
Sedangkan di sisi lain, lebih tepat di parkiran rumah sakit, ada sepasang suami istri yang sedang beradu mulut, sampai-sampai mereka terlihat begitu menegangkan sekali.
Hingga sampai tegangnya, jika ada orang yang melihat, pasti langsung ikut tegang, karena beradu mulut yang author maksud adalah sedang berciuman.
Hahaha, siapa nih yang salah mengartikan beradu mulut itu berantem, maaf, tebakan kalian sedikit meleset.
Sang istri yang sudah tidak tahan dengan sikap sang suami, dia langsung saja mendorong tubuh sang suami, sambil menampilkan wajah cemberutnya.
" Papi iiih, selalu begitu, jika Mami sedang marah, langsung saja di sosor!! ",, marah sang istri kepada sang suami.
" Mamiku sayang, untuk apa marah-marah, toh lagi pula anak kita juga sudah lahir, dan dia sangat cantik sekali seperti Mami, apalagi sih yang di permasalahkan?? ",, jawab sang suami kepada istrinya.
" Iya, itu juga karena Papi, sengaja membuat Mami hamil lagi, padahal Mami sudah capek hamil terus ",, kata sang istri.
" Tapi sekarang rasakan itu, tadi Papi ingat kan apa kata Dokter, jika Mami harus menunda hamil lagi, karena faktor umur dan sudah punya banyak anak, terlebih lagi anak kita yang terakhir masih baby ",, kata si istri lagi kepada sang suami.
" Tidak apa-apa, setidaknya Papi masih bisa meminta jatah terus setiap malam sama Mami ",, jawab menggoda dari sang suami kepada istrinya.
" No,!! tidur saja sana sama guling, sudah ayo cepat kita pulang, kasihan Kak Molly harus menjaga anak-anak kita '',, kata si istri kepada suaminya.
Dan sepasang suami istri yang sedang beradu argumen adalah Elina bersama Gilbert.
Elina dan Gilbert, kenapa ada di rumah sakit, karena Gilbert sedang mengantarkan Elina untuk kontrol pasca melahirkan.
Berhubung mereka sedang berlibur ke luar Negeri bersama sang Kakak, akhirnya membuat Elina memaksa Gilbert untuk sekalian kontrol saja.
Elina dan Gilbert, sengaja menitipkan anak-anak mereka termasuk yang masih baby yaitu baby Graviella kepada Mama Molly, dan Mama Molly pun tidak merasa keberatan akan hal itu.
Apakah Mama Molly dan Ayah Ito menetap di Negara kelahirannya si L,?? pasti itu kan sejak awal yang menjadi pertanyaan di benak kalian.
Jawabannya tidak, karena Ayah Ito hanya berkunjung saja, sekaligus mengecek toko obat herbal miliknya.
Dan juga membantu si Alva untuk membangun restoran mewah miliknya.
Jadi untuk sementara waktu, Keluarga Roderick, akan lebih menghabiskan waktu mereka di Negara Kelahiran si L, yaitu London.
Gilbert dan Elina saat ini sudah ke luar dari parkiran rumah sakit, dan mereka langsung saja menuju ke kediaman sang Kakak yang begitu sangat mewah dan juga megah sekali.
Papa Alex sudah mengetahui sangat lama sekali, jika sang sahabat yaitu Ayah Ito, membuka toko obat herbal di Negaranya, namun dia tidak mengetahui, jika Ayah Ito juga mempunyai rumah di sini.
Itulah kenapa, Papa Alex tidak tahu jika rumah yang tadi di kunjunginya adalah rumah sang sahabat Psikopatnya.
Meninggalkan Keluarga Roderick, kita beralih ke Keluarga Damara lagi.
__ADS_1
Papa Alex yang sudah sadar dari pingsannya, dia mencoba menetralkan pandangannya, sambil m3r3m45 6r4 yang sedang di pegangnya.
Sedangkan Mama Ana, dia masih diam saja sambil menaruh ke dua tangannya di pinggang, untuk menunggu Papa Alex sadar sepenuhnya.
" Mama ",, kata Papa Alex dengan mata yang terlihat masih sayu.
" Bagus ya pikiran Papa yang buruk itu!! ",, kata Mama Ana sambil menjewer telinga Papa Alex.
" Aduh-aduh-aduh sakit Ma ",, kata Papa Alex sambil melepaskan jeweran di telinganya.
" Kenapa Mama menjewer telinga Papa, sakit tahu!! ",, gerutu Papa Alex kepada Mama Ana.
" Papa itu yang kenapa!! ",, jawab Mama Ana kepada Papa Alex.
