
Arga yang sudah mendapatkan perintah dari Papa Alex, dia langsung saja segera menyuruh beberapa anak buahnya untuk mematai-matai Keluarga Ayah Ito atau Ayah Ivar.
Sayang seribu sayang, baru saja sampai di depan rumah super mewah milik Ayah Ito, beberapa anak buah melihat jika rumah itu sangat sepi sekali, cuma ada beberapa anak buah saja yang berjaga di depan pintu gerbang.
Melihat hal itu sang ke tua yang ikut memantau, langsung menyuruh salah satu anak buahnya untuk bertanya kepada sang penjaga pintu gerbang.
Anak buah tadi langsung saja ke luar dari dalam mobil untuk berjalan menuju ke arah pintu gerbang.
Sesampainya di depan pintu gerbang, dia langsung saja di tanya oleh sang penjaga, ada keperluan apa.
" Permisi Tuan ",, tanya anak buah Papa Alex, kepada anak buah Ayah Ito.
" Iya Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?? ",, jawab dari anak buah Ayah Ito.
" Tuan, apakah di sini benar kediaman dari Tuan Roderick?? ",, tanya anak buah Papa Alex.
" Iya, benar, ada keperluan apa anda mencari majikan saya?? ",, tanya anak buah Ayah Ito.
" Bukan saya yang mencari, tapi majikan saya, dan dia menyuruh saya untuk mencari tahu terlebih dahulu benar apa tidak Tuan Roderick tinggal di sini, jika benar majikan saya akan berkunjung ke sini, sebab majikan saya ada keperluan penting dengan Tuan Roderick ",, jawab berbohong dari anak buah Papa Alex.
" Di sini memang benar kediaman dari Tuan Pietro Roderick Tuan, tapi maaf, saat ini mereka semua sudah pergi ke Luar Negeri, baru saja tadi ",, jawab anak buah Ayah Ito.
" Oh, baiklah kalau begitu, terimakasih informasinya, nanti saya akan sampaikan ke majikan saya, permisi Tuan ",, kata anak buah Papa Alex.
" Iya sama-sama ",, jawab anak buah Ayah Ito.
Dan anak buah Papa Alex pun langsung kembali ke dalam mobil lagi dan melaporkannya kepada ke tuanya.
Sang ke tua yang mendengar informasi dari anak buahnya, dia langsung saja menyuruh anak buahnya untuk segera menuju ke mansion Papa Alex.
Sesampainya di mansion Papa Alex, sang ke tua tadi, langsung berlalu masuk ke dalam mansion untuk menemui Papa Alex.
Namun, karena menemui Papa Alex tidak semudah yang kita kira, sang ke tua memutuskan untuk bertanya kepada Liko terlebih dahulu.
Setelah bertanya kepada Liko, akhirnya sang ke tua tadi tahu di mana keberadaannya Papa Alex, yang ternyata masih berada di dalam ruang kerja bersama Papi Tara.
" Sana buka dulu pintunya ",, perintah Papa Alex kepada Papi Tara.
__ADS_1
" Dasar adik durhaka, aku pecat jadi adik baru tahu rasa ",, kata Papi Tara kepada Papa Alex.
Walau menggerutu, Papi Tara tetap membukakan pintunya untuk sang ke tua tadi.
Ketika pintu sudah di buka oleh Papi Tara, sang ke tua tadi langsung saja di suruh masuk oleh Tara.
" Ada apa?? ",, tanya Papa Alex kepada anak buahnya.
" Tuan Alex, Tuan Roderick, baru saja pergi ke Luar Negeri bersama seluruh Keluarganya Tuan, saya baru saja mengeceknya sendiri dan bertanya kepada penjaga rumahnya ",, lapor sang ke tua tadi kepada Papa Alex.
" Apa!! ",, tentu saja Papa Alex merasa sangat terkejut sekali, sebab dia sudah terlambat untuk memantau Keluarga Roderick.
" Apakah kamu tahu ke mana Keluarga Tuan Roderick pergi?? ",, tanya Papa Alex kepada anak buahnya.
" Tidak Tuan, karena sang penjaga rumah, mereka tidak ada yang mau mengatakannya kepada kami ",, jawab sang ke tua tadi kepada Papa Alex.
Papa Alex reflek langsung menggebrak meja kerjanya, ketika sudah mendengar jawaban dari anak buahnya.
" Kamu cari tahu terus, kerahkan yang lainnya untuk mencari tahu keberadaan dari Keluarga Roderick di manapun mereka berada ",, perintah tegas dari Papa Alex.
