
Ciuman yang awalnya lembut, sekarang berubah menjadi agresif, dan penuh tuntutan, terutama bagi Ansel.
Tubuhnya tanpa sadar menindih tubuh Aluisa yang ada di bawahnya, serta tanpa bisa dikondisikan, tangan yang sudah mulai tumbuh kekar itu, sudah berada di bukit 3mpuk milik Aluisa.
R3emaa54n pertama dari Ansel, membuat Aluisa mendee54h tertahan.
Ansel yang mendengar Aluisa mendee54h karena ulah tangannya, dia reflek melepaskan ciumannya untuk menatap wajah Aluisa.
Kali ini dengan sengaja, Ansel m3reem45nya untuk ke dua kali, hingga membuat Aluisa menahan suara dee54h4nnya.
Ansel tersenyum, melihat wajah Alva sedikit memerah karena ulah tangannya.
" Stop Ansel, aaaahh ",, ucap Aluisa, akhirnya keceplosan mendee54h lagi, karena Ansel sengaja m3r3m45nya lagi.
Tanpa ba bi bu, Ansel langsung mencium Aluisa lagi tepat di bibirnya.
Mereka berciuman dengan sangat lembut, mesra dan juga aa9r3sif, hingga ciuman itu lalu berpindah ke leher putihnya Aluisa.
" Aaahh, Ansel, apa yang ingin kamu lakukan?? ",, kata Aluisa.
" Stop, aaahh ",, ucap Aluisa lagi.
Ansel pun lalu menghentikan aksinya dan menatap wajah Aluisa yang benar-benar sudah memerah karena ulahnya.
" Apakah mau kita lanjutkan lagi?? ",, tanya Ansel.
" Apakah kamu siap berhadapan dengan Ayah, bahkan di penggal kepalanya jika berani menyentuhku?? ",, tanya balik dari Aluisa kepada Ansel.
" Jika aku bisa menendang aset Ayah kamu, pasti akan aku lakukan, karena sudah membuatku menahannya sekarang, yang sudah berada di ujung tanduk!! ",, jawab Ansel sambil marah-marah sendiri.
Ansel lalu bangun dari atas tubuh Aluisa dan beranjak turun dari atas ranjang untuk berjalan ke arah jendela.
Aluisa yang mengerti bagaimana perasaan Ansel sekarang, dia langsung tersenyum dan menyusul Ansel yang sudah berdiri di dekat jendela.
Aluisa lalu memeluk Ansel dari belakang dengan sangat mesra sekali.
" Jika kamu sudah tidak tahan, aku bisa membantumu?? ",, ucap Aluisa.
" Caranya?? ",, tanya Ansel yang masih polos.
Aluisa lalu memencet tombol gorden, supaya menutup dengan sempurna, setelahnya, dia pun berjongkok di depan celana Ansel dan melepaskan ikat pinggangnya.
" Apa yang ingin kamu lakukan Aluisa?? ",, tanya Ansel merasa kebingungan.
Aluisa hanya diam saja, dan dia akhirnya bisa melepaskan celana yang dipakai oleh Ansel, beserta daalaam4nnya juga.
" Hei,!! apa yang kamu lakukan?? ",, tanya Ansel lagi kepada Aluisa sambil menutupi tongkat ajaibnya itu.
__ADS_1
Aluisa mencoba menyingkirkan tangan Ansel yang sedang menutupi aset berharga tersebut, dan setelahnya, tanpa Ansel duga, Aluisa langsung memasukkan tongkat ajaibnya ke dalam mulutnya.
" Ow, 5h1t!! ",, ucap Ansel, sebab ini pertama kalinya dia merasakan kenikmatan yang sungguh teramat nikmat sekali.
" Aaaaaahhh, Aluisa!! ",, kata Ansel sambil mendongak dan memejamkan matanya.
" Ow, 5h1t, aaaaahh, uuuhhhh ",, ucap Ansel lagi, sebab Aluisa sedang memainkan tongkatnya menggunakan lidahnya dengan sangat pintar sekali.
Walau sama-sama belum mempunyai pengalaman seperti itu di seumur hidup mereka, tapi instingnya lah yang menuntun Aluisa melakukan seperti itu kepada Ansel.
Aluisa memainkan pucuk kepala tongkat Ansel menggunakan bibirnya dan dia gigit kecil yang menambah kesan nikmat di dalam tubuh Ansel, hingga akhirnya, Ansel bisa mengeluarkan juga c41ran putih miliknya yang sangat berharga itu ke dalam mulut Aluisa.
Ansel yang merasa lemas, lalu berjalan ke arah ranjang, dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke ranjang tersebut.
Dengan nafas yang tidak beraturan, Ansel merasa tubuhnya sangat ringan dan juga lega sekali.
Sedangkan Aluisa, masih sibuk membersihkan c41r4n tadi yang masuk ke dalam mulutnya.
" Rasanya tidak enak!! ",, gerutu Aluisa.
" Emm tadi milikku apa kamu telan?? ",, tanya Ansel.