" Tadi kata Kak Arga, Papa ingin bermain 53x secara thr3350m3, itu apa namanya kalau bukan pikiran jelek!! ",, marah Mama Ana kepada Papa Alex.
" Kurang 474r si Arga!! ",, kata Papa Alex.
" Sudah jangan menyalahkan orang lain Papa!! ",, kata Mama Ana kepada Papa Alex.
" Arga di mana Ma?? ",, tanya Papa Alex kepada Mama Ana.
" Mama ini sedang berbicara kepada Papa, kenapa Papa malah mencari Kak Arga?? ",, kata Mama Ana kepada Papa Alex.
" Itu dia ada di luar, sini kembalikan 6r4 Mama ",, jawab Mama Ana kepada Papa Alex.
" Pakai dulu 6r4nya Mama, karena Papa ingin memanggil Arga masuk ",, kata Papa Alex sambil menyerahkan 6r4 milik Mama Ana.
" Iya baiklah!! ",, jawab Mama Ana terdengar malas.
Mama Ana lalu duduk di sebelah Papa Alex, dan dia langsung saja melepaskan dres mahal miliknya di hadapan Papa Alex.
Bukan maksud Mama Ana ingin menggoda Papa Alex, Papa Alexnya saja yang tergoda melihat tubuh sang istri yang masih terlihat men9941r4hkan untuknya.
Jadi, ketika Mama Ana sedang sibuk memakai 6r4 miliknya, tiba-tiba saja Papa Alex langsung mener74n9 Mama Ana dan menindih tubuhnya untuk dia nikmati bukit kembar milik Mama Ana.
Hal itu tentu saja membuat Mama Ana terkejut, hingga saking terkejutnya, Mama Ana sampai menjewer lagi telinga dari Papa Alex, tapi tidak mempan untuk kali ini.
" Sudah Pa, sudah sana pergi, kita ini sudah tua, kenapa Papa makin tua makin jadi sih!! ",, kata Mama Ana kepada Papa Alex.
Papa Alex tidak peduli, dia masih asik menikmati mainan yang setiap malam dia mainkan itu.
" Aaaaah Papa ",, d354h nikmat dari Mama Ana, karena ulah Papa Alex.
__ADS_1
Kesenangan dari Papa Alex sedikit terganggu, ketika ada suara ketukan pintu dari luar.
Hal itu membuat Papa Alex menjadi sebal sendiri, dan ingin mencekik orang yang sudah menganggu kesenangannya.
" Siapa sih, menganggu saja!! ",, gerutu dari Papa Alex.
Papa Alex yang sudah bangun dari atas tubuh Mama Ana, membuat Mama Ana segera memakai 6r4 miliknya, sebab dia tidak mau di terkam lagi oleh Papa Alex.
Ketika Mama Ana sudah selesai memakai pakaiannya kembali, Papa Alex langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk membukakan pintunya.
Dan ternyata yang mengetuk pintunya adalah si Arga.
Papa Alex yang melihat wajah Arga, dia reflek langsung mencekik leher Arga, sampai membuat Arga terbatuk-batuk.
" Bos, ada apa ini, kenapa Bos mencekik leher saya ",, kata Arga dengan suara terbata-bata.
" Kamu 514lan Arga, kenapa kamu mengatakan kepada Ana jika aku ingin bermain thr3350m3!! ",, jawab Papa Alex sambil melepaskan cekikan di leher Arga tadi.
" Bukan Bos, Ana saja yang salah paham, jika tidak percaya tanya saja sama si L ",, kata Arga kepada Papa Alex.
Papa Alex langsung mengalihkan pandangannya ke arah si L.
Dan L reflek langsung mengangguk kepada Papa Alex, dan arti anggukan dari si L, membuat Arga serta Papa Alex menjadi bingung.
" Kamu mengangguk apa maksudnya L,?? yang jelas!! ",, kata Papa Alex kepada si L.
" Benar apa kata Paman Arga Pa, jika Mama salah paham ",, jawab L kepada Papa Alex.
" Nah, dengar sendiri kan Bos ",, kata Arga kepada Papa Alex.
" Lalu kenapa kamu mengetuk pintunya, mengganggu saja!! ",, tanya Papa Alex kepada Arga.
" Sudah sore Bos, sudah hampir jam tujuh malam ini, apa kita tidak mau pulang Bos, tadi Vero sudah menelponku daritadi ",, tanya balik dari Arga kepada Papa Alex.
" Iya sudah, ayo sekarang kita pulang ",, jawab Papa Alex kepada semua orang.
Dan Mama Ana pun juga sudah berdiri di samping Papa Alex.
Akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah untuk si Arga, dan Keluarga Damara ke mansion megah milik mereka.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...
__ADS_1