Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
CHAN - ALVA


__ADS_3

Berpindah di mansion Papa Alex, pagi itu si L yang keadaannya sudah cukup membaik, dia memberanikan diri untuk ke luar dari dalam kamar, walau wajahnya masih terlihat banyak lukanya dan lebam-lebamnya juga belum hilang.


Mansion Papa Alex yang biasanya berwarna, karena celotehan dari Mama Ana dan kelucuan darinya bersama si L, pagi itu, mansion Papa Alex seperti kuburan walau banyak sekali penghuninya.


Sebab sang raja dan sang ratu sedang dalam mode marah kepada sang pangeran.


Bahkan ketika sedang sarapan pagi pun, biasanya ada perbincangan hangat di antara mereka semua, tapi untuk saat ini, tidak ada sama sekali.


Mereka semua diam dengan pikiran mereka masing-masing, terlebih lagi ada si L yang juga ikut sarapan bersama mereka.


Hanya celotehan lucu dari baby Krystal dan baby Quella saja yang mewarnai pagi di mansion Papa Alex.


" Papa berangkat dulu ",,


Hanya itu yang diucapkan oleh Papa Alex dengan sangat singkat sekali, ketika akan berangkat ke kantor.


" Mama sudah selesai, kalian lanjutkanlah sarapannya, Mama ingin mengantar Papa dulu ke depan ",, kata Mama Ana juga kepada para anak-anaknya.


Zuriel dan Sandra hanya mengangguk saja kepada Mama Ana, sedangkan si L hanya diam saja sambil terus menikmati sarapannya.


Kepergian dari Mama Ana, membuat L langsung ikut bangun dari duduknya tanpa berpamitan kepada Zuriel maupun Sandra yang masih ada di meja makan.


Zuriel dan Sandra yang melihat sang Kakak pergi tanpa banyak berbicara, mereka hanya bisa saling pandang saja, tanpa berani menegurnya sama sekali.


L yang sudah masuk ke dalam kamarnya, dia langsung menghubungi Saddam, dan Saddam yang sedang berada di perjalanan untuk berangkat ke kantor, dia langsung saja mengangkat sambungan telepon dari L.


" Halo Kak L ",, kata Saddam.


" Saddam, hari ini aku berangkat ke kantor, aku ingin mendengar hasil laporanmu dalam mencari Alva ",, kata L kepada Saddam.


" Apakah Kak L sudah sehat?? ",, tanya Saddam kepada L.


" Selama aku belum menemukan Alva, tubuhku tidak akan sehat, termasuk pikiran dan juga hatiku ",, jawab L kepada Saddam.


" Baiklah Kak L, hati-hati di jalan, ini aku juga sedang berada di jalan untuk berangkat ke kantor ",, kata Saddam kepada L.


" Iya ",, jawab singkat si L, sambil langsung mematikan sambungan teleponnya.


L langsung bersiap-siap berangkat ke kantor, dan ketika baru saja turun dari atas tangga, dia tidak sengaja berpas-pasan dengan Zuriel yang baru saja dari depan.


" Kakak mau ke mana?? ",, tanya Zuriel kepada L.


" Ke kantor ",, jawab L kepada Zuriel.


" Apa Kakak sudah sembuh?? ",, tanya Zuriel lagi kepada si L.


" Tidak apa, lebih baik Kakak berangkat ke kantor, daripada di dalam kamar terus ",, jawab L kepada Zuriel.


" Lebih baik Kakak beristirahat dulu sampai Kakak benar-benar sehat, lihatlah wajah Kakak masih banyak lebam dan banyak lukanya ",, kata Zuriel kepada L.


" Tidak apa-apa, tenanglah ",, jawab L sambil menepuk pundak Zuriel.


Setelah itu, L berlalu meninggalkan Zuriel yang hanya bisa memandang kepergiannya.


L yang baru saja sampai di Perusahaannya, membuat semua staf karyawan kantor yang berpas-pasan dengannya, merasa heran melihat wajah babak belur dari sang atasan.


Walau begitu, mereka hanya berani bergosip ria di belakang saja, dan tidak mau sampai ketahuan jika sedang membicarakan atasan mereka.


Ketika L sudah berada di ruang kerjanya, Saddam yang tahu apa yang sedang dibutuhkan L, dia langsung saja masuk ke dalam ruang kerjanya, tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.


