Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
TAMBAH MUMET


__ADS_3

Menit berganti dengan jam, hingga sampai tengah malam pun L belum bisa memejamkan matanya sama sekali, sebab dia belum mendapatkan laporan yang pasti dari anak buahnya.


L memiringkan ke kanan dan ke kiri tubuhnya di atas ranjang tempat tidurnya, dengan perasaan gundah gulana yang tidak menentu.


" Alva ke mana kamu, maafkan aku ",, kata L.


" Bodoh kamu L, kenapa kamu mengulangi kesalahan kamu untuk ke dua kalinya, padahal hubunganmu dengan Alva sudah mulai membaik ",, kata L lagi sambil berbicara sendiri.


" Aaarrgghhh 514l, ini semua karena Erica!! ",, kata L.


L lalu beranjak turun dari atas ranjangnya untuk berjalan ke arah penyimpanan makanan yang tersedia di dalam kamar hotelnya.


L melihat ada wine di dalam kulkas, dan tidak pakai lama, L langsung meminumnya dari botolnya, hingga tanpa dia sadari dirinya sudah menghabiskan satu botol tersebut, dan membuatnya mabuk seketika.


L yang awalnya tidak bisa tidur, sekarang dia sudah tertidur sangat lelap sekali, hingga malam sudah berganti dengan pagi.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, namun L belum terbangun juga, dan dia akhirnya terbangun, ketika tiba-tiba ada panggilan masuk ke dalam ponselnya.


" Aduh kepalaku pusing sekali ",, kata L sambil mem174t kepalanya.


Ponsel miliknya terus berdering, dan mau tidak mau L pun mengangkatnya sambil menahan rasa sakit di kepalanya.


" Halo ",, kata L.


" Tuan L, Perusahaan Nona Erica sangat susah sekali untuk kita tembus sistem komputernya Tuan ",, jawab sang penelpon yang ternyata dari Saddam.


" Bagaimana bisa Saddam,?? kita sendiri kan juga punya beberapa hacker handal, masa tidak bisa sih menghacker komputer Perusahaannya ",, jawab L sambil mem174t dahinya.


" Benar Tuan, semalam sudah saya kirimkan sebuah virus, namun pagi ini ketika sedang dicek oleh para anak buah, virus itu sudah hilang dan komputernya kembali bersih, malah semakin ketat saja keamanannya ",, jawab Saddam.


" Cari terus bagaimana celahnya bisa menghancurkan wanita ular itu, karena dia, Alva marah kepadaku dan saat ini sedang pergi bersembunyi dariku ",, kata L.


" Hah,??!! Nona Alva pergi dari Kak L,?? bagaimana bisa?? ",, tanya Saddam dalam mode sebagai seorang adik.


" Lalu bagaimana dengan pertemuan nanti malam Kak L,? apakah Kakak tidak mau menghadirinya?? ",, tanya Saddam.


" Itulah yang sedang aku pikirkan Saddam, otakku rasanya sakit sekali memikirkan Alva yang belum ketemu juga sampai saat ini ",, jawab L.


" Akan Saddam bantu Kak, siapa tahu Saddam bisa menemukan atau melacak Nona Alva dari sini ",, kata Saddam.


" Bagaimana kamu melacak keberadaannya Alva, Saddam?? ",, tanya L.


" Alva saja tidak mempunyai ponsel sekarang ",, kata L lagi.

__ADS_1


" Memangnya di mana ponsel Alva, Kak,? apakah Kakak sita?? ",, tanya Saddam.


" Tidak, tapi lebih parah ",, jawab L.


" Ponselnya aku banting sampai hancur ",, kata L lagi.


" Astaga, rumit ini, pasti Nona Alva, Saddam jamin tidak akan mudah ditemukan untuk kali ini ",, kata Saddam merasa terkejut.


" Kakak sih, selalu begitu tidak bisa mengontrol emosinya ",, kata Saddam memarahi L.


" Sudah kamu jangan menceramahi ku, nanti aku tambah pusing!! ",, jawab L.


" Cepat lakukan tugasmu, dan segera berikan laporan yang bagus kepadaku, aku mau mandi dulu ",, kata L kepada Saddam.


" Iya baiklah Kak ",, jawab Saddam, dan L langsung mematikan sambungan teleponnya.


L lalu bangun dari tidurnya dengan berjalan sempoyongan menuju ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dan juga otaknya.


Sedangkan orang yang saat ini sedang menjadi beban pikirannya, sedang asik menikmati sarapan bersama dengan para anak buah dari hasil masakan yang sudah dimasaknya tadi.


Para anak buah itu sangat sungkan sekali bisa berada di dalam satu meja yang sama dengan anak majikan mereka, yang kecantikan serta kepintarannya dalam memasak tidak bisa diragukan lagi.


