
Kurang lebih sekitar tujuh jam perjalanan dari Moldova ke Madrid, akhirnya Chan dan Ansel sampai juga di salah satu Bandara yang ada di Negara Madrid.
Berangkat dari rumah sekitar pukul delapan pagi, itu artinya mereka berdua sudah sampai di Madrid sekarang sekitar pukul tiga sore.
Baru saja turun dari pesawat, Ansel sudah merengek dengan sang Kakak untuk segera menelpon Keluarga Roderick.
Ansel merengek jika itu berhubungan dengan Aluisa saja, jika dengan yang lainnya, dia akan berubah menjadi cowok yang cool, dingin dan juga acuh.
Baginya, Aluisa adalah kehidupannya, dan baginya juga, Aluisa adalah belahan jiwanya.
" Ayo Kak, lama sekali sih, Paman Pietro sudah menjemput kita belum?? ",, kata Ansel kepada Chan.
" Sebentar, ini Kakak sedang menelpon Paman Pietro ",, jawab Chan kepada Ansel.
Ayah Ito yang kebetulan sedang berada di luar, untuk mengecek toko obat herbalnya, ketika mendengar ponselnya berbunyi, dia langsung saja mengangkatnya.
" Halo Chan?? ",, kata Ayah Ito.
" Paman Pietro, Chan sama Ansel sudah berada di Bandara nih ",, kata Chan kepada Ayah Ito.
" Oh, ok, kamu tunggu sebentar, biar Paman jemput kalian ",, jawab Ayah Ito kepada Chan.
" Baiklah, Paman hati-hati di jalan ",, kata Chan kepada Ayah Ito.
" Iya ",, jawab super singkat dari Ayah ito.
Akhirnya, sambungan mereka terputus juga.
Chan lalu mengajak sang adik untuk ke luar dari dalam Bandara dan menunggu Ayah Ito di luar Bandara saja, supaya Ayah Ito bisa langsung melihat keberadaan mereka berdua.
Ansel terus menggerutu dan menggerutu, karena menurut Ansel, Ayah Ito terlalu lama menjemputnya, padahal jarak antara toko obat herbal milik Ayah Ito dan Bandara tidak terlalu jauh, cuma sekitar lima puluh menitan saja.
Hanya saja Ansel yang sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Aluisa, jadinya membuat dia selalu mengeluh.
" Kamu mengeluh lagi, Kakak jitak kepalamu, dan Kakak laporkan kepada Paman Pietro, biar di penggal sekalian kepala kamu itu ",, kata Chan yang merasa gemas dengan sang adik.
" Atau Kakak laporkan saja kepada Paman Pietro, untuk memecat kamu sebagai calon menantunya ",, kata Chan lagi kepada Ansel.
" Ansel lebih baik di penggal kepalanya, daripada di pecat dari calon menantunya, alias tidak jadi menikah dengan Aluisa ",, jawab Ansel kepada Chan.
" Heh,!! kamu itu baru berumur tujuh belas tahun, kenapa sudah membicarakan menikah dan menikah saja sih ",, kata Chan kepada Ansel.
" Kakak saja yang sudah cukup umur untuk menikah belum teringin menikah ",, kata Chan lagi.
__ADS_1
" Kakak belum ingin menikah, karena Kakak belum mempunyai pasangan, alias jomblo akut, jadinya bicaranya begitu, sedangkan Ansel, kan jodohnya Aluisa, dia milik Ansel, tidak boleh ada laki-laki yang memilikinya selain Ansel ",, kata Ansel kepada Chan.
" Jika Aluisa tidak cinta sama kamu bagaimana,?? apa kamu juga akan tetap memaksakan kehendak ingin menikahinya, dan membuat dia hidup menderita denganmu, laki-laki yang tidak di cintainya?? ",, tanya Chan kepada Ansel.
" Bagaimanapun caranya, Ansel akan membuat Aluisa mencintai Ansel Kak, Ansel akan berusaha membuat Aluisa memandang Ansel, tidak kepada laki-laki lain ",, jawab Ansel dengan sangat mantap sekali.
" Emm, bagaimana kalau Kakak menikah saja sama Kak Alva, kan cocok tuh kalian berdua, serasi pula ",, kata Ansel kepada Chan.
" Sembarangan saja kalau berbicara ",, jawab Chan sambil menjitak kepala sang adik.
Ansel langsung saja tertawa ketika melihat wajah sebal dari sang Kakak, karena memang sejak dulu sang Papa, yaitu Papa Agler juga sudah ingin menjodohkan Chan dengan Alva.
Bahkan Papa Agler dulu sekali pernah berbicara kepada Ayah Ivar, waktu Chan masih berumur dua puluh tahun, jika dia ingin menikahkan Chan dengan Alva, dan jawaban dari Ayah Ivar, dia tidak bisa memaksakan kehendak jodoh dari sang putri.
Akan tetapi walau begitu, jika Chan tidak berjodoh dengan Alva, Ayah Ivar maupun Papa Agler berdoa, semoga Alva kelak bisa mendapatkan laki-laki yang baik seperti Chan.
Akhirnya, mobil Ayah Ito terlihat juga di pandangan mereka berdua, dan Ayah Ito yang melihat ke dua keponakannya itu, langsung menghentikan mobilnya di depan Chan dan Ansel.
" Ayo masuk ",, kata Ayah Ito kepada Ansel dan Chan.