L yang memang ada perlu dengan Saddam, dia hanya membiarkan saja, ketika Saddam langsung masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.


" Mana Saddam hasil laporan yang saya minta ",, kata L kepada Saddam.


" Ini Kak L ",, jawab Saddam sambil memberikan sebuah berkas.

__ADS_1


" Apa ini?? ",, tanya L kepada Saddam.


" Di dalam situ tertulis, jika Nona Alva sekeluarga pergi dari Negara ini sekitar pukul ....... ",, Saddam langsung menjelaskan secara rinci kepada L.


" Jadi mereka pergi ke Madrid ",, kata L kepada Saddam.


" Iya Kak L, semua anak buah saya juga memberikan laporan yang sama kepada saya, dan saya sendiri sudah membuktikannya di Bandara tersebut, jika ada penerbangan menggunakan pesawat jet pribadi atas nama Keluarga Roderick ",, jawab Saddam kepada L.


" Kalau begitu persiapkan penerbanganku, karena aku akan segera menyusul Alva di sana ",, kata L kepada Saddam.


" Tapi sebelumnya, bantu aku dulu menyelesaikan semua pekerjaanku, dan kamu segera panggilkan Anon ke sini ",, kata L lagi.


" Ok Kakak ",, jawab Saddam kepada L.


Saddam langsung berlalu dari dalam ruang kerja si L untuk memanggil Anon, sekretaris ke duanya si L.


" Tuan L ",, sapa Anon ketika dia sudah berhadapan dengan si L.


" Anon, saya dan Saddam akan pergi untuk beberapa hari ke Madrid ",, kata L kepada Anon.


" Saya ingin kamu menghandle kantor ini dulu, sampai saya kembali, jangan mengecewakan saya, dan jika ada sesuatu yang tidak bisa kamu tangani, kamu bisa menghubungi saya atau Saddam, kamu mengerti Anon ",, kata L kepada Anon.


" Mengerti Tuan ",, jawab mantap dari Anon kepada L.


" Kamu boleh pergi sekarang ",, kata L kepada Anon.


Sebelum pergi, Anon membungkukkan sedikit tubuhnya kepada L, dan dia langsung kembali bekerja lagi di meja kerjanya.


L dan Saddam benar-benar pergi ke Madrid, ketika jam pulang kantor, karena pekerjaan mereka hari itu benar-benar banyak sekali.


L pergi tanpa ijin dan memberitahukannya kepada sang Papa maupun sang Mama, karena semua itu L ingin membuktikan, jika dia bisa membawa Alva sebagai menantu di Keluarga Damara dan William.


Sedangkan berpindah tempat di rumah mewah milik Ayah Ito.


Chan saat ini sudah berada di depan kamar Alva, dan dia mengetuk pintunya dengan sangat pelan sekali.


Tidak ada jawaban dari dalam, senyap dan sepi.


" Alva,?? apa kamu sedang tidur?? ",, tanya Chan lagi masih sambil mengetuk pintunya.


Masih tidak dapat jawaban lagi, dan Chan mulai memberanikan diri memutar gagang pintunya, yang ternyata kamar Alva tidak di kunci dari dalam.


" Alva ",, kata Chan sambil mengintip ke dalam.


Dari depan pintu, Chan sudah melihat Alva sedang berdiri termenung di depan jendela kaca rumahnya.


Chan lalu mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar untuk mendekati Alva.


Chan juga sengaja tidak menutup pintu kamar Alva, supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari semua Keluarga.


" Hei, Alva ",, sapa Chan ketika sudah berhadapan dengan Alva.


Alva acuh, dan dia cuma melirik sekilas kepada Chan, dan itu membuat Chan sedikit heran dengan sikap Alva yang tidak seperti biasanya.


" Apa kamu sedang bersedih Alva,?? maukah kamu membaginya denganku?? ",, tanya Chan kepada Alva.


Masih diam, dan Alva masih tidak mempedulikan Chan yang sedang mengajaknya berbicara.


" Jika bulan redup, apa kamu tahu Alva apa yang terjadi dengan bumi kita?? ",, tanya Chan kepada Alva.


" Bumi kita akan gelap, malam hari akan terasa hampa, tidak ada keindahan di langit malam, begitupun dengan wajah kamu sekarang ",, kata Chan kepada Alva.


