
L yang sudah masuk ke dalam mobilnya, dia langsung berteriak dengan sangat keras sekali, karena dadanya terasa sangat sesak melihat tontonan mesra antara Chan dan Alva.
Saddam yang sudah berdiri di samping mobil L, dia langsung masuk ke dalam mobil tersebut.
" Kak ",, panggil Saddam dengan sedikit takut.
" Kamu lihat Saddam,!! kamu lihat tadi mereka sedang apa?? ",, kata L dengan wajah yang terlihat marah.
" Mereka berciuman di depan semua orang dengan begitu romantisnya, apa mereka tidak tahu malu hah!! ",, kata L lagi kepada Saddam.
" 63r3n953k!! ",, kata L sambil memukul stir mobilnya.
" Sabar Kak, akan aku selidiki segera siapa laki-laki itu ",, kata Saddam kepada L.
L hanya diam saja, sambil menatap marah ke arah restoran yang baru saja dia datangi tadi, sedangkan Saddam langsung menyuruh anak buah untuk mengikuti dan mencari tahu siapa itu Chan.
Kita kembali ke dalam restoran lagi, setelah bisa meredakan rasa malunya, Alva langsung menyuruh Chan untuk segera duduk kembali ke kursi yang tadi mereka duduki.
" Kamu membuatku malu Chan ",, kata Alva kepada Chan.
" Untuk apa malu sayang, mulai malam ini kan kamu sudah resmi menjadi kekasihku ",, jawab Chan dengan sangat manis sekali.
Di saat mereka sedang berbincang mesra, tiba-tiba meja mereka didekati oleh Owner restoran tersebut.
Chan dan Alva merasa ada kehormatan tersendiri di dalam hati mereka, ketika didekati oleh sang pemilik restoran terkenal itu.
" Sebagai hadiah karena malam ini kalian bisa menghibur dengan keromantisan kalian, saya sebagai pemilik restorannya menggratiskan makanan yang kalian pesan ",, kata ramah dari sang Owner.
Alva dan Chan semakin merasa terkejut, ketika mereka bisa mendapatkan gift seperti itu dari Owner restorannya.
" Sungguh Tuan?? ",, tanya Alva kepada Owner tersebut.
" Sungguh Nona, dan jika boleh tahu, siapa nama anda Nona, Tuan?? ",, tanya, jawab dari sang Owner.
" Nama saya Chan Hartigan Tuan ",, jawab Chan.
" Dan ini kekasih saya, bernama Alva Roderick, pemilik restoran juga sama seperti anda ",, kata Chan lagi.
Gantian sang Owner restoran itu yang merasa terkejut, mendengar jika wanita muda yang duduk di depannya juga seorang pemilik restoran sama sepertinya.
Alva yang mendengar perkataan Chan, dia reflek langsung memukul pelan tangan si Chan dan Chan langsung tertawa melihat sikap Alva.
" Wah, amazing, bolehlah kita nanti menjalin kerjasama Nona ",, kata sang Owner kepada Alva.
" Boleh Tuan, itu bisa diatur ",, jawab Alva dengan ramah.
" Bolehkah saya meminta kartu namanya Nona, nanti akan saya hubungi sewaktu-waktu ",, kata sang Owner kepada Alva.
" Boleh Tuan, sebentar ",, jawab Alva kepada Owner tersebut.
Alva langsung mengambil kartu namanya untuk dia berikan kepada Owner tersebut, dan sang Owner langsung mengucapkan terimakasih kepada Alva.
Setelahnya, Owner itu mempersilahkan Alva dan Chan untuk menikmati makan malam mereka.
" Alva ",, panggil Chan, setelah kepergian dari Owner restoran tadi.
" Hmm iya ",, jawab Alva sambil menikmati hidangannya.
" Apa kamu yakin menerima ungkapan cinta dariku tadi?? ",, tanya Chan kepada Alva.
Alva yang mendengar pertanyaan dari Chan, dia langsung menghentikan kegiatan makannya.
Sebelum menjawab, Alva tersenyum manis kepada Chan terlebih dahulu.
" Laki-laki yang aku kenal yang bisa membuatku nyaman selama ini cuma kamu Chan, dan cuma kamu saja yang bisa mengerti aku, bagaimanapun keadaanku ",, jawab Alva kepada Chan.
" Apakah kamu mencintaiku Alva?? ",, tanya Chan kepada Alva.
__ADS_1
" Entahlah Chan, aku tidak tahu, karena yang aku rasakan, aku sangat nyaman denganmu, dan kamu sendiri coba tanyakan kepada hatimu, apakah kamu benar-benar mencintaiku, atau karena terbawa suasana dengan kedekatan kita berdua Chan?? ",, tanya balik dari Alva.
" Aku pun sama sepertimu Alva, cuma kamu wanita yang bisa membuatku nyaman, dan entahlah, aku jatuh cinta kepadamu atau tidak, tapi bisakah kita mencoba menjalani hubungan ini dulu Alva?? ",, jawab Chan kepada Alva sambil memegang mesra tangan Alva.
