
Alva langsung menaikan ke dua tangannya untuk menahan dada si L, yang seakan semakin menekan tubuhnya.
Senyum L masih terlihat, walau sangat tipis sekali, dan mata dia terus menatap lekat ke arah Alva, yang juga sedang menatap ke arahnya.
Sedangkan Alva sendiri, dia sedang menetralkan rasa canggungnya itu, karena ulah si L yang sedang berada begitu dekat sekali dengannya.
Ketika Alva sedang menahan rasa malunya, tiba-tiba L memundurkan langkah kakinya dan tiba-tiba juga pintu ruang kerja itu terbuka dengan sendirinya.
Sambil memundurkan langkah kakinya, ternyata L juga memencet remot otomatisnya yang dia kantongi, tanpa sepengetahuan dari Alva.
L mencoba mengintip ke luar, karena siapa tahu Gui masih berada di depan ruang kerjanya, dan ternyata Gui masih berada di situ sambil berbincang dengan Diega.
" Gui ",, panggil L kepada Gui.
Gui yang di panggil oleh si L, dia langsung berjalan mendekat ke arah L.
" Iya Tuan ",, jawab Gui kepada L.
L lalu membisikkan sesuatu di telinga Gui, entah apa yang di katakan oleh L, namun Gui mendengarkannya dengan sangat serius sekali.
" Baik Tuan, segera akan saya persiapkan berkasnya ",, jawab Gui kepada L.
" Saya tunggu dalam waktu sepuluh menit dari sekarang, cepat!! ",, kata L kepada Gui.
" Baik Tuan ",, jawab Gui kepada L.
L lalu mengkode Gui menggunakan jari tangannya untuk segera pergi dari hadapannya.
Dan Gui sendiri dia langsung berlalu pergi bersama Diega menuju ke dalam ruang kerjanya.
Sedangkan Alva tadi, dia masih diam saja di tempatnya berdiri, sambil menunggu L selesai berbicara.
L yang sudah selesai berbicara kepada Gui, dia langsung saja masuk lagi ke dalam ruang kerjanya dan mengunci pintunya secara otomatis.
" Kita cuma berdua saja di sini Nona, enaknya melakukan apa ya Nona Alva?? ",, tanya L kepada Alva sambil langsung duduk di pinggiran sofa.
" Saya tidak mau melakukan apapun bersama anda Tuan, dan ijinkan saya untuk pergi dari sini, karena saya tidak jadi menggantikan Chef Diega untuk bekerja di sini ",, jawab Alva dengan sangat santai sekali.
Alva tidak terlihat takut sama sekali terhadap L, dan Alva juga tidak terlihat malu sama sekali kepada L, itulah mengapa L menjadi semakin penasaran dengan Alva.
Padahal para wanita jika sudah berduaan dengan si L, mereka selalu cari muka dan berakting sok cantik hingga membuat L muak.
Tapi Alva ini berbeda, ada aura tersendiri yang L rasakan kepada Alva, dan membuat L menjadi ingin lebih lama lagi bersama Alva.
L yang mendengar perkataan dari Alva, dia langsung saja berdiri dari duduknya untuk mendekati Alva lagi.
" Orang yang sudah masuk ke dalam ruangan ini, tidak akan bisa ke luar dengan mudah Nona ",, kata L kepada Alva.
" Kenapa tidak bisa, saya punya hak untuk menentukan diri saya sendiri, dan saya ingin pergi dari sini ",, jawab Alva kepada L.
__ADS_1
Alva lalu berjalan ke arah pintu ke luar dan berusaha untuk membukanya, tapi sayang seribu sayang, pintu itu tidak bisa di buka sama sekali.
L tersenyum sambil menyilangkan ke dua tangannya di dada, ketika melihat Alva sedang berusaha membuka pintunya.
Alva yang tidak bisa membuka pintunya, dia lalu berbalik badan untuk menatap ke arah L.
" Apa ini yang anda cari Nona?? ",, kata L sambil memamerkan remot otomatisnya tadi.
" Tolong buka pintunya Tuan, dan untuk masalah yang sudah saya perbuat kepada anda, saya meminta maaf sebesar-besarnya ",, kata Alva kepada L.
" Saya tidak akan pernah memaafkan anda Nona ",, jawab L kepada Alva.
Alva mencoba untuk mendekat ke arah si L, dan ketika baru saja beberapa langkah berjalan, tiba-tiba pintu ruang kerja si L di ketuk dari luar.
L langsung berjalan ke arah pintu tersebut, sambil memencet remot otomatisnya.
Setelah pintunya sudah di buka, ternyata Gui yang mengetuk, dan L pun langsung mengambil berkas yang di berikan oleh Gui kepadanya.
L langsung masuk lagi sambil membawa berkas tersebut dan mengunci lagi pintunya menggunakan remot yang di bawanya.
L menaruh berkas itu di atas meja yang ada di situ, setelah itu dia lalu berjalan lagi mendekat ke arah Alva.
