Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
MEMBAIK


__ADS_3

Setelah kejadian semalam, hubungan Alva dan L semakin membaik.


L dan Alva yang sudah sama-sama selesai mandi, saat ini sedang menikmati sarapan mereka yang terlambat dengan seadanya.


Wajah L dan Alva terlihat malu-malu ketika saling berbicara atau bertatap muka. L yang melihat, entah kenapa seperti ingin menggoda Alva.


" Alva, kamu kenapa,? apa kamu sedang sakit?? ",, tanya si L sambil memegang dahinya Alva.


" Tidak, aku tidak sakit, dan aku baik-baik saja ",, jawab Alva.


" Lalu kenapa pipi kamu daritadi memerah Alva?? ",, tanya L sambil mengusap pipinya Alva.


" Apaan sih L, jangan begini ",, jawab Alva, dan pipinya malah semakin memerah.


" Pasti kamu sedang membayangkan kegiatan indah kita semalam kan?? ",, goda L.


" Tenang saja, jika kamu mau lagi dan mengijinkanku, aku akan memuaskanmu malam nanti ",, goda L lagi.


" L, jangan melunjak deh ",, jawab Alva sambil terus menahan rasa malunya.


L yang melihat Alva malu, malah tertawa senang sekali karena wajah Alva yang seperti itu.


" Aku sudah selesai, kamu baik-baik ya di rumah, atau kamu mau ikut denganku ke kantor, nanti kita bisa melakukan itu di dalam kamar rahasiaku ",, goda L lagi.


" Aku cubit lho ",, kata Alva.


" Nih cubit saja ",, kata L mendekatkan pipinya.


Pipi si L beneran langsung dicubit oleh Alva, karena Alva benar-benar merasa gemas sekali dengan sikap L pagi ini.


" Aaah sakit tahu Alva ",, kata si L.


" Biar saja ",, jawab Alva.


" Oh, ya nanti sore jangan lupa bersiap-siap ya untuk terbang ke Swiss, aku pulang dari kantor kita langsung ke Bandara, karena Mama sama Papa dan yang lainnya sudah berangkat tadi pagi ",, kata L.


" Memangnya ada apa di Swiss?? ",, tanya Alva.


" Aduh istriku lupa ya, besok kan acara pernikahannya Adam dan Feyrin, kemarin Mama dan Papa sudah bercerita ",, jawab L.


" Oh ya maaf aku lupa ",, jawab Alva sambil tertawa.


" Wajar saja lupa, karena otaknya masih kebayang-bayang kejadian semalam ",, goda si L lagi.


Alva langsung melotot kearah L yang sedang tertawa.


" Aku berangkat ",, kata L sambil berdiri dari duduknya dan diikuti oleh Alva.


" Daaaa ",, kata L, dan diam-diam sebelum dia berlalu ke luar rumah, L langsung mencium pipi Alva.


Alva bukannya marah, dia tersenyum sambil memegangi pipinya.


" Hati-hati di jalan ",, teriak Alva kepada L yang sudah masuk ke dalam mobil.


Mobil sport milik L pun akhirnya pergi berlalu dari halaman rumah Ayah Ito untuk menuju ke Perusahannya.


L mengendarai mobilnya sendirian tanpa di sopiri anak buahnya, dan dia mengendarai mobilnya dengan bibir yang terus tersenyum senang, karena pada akhirnya dia bisa melakukan itu lagi bersama Alva karena ketidaksengajaan.


Sesampainya di kantor, walah L masih terlihat cring cerah ceria sekali, dan ketika Saddam melihat wajah si L seperti itu, dia menjadi bingung sendiri.


" Kak L, ada apa dengan wajahmu?? ",, tanya Saddam.

__ADS_1


" Apakah kamu baru saja mendapatkan jatah dari Nona Alva?? ",, tanya Saddam kepo.


" Urus saja pekerjaanmu jangan banyak bertanya, dan sekarang kita sedang berada di kantor, panggil yang lebih sopan ",, jawab si L.


Saddam hanya memajukkan bibirnya karena cemberut ketika ditegur oleh si L.


" Ayo ikut aku ke dalam, ada hal yang ingin aku bicarakan kepadamu ",, kata L kepada Saddam.


" Baik Tuan L ",, jawab Saddam.


Saddam akhirnya ikut masuk ke dalam ruang kerja si L, dan L yang sudah duduk di kursi kerjanya langsung saja menanyai tentang berkas kerjasama dengan Tuan Hendrik.


" Sebentar Tuan L, akan saya ambilkan dulu ",, jawab Saddam.


L hanya mengangguk saja, dan tidak lama setelah berkas kerjasama itu sudah diambil oleh Saddam, Saddam langsung memberikannya kepada si L.


Tanpa diduga oleh Saddam, L langsung merobek berkas kerjasama itu dan lalu membuangnya di tempat sampah.


" Kamu hancurkan Perusahaannya sampai ke akar-akarnya, dan sekretaris Tuan Hendrik, culik dia, masukkan dia ke dalam markas, supaya dia melayani semua anak buahku ",, perintah L.


Jika Saddam mendengar perintah bengis dari L seperti itu, itu artinya ada sesuatu yang sudah terjadi, dan hal itu pasti sangat fatal sekali.


" Jangan sampai wanita 74l4n9 itu lolos, dia harus berada di markas untuk terus melayani anak buahku sampai kapanpun ",, kata L lagi.


" Aku tidak peduli kalau dia sampai hamil sekalipun, karena dia sudah berani membuatku marah!! ",, kata L.


" Kalau boleh tahu, hal apa yang sudah mereka lakukan kepada anda Tuan L?? ",, tanya Saddam.