" Iya baiklah, tapi maukah kamu berjanji kepadaku Chan?? ",, kata Alva kepada Chan.
" Berjanji untuk apa?? ",, tanya Chan.
" Jika kita mengakhiri hubungan ini, aku harap hubungan kita masih sama seperti kebersamaan kita waktu kecil, dan apapun yang kamu dengar tentang diriku, janganlah mudah percaya sebelum kamu mendengarnya langsung dari mulutku, apa kamu bisa berjanji itu kepadaku Chan?? ",, tanya Alva kepada Chan.
" Baiklah, demi kamu dan demi hubungan kita, aku berjanji kepadamu Alva ",, jawab Chan sambil mengusap lembut pipi Alva.
Alva langsung tersenyum mendengar jawaban dari Chan, sambil mengatakan sesuatu di dalam hatinya.
" Maafkan aku Chan, aku belum bisa bercerita jujur kepadamu apa yang sebenarnya terjadi denganku saat ini ",, kata hati Alva.
Chan setelah mengatakan itu, dia langsung saja menikmati hidangan yang ada di depannya, sedangkan Alva, malah melamun sambil menatap Chan yang sedang makan.
" Jika aku sampai hamil anak dari laki-laki itu, maafkan aku Chan, aku harus pergi meninggalkanmu, karena aku tidak mau membuatmu menanggung beban yang tidak seharusnya kamu tanggung ",, kata hati Alva lagi.
" Hei, kenapa malah melamun, sini aaa ",, kata Chan mengejutkan Alva.
Alva yang terkejut, dia reflek membuka mulutnya dan Chan langsung menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mulut Alva.
Mereka menikmati makan malam romantis mereka dengan sangat happy sekali, dan apapun yang mereka lakukan saat ini, diamati oleh para anak buah L.
L sendiri juga sengaja belum pulang, dia masih menunggu Alva dan Chan ke luar dari dalam restoran itu, dan keromantisan Chan bersama Alva yang sedang menikmati makanan mereka, juga dilihat jelas dari layar ponselnya yang tersambung dengan video call dengan anak buahnya.
Hati L semakin tidak karuan sekali rasanya, melihat Chan bersama Alva, ada rasa tidak terima di dalam dada dan ingin mengatakan kepada Chan untuk menjauh dari Alva, tapi sayang L belum bisa melakukan itu saat ini.
Chan dan Alva yang sudah kenyang, sambil bergandengan tangan dengan mesra, mereka lalu ke luar dari dalam restoran tersebut.
L yang melihat dari dalam mobilnya, dia semakin menajamkan matanya, begitupun dengan Saddam yang duduk anteng di sebelah L.
" Kita langsung pulang apa mau pergi ke mana lagi sayang, aku akan mengantarkanmu ke manapun yang kamu mau ",, kata Chan kepada Alva.
" Jangan ke Danau ya, ngeri, bagaimana ke laut saja, nanti di sana aku bisa melemparkanmu dan membuangmu di tengah-tengah ",, jawab Chan sambil bercanda kepada Alva.
Alva yang merasa gemas dengan Chan, dia reflek mencubit mesra pinggang Chan, membuat Chan langsung tertawa keras sambil memeluk Alva.
L yang melihat itu semua, dia semakin mengeratkan saja kepalan ke dua tangannya.
" Ayo kita cari pantai, nanti di sana aku bisa menguburmu dengan pasirnya ",, kata Alva kepada Chan.
" Jika aku mati, kamu akan aku gentayangi, supaya hidupmu tidak akan tenang ",, jawab Chan kepada Alva.
" Apaan sih Chan, serem tahu ",, kata Alva kepada Chan.
Lagi dan lagi, Chan tertawa melihat Alva merajuk, dan sampai sekarang Alva tidak tahu, jika Chan bisa melihat arwah seperti Chasel, sebab Chan mempunyai kelebihan dari sang Mama, namun tidak bagi Ansel, dia normal seperti manusia biasa.
Chan dan Alva lalu masuk ke dalam mobil mereka, dan tanpa mereka sadari juga, mobil mereka di ikuti oleh mobil milik L dan anak buahnya dari belakang.
" Kira-kira mereka akan pergi ke mana ya Kak L?? ",, tanya Saddam kepada L.
" Mana aku tahu, cepat sedikit, jangan sampai kita kehilangan jejak mereka berdua ",, kata L kepada Saddam.
" Ok ",, jawab Saddam kepada L.
Sedangkan beralih ke dalam mobil si Chan, Alva mencoba bertanya kepada Chan.
" Emm Chan, apakah kita harus memberitahukan hubungan kita kepada ke dua orang tua kita?? ",, tanya Alva kepada Chan.
" Kalau kamu sendiri bagaimana?? ",, tanya balik dari Chan.
" Aku inginnya nanti-nanti saja, karena menurutku ini masih terlalu dini jika kita memberitahukannya sekarang ",, jawab Alva kepada Chan.
" Setidaknya sampai aku tahu, apakah bulan depan aku telat datang bulan atau tidak ",, lanjut lagi perkataan Alva di dalam hatinya.
