
Hari minggu pun tiba, semua orang sudah pada selesai sarapan, dan saat ini Alva sudah membawa beberapa bando kucing berwarna pink di ruang Keluarga.
Mama Ana sangat excited sekali, ingin segera memoles lipstik merah di bibir sang suami, begitu pula Alva.
" Emm, bagaimana kalau L, Mamam juga yang memakaikan lipstiknya ",, kata Mama Ana kepada Alva.
" Boleh, terserah Mamam saja ",, jawab Alva.
" Tidak-tidak-tidak!! ",, L menolak.
" Kalau Mama yang ngasih, L yakin, pasti dibuat percobaan ",, kata L lagi.
" Tahu saja kamu L ",, jawab Mama Ana sambil tertawa.
" Tapi mau tidak mau, kamu harus mau ",, kata Mama Ana.
" Benar begitu kan Papa ",, kata Mama Ana.
Papa Alex tidak menjawab, dia hanya melirik sebal ke arah sang istri yang saat ini sedang merasa bahagia sekali.
Setelah berganti baju olahraga, dengan memakai sepatu high heels, akhirnya saatnya L dan Papa Alex di dandani oleh Mama Ana.
" Kenapa harus memakai sepatu high heels segala si Ma ",, kata L merajuk.
" Susah tahu jalannya ",, kata L lagi sambil menyeimbangkan badannya.
" Lho, biar kamu bisa ikut merasakan susahnya para perempuan, ketika memakai high heels ",, jawab Mama Ana.
" Sudah selesai belum sih, lama sekali cuma memakai lipstik saja!! ",, gerutu Papa Alex.
L yang melihat bibir sang Ayah, langsung tertawa terbahak-bahak, sampai terjengkang ke belakang.
" Syukurin, kualat sih sama Papa ",, kata Papa Alex.
" Mana kaca, Papa mau lihat!! ",, kata Papa Alex.
" Nih Pa ",, jawab Alva sambil menyerahkan cermin kecil.
Mata Papa Alex langsung melotot sangat lebar sekali melihat penampilannya yang sungguh benar-benar sangat menjijikkan sekali.
" Ma, apa tidak salah ini,? Mama memakaikan lipstiknya begini??!! ",, kata Papa Alex.
" Tidak, justru ini estetik Papa ",, jawab Mama Ana sambil tertawa.
" Estetik dari mana?? ",, bantah Papa Alex.
" Apaan ini lipstiknya dibentuk-bentuk seperti sinar matahari di film Teletubbies, bibir Papa terlihat aneh!! ",, kata Papa Alex.
Alva dan Mama Ana langsung tertawa terbahak-bahak, karena sudah puas bisa mendandani Papa Alex, dengan pinggiran bibirnya, mereka tambahi segitiga kecil-kecil, seperti sinar matahari yang bersinar, namun ini berwarna merah cetar membahana.
" Huh!! ",, Papa Alex melengos kan mukanya kepada Alva dan Mama Ana.
Namun Alva dan Mama Ana tidak peduli, mereka tetap asik tertawa senang riang gembira.
" Ayo L, sekarang giliran kamu!! ",, kata Mama Ana.
__ADS_1
" Tidak mau, biar Alva saja Ma yang memakaikan lipstiknya!! ",, jawab L.
" Ayo cepetan, nanti keburu siang ",, kata Mama Ana.
Akhirnya, L pun menurut juga, ketika bibirnya menjadi uji coba ke dua oleh sang Mama.
Kali ini Mama Ana akan melukis bibir L seperti perut ikan, yang sebelah kanan kepalanya, yang sebelah kiri ekornya.
Entahlah bagaimana bentuknya, bayangkan sendiri saja ya guys, wkwkwkwk🤣.
Setelah selesai, L langsung mengambil cermin untuk melihat hasil ulah tangan dari sang Mama.
" Astaga!! ",, kata L.
Gantian Papa Alex yang tertawa terbahak-bahak, karena melihat bentuk bibir si L.
L langsung menatap garang kepada sang Papa yang sedang menertawakannya, dan Papa Alex tidak merasa takut sama sekali.
Tibalah saatnya, L dan Papa Alex berolahraga pagi bersama Alva dan juga Mama Ana.
Penampilan Papa Alex dan L, sangat menyita pandangan dari para anak buah yang ada di situ, namun mereka semua tidak ada yang berani mentertawakan penampilan majikan mereka, sebab masih sayang dengan nyawa.
" Astaga, aku seperti bernostalgia dengan Nyonya Ana dulu waktu hamil Tuan L ",, kata anak buah yang sudah senior.
" Sudah, diamlah,!! nanti jika kedengaran sama Tuan Alex, bisa dipotong itu lidahmu ",, tegur sang teman.
Begitulah bisik-bisik yang dilakukan oleh para anak buah, dan masih ada banyak yang lainnya.
Jangankan berlari, L dan Papa Alex saja benar-benar kesusahan dalam berjalan.
Beberapa kali mereka terjatuh, karena sepatu high heels yang mereka pakai sangat menyulitkan mereka.
" Ini mudah L, tapi juga sulit ",, jawab Papa Alex.
