
Sedangkan untuk Alva sendiri, setelah berlama-lama di dalam perjalanan, akhirnya dia dan Ayah Ito, sampai juga di rumah megah dan mewah milik Ayah Ito.
Ayah Ito yang sudah turun dari dalam mobil, dia langsung saja berjalan mendekati Alva yang baru saja turun dari dalam mobil.
" Ayo ikut Paman ",, kata Ayah Ito kepada Alva.
Alva hanya mengangguk saja kepada Ayah Ito, dan Ayah Ito ternyata berjalan masuk menuju ke dalam ruang Keluarga yang ada di rumahnya.
Sesampainya di ruang Keluarga, Ayah Ito dan Alva, langsung melihat semua anak-anak sedang bermain sendiri, di temani Mama Molly yang masih setia menjaga mereka semua.
Namun, di saat yang lain sedang sibuk bermain, Chasel malah sibuk menatap diam di satu tempat, tanpa ada ekspresi sama sekali.
Mama Molly tidak sadar jika Chasel sedang melihat sesuatu, karena dia sedang sibuk dengan baby Graviella.
Akan tetapi, ketika Ayah Ito baru saja masuk ke dalam ruang Keluarga, dia langsung menyadari jika ada yang tidak beres dengan putra sulungnya.
Dan ketika Ayah Ito ikut melihat ke arah yang di lihat oleh Chasel, ternyata ada sesosok arwah yang sedang menatap tajam ke arah semua orang.
Tanpa banyak berbicara, bahkan Ayah Ito belum sempat duduk, dia langsung mendekati arwah tersebut, dan langsung mencekik lehernya lalu menyeretnya ke dalam sebuah ruangan.
Hanya Chasel saja yang mempunyai kemampuan seperti Mama Molly dan Ayah Ito, jadi Chasel pun juga tahu, di mana saja di dalam rumahnya yang ada penghuninya.
Chasel sedikit terkejut, ketika tiba-tiba sang Ayah datang, langsung mencekik leher arwah tersebut.
Namun walau begitu, Chasel sudah merasa tenang sekarang, karena sudah sang Ayah di rumah.
Sebab arwah jahat tadi, seperti ingin mencelakai baby Graviella yang masih bayi.
Sedangkan Alva, dia sudah ikut duduk bersama yang lain, dan sedang menggoda baby Graviella anak Gilbert dan Elina yang masih bayi.
" Oh ya Alva, kamu dari mana saja, Paman kamu daritadi mencari kamu sampai jenuh, tapi sekarang ko kalian berdua bisa pulang bersama-sama?? ",, tanya Mama Molly kepada Alva.
" Alva sedang bertemu dengan teman Aunty, oh iya lupa, tadi kan Alva membelikan bunga untuk Aunty, masih ada di dalam mobil, sebentar akan Alva ambilkan dulu ",, jawab Alva kepada Mama Molly.
Mama Molly hanya mengangguk saja kepada Alva, dan Alva langsung berlalu ke luar lagi, menuju ke dalam bagasi mobilnya, untuk mengambil bunga yang tadi dia beli.
Setelah mengambil bunga itu, Alva langsung saja memberikannya kepada Mama Molly.
" Waaah, cantik sekali bunganya, Alva ",, kata Mama Molly kepada Alva.
" Nah kan benar tebakan Alva, jika Aunty Molly pasti suka dengan bunga ini ",, jawab Alva kepada Mama Molly.
" Akan Aunty rawat, terimakasih ya Alva ",, jawab Mama Molly kepada Alva.
__ADS_1
" Sama-sama Aunty ",, jawab Alva kepada Mama Molly.
" Kingsley, tolong bunganya taruh di tempat bunga milik Mama dong sayang ",, kata Mama Molly kepada Kingsley.
" Ok Mama ",, jawab Kingsley kepada Mama Molly.
Kingsley langsung saja mengambil bunga itu, dan dia lalu menaruhnya di taman depan, bersama bunga-bunga milik Mama Molly yang lainnya.
" Tadi, ada dua orang yang sedang mencari kamu Alva, katanya mereka meminta pertanggung jawaban kamu, yang sudah membuat reportase anaknya jelek ",, kata Mama Molly kepada Alva.
" Reportase,?? apa sih maksud dari perkataan Aunty Molly?? ",, tanya Alva dengan sangat bingung sekali.
" Itu lho, nama baiknya menjadi tercemar ",, kata Mama Molly.
" Owalah, reputasi itu Aunty ",, kata Alva kepada Mama Molly.
" Nah itu maksud Aunty, tadi mereka marah-marah kepada Aunty, bahkan sampai mau merobohkan rumah ini, tapi ketika Paman kamu datang, nyali mereka langsung menciut, apalagi ketika Aunty datangkan Verena ke dalam ruang tamu, mereka langsung ngacir pergi, hahahaha ",, cerita Mama Ana kepada Alva.
Alva pun jadi ikut-ikutan tertawa melihat Mama Ana tertawa, dan suara tawa Alva langsung menghilang, ketika melihat kedatangan dari Ayah Ito dari salah satu kamar.
Ayah Ito yang sudah sampai di depan Chasel, dia mengatakan sesuatu yang hanya di dengar oleh Chasel saja.
" Tenang saja, sudah aman ",, kata Ayah Ito sambil memegang pundak si Chasel.
" Chasel, Ayah ingin berbicara sebentar sama Mama dan Kak Alva, sana kamu ajak adik-adik kamu untuk masuk ke dalam kamar bermain dan menonton televisi di sana dulu ",, kata Ayah Ito kepada Chasel.
