
Alva dan L saat ini sudah ikut duduk bergabung dengan semua Keluarga besar William dan Damara.
Berbincang hangat ke sana dan ke mari, membuat Alva semakin merasa tidak nyaman saja berada di antara mereka semua yang masih terasa asing di hidup Alva.
Alva juga sesekali di ajak berbicara oleh mereka, namun cuma menjawab sekedarnya saja.
" Oh ya Nak, kata Paman kamu Tuan Pietro, jika kamu saat ini sedang membangun restoran di sini,?? di sebelah mana Nak, siapa tahu Papa bisa membantu kamu?? ",, tanya Papa Alex kepada Alva.
" Tidak perlu Pa, semuanya sudah Ayah sama Paman yang menangani ",, jawab Alva merasa malu.
" Jangan sungkan begitu sayang, kamu ini juga sudah menjadi anak Mamam, anggota Keluarga di sini, jadi jangan malu ya?? ",, kata Mama Ana kepada Alva.
L yang belum mengetahui perihal tersebut, dia cukup terkejut jika Alva ternyata sedang membangun restoran mewahnya di Negaranya juga.
" Kamu sedang membangun restoran Alva,?? kenapa tidak bercerita denganku?? ",, tanya L kepada Alva.
Alva hanya melirik saja kepada L tanpa mau menjawab sama sekali, sambil membatin di dalam hatinya.
" Siapa kamu,?? kenapa aku harus bercerita semua kepadamu, aku saja masih tidak sudi menjadi istrimu ",, kata batin Alva.
" Nak, kenapa kamu melamun?? ",, tanya Nenek Gia Mama kandungnya Papa Alex.
" Eh, tidak Nek, maaf ",, jawab Alva.
" Di manakah alamat restoran kamu yang sedang dibangun Nak, katakan sama Papa, biar ditinjau sama anak buah Papa secepatnya ",, kata Papa Alex lagi kepada Alva.
Mau tidak mau Alva pun langsung saja menyebutkan alamat restorannya yang sedang dia bangun.
" Papa tahu alamat itu, tempat itu sangat strategis sekali, dan tidak jauh juga dengan restoran milik si L suami kamu ",, kata Papa Alex.
" Iya Papa benar, besok biar L tinjau sendiri sekalian berangkat bekerja ",, kata L kepada Papa Alex.
" Eh tidak boleh, kamu masih pengantin baru, harus di rumah dulu, supaya lebih mesra dengan Alva, dan ajak dia berbulan madu juga ",, kata Kakek Gavi, Papa kandungnya Papa Alex.
" Tidak perlu Kek, Alva bahagia ko cuma begini saja, besok sepertinya Alva juga ingin mengecek resto milik Alva itu, karena sudah cukup lama tidak Alva lihat sendiri ",, kata Alva kepada Kakek Gavi.
" Wanita di Keluarga kami tidak ada yang boleh susah Nak, kamu sekarang sudah menjadi Princess di Keluarga Damara dan William, jadi semua pekerjaan kamu nanti akan diselesaikan oleh L suami kamu ",, jawab Kakek Gavi kepada Alva.
" Iya Kakek, Alva menurut bagaimana baiknya ",, jawab Alva sambil tertawa garing.
Alva yang sudah terbiasa mengerjakan semuanya sendiri dan juga mandiri, sekarang diperhatikan bagai Princess, membuat dirinya merasa tidak nyaman sekali.
Tapi mau bagaimana pun juga Alva tidak bisa membantah, sedangkan dia saja masih mencoba membuka hatinya untuk Keluarga barunya tersebut.
Ketika sudah selesai berbincang, Alva langsung diajak masuk oleh L ke dalam kamar pribadinya.
Sesampainya di dalam kamar, Alva langsung merebahkan badannya di atas sofa sambil menutupi matanya menggunakan lengan tangannya.
L yang melihat, tentu saja dia merasa semakin bingung dengan sikap Alva.
" Kenapa kamu tidur di situ Alva, tidurnya di atas ranjang saja, nanti badan kamu bisa sakit semua ",, kata L kepada Alva.
" Kamu saja yang tidur di ranjang, aku akan tidur di sini mulai malam ini, dan jangan harap kamu bisa mendapatkan hak kamu sebagai suamiku, karena sampai kapanpun aku tidak mau menganggap pernikahan ini ada ",, jawab Alva kepada L.