Sebenarnya mereka bisa dibilang tidak berolahraga pagi, lebih tepatnya menyusahkan diri dengan berkeliling di sekitar mansion menggunakan sepatu high heels.
" Aaarggghh nyerah aku ",, kata L sambil melepaskan sepatu high heelsnya.
" Begitu saja menyerah!! ",, ejek Alva.
" Susah sayang, sakit kaki aku ",, jawab manja dari L kepada Alva.
Ketika mereka sedang berhenti di pertengahan jalan, tiba-tiba mereka mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka.
Tentu saja pandangan mereka langsung teralihkan ke arah orang yang sedang berjalan, yang ternyata semua Keluarga Roderick sedang datang berkunjung.
Semakin dekat dan semakin jelas mata semua orang melihat penampilan Papa Alex dan juga L yang seperti itu.
Ayah Ivar, Mama Agnes, Mama Molly, bahkan Ayah Ito, langsung tertawa terbahak-bahak melihat penampilan L dan Papa Alex saat ini.
" Ke-kenapa Ayah sama Mama datang tidak mengabari kami terlebih dahulu?? ",, kata L merasa malu sekali.
" Kejutan dong L ",, jawab Mama Agnes sambil tertawa.
" Jika kami memberitahukannya dulu, kami pasti tidak akan melihat pertunjukan seperti ini ",, kata Ayah Ivar juga sambil tertawa.
__ADS_1
" Emm, ayo-ayo, kita mengobrol di dalam saja ",, kata Papa Alex menyembunyikan perasaan malunya.
Bahkan tanpa Papa Alex sadari, dirinya bisa berjalan ke dalam mansion tanpa terjatuh sama sekali.
Sedangkan L, sudah melepaskan sepatu high heelsnya sejak tadi dan membawanya di tangannya. Alhasil dia jalan kaki tanpa memakai alas kaki.
" Wow, ternyata anda hebat juga ya Tuan Damara, bisa berjalan memakai sepatu high heels hingga sampai di sini ",, goda Ayah Ito, ketika sudah duduk di ruang tamu.
Mendengar ucapan dari Ayah Ito, barulah Papa Alex tersadar, jika dirinya daritadi masih memakai high heels.
" Eh, iya, maaf saya tidak sadar ",, jawab Papa Alex langsung melepaskan sepatu tersebut.
" Kalian kapan sampai di sini nya?? ",, tanya Mama Ana.
" Sudah sejak kemarin malam Nyonya Ana ",, jawab Mama Agnes.
" Oh ya Tuan Damara, ko anda bisa muat pakai sepatu high heelsnya, milik siapa itu?? ",, Mama Molly seperti biasanya, selalu melenceng kalau bertanya.
" Apa jangan-jangan anda mempunyai pekerjaan sampingan?? ",, kata Mama Molly lagi.
Ayah Ito langsung membekap mulut sang istri, karena menurutnya sangat tidak sopan sekali dan membuatnya malu.
Namun Papa Alex tidak marah, dan malah tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan dari Mama Molly.
" A .... ",, belum sempat Papa Alex berbicara sudah distop terlebih dahulu oleh Mama Ana.
" Sebelum menjawab, boleh dong ya, jika mulutnya dibersihkan terlebih dahulu Tuan, sebab saya rasanya ingin memanggil King untuk m3nc3p0Knya ",, kata Mama Molly.
Mendengar ucapan sang istri, tiba-tiba Ayah Ito langsung tertawa sangat keras sekali.
Reflek Papa Alex langsung membersihkan bibirnya menggunakan telapak tangannya, karena sejujurnya, dia benar-benar lupa dengan bibirnya yang masih sangat mengerikan itu.
Tidak cuma Ayah Ito saja yang tertawa, melainkan semua orang, namun tidak dengan L, dia merasa malu dan langsung membersihkan menggunakan tangannya juga.
L dan Papa Alex langsung berpamitan ke dalam kamar, karena mereka ingin membersihkan bibir mereka terlebih dahulu.
Sambil menunggu mereka berdua selesai bersih-bersih, Mama Ana, Alva dan semua Keluarga Roderick berbincang santai satu sama lainnya.
" Bagaimana keadaan kamu Nak?? ",, tanya Mama Agnes kepada Alva.
" Baik Ma ",, jawab Alva.
" Syukurlah, Mama senang mendengarnya ",, kata Mama Agnes.
" Kemarin mendengar kamu sakit, Mama sangat khawatir sekali ",, kata Mama Agnes lagi.
" Mama ko bisa tahu Alva sakit, dari siapa Ma?? ",, tanya Alva.
" Dari Mamam, sayang ",, jawab Mama Ana.
" Mamam tanya kepada Mama kamu, apa makanan kesukaan kamu, siapa tahu Mama bisa membuatkannya atau menyuruh seseorang untuk membelikannya ",, jelas Mama Ana.
" Eh, ketika sudah dibelikan, kamu tidak sembuh, malah ternyata sedang mengidam ingin melihat L dan Papa botak ",, kata Mama Ana lagi sambil menepuk dahinya, dan Alva langsung tertawa mendengar ucapan sang Mama mertua.
Minggu itu, adalah minggu terbaik bagi Alva dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Sebab dirinya saat ini sedang merasa bahagia sekali dengan kehamilan yang dialaminya saat ini.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...