
Ketika semua Keluarga Roderick baru saja sampai di rumah mewah milik Ayah Ito yang ada di Madrid, Alva langsung memilih kamar yang ada di lantai dua untuk dia tempati.
Alva langsung masuk ke dalam kamar tersebut, tanpa mau ikut bergabung dulu dengan para Keluarganya yang sedang duduk di ruang keluarga.
Baru saja masuk ke dalam rumah, tadi Chasel langsung di sambut sesosok arwah laki-laki berwajah seram yang sedang menatap tajam ke arahnya.
Chasel tidak takut, justru dia malah menatap balik arwah itu, dan ternyata tidak Chasel saja yang melihat arwah tersebut, melainkan Mama Molly pun juga ikut melihat.
Mama Molly yang merasa takut, dia langsung saja memanggil Ayah Ito yang masih berada di luar bersama Ayah Ivar.
Mendengar panggilan dari Mama Molly, Ayah Ito langsung bergegas masuk ke dalam rumah diikuti Ayah Ivar di belakangnya.
" Ada apa Mama?? ",, tanya Ayah Ito kepada Mama Molly.
" Itu ",, jawab Mama Molly sambil menunjuk arwah tadi.
Ayah Ito langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh Mama Molly, dan Ayah Ito langsung melihat arwah berwajah seram sedang menatap ke arah mereka.
Arwah tadi perlahan mendekat, dan semakin dekat saja ke arah Chasel.
Ayah Ito yang melihat hal tersebut, tentu saja dia tidak akan membiarkan arwah itu menyakiti anaknya, dan Ayah Ivar yang ada di samping Ayah Ito, dia merasa heran dengan Keluarga adiknya itu, sebab mereka semua sedang menatap kosong ke suatu tempat.
Ketika Ayah Ito siap menyerang, dan arwah tadi juga sudah sampai di depan mereka semua, arwah tadi tiba-tiba mengatakan sesuatu kepada Ayah Ito.
" Jangan sakiti saya Tuan, saya arwah yang baik, dan saya cuma ingin menyapa kalian semua ",, begitulah kata arwah berwajah seram tadi.
" Saya penunggu asli rumah ini, sejak rumah ini belum dibangun saya sudah ada di sini, mungkin kalian semua belum dilahirkan ke dunia ini, saya sudah lebih dulu ada di dunia ini ",, kata arwah itu lagi kepada Ayah Ito dan masih di dengar oleh Chasel maupun Mama Molly.
" Saya tahu mana orang yang lemah dan kuat, dan saya mohon jangan sakiti saya Tuan, karena saya cuma menganggu orang-orang yang berniat jahat saja ",, sambung lagi perkataan dari arwah tersebut.
" Baiklah, kali ini kamu saya biarkan, jika sampai kamu ketahuan mengganggu semua Keluarga saya, siap-siap kamu akan saya kirim ke Neraka ",, jawab Ayah Ito kepada arwah berwajah seram tadi.
" Baik Tuan ",, kata sang arwah.
" Ayo Mama, Chasel, Kak Ivar ",, kata Ayah Ito kepada semua Keluarganya.
Ayah Ivar yang penasaran dengan apa yang tadi dilihat oleh Ayah Ito beserta Chasel dan Mama Molly, dia mencoba untuk bertanya.
__ADS_1
" Kamu tadi berbicara sama siapa Pietro?? ",, tanya Ayah Ivar.
" Arwah penunggu rumah ini ",, jawab Ayah Ito.
" Kakak tenang saja, dia tidak akan mengganggu kita semua ",, kata Ayah Ito kepada Ayah Ivar.
Setelah itu Ayah Ito langsung masuk ke dalam kamarnya bersama Mama Molly, meninggalkan Ayah Ito yang masih terbengong sambil merasakan merinding sendiri di sekujur tubuhnya.
Sedangkan Chasel juga sudah masuk ke dalam kamarnya sendiri sejak tadi.
Dan ketika Ayah Ito baru saja masuk ke dalam kamar ingin beristirahat, dia langsung mendapatkan telepon dari Papa Agler tadi yang mengatakan jika Chan dan Ansel ingin menyusul ke Madrid.
Meninggalkan Keluarga Roderick, kita beralih ke Keluarga Papa Alex lagi.
Papa Alex yang merasa kurang cepat bertindak karena Keluarga Roderick sudah pindah ke Madrid, tiba-tiba dia beranjak berdiri dari duduknya, dan hal itu membuat Papi Tara yang masih berada di situ menjadi penasaran.
" Mau ke mana kamu Alex?? ",, tanya Papi Tara kepada Papa Alex.
" Ke kamar L ",, jawab Papa Alex sambil berlalu ke luar dari dalam ruang kerjanya.
L yang sedang mengamati obat dan salep pemberian dari sang Paman tadi, dia sedikit terkejut dengan kedatangan dari sang Papa yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Papa ",, kata L kepada Papa Alex.