" Terlihat jelek, redup, karena sedang murung dan tidak mau bercerita kepadaku ",, kata Chan lagi mencoba menghibur Alva.


" Oh, aku tahu, tunggu sebentar ",, kata Chan lagi.

__ADS_1


Setelah itu Chan berlalu dari hadapan Alva menuju ke meja rias.


Alva yang melihatnya, dia hanya diam saja sambil memperhatikan Chan yang sedang mengambil lipstiknya.


" Diam seperti tadi ya ",, kata Chan kepada Alva.


Alva masih diam, ketika Chan mulai melukis wajahnya menggunakan lipstik miliknya.


" Apa yang kamu lakukan?? ",, kata Alva kepada Chan.


" Melukis wajahmu, supaya kamu terlihat lucu, karena wajahmu terlihat sangat jelek sekali saat ini ",, jawab Chan kepada Alva.


" Hentikan Chan ",, kata Alva lagi kepada Chan.


" Tidak mau, tunggu sebentar, ini sebentar lagi akan selesai ",, jawab Chan kepada Alva.


" Chan hentikan, aku akan benar-benar marah sama kamu!! ",, kata Alva lagi kepada Chan.


" Marahlah, akan aku buat wajahmu semakin jelek ",, kata Chan lagi kepada Alva.


" Ayo sini ikut aku ",, kata Chan kepada Alva.


Chan menarik tangan Alva ke arah meja rias yang ada di situ, dan ketika Alva sudah melihat hasil karya si Chan di wajahnya, dia reflek langsung tersenyum sambil memukul tubuh Chan.


Karena wajahnya dibuat benar-benar persis mirip badut, dengan hidung yang berwarna sangat merah sekali, beserta bibirnya juga


" Nah, jika tersenyum begini kan cantik, dan biar lebih cantik lagi, ini alisnya juga perlu di kasih warna juga ",, kata Chan kepada Alva.


" Jika ingin semakin cantik lagi, harus begini kepada teman ",, kata Alva sambil mengusapkan wajahnya ke dada Chan.


Hal itu membuat baju yang di pakai Chan langsung merah karena terkena lipstik tadi.


" Alva!! ",, kata Chan kepada Alva.


" Apa,!! sini kalau berani, kejar aku, akan aku balas kamu!! ",, jawab Alva sambil berlari menghindar.


Chan sukses membuat Alva terhibur, dan mereka lalu kejar-kejaran di dalam kamar untuk saling membalas satu sama lainnya.


Karena memang dari dulu, Chan akan selalu bisa membuat Alva tertawa, jika Alva sedang bersedih.


Sifat Chan yang dewasa dan bisa ngemong, membuat Alva selalu nyaman jika bersama dengan Chan.


" Aku capek Alva, sini balaslah saja ",, kata Chan sambil menetralkan nafasnya.


" Aku juga capek Chan ",, jawab Alva sambil duduk di sebelah Chan.


" Kamu sudah makan belum, kita pergi ke luar cari makan yuk, aku akan mentraktir kamu makanan apa pun yang kamu mau, tapi jangan yang mahal-mahal ya, aku belum gajian ",, kata Chan menggoda Alva.


" Dasar pelit,!! uang di dompet masih tebal dan akan mengalir terus walau tidak bekerja sekalipun, dibilang tidak punya uang ",, jawab Alva kepada Chan.


Chan langsung saja tertawa mendengar jawaban dari Alva.


" Baiklah, aku tunggu di luar saja ya, mau ganti baju juga, kamu jangan lama-lama berdandannya ",, kata Chan kepada Alva.


" Ok, siap bos ",, jawab Alva kepada Chan.


Chan hanya tersenyum saja, dan setelahnya, dia berlalu ke luar dari dalam kamar Alva.


Alva sejenak bisa melupakan kesedihannya berkat kehadiran si Chan, dan dia lalu bersiap-siap untuk pergi bersama Chan nanti.


...🧬🧬🧬🧬🧬🧬🧬🧬🧬🧬🧬🧬🧬...


Maaf, dari kemarin dua bab aku jadikan satu🤭, jadinya dari kemarin cuma Up bab satu saja, karena real life sangat menyibukkanku😁.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2