" Mereka sudah berani memberikan obat p3r4n954n9 ke dalam minumanku semalam, dan juga sengaja ingin menghancurkanku melalui sekretaris itu ",, jawab L.


" Jadi apakah kamu sudah tahu Saddam, apa yang harus kamu lakukan?? ",, tanya L kepada Saddam.


" Aku tidak mau mendengar kata gagal, secepatnya aku ingin mendengar Perusahaannya bangkrut dan Tuan Hendrik berikanlah hukuman yang setimpal atas perbuatannya ",, kata L lagi.


" Segera saya akan menyelesaikan perintah anda ",, kata Saddam lagi.


" Satu hal lagi Saddam ",, kata L.


" Besok aku akan pergi ke Swiss untuk menghadiri pernikahan Adam dan Feyrin, kamu handle kantor terlebih dahulu sampai aku kembali, dan kalau ada apa-apa segera beritahukan kepadaku ",, kata L.


" Baik Tuan L ",, jawab Saddam.


" Silahkan kamu kembali bekerja ",, kata L.


Saddam lalu berpamitan pergi dari ruang kerja L untuk kembali ke meja kerjanya sendiri.


Seperti perintah dari L tadi, Saddam langsung mengerahkan semua anak buahnya, dibantu dengan anak buah sang Ayah, untuk menangkap Tuan Hendrik beserta sekretarisnya.


Sedangkan Saddam sendiri, dia mengotak-atik laptop dan juga komputernya untuk menghacker data dari Perusahaan Tuan Hendrik supaya bisa gulung tikar dalam hitungan detik saja.


Tidak hal sulit bagi Keluarga Damara untuk menghancurkan para musuhnya.


Bagi mereka, hal seperti itu adalah hal yang mudah, dan bisa dilakukan sambil tutup mata sekalipun.


Sepeninggal dari Saddam tadi, L langsung mengerjakan pekerjaannya, dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, dia sudah tidak sabar ingin segera pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, L langsung melihat Alva sedang menonton televisi sendirian, dan L dengan beraninya langsung merebahkan badannya dengan kepala beralaskan p4h4nya Alva.


" Sepertinya kamu capek sekali L?? ",, tanya Alva sambil mengusap lembut rambut kepala si L.


" Tidak terlalu sih, hanya saja entah kenapa punggungku rasanya pegal semua ",, jawab si L.

__ADS_1


" Sini aku pijitin ",, kata Alva.


" Jangan di sini, di sini tidak enak tempat rebahannya ",, jawab L.


" Baiklah, ayo kita ke kamar kalau begitu ",, kata Alva.


" Baiklah ayo ",, jawab L.


Tanpa diduga oleh Alva, L tiba-tiba menggendongnya ala bridal style dan Alva tidak marah, cuma merasa terkejut saja.


Ketika sudah sampai di dalam kamar, L langsung menurunkan Alva dengan perlahan.


" Sebentar aku mau mandi dulu, gerah sekali rasanya ",, kata L.


" Iya baiklah ",, jawab Alva.


Selesai mandi, L ke luar dari dalam kamar mandi cuma memakai c3l4n4 d4l4m saja, dan hal itu membuat Alva langsung menutupi wajahnya menggunakan ke dua telepak tangannya.


Namun L tidak peduli, karena niatnya memang ingin mengerjai Alva.


L tersenyum puas sambil merebahkan badannya di atar ranjang sebelah Alva duduk.


" Ayo Alva, aku sudah siap, cepat pijit punggungku ",, kata L.


" Ta-tapi, bisakah kamu memakai c3l4n4 kamu dulu L, aku malu ",, jawab Alva masih dengan wajah tertutup.


" Untuk apa malu, jika kamu mau, ayo kita melakukannya lagi, aku siap ko ",, goda si L.


" Aku tidak mau aah, aku tidak jadi memijatmu, aku mau ke luar saja ",, kata Alva.


Alva langsung beranjak berdiri dari duduknya di pinggir ranjang, tapi sebelum Alva melangkah pergi, tangan dia langsung ditarik oleh si L, hingga membuat Alva langsung jatuh ke dalam pelukannya si L yang cuma memakai c3l4n4 d4l4m saja.


Alva memberontak ingin melepaskan diri, tapi sayang L memeluknya dengan sangat erat sekali.


" L tolong lepaskan aku, aku mau pergi ",, kata Alva.


" Jangan pergi Alva, karena aku bisa mati karenamu ",, jawab si L.


" Aku tidak pergi darimu, aku cuma ingin ke luar dari dalam kamar, karena kamu cuma memakai itu saja ",, jawab Alva.


L tidak menjawab, matanya memandang Alva dengan tatapan penuh keterpesonaan, hingga tanpa sadar L memajukan wajahnya mendekat ke wajah Alva.


Sebelum bibir mereka menempel, untuk menjaga Alva supaya tidak marah dengannya, L pun meminta ijin terlebih dahulu kepadanya.


" Apakah aku boleh menciummu Alva?? ",, tanya L.


" Sejak kapan Tuan L yang berkuasa ini meminta ijin ketika ingin menciumku?? ",, tanya balik dari Alva.


" Sejak kamu mengajariku apa arti cinta yang sejati ",, jawab si L.


" Lakukanlah kalau begitu ",, jawab Alva juga.


" Ajari aku juga, bagaimana rasanya cinta sejati terhadap suamiku sendiri ",, kata Alva lagi.


Mendengar jawaban dari Alva, L tersenyum manis sekali, hingga akhirnya dia mencium bibir Alva dengan penuh kelembutan, penuh dengan perasaan, sampai-sampai membuat Alva ter6u41 dibuatnya.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


Cie elah, pengantin baru, baru sadar maksudnya🤣🤣🤣.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2