Tuan Agler?? ",, jawab Ayah Ito kepada Papa Agler.


" Biasa, Ansel sakit terus dari kemarin, karena merasa rindu dengan Aluisa, jadi bolehkah dia menyusul ke Madrid bersama Chan?? ",, tanya jawab dari Papa Agler kepada Ayah Ito.


" Silahkan Tuan Agler, saya tunggu kedatangan Ansel bersama Chan di rumah saya ",, jawab Ayah Ito kepada Papa Agler.


" Jika mereka sudah sampai di Bandara, suruh saja mereka untuk menelpon saya, nanti saya akan menyuruh Chasel atau Gilbert untuk menjemput mereka ",, kata Ayah Ito lagi.


" Baik Tuan Pietro, akan saya sampaikan kepada mereka berdua sekarang ",, jawab Papa Agler kepada Ayah Ito.


" Iya Tuan Agler ",, jawab singkat dari Ayah Ito.


Dan sambungan mereka pun lalu terputus.


Papa Agler langsung saja memberitahukan hal itu kepada ke Chan yang ada di situ.


" Kebetulan Papa, Chan juga sedang ingin liburan ke Madrid ",, jawab Chan dengan sangat senang sekali.


" Jika kamu pergi liburan, lalu kantor siapa yang akan menghandle?? ",, tanya Papa Agler kepada Chan.


" Iya tentu saja Papalah, masa Kakek ",, jawab Chan kepada Papa Agler.


Papa Agler langsung menampilkan wajah judesnya kepada Chan, sedang Chan langsung saja tertawa cukup keras sekali.


Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Chan pun langsung saja memesan tiket pesawat untuk terbang ke Madrid bersama sang adik esok hari.


Ansel yang sedang tertidur pulas karena pengaruh obat yang di minumnya, tiba-tiba saja di bangunkan oleh sang Kakak, jika mereka besok akan terbang ke Madrid untuk menyusul Aluisa.


Ansel yang mendengar kabar tersebut, tubuhnya terasa langsung terlihat segar, bugar, dan Ansel sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang pujaan hatinya lagi, yaitu Aluisa.

__ADS_1


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...


__ADS_2