Walau Papa Alex ada rasa kasihan melihat wajah tampan sang anak, yang sekarang berubah menjadi sedikit mirip monster, karena banyak luka lebam dan membiru, akan tetapi Papa Alex mencoba tega untuk membuat si L menjadi pria sejati.
" Papa tidak mau tahu, kamu secepatnya harus menemukan keberadaannya Alva L, karena jika sampai Alva hamil dan dia tidak bisa ditemukan oleh kita, Papa akan semakin marah sama kamu, karena kamu sama saja memisahkan Papa dengan cucu Papa L!! ",, kata Papa Alex dengan sangat tegas sekali.
" Tenang Alex, ingat L sedang sakit ",, kata Papi Tara mencoba menenangkan Papa Alex.
" Kamu diam saja Tara, ini urusanku dengan anakku, kamu jangan ikut campur ",, jawab Papa Alex kepada Papi Tara.
" Apakah Alva sudah pergi dari Negara ini Papa?? ",, tanya L kepada sang Papa.
" Iya, dan mereka sekeluarga pergi ke luar Negeri, jadi cepatlah bangun, cari mereka, minta maaflah kepada Keluarga Roderick, dan bagaimanapun caranya, kamu harus bisa membuat Alva menjadi istri kamu, karena Papa cuma merestui kamu menikah dengan Alva saja!! ",, jawab Papa Alex kepada L.
Setelah mengatakan hal tersebut kepada L, Papa Alex langsung berlalu ke luar lagi dari dalam kamar si L, menuju ke dalam kamarnya sendiri untuk beristirahat, sebab kepalanya saat ini benar-benar terasa sangat pusing sekali, memikirkan masalah yang sedang terjadi.
__ADS_1
Sepeninggal dari Papa Alex, Papi Tara sang Uncle kesayangannya L, langsung mencoba duduk di ranjang samping si L.
" Kamu tahu L?? ",, kata Papi Tara kepada L.
" Papa kamu dari dulu orangnya sangat tegas sekali, namun semenjak mengenal dengan Mama kamu, Papa kamu berubah seratus delapan puluh derajat ",, kata Papi Tara kepada L.
Zuriel dan Saddam yang daritadi masih di situ, mereka berdua hanya diam saja, sambil terus mendengarkan semua orang yang sedang berbicara.
" Uncle tidak pernah melihat Papa kamu marah dengan Mama kamu maupun dengan kamu, Sandra atau Adam, walau kalian semua sudah sering menguji kesabarannya, tapi sekarang ..... ",, lanjut lagi perkataan dari Papi Tara.
" Uncle melihat kemarahan yang besar di matanya untuk kamu, itu artinya kamu memang benar-benar bersalah dan sudah mengecewakannya L ",, kata Papi Tara lagi.
" Buktikan jika kamu bisa menebus kesalahan kamu itu L, buktikan jika kamu bisa membawa Alva ke sini dan menjadikan dia sebagai menantu di Keluarga William dan Damara, Uncle yakin kamu pasti bisa, belajarlah bertanggung jawab L, karena kelak kamu akan menjadi kepala rumah tangga untuk istri dan anak-anak kamu ",, nasihat dari Papi Tara untuk L.
" Ini tidak cuma untuk L saja, tapi untuk kalian berdua, karena kalian juga kepala rumah tangga, sama seperti si L ",, kata Papi Tara juga kepada Saddam dan Zuriel.
" Iya Uncle ",, jawab Saddam dan Zuriel secara bersamaan.
" Beristirahatlah, biar cepat sembuh, Uncle akan membantu kamu untuk menemukan Alva, Uncle pamit pulang dulu ",, kata Papi Tara sambil menepuk pelan kaki si L.
" Iya Uncle, hati-hati di jalan ",, jawab L.
Setelah berpamitan dengan L, Saddam dan Zuriel, Papi Tara pun langsung berlalu ke luar dari dalam kamar, dan langsung mengajak Mami Bella, yang daritadi sedang mengobrol dengan Sandra, untuk pulang ke mansion Keluarga William.
" Kami juga mau pergi Kak L, beristirahatlah ",, kata Zuriel juga kepada L.
L hanya mengangguk saja kepada Zuriel dan Saddam, dan mereka berdua langsung berlalu ke luar meninggalkan L sendirian di dalam kamar.
Saddam yang sudah tahu apa yang harus dia kerjakan untuk membantu sang Kakak sekaligus bosnya itu, dia langsung mengerahkan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaannya Keluarga Roderick.
Sedangkan L sendiri, belum bisa berpikir dengan jernih, malah sekarang, mata dia merasa mengantuk sekali, karena efek obat herbal yang baru saja di minumnya tadi.
L memilih tidur untuk memulihkan tenaganya lagi, dan akan mulai mencari Alva esok hari.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...
__ADS_1