__ADS_1
" Ok, baiklah jika itu yang kamu mau Alva ",, jawab Chan.
" Lagi pula aku juga tidak masalah mereka tahu atau tidak tentang hubungan kita berdua ",, kata Chan lagi.
" Iya, mereka pasti juga tidak mempermasalahkan jika kita menjalin hubungan ",, kata Alva.
" Aku yakin, jika Ayah kamu dan Papa aku tahu kita menjalin hubungan, pasti mereka langsung akan menikahkan kita berdua ",, jawab Chan sambil tertawa.
" Memangnya apa kamu mau menikah sekarang Chan,?? apa kamu sudah siap?? ",, tanya Alva kepada Chan.
" Jika sudah ada jodohnya, siap tidak siap harus siap, lagi pula siapa sih yang tidak mau menikah, apalagi dengan gadis secantik kamu ",, jawab Chan kepada Alva.
" Kenapa kamu semakin tua, semakin suka menggombal sih Chan ",, kata Alva.
" Lho ini tidak menggombal atau merayu, tapi kenyataan ",, jawab Chan sambil tertawa.
" Terserah kamu saja ",, jawab Alva pura-pura merajuk.
Sungguh sangat murah senyum sekali si Chan, dia selalu tertawa ketika melihat Alva merajuk.
Tanpa terasa, mobil yang mereka naiki sampai juga di sebuah pantai yang sangat indah sekali.
Chan sengaja memarkirkan mobilnya cukup dekat dengan pantai, sedangkan L dan anak buahnya, mereka memarkirkan mobil mereka dari jarak jauh, setidaknya tidak sampai di curigai oleh Alva dan Chan.
" So sweet sekali sih, malam-malam pergi ke pantai berduaan, menikmati sinar rembulan berdua, aaah jadi kepingin kan ",, kata Saddam, dan hal itu membuat L marah.
" Kamu kenapa malah memihak kepada mereka sih!! ",, marah L sambil menjitak kepala Saddam.
" Maaf Kak L, habisnya laki-laki itu sangat romantis menurutku ",, jawab Saddam kepada L.
" Jadi menurut kamu, aku ini tidak romantis begitu!! ",, kata L kepada Saddam.
" Eh, bukan Kak, salah sangka lagi kan ",, jawab Saddam kepada L.
L memilih diam tidak menanggapi perkataan Saddam, dan matanya sangat serius sekali mengintai Chan dan Alva dari jarak yang cukup lumayan.
Chan dan Alva sendiri, saat ini sudah ke luar dari dalam mobil, untuk menikmati sinar rembulan di malam hari, dengan suara deburan ombak yang berirama.
" Di sini sangat indah ",, kata Alva kepada Chan.
" Lebih indah lagi jika bersamamu Alva ",, jawab Chan kepada Alva.
Perkataan Chan, reflek membuat Alva langsung menatap Chan, dan Chan pun langsung menatap balik ke arah Alva, hingga akhirnya mereka berdua saling berhadap-hadapan.
Chan memeluk pinggang ramping Alva dengan begitu lembut, dan dia dekatkan tubuh Alva ke arah tubuhnya, dengan tangan kanan mengusap lembut pipi Alva, sambil menyingkirkan rambut Alva yang tertiup angin yang sangat mengganggunya.
Perlahan, tangan kanan tadi berpindah ke belakang, hingga akhirnya sampai juga di tengkuk Alva.
Mereka berdua saling menatap dengan penuh cinta tanpa mereka sadari, dengan tatapan yang begitu lekat, tanpa mereka komando, wajah mereka semakin dekat, dekat lagi dan akhirnya bibir mereka menyatu dengan sempurna.
Walau itu bukan ciuman pertama bagi Alva, setidaknya dengan berciuman dengan Chan, Alva merasakan sesuatu yang belum dia rasakan sebelumnya.
Di bawah sinar rembulan, Chan dan Alva berciuman lagi dengan begitu mesranya, ciuman lembut penuh dengan rasa sayang dan kemesraan.
L yang melihat itu, hati dia terasa semakin sesak, sakit serta hancur, dan tanpa sadar L memukul batang pohon besar di depannya, hingga membuat tangannya sampai terluka dan berdarah.
Kali ini L yang sudah tidak tahan, dia langsung menyuruh Saddam untuk mengantarkannya kembali ke hotel tempatnya menginap, dan menyerahkan tugas memata-matai Chan dan Alva kepada para anak buahnya.
Niat hati ingin menjemput Alva yang ada di Madrid, L malah mendapatkan tontonan yang tidak dia duga sama sekali sebelumnya.
Itulah kebodohan L yang tidak pernah berdekatan dengan perempuan, langsung main nyosor saja, hingga pada akhirnya merugikan dirinya sendiri.
Jika otak yang bekerja, pasti akan berjalan signifikan, jika otot yang bekerja, pasti akan ada kerusuhan, dan jika n4f5u yang bekerja, pasti akan ada kehancuran.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...
__ADS_1