" Baik Ayah ",, jawab Chasel kepada Ayah Ito.
Chasel pun langsung melaksanakan tugas dari sang Ayah, dengan mengajak adik-adiknya yaitu Aluisa, Leonardo, Kingsley, Alarico, Fito, Camala, Claudicio untuk masuk ke dalam kamar khusus bermain, yang memang sudah di sediakan oleh Ayah Ito, dan tempatnya sangat luas sekali.
Sekarang tinggallah, Mama Molly, Alva, Ayah Ito dan juga baby Graviella, yang sedang di pangku oleh Mama Molly.
" Sekarang jelaskan kepada Paman, Alva, tentang video viral kamu dengan anak dari Tuan Damara?? ",, tanya Ayah Ito kepada Alva.
Alva saat ini sedang di sidang oleh sang Paman, dan setakut-takutnya Alva dengan sang Ayah, yaitu Ayah Ivar, dia lebih takut dengan sang Paman Ito, karena Ayah Ito lebih menakutkan dari Ayah Ivar menurut Alva.
" Emm, Alva cuma iseng saja Paman, karena laki-laki itu sangat sombong dan juga songong sekali, apalagi dia hampir saja menabrak Alva tadi ketika menyebrang jalan, jadi deh Alva kepikiran ide untuk menjahili dia ",, jawab Alva sambil menundukkan kepalanya.
" Sifat kamu yang suka jahil, membuat satu Negara ini menjadi heboh Alva ",, kata Ayah Ito kepada Alva.
" Waaah hebat dong Ayah, jadi Alva tidak perlu menjadi presiden dia sudah terkenal di Negara ini ",, kata Mama Molly menyahuti perkataan dari Ayah Ito.
Bisa-bisanya Mama Molly melawak, di saat Ayah Ito sedang mencoba serius kepada Alva.
__ADS_1
Alhasil Alva langsung menahan suara tawanya, ketika mendengar perkataan dari Mama Molly tadi.
" Mama, please, Ayah ingin bicara serius sama Alva ",, kata Ayah Ito kepada Mama Molly.
" Oh, ok, kalau begitu Mama mau ikut sama anak-anak saja di dalam kamar bermain ",, jawab Mama Molly kepada Ayah Ito.
" Mama stop diam di situ, jangan pergi ke mana-mana ",, cegah Ayah Ito kepada Mama Molly.
" Dasar suami aneh, di sini tidak di butuhkan, pergi pun tidak di perbolehkan ",, gerutu Mama Molly, dan masih di dengar jelas oleh Alva maupun Ayah Ito.
Ayah Ito mencoba tidak mempedulikan gerutuan dari Mama Molly, dan dia memilih langsung melanjutkan lagi mengintrogasi Alva.
" Apakah kamu tahu Alva, Keluarga Damara adalah Keluarga yang paling berpengaruh di Negara ini, dan mereka adalah Keluarga paling terpandang di dunia ",, kata Ayah Ito kepada Alva.
" Paman sudah mengenal mereka sejak kamu masih kecil, jadi Paman sudah sangat tahu sekali bagaimana cara mereka dalam menumpaskan orang-orang yang sudah merugikan Keluarga mereka ",, kata Ayah Ito lagi kepada Alva.
Dan Ayah Itolah, orang yang sangat di percaya oleh Papa Alex, untuk mengeksekusi semua musuh-musuhnya.
Mungkin jika di Novel King Psychopath, Ayah Ito langsung di suruh Papa Alex, untuk menghempaskan si Alva, dengan kekejaman yang dia miliki.
" Waaah, hebat sekali mereka, sayang sekali, Aluisa masih kecil, jadi Mama tidak bisa berbesanan bersama mereka ",, kata Mama Molly menyahuti perkataan Ayah Ito lagi.
" Jika Ansel tahu Mama berbicara begini, pasti dia akan marah ",, kata Ayah Ito kepada Mama Molly.
Mama Molly langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali mendengar perkataan dari Ayah Ito.
Dan siapakah Ansel, readers bisa membaca dulu di Novel yang season pertama, di King Psychopath.
" Dan apa yang kamu perbuat dengan si L, itu membuat reputasi L menjadi buruk Alva ",, kata Ayah Ito lagi kepada Alva yang masih diam saja.
" Terlebih lagi sekarang kamu bekerjasama dengan si L, hati-hati jika ada jebakan di dalamnya, dan jika kamu tidak bisa mengatasinya sendiri, segera hubungi Paman ",, lanjut lagi perkataan dari Ayah Ito kepada Alva.
" Baik Paman ",, jawab Alva kepada Ayah Ito.
" Maafkan Alva, jika sekarang sudah menyusahkan Paman, Alva janji akan bersungguh-sungguh dalam bekerjasama dengan mereka, sampai kontraknya selesai, supaya tidak semakin rumit saja urusannya ",, kata Alva lagi kepada Ayah Ito.
" Iya, sekarang kamu mandilah dulu, kita akan segera makan malam ",, jawab Ayah Ito kepada Alva.
" Siap Paman ",, kata Alva kepada Ayah Ito.
Alva pun langsung beranjak berdiri menuju ke dalam kamar pribadinya, dan sepeninggal dari Alva, Ayah Ito langsung pindah ke sofa sebelah Mama Molly, lalu merebahkan badannya beralaskan p4h4 Mama Molly, sambil mengajak bermain dengan keponakannya yang lucu itu, yaitu Graviella.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
__ADS_1
...***TBC***...