" Nona Alva, masakan anda sangat enak sekali, pantas saja Nona bisa menjadi Chef handal ",, kata salah satu anak buah.


" Sangat beruntung sekali bagi kami Nona, bisa menikmati masakan anda, dan bekerja di Keluarga Roderick ",, kata anak buah yang lainnya.


" Iya benar Nona, walau Tuan Pietro sangat tegas sekali, tapi sebenarnya dia sangat baik, bahkan dia tidak pelit jika memberikan kami bonus kalau omset tokonya sedang ramai ",, kata anak buah yang lainnya lagi.


" Oh ya,? memangnya kalian semua sudah berapa lama bekerja dengan Paman Pietro?? ",, tanya Alva.


" Macam-macam Nona, jika saya sendiri sudah bekerja sejak Nona masih kecil, dia sudah bekerja sejak Nona masih sekolah SMA, kalau dia baru dua tahun ini ",, jawab dari anak buah tadi.


" Waaah lama juga ya ",, jawab Alva.


" Iya Nona ",, jawab dari para anak buah.


" Kami berjanji akan menjaga Nona dengan baik dan semampu kami, karena itu sudah menjadi sumpah kami kepada Tuan Pietro untuk menjaga semua Keluarganya ",, kata salah satu anak buah yang lainnya.


" Terimakasih ",, jawab Alva sambil tersenyum.


" Apakah kalian semua sudah berkeluarga?? ",, Alva mencoba bertanya lagi.


" Sudah Nona, tapi juga sebagian ada yang belum ",, jawab dari para anak buah.

__ADS_1


" Kapan kalian mendapatkan jatah libur dari Paman dalam satu minggu atau satu bulan?? ",, tanya Alva.


" Sesuka hati kami Nona, yang penting dalam satu bulan kami tidak boleh bolong bekerja lebih dari satu minggu ",, jawab dari salah satu anak buah.


" Jika kami ingin pulang kampung bertemu anak istri, harus ada yang menggantikan tugas kami di sini Nona, jika tidak, tuan Pietro akan marah besar kepada kami semua, dan dia tidak segan-segan membunuh kami ",, kata anak buah yang lainnya.


" Begitu kejamkah Paman Pietro kepada kalian?? ",, tanya Alva.


" Tuan Pietro akan bersikap kejam, jika ada anak buah yang tidak mematuhi peraturannya Nona, dan dia akan membunuh salah satu di antara kami, jika anak buah itu sudah terlalu kelewatan kesalahannya alias fatal tidak bisa dimaafkan lagi ",, jawab dari anak buah.


Alva hanya mengangguk-angguk saja mengerti perkataan mereka semua, dan setelah bisa berbincang dengan para anak buah tersebut, Alva menjadi tahu, jika sang Paman walau terkenal kejam, ternyata dia begitu sangat baik sekali di mata para anak buahnya.


Selesai menikmati sarapannya, Alva mencoba melihat-lihat sekitar rumah sang Paman, yang penuh dengan tanaman herbal.


Alva begitu terpukau melihat semua tanaman itu, karena semua tanaman itu adalah obat untuk berbagai penyakit.


Alva juga banyak bertanya ini dan itu kepada para anak buah, tentang khasiat serta manfaat apa saja yang terkandung di dalam tanaman yang sedang mereka tanam dan jaga.


" Kalian semua hebat sekali bisa mengetahui apa saja khasiatnya ",, kata Alva kepada para anak buah.


" Kami tahu juga dikasih tahu oleh Tuan Pietro, Nona ",, jawab dari anak buah itu.


" Saya sepertinya harus belajar banyak dari Paman Pietro seperti kalian ",, kata Alva, dan para anak buah hanya mengangguk saja.


Alva merasa tenang tinggal di rumah sang Paman yang ada di tengah hutan, selain suasananya sangat tenang dan nyaman, rumah itu juga tidak banyak yang mengetahuinya.


Sekarang beralih ke L lagi.


L yang sudah selesai mandi, dia langsung segera menghubungi para anak buahnya, dan semuanya mengatakan hal yang sama, jika mereka belum mendapatkan informasi tentang keberadaannya Alva, padahal waktu terus berputar.


Untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya, L pun mencoba ke luar dari dalam kamar hotelnya menuju ke restoran hotel, untuk mengisi perutnya yang kosong.


Selesai mengisi perutnya yang kosong itu, L baru sadar, jika waktu sudah hampir menunjukkan pukul dua belas siang, yang artinya tinggal satu jam lagi, dia harus kembali terbang ke London.


Setelah mengisi perutnya, bukannya hilang rasa pusingnya, malah semakin pusing saja, sebab itu artinya, L akan kembali ke London tanpa Alva kali ini.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


Mumet kan L, tapi othor bahagia melihatmu menderita sekarang, ops🤭😎.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2