
Alva yang sudah ke luar dari dalam ruang kerja si L, dia masih menggandeng mesra tangan Ayah Ito sampai mereka masuk ke dalam lift.
Dan sesampainya di dalam lift, Alva langsung saja melepaskan pegangan tangannya tadi, sambil tertawa dengan sangat keras sekali.
Hingga membuat Ayah Ito menatap aneh ke arah Alva, sambil menggelengkan kepalanya.
" Apakah kamu sudah puas tertawanya Alva?? ",, tanya Ayah Ito kepada Alva.
" Belum Paman, perut Alva terasa sangat sakit sekali, ketika teringat dengan wajah mereka yang terkejut tadi ",, jawab Alva masih sambil tertawa.
" Jika sudah puas tertawa, sekarang jelaskan kepada Paman, tentang berita viral itu, dan kenapa kamu bisa sampai di sini?? ",, kata Ayah Ito kepada Alva.
Senyum Alva langsung sirna, ketika mendengar perkataan dari Ayah Ito.
" Berita viral apa ya Paman?? ",, tanya Alva kepada Ayah Ito.
Ayah Ito sudah mengantisipasi jika Alva bertanya seperti itu kepadanya, jadi Ayah Ito sudah menyimpan sebuah link gosip, supaya Alva bisa melihatnya sendiri.
Ayah Ito yang sudah membuka link tersebut, dia langsung saja memberikan ponselnya kepada Alva, dan Alva begitu sangat terkejut sekali melihat berita gosip viral antara dirinya dan juga si L.
" Sekarang kamu sudah tahu, sampai rumah jelaskan kepada Paman, sola gosip viral itu, karena Ayah kamu sedang marah-marah dan dia akan segera menyusul kamu ke sini ",, kata Ayah Ito sambil merebut kembali ponselnya.
Alva hanya diam saja, dia tidak menyangka jika dirinya bisa terkenal secepat itu karena ulahnya sendiri.
" Tapi untuk jawaban kenapa kamu ada di sini, cepat katakan sekarang juga ",, kata Ayah Ito lagi kepada Alva.
Alva yang masih terbengong, membuat Ayah Ito langsung saja mengejutkan Alva dengan memangil namanya dengan cukup keras sekali, dan itu langsung menggema di dalam lift.
" Eh iya Paman, ada apa?? ",, tanya Alva kepada Ayah Ito.
" Cepat katakan kepada Paman, kenapa kamu bisa sampai ada di sini?? ",, tanya Ayah Ito kepada Alva.
" Tadi Alva sedang di suruh untuk membantu Chef Diega, teman Alva untuk menggantikannya bekerja di sini, karena dia ingin pergi seminar di luar Negeri Paman ",, jawab Alva kepada Ayah Ito.
Dan akhirnya lift yang mereka naiki sampai juga di lantai dasar.
Masih sambil jalan berdua, Alva pun langsung saja menjelaskan kepada Ayah Ito.
" Alva tidak enak untuk menolaknya Paman, karena Chef Diega sudah baik sekali kepada Alva ",, lanjut lagi perkataan Alva.
" Jadi akhirnya, Alva menyetujuinya saja untuk bekerja di sini menggantikannya, sampai restoran milik Alva opening, dan tadi Alva sedang menandatangi kontraknya, tapi tiba-tiba datanglah dua Kakek-kakek itu yang seumuran dengan Paman ",, kata Alva lagi.
Ayah Ito yang di katai Kakek-kakek oleh Alva, dia langsung menatap tajam ke arah Alva, dan Alva yang di tatap seperti itu oleh Ayah Ito, dia langsung saja tertawa sambil menunjukkan dua jarinya berbentuk V.
" Lalu kenapa dengan dahi kamu?? '',, tanya Ayah Ito kepada Alva.
" Tadi tidak sengaja tersandung kaki sendiri, dan dahi Alva langsung kejedot pinggiran meja Paman ",, jawab Alva kepada Ayah Ito.
Alva sengaja tidak menjawab jujur apa saja yang dilakukannya bersama si L, karena Alva sendiri merasa malu dan takut jika sang Paman akan marah.
__ADS_1
Dan untuk dahi yang benjol, Alva sebenarnya tidak tahu apa penyebabnya, jadi Alva mengarangnya saja.
Untung saja Ayah Ito percaya dengan jawaban dari Alva, jadi Alva bisa bernafas lega ketika melihat Ayah Ito cuek saja dengan jawabannya tadi.
" Sudah sana masuk mobil dan sekarang pulang!! ",, kata Ayah Ito kepada Alva.
" Siap Paman ",, jawab Alva kepada Ayah Ito.
Alva dan Ayah Ito pun langsung berpisah tempat, untuk masuk ke dalam mobil milik mereka sendiri-sendiri.
Setelahnya, mereka pun langsung saja bergegas pergi dari parkiran restoran mewah milik si L.
Sedangkan bergeser lagi ke ruang kerja si L.
Arga yang melihat si L diam saja ketika sang Papa sedang pingsan, dia langsung saja memanggil L dengan suara yang sangat keras sekali.
Dan suara keras dari Arga, akhirnya membuat L sadar, dan langsung merasa khawatir melihat keadaan sang Papa yang sedang pingsan.
" Ayo Paman Arga, bawa Papa ke rumah sakit sekarang juga ",, kata L kepada Arga.