" Kenapa kamu berbicara seperti itu Alva!! ",, marah L.
" Kamu tanya kenapa aku berbicara seperti ini!! ",, jawab Alva.
__ADS_1
Alva lalu beranjak berdiri dari rebahannya untuk menghadap tepat ke arah L.
" Harusnya hari ini aku menikah dengan Chan, bukan sama kamu, dan aku sama sekali tidak mencintai kamu, tapi kamu seenak hati merusak semua rencana indahku dengannya menggunakan kekuasaanmu itu!! ",, kata Alva lagi.
" Dan satu hal lagi yang harus kamu ingat Tuan L yang terhormat!! ",, kata Alva.
" Aku sangat membenci kamu, karena kamu,!! hidupku menjadi susah dan berantakan!! ",, kata Alva lagi.
Setelahnya, Alva langsung berlalu pergi dari dalam kamar dan membanting pintu kamar dengan sangat keras sekali dari luar.
L sangat tercengang mendengar pengakuan menyakitkan dari Alva untuknya, dan L sendiri sebenarnya juga sakit hati mendengar jika Alva sangat membencinya.
Melihat Alva pergi dari dalam kamarnya, L mencoba membiarkannya saja, karena pikir L, mungkin Alva membutuhkan waktu untuk sendiri terlebih dahulu.
Alva yang sudah ke luar dari dalam kamar si L, dia langsung berlalu ke luar menuju ke garasi mobil.
" Mana mobil yang ada kuncinya?? ",, tanya Alva kepada salah satu anak buah.
" Semua mobil yang ada di sini kuncinya ada di dalamnya Nyonya, tergantung semua ",, jawab anak buah tersebut kepada Alva.
Tanpa mau banyak berbicara lagi, Alva langsung masuk ke dalam mobil yang dekat dengan pintu, dan mobil tersebut milik Papa Alex.
Alva lalu mengendarai mobil itu, ke luar dari area mansion.
Semua anak buah tidak ada yang mencegah kepergian Alva, karena mereka semua tidak tahu, jika Alva sedang pergi dalam keadaan marah.
Alva terus mengendarai mobilnya, dan tempat yang ingin dia tuju adalah rumah sang Paman yang kemarin dia tinggali.
Alva ingin menyendiri terlebih dahulu dari semua Keluarga Damara dan William yang sangat menyesakkan dadanya.
Malam harinya, ketika waktunya makan malam, L yang sudah ke luar dari dalam kamarnya, langsung ditanya oleh Mama Ana.
" Bukankah dia daritadi ada di mansion ini Ma, karena tadi kita sedang selisih faham sedikit, jadi pikir L, Alva mungkin jalan-jalan sebentar untuk menenangkan diri di area mansion ini ",, jawab L.
Mama Ana yang mendengar jawaban dari L, dia langsung saja menjitak kepalanya si L.
" Kamu itu bodoh L!! ",, kata Mama Ana.
" Baru saja menikah masa sudah marahan, dan istri marah malah dibiarkan saja!! ",, kata Mama Ana lagi.
Papa Alex yang ingin ikut bergabung di ruang makan dan mendengar sang istri sedang marah-marah kepada L, membuatnya bertanya.
" Ada apa sih Ma ko marah-marah sama L, malu sama Alva ",, kata Papa Alex kepada Mama Ana.
" Alva tidak ada di mansion ini Pa, dia kabur, gara-gara anak Papa yang bodoh ini!! ",, jawab Mama Ana.
" Kabur,?? bagaimana dia bisa kabur?? ",, tanya Papa Alex cukup terkejut.
" Tidak kabur Pa, mungkin dia sedang menenangkan diri, karena tadi L dan Alva sedang berselisih faham sedikit ",, jawab L kepada sang Papa.
" Kamu sudah tahu istri kamu tidak ada di mansion, kamu hanya diam saja seperti ini L?? ",, tanya Papa Alex.
" Cari dia sampai dapat, jika sampai kenapa-kenapa dengan Alva, Keluarga kita pasti dihabisi oleh Tuan Pietro Roderick ",, kata Papa Alex lagi kepada L.