Ansel dan Chan segera membawa masuk semua barang bawaan mereka ke dalam bagasi mobil, dan setelahnya mereka langsung saja masuk ke dalam mobil, dengan Chan yang duduk di depan bersama Ayah Ito, sedangkan Ansel duduk di kursi belakang.
" Paman, apakah Paman mengatakan kepada yang lain, jika kami akan datang menyusul ke sini?? ",, tanya Chan kepada Ayah Ito.
" Wah, bagus dong Paman, jadi Ansel bisa memberikan kejutan kepada Aluisa ",, kata Ansel kepada Ayah Ito.
" Aluisa tadi sedang pergi dengan Chasel, entah ke mana, kamu tunggu saja mereka di rumah, di rumah juga masih banyak yang lainnya ",, kata Ayah Ito kepada Ansel.
" Ok Paman ",, jawab Ansel kepada Ayah ito.
Dan mereka lalu mengobrol ringan, hingga tanpa mereka sadari akhirnya, mobil yang mereka naiki sampai juga di sebuah rumah mewah yang ada di kota itu.
" Paman selalu mempunyai rumah mewah, bolehlah jika Ansel nanti menikah dengan Aluisa, rumahnya buat kita satu, jadi lumayan, Ansel tidak beli rumah baru lagi ",, kata Ansel kepada Ayah Ito.
" Dasar malu-maluin ",, kata Chan sambil menendang kaki Ansel.
" Apaan sih Kakak, Ansel sedang merayu calon Ayah mertua ini ",, kata Ansel kepada Chan.
" Iya, boleh saja, jika Aluisa mau menikah denganmu ",, jawab Ayah Ito sambil berlalu masuk ke dalam rumah.
" Lho harus dong Paman, Paman harus menikahkan Aluisa dengan Ansel ",, kata Ansel sambil mengikuti langkah kaki Ayah Ito, dan meninggalkan Chan yang sedang kerepotan membawa barang bawaan mereka.
" Hei Ansel,!! bantuin Kakak!! ",, kata Chan kepada Ansel.
__ADS_1
" Tidak mau, bawa Kakak sendiri ",, jawab Ansel kepada Chan.
" Ansel,!! bantuin Kakak kamu sana, mau beneran Paman pecat dari calon menantu Paman!! ",, kata Ayah Ito kepada Ansel.
" Iya baiklah ",, jawab Ansel.
Akhirnya Ansel berbalik badan lagi untuk membantu sang Kakak yang sedang kerepotan membawa dua koper dan satu tas.
Kedatangan Ansel dan Chan langsung di sambut hangat oleh semua Keluarga Roderick yang sedang berkumpul di ruang keluarga, sangat komplit sekali, kecuali Chasel dan Aluisa yang sedang pergi dan juga Alva yang masih setia berada di dalam kamarnya.
Alva dari kemarin tidak mau ke luar dari dalam kamar sama sekali, walau sudah dibujuk oleh sang Mama, Ayah, Mama Molly, bahkan Ayah Ito sekalipun.
Namun Alva, sama sekali tidak mau untuk ke luar kamar, dia seperti menjadi gadis pemurung dan tidak bisa ceria lagi seperti sebelumnya, karena ulah si L kepadanya.
" Alva di mana Paman, Bibi, ko dia tidak kelihatan di sini juga?? ",, tanya Chan kepada semua orang.
" Alva ada di dalam kamarnya, dia sedang bersedih, coba kamu bujuk sana, siapa tahu dia mau ke luar dari dalam kamar ",, jawab Ayah Ivar kepada Chan.
" Bolehkah,?? apa kalian tidak takut jika Alva aku apa-apain?? ",, jawab menggoda dari Chan.
" Itu sih maunya Kakak, kan tadi Kakak bilang jika Kakak ingin menikahi Kak Alva ",, kata Ansel ikut berbicara.
Chan yang mendengar perkataan dari sang adik, dia reflek langsung mencubit p4h4nya, sedangkan para orang tua yang ada di situ, langsung saling pandang dengan arti tatapan masing-masing.
" Iya jika Alva mau sama Kakak kamu Chan, Paman juga tidak masalah Ansel, lagi pula Chan juga sudah mapan ",, jawab Ayah Ivar kepada Ansel.
" Tuh Kak, sudah di restui sama calon Ayah mertua ",, kata Ansel lagi kepada Chan.
" Sudah Paman, jangan di dengarkan apa kata si Ansel, dia kurang minum obat, jadinya otaknya geser ",, kata Chan kepada Ansel.
" Kakak!! ",, kata gemas dari Ansel sambil melotot ke arah Chan.
Chan hanya tertawa saja kepada Ansel, dan dia lalu ijin kepada semua orang untuk menemui Alva yang sedang berada di dalam kamar.
Chan sendiri berteman biasa dengan Alva sejak mereka masih kecil, dan Chan sama sekali tidak mempunyai perasaan terhadap Alva.
Namun entahlah, mereka saat ini sudah sama-sama dewasa, dan cinta juga tidak tahu kapan datangnya dan dengan siapa, jadi jangan salahkan Chan atau Alva nanti, jika mereka tiba-tiba saling jatuh cinta walau nanti ada L di tengah-tengah mereka.
...πππππππππππππ...
Nah kan makin tambah rumit kisah cinta si Alva.π
...βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ...
__ADS_1
...***TBC***...