" Nona Alva, ada kabar bagus untuk anda ",, kata L kepada Alva.
Alva masih saja diam, sambil terus menatap ke arah L yang sedang berjalan ke arahnya.
L terus berjalan dan dia sengaja memutar arah, supaya Alva bisa berjalan mundur ke arah sofa yang ada di dalam ruang kerjanya.
" Maaf Tuan, saya tidak mau, saya tidak jadi mendaftarkan diri menggantikan Chef Diega ",, jawab Alva sambil memundurkan langkah kakinya.
L hanya tersenyum saja, dengan kaki terus berjalan maju, hingga akhirnya langkah kaki Alva tertahan sofa dan reflek membuatnya terjatuh di atas sofa tersebut.
L yang melihat Alva terjatuh di atas sofa, dia langsung saja mengukung tubuh Alva dengan menindih tubuhnya.
Dan tangan Alva sama seperti tadi, menahan dada L supaya tidak semakin menempel dengan tubuhnya.
L yang sudah berada di atas tubuh Alva, dia langsung memiringkan kepalanya untuk mencium leher Alva, yang aroma keringatnya begitu sangat dia sukai.
" Saya suka aroma tubuhmu, sangat segar di hidungku ",, kata L kepada Alva.
" Saya justru tidak suka dengan aroma tubuh anda Tuan, karena membuat saya eneg ",, jawab Alva kepada L.
L langsung saja tertawa, tertawa yang memperlihatkan jakunnya naik turun dan itu tanpa sadar membuat Alva sedikit terpesona.
" Anda adalah wanita pertama selain Mama dan juga adik saya, yang mengatakan seperti itu kepada saya ",, kata L kepada Alva.
" Saya bisa melakukan lebih dari pada ini, jika anda tidak mau menandatangi berkas yang ada di atas meja ",, kata L lagi kepada Alva.
" Apakah anda mengancam saya Tuan L yang terhormat?? ",, tanya Alva kepada L.
__ADS_1
" Bisa jadi ",, jawab L kepada Alva.
" Saya tidak mau!! ",, jawab tegas Alva kepada L.
" Ok, sepertinya anda ingin melakukan lebih bersama saya dari pada ini Nona Alva ",, kata L lagi kepada Alva.
" Silahkan jika anda bisa melakukannya kepada saya Tuan L ",, jawab Alva kepada L dengan sangat tenang sekali.
L langsung saja tersenyum miring mendengar jawaban dari Alva.
" Saya suka tantangan ",, kata L kepada Alva.
L lalu ingin memajukan lagi kepalanya ke arah Alva, namun sebelum itu terjadi, Alva sudah lebih dulu menendang aset milik L menggunakan lututnya.
Dan hal itu membuat L langsung mengaduh kesakitan sekali, sambil bangun dari atas tubuh si Alva.
Alva langsung tersenyum miring, melihat L sedang merasa kesakitan seperti itu.
" Bagaimana Tuan, apakah anda suka?? ",, tanya Alva kepada L.
" 514l!! ",, kata L sambil menahan rasa sakit di bagian bambu ajaibnya.
Alva sengaja mendekat ke arah L, karena dia ingin mengambil remot otomatisnya, yang sedang di kantongi oleh si L.
Ketika Alva sudah berada di depan L, dia langsung memeluk L dengan sangat erat sekali, dan hal itu membuat L menjadi sangat terkejut sekali.
Rasa terkejut L langsung hilang ketika dia merasakan tangan Alva, sedang mencoba mengambil remot pintunya.
Namun sayang, si L kalah cepat dengan Alva, karena dia sudah lebih dulu mengambil remot tersebut.
Adegan tarik menarik remot pun tidak terelakkan, dan akhirnya di menangkan oleh si L.
L langsung saja memeluk Alva dengan sangat erat sekali, akan tetapi L tidak tahu, jika Alva bukan wanita yang lemah.
Alva yang sudah di dekap erat oleh si L, dia langsung menendang bambu runcing milik L lagi menggunakan lututnya, dan lalu Alva memelintir tangan si L dan membanting tubuhnya di atas lantai yang keras itu.
Melihat L sudah bisa dia lumpuhkan, Alva bisa dengan mudah mengambil remot otomatis itu dari tangan si L.
Setelahnya, Alva membuka pintunya dan dia mencoba melangkahkan kakinya untuk ke luar dari dalam ruang kerja si L.
Tapi sayang bagi si Alva, sebab L tidak membiarkan hal itu terjadi.
Karena L, yang melihat Alva sudah melangkahkan kakinya ke luar dari dalam ruang kerjanya, dia langsung berusaha bangun, dan berlari mengejar Alva.
Untuk menangkap tubuh si Alva dan dia gendong seperti karung beras, untuk dia bawa masuk lagi ke dalam ruang kerjanya.
Nah kan, mereka sudah seperti tom and jerry😪😪🙄
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
__ADS_1
...***TBC***...