
" Ansel ",, ucap Aluisa sambil menangis tersedu-sedu.
" Ansel bangunlah ",, ucap Aluisa lagi sambil menggoyangkan tubuh Ansel yang sudah tidak bergerak sama sekali.
Aluisa meratapi tubuh Ansel yang terlihat sangat mengenaskan sekali dihadapannya. Air matanya sangat deras mengalir dari kelopak matanya yang indah itu.
Begitu sangat menyayat hati sekali suara tangisannya Aluisa, hingga tiba-tiba ada suara banyak orang yang mengalihkan pandangannya.
" Happy birthday Aluisa, happy birthday Aluisa ",, suara dari semua Keluarganya yang terdiri dari Papi Gilbert, Mami Elina, Mama Agnes, Ayah Ivar, Alva, si L, baby Thrishaan bahkan ada semua Keluarga Hartigan termasuk Chan dan Maria, beserta semua adik dan sepupu-sepupunya.
Wajah Aluisa terlihat sangat kebingungan, ditambah lagi Mami Elina datang sambil membawa sebuah roti yang terlihat sangat cantik dengan lilin angka dua puluh dua tahun di atasnya.
Semakin terkejut lagi, ketika Ansel tiba-tiba bangun dari aktingnya dan langsung mengajak Aluisa berdiri juga bersamanya.
" Ini-ini,? kalian?? ",, Aluisa sampai speechless.
" Mama, Ansel?? ",, tanya Aluisa kepada sang Mama dan Ansel.
" Cepat jelaskan kepada Aluisa, atau Paman bunuh kamu beneran ",, ucap Ayah Ito kepada Ansel.
Aluisa lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ansel yang berdiri di sampingnya. Dia melihat Ansel sedang mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya, yang ternyata sebuah cincin berlian yang sudah disiapkan sebelumnya.
" Maafkan aku Aluisa ," kata Ansel.
" Semua ini cuma kejutan yang sengaja aku siapkan untukmu ," jelas Ansel.
" Dan suara wanita yang kamu dengar kemarin, itu sahabatku yang memanggil kekasihnya yang sedang duduk di sampingku ," kata Ansel lagi.
" Apakah kamu tidak berbohong kepadaku soal wanita itu Ansel?? ," tanya Aluisa.
" Untuk apa aku berbohong, mereka saja ada di sini ," jawab Ansel.
" Hah?? ," ucap Aluisa.
" Itu mereka, mereka semua adalah teman-temanku yang sengaja aku undang ke mari ," jawab Ansel sambil menunjuk semua temannya yang sudah berdiri di belakang Mama Molly dan Chasel.
" Tidak mudah bagiku untuk bisa menyiapkan kejutan seperti ini untukmu, Aluisa ," kata Ansel.
" Terutama mendapatkan ijin dari Ayah mertua yang galaknya minta ampun itu ," ucap Ansel sambil menyindir Ayah Ito.
__ADS_1
" Bahkan tadi, cekikan di leherku saja itu sungguhan, padahal dia tahu jika ini cuma akting saja ," sindir Ansel lagi untuk Ayah Ito, dan langsung mendapatkan hadiah berupa jitakan di kepalanya oleh Ayah Ito.
" Nah kan, sakit Aluisa kepalaku ini ," Ansel manja kepada Aluisa.
Aluisa masih kebingungan dengan situasi yang ada, walau dia sudah dijelaskan semuanya oleh Ansel.
Tiba-tiba Ansel berlutut di hadapan Aluisa, untuk melamarnya secara langsung di hadapan semua Keluarganya.
" Aluisa, dengan segenap jiwa dan ragaku ini, aku ingin menjadikanmu sebagai istriku di sisa hidupku, apakah kamu mau menikah denganku?? ",, kata Ansel sambil membuka penutup cincin yang dibawanya.
Aluisa meneteskan air matanya, namun kali ini adalah air mata bahagia. Dan sekarang dirinya sudah mengerti, jika semua yang terjadi tadi adalah cuma akting saja.
" Iya, aku mau ",, jawab Aluisa sambil menangis terharu.
Ansel sangat senang sekali, dan dia langsung memakaikan cincin di jari manis Aluisa, yang sebelumnya sudah ada cincin pemberiannya dua tahun yang lalu.
" Ayo sekarang tiup lilinnya Aluisa ",, kata Mami Elina berjalan mendekati Aluisa.
Aluisa dilamar oleh Ansel tepat dihari ulang tahunya, karena memang itu yang diinginkan oleh Ansel sebelumnya.
Aluisa langsung meniup lilin yang daritadi sudah menyala di atas roti ulang tahunnya.
Semua orang bersorak gembira, karena sudah berhasil mengerjai Aluisa. Dan Aluisa menjadi malu sendiri, karena bisa tertipu dengan kejutan dari Ansel.
Semua itu sangat mendadak sekali bagi Aluisa, sebab Ansel mengatakan kepadanya, jika dia akan menikahinya nanti kalau sudah lulus kuliah, tapi tidak tahunya, baru dua tahun menimba ilmu, dirinya sudah diajak menikah oleh Ansel.