" Tidak perlu, kamu panggil Paman kamu saja Simon untuk datang ke sini memeriksa keadaan dari Papa kamu ",, jawab Arga kepada si L.
L langsung saja mengangguk kepada Arga, dan dia langsung saja mencoba menghubungi Simon.
Namun setelah tiga kali panggilan, Simon masih belum bisa dihubungi sama sekali, itu karena Simon sedang berada di dalam ruang 0p3r451.
" Paman Arga, Paman Simon tidak bisa di hubungi ",, kata L kepada Arga.
L pun langsung gantian menelpon Mama Ana, yang sedang dalam perjalanan pulang dari restoran yang dia datangi tadi.
Mama Ana yang mendengar ponselnya berdering, dia langsung saja mengambilnya di dalam tas jinjingnya.
Melihat nama si L, Mama Ana langsung mengangkat sambungan telepon tersebut.
" Halo L ",, kata Mama Ana kepada si L.
" Ma, cepat datang ke restoran L yang ada di jalan ..... ",, L langsung menyebutkan nama jalannya.
Karena si L mempunyai lebih dari dua restoran mewah di Negara kelahirannya.
" Memangnya kenapa Mama di suruh datang ke restoran kamu?? ",, tanya Mama Ana kepada L.
" Papa pingsan Ma, cepat Mama ke sini ",, jawab L kepada Mama Ana.
" Apa,!! Papa pingsan??!! ",, tanya Mama Ana kepada L.
" Iya Ma, cepat datang ke sini sekarang juga!! ",, jawab L kepada Mama Ana.
" Baik Tunggu Mama sebentar lagi ",, kata Mama Ana kepada si L.
__ADS_1
Dan setelah itu sambungan telepon mereka pun terputus, ketika Mama Ana sudah mendengar jawaban dari L tadi.
Mama Ana langsung menyuruh anak buahnya untuk memutar stir menuju ke restoran milik L.
Tidak berlangsung lama, sekitar lima belas menit kemudian, akhirnya Mama Ana sampai juga di restoran milik si L.
Mama Ana langsung saja segera masuk ke dalam restoran tersebut, dan sepanjang jalan menuju ke ruang kerja si L, Mama Ana selalu mendapatkan sapaan ramah dari para karyawan restoran.
Hingga tanpa Mama sadari, lift yang dia naiki akhirnya sampai juga di lantai ruang kerja si L.
Mama Ana langsung berjalan ke arah pintu ruang kerja Luis, dan langsung membukanya dengan sangat kasar sekali, sebab Mama Ana sedang merasa khawatir sekali dengan keadaan dari Papa Alex.
" Astaga Papa ",, kata Mama Ana ketika melihat Papa Alex masih tidak sadarkan diri.
" Papa kamu kenapa L, bisa sampai begini?? ",, tanya Mama Ana kepada si L.
" Bos Alex pingsan karena mendengar kata thr3350m3 Ana ",, jawab Arga mewakili si L.
" Apa itu thr3350m3?? ",, tanya Mama Ana kepada Arga.
" Melakukan hubungan 53x sebanyak tiga orang secara bersama-sama Ana ",, jawab Arga kepada Ana.
" Astaga, si Papa mau melakukan hubungan 53x lebih dari tiga orang, apakah dia mau memanggil 74l4n9 ketika kita sedang berhubungan 1nt1m,!! ini tidak bisa di biarkan, akan Mama beri pelajaran dulu ini si Papa!! ",, kata Mama Ana yang salah paham.
" Bukan Ana ",, kata Arga mencoba menjelaskan.
" Ke luar,!! cepat ke luar,!! kalian tunggu di luar dulu!! ",, kata marah dari Mama Ana.
" Tapi Ana, kamu ..... ",, perkataan dari Arga yang ingin menjelaskan langsung saja terpotong.
" Cepat ke luar Kak Arga!! ",, kata Mama Ana kepada Arga.
" Baiklah, Kakak tunggu di luar dulu sama si L, ayo L kita biarkan Papa kamu di terkam Mama kamu ",, jawab Arga.
" Jangan ada yang berani membuka pintunya, sebelum Ana buka Kak Arga ",, pesan Mama Ana kepada Arga.
" Iya baiklah ",, jawab Arga kepada Mama Ana.
Arga dan L pun berlalu ke luar dari dalam ruang kerja meninggalkan Mama Ana yang sedang marah-marah.
Sepeninggal dari Arga dan L, Mama Ana langsung saja mengeluarkan sesuatu dari dalam bajunya, dan itu ternyata adalah br4 miliknya untuk dia ciumkan ke arah wajah Papa Alex.
" Bangun Papa!! ",, kata Mama Ana sambil m3r3m45 tiang listrik milik Papa Alex.
" Papa bangun!! ",, kata Mama Ana lagi, masih m3r3m45 tiang listrik Papa Alex.
Rem45an demi rem45an yang di lakukan oleh Mama Ana, akhirnya membuat Papa Alex terbangun dari pingsannya, dan yang terbangun tidak cuma kesadarannya saja, tapi dengan tiang listrik miliknya juga.
Terlebih lagi, ketika sudah bangun, Papa Alex langsung memegang sebuah br4 yang aromanya sangat dia kenali sekali.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...