" Baik Tuan Alex, perintah anda akan segera saya kerjakan, permisi ",, jawab dari sang anak buah kepada Papa Alex sambil membungkukkan sedikit badannya.
Papa Alex hanya mengangguk saja kepada anak buahnya, dan anak buah tadi langsung saja berlalu pergi dari dalam ruang kerjanya.
Sepeninggal dari anak buahnya, Papa Alex terdiam sambil memikirkan sesuatu, dan sedikit melupakan keberadaannya Papi Tara yang masih ada di situ.
" Kamu tenang saja Alex, kan masih ada aku di sini, aku akan membantu kamu mencari mereka ",, kata Papi Tara kepada Alex.
" Iya, itu lebih baik, dan segeralah kerahkan semua anak buah kamu untuk membantuku ",, jawab Papa Alex kepada Papi Tara.
" Ok ",, jawab Papi Tara.
Sedangkan kita bergeser ke dalam kamar si L, Simon saat ini sedang menasihati sang keponakan tercintanya.
" L, kamu sepertinya benar-benar membuat Mama kamu kecewa dan marah besar kepadamu, segeralah meminta maaf kepadanya ",, kata Simon kepada L.
" Selama Paman mengenal Mama kamu, Paman tidak pernah melihat Mama kamu semarah ini dengan seseorang, karena di mata Paman, Mama kamu orang yang lucu, lugu dan juga polos ",, kata Simon lagi kepada si L.
__ADS_1
" Paman benar, L sudah membuat Mama bersedih, dan tolong berikan L obat yang bisa cepat membuat luka ini kering, supaya L bisa segera menebus kesalahan L kepada Alva dan membuat Mama tidak marah lagi kepada L Paman ",, jawab L kepada Simon.
" Ini obat herbal L, jika habis belilah lagi jika luka di wajah kamu beli kering, dan apakah kamu tahu obat ini milik siapa?? ",, kata Simon sambil menyerahkan bungkusan obat.
" Siapa?? ",, tanya L kepada Simon.
" Keluarga Roderick, lebih tepatnya milik Paman dari gadis yang kamu nodai ",, jawab Simon kepada L.
Simon sudah tahu cerita selengkapnya, dan alangkah terkejutnya Simon, ketika mendengar siapa nama gadis itu, terlebih lagi rumah sakit tempatnya bekerja yang mensuplai obat-obatan adalah pabrik obat herbal milik Ayah Ito.
L cukup terkejut mendengar jawaban dari sang Paman, dan tanpa dia sadari dari dulu ternyata dia sudah berhubungan dengan Keluarga Roderick tanpa dia sadari.
" Obat ini sangat besar khasiatnya L, dan cepat menyembuhkan luka, bahkan Paman sampai heran, terbuat dari apa otak dari Pamannya Alva, hingga bisa menciptakan obat herbal dan ramuan herbal seperti ini ",, kata Simon kepada L.
Zuriel dan Saddam yang masih ada di situ, mereka hanya mendengarkan saja apa yang sedang dibicarakan L dan Simon, sambil menahan rasa terkejut mereka.
" Rutinlah oleskan salep ini dan minumlah obat ini, Paman yakin tiga hari lagi kamu sudah lebih baik ",, kata SImon lagi.
" Apakah salep ini juga beli di sana Paman?? ",, tanya L kepada Simon.
" Iya, salep ini juga racikan Pamannya Alva ",, jawab Simon kepada L.
" Sudah ya, Paman mau kembali ke rumah sakit lagi, kamu baik-baik di rumah, perbanyak makan buah dan beristirahat yang cukup, supaya cepat sembuh ",, kata Simon lagi.
" Semangat L, meraih cinta sejatimu dan kata maaf dari Mama kamu, kamu laki-laki, tunjukkan jika kamu bisa ",, semangat dari Simon untuk L.
" Terimakasih Paman ",, jawab L kepada sang Paman.
" Kalian berdua, jagalah Kakak kalian yang bodoh ini, Paman pamit dulu ",, kata Simon kepada Zuriel dan Saddam.
" Siap Paman ",, jawab Zuriel dan Saddam secara bersamaan.
Setelah itu Simon langsung melangkahkan kakinya untuk ke luar dari dalam kamar si L, dan L sepeninggal dari sang Paman, dia sedang mengamati obat serta salep yang sedang di pegangnya tanpa tahu jika gadis yang sudah membuatnya tertarik sudah pergi dari Negara kelahirannya.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...
__ADS_1