Baik Ansel dan Aluisa masih pada sibuk dengan kuliah mereka masing-masing, Namun semua itu tidak menyurutkan niat Ansel untuk menikahi Aluisa, sebab dirinya yakin, bisa menghidupi Aluisa walau masih kuliah.
Ayah Ito sebenarnya tipe orang yang santai, tapi kejam. Dia cuma memberikan syarat kepada Ansel mudah sekali, yaitu asal dia bisa membahagiakan Aluisa sampai kapanpun, jiwa psikopatnya tidak akan naik kepermukaan.
Dengan tekad yang bulat, dan dari dorongan sang Kakak yaitu Chan, akhirnya, disinilah Ansel sekarang, sedang menunggu Aluisa di atas altar pelaminan.
Pandangan semua para tamu undangan yang hadir langsung teralihkan ke arah Aluisa, yang sedang berjalan bersama Ayah Ito menuju ke atas Altar.
Ayah Ito masih tidak menyangka dengan perjalanan hidupnya yang menurutnya sangat unik sekali.
Bertemu dengan sang istri secara tidak sengaja, lalu jatuh cinta dengan seiring berjalannya waktu dan mempunyai anak, sekarang dirinya mengantarkan sendiri putri satu-satunya menikah dengan laki-laki yang dia yakini sebagai reinkarnasinya Ansel.
Mama Linn tersenyum melihat sang putra bungsu berdiri di atas altar menunggu Aluisa, dan sama seperti Ayah Ito, Mama Linn sangat percaya sekali dengan perkataan dari Ayah Ito dulu, jika Ansel adalah reinkarnasinya Ansel yang berjodoh dengan Greta, adik iparnya yang sudah lama meninggal.
__ADS_1
Ketika Aluisa sudah berada dihadapan Ansel, Ayah Ito langsung menyerahkan sang putri tercinta kepada Ansel dengan penuh kebanggaan.
" Ayah titip Aluisa, jangan kamu buat dia menangis, atau mata kamu akan Ayah lepaskan dari tempatnya, untuk mengusap air matanya yang berharga itu!! ",, kata Ayah Ito.
" Ayah mertua tenang saja, karena itu tidak akan terjadi ",, jawab mantap dari Ansel.
Ayah Ito lalu berjalan ke arah barisan Keluarganya untuk menyaksikan Ansel dan Aluisa menikah.
Dengan diiringi pembacaan doa yang khidmat dari Pak Pendeta, serta semua susunan acara sudah dilaksanakan dengan lancar, akhirnya Pak Pendeta meresmikan Ansel dan Aluisa sebagai sepasang suami istri yang sah secara agama dan juga Negara.
Sorak gembira langsung terdengar di dalam gereja tersebut, karena menyambut kebahagiaannya Ansel dan Aluisa sebagai pengantin baru.
Sebagai simbol mereka sudah sah, Ansel mencium Aluisa dengan sangat mesra dan lembut sekali di bibirnya, langsung dihadapan semua orang yang ada di dalam gereja tersebut.
Sekarang kegalauan yang dirasakan oleh Aluisa sejak beberapa hari yang lalu sudah tidak dia rasakan lagi, sebab dirinya sudah sah menjadi istri dari Ansel Hartigan.
Bahkan setelah menikah, Aluisa akan pindah kampus, supaya bisa berkuliah bersama Ansel dan tinggal di apartemen milik Ansel yang ada di sana.
Lengkaplah sudah kebahagiaan semua orang, karena semua orang saat ini sudah mendapatkan pasangan mereka masing-masing.
Dan sebagai bonusnya, setelah satu minggu menghadiri pernikahan Ansel dan Aluisa, Alva ternyata positif hamil lagi.
L begitu sangat senang sekali ketika mengetahui jika sang istri sedang hamil untuk ke dua kalinya sekarang.
Kebahagiaan L semakin berlipat ganda, ketika beberapa bulan kemudian, sang istri melahirkan putri cantik mereka yang L bernama Aeleasha Calandra Emperatriza Damara yang berarti anak perempuan yang jujur, unik dari seorang pemimpin yang kuat dan berkuasa dan nama panggilannya adalah baby Calandra.
...END...
Terimakasih atas dukungannya selama ini ya guys, maaf jika tidak sesuai dengan ekspetasi kalian semua, karena ini kehaluan versi saya.
Jadi, jika ingin sesuai dengan ekspetasi kalian, ya artinya kalian harus membuat cerita sendiri.
Tolong bagi readers jangan suka memberikan rating yang jelek kepada karya author manapun.
Jika tidak suka tolong tinggalkan, dan jangan meninggalkan jejak yang buruk, sebab kalian semua belum tentu bisa membuat cerita novel seperti kami para author.
Memang memberi nilai adalah hak asasi semua orang, tapi apakah rugi jika kita saling menghargai usaha atau kerja keras dari orang lain, yang penuh perjuangan jika ingin Up satu bab saja.
Sekian atas waktunya dan saya ucapkan terimakasih.
__ADS_1
Salam kenal : Maria_azis.
...*____________________*...