" Iya Pa ",, jawab L.
L langsung berlalu ke luar menuju ke dalam garasi mobil, ketika L baru saja berlalu dari ruang makan, Papa Alex mencoba bertanya kepada salah satu anak buahnya.
__ADS_1
" Apa kamu melihat nyonya Alva ke luar dari dalam mansion ini?? ",, tanya Papa Alex kepada anak buahnya.
" Melihat Tuan, dia pergi menggunakan salah satu mobil milik Tuan ",, jawab anak buah tersebut.
" Kamu segera panggilkan L sebelum dia berlalu pergi ",, perintah dari Papa Alex.
" Baik Tuan ",, jawab sang anak buah.
Anak buah itu langsung pergi menyusul si L, tapi sayang L sudah keburu pergi ke luar dari mansion, dan membuat anak buah tadi harus melaporkan apa adanya kepada Papa Alex.
" Kalau begitu, lacak mobil saya, karena semua mobil saya ada chip dan juga gps tersembunyi ",, perintah dari Papa Alex kepada anak buahnya.
" Baik Tuan Alex ",, jawab sang anak buah lagi.
Anak buah itu lalu mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Papa Alex, dan tidak lama sekitar lima belas menit kemudian, mobil milik Papa Alex sudah ditemukan keberadaannya.
Papa Alex yang sudah menerima laporan dari anak buahnya, dia langsung menghubungi L yang masih berputar-putar tidak jelas di penjuru kota.
" Halo Pa, L belum menemukan keberadaan Alva ",, kata L kepada sang Papa.
" Kamu jemputlah Alva di alamat ",, Papa Alex langsung menyebutkan alamat rumah Ayah Ito.
" Alva sedang di sana ",, kata Papa Alex lagi.
" Baik Pa ",, jawab L dan L langsung mematikan sambungan teleponnya.
L tidak mau menunggu waktu lama lagi, dia langsung memutar stir mobilnya untuk menuju ke rumah Ayah Ito.
Ada cukup banyak anak buah yang berjaga di rumah Ayah Ito, dan kedatangan L langsung mendapatkan banyak pertanyaan dari para penjaga.
" Mau kalian semua saya bunuh hah!! ",, kata L kepada para penjaga.
" Saya suaminya Alva, kenapa saya tidak boleh masuk ke sini, cepat buka pintu gerbangnya!! ",, kata L lagi.
Tidak mau langsung percaya dengan semua perkataan dari L, salah satu anak buah itu ada yang langsung menghubungi Ayah Ito, dan ketika sudah mendapatkan penjelasan dari Ayah Ito, barulah semua penjaga itu mau membukakan pintu gerbangnya untuk si L.
Ayah Ito diseberang sana tidak mau bercerita kepada semua Keluarganya tentang Alva yang memilih pulang ke rumahnya, karena Ayah Ito tidak mau membuat perasaan sang Kakak menjadi khawatir.
Terlebih lagi Ayah Ito sangat tahu sekali bagaimana perasaan dari sang keponakan.
Ayah Ito juga terus menyuruh anak buahnya untuk mengawasi dan menjaga Alva selama dia masih ada di rumah mewahnya.
L yang sudah memarkirkan mobilnya tepat di depan pelataran rumah Ayah Ito, dia langsung melihat mobil milik sang Papa.
Tanpa permisi sama sekali, L langsung masuk ke dalam rumah untuk mencari Alva.
Setiap kamar pintunya L buka semua untuk mencari keberadaannya Alva, dan ketika berada di lantai dua, barulah L bisa menemukan Alva yang sedang tidur meringkuk di atas ranjang dengan banyak sisa air mata di wajahnya.
Ada rasa bersalah dan menyesal di dalam hati, karena sudah membuat Alva bersedih seperti saat ini, akan tetapi L juga tidak bisa membiarkan Alva dimiliki oleh laki-laki lain selain dirinya.
Sekarang yang bisa L lakukan cuma memandangi Alva yang sedang tidur, sambil duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang.
L akan sabar menunggu Alva, sampai Alva terbangun dari tidurnya.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
Selamat berjuang L, jangan kasar-kasar sama Alva, karena perempuan tidak suka dikasarin, ok tampan😉.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...