" Iya, aku penasaran sama rasanya, dan aku tidak suka ",, jawab Aluisa.
Aluisa lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk berkumur-kumur, dan Ansel yang melihat sikap Aluisa seperti itu, langsung tertawa terbahak-bahak, hingga membuat jakunnya naik turun berirama.
" Kenapa kamu terburu-buru sekali Aluisa?? ",, tanya Ansel.
" Aku takut, jika Ayah akan mencari ku ",, jawab Aluisa.
" Tidak mungkin Paman Pietro mencari mu, karena Ayah kamu tahu, jika kamu sedang pergi bersamaku saat ini ",, kata Ansel.
" Sudah tenanglah, tidak perlu takut lagi ",, kata Ansel sambil menarik tubuh Aluisa hingga jatuh ke atas tubuhnya.
" Biar Paman Pietro, aku saja yang menghadapinya ",, ucap Ansel lagi sambil memeluk pinggang ramping Aluisa.
" Kalau begitu lepaskan aku dulu, itu kamu terasa lengket di p4h4ku ",, kata Aluisa.
Ansel tertawa dan dengan santainya dia langsung menarik tengkuk Aluisa untuk dia cium lagi.
Mereka berciuman berulang kali untuk menikmati waktu bersama mereka, sebelum akhirnya, Ansel pergi ke luar Negeri dan meninggalkan Aluisa di sini.
Meninggalkan Ansel dan Aluisa yang sedang di mabuk asmara, kita beralih ke Alva dan juga L lagi.
Setelah kepergian Chan dari dalam mansion, L langsung mengajak Alva untuk masuk ke dalam kamar dan beristirahat.
" Apa Mami benar-benar tidak tahu, jika Chan sudah menikah selama ini?? ",, tanya L.
__ADS_1
" Kenapa sepertinya Papi mencurigai Mami!! ",, jawab judes dari Alva.
" Bukannya begitu, jangan marah dulu dong ",, kata L.
" Papi turut bahagia, karena akhirnya dia bisa mendapatkan pendamping hidup, itu artinya Chan sudah bisa move on dari Mami dan tidak ada lagi ancaman bagi Papi untuk memiliki Mami ",, ucap L sambil memeluk Alva.
" Jika Papi percaya kepada Mami, seharusnya Papi tidak perlu takut, jika ada laki-laki yang mencintai Mami ",, jawab Alva.
" Sudahlah jangan dibahas lagi ",, kata L yang tidak mau berdebat.
" Oh ya, mansion nya ko sepi sekali sayang, ke mana Papa sama Mama,? bukankah tadi sebelum Papi pergi mereka ada di rumah?? ",, tanya L.
" Papa sama Mama sedang pergi menghadiri acara pernikahan anak koleganya Papa bersama Kakek, Nenek, Oma dan Opa ",, jawab Alva dan L hanya ber oh ria saja.
Karena L masih ingin bermain dengan jagoannya, dia pun mengganggu baby Thrishaan yang sedang tidur, dengan dia cium di seluruh wajahnya.
" Papi, biarkan Thrishaan tidur, kasihan dia, nanti tidurnya terganggu!! ",, marah Alva kepada L.
" Tapi Papi masih ingin bermain sama dia, Mami ",, jawab L.
" Nanti saja jika sudah bangun ",, jawab Alva.
" Kalau begitu, Papi bermain sama Mami saja ya ",, kata L sambil mengedipkan matanya.
" Tidak mau, Mami kan masih libur ",, jawab Alva sambil men7ulurkan lidahnya.
Setelah itu, Alva langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan L bersama baby Thrishaan berdua saja.
Singkat cerita hari-hati telah berlalu, dan minggu pun sudah berganti dengan bulan, bulan pula sudah berganti dengan tahun.
Tidak terasa umur baby Thrishaan saat ini sudah menginjak usia dua tahun, dan itu artinya anak Chan dan Maria sudah lahir ke dunia dan sekarang sudah berusia sekitar delapan belas bulan.
Selama dua tahun itu pula Ansel dan Aluisa cuma berkomunikasi lewat media sosial saja. Dan mereka berdua sudah benar-benar sangat rindu sekali ingin segera bertemu.
Di saat mereka sedang asik bertelepon ria seperti biasanya, Aluisa tidak sengaja mendengar seorang wanita sedang memanggil dengan sebutan baby.
Hal itu membuat Aluisa merasa terkejut dan penasaran secara bersamaan.
" Ansel, siapa dia?? ",, tanya Aluisa.
" Akan aku jelaskan nanti saja ya Aluisa, daaa ",, jawab Ansel, dan setelahnya, Ansel pun langsung mematikan sambungan teleponnya itu.
Pikiran dan perasaan Aluisa menjadi sangat tidak tenang sekali, karena sikap Ansel sangat mencurigakan sekali.
Bahkan, ketika Aluisa mencoba menghubungi Ansel kembali, panggilan teleponnya malah sengaja di matikan oleh Ansel.
Nah kan??🤔
__ADS_1
...***TBC EXCHAP***...