Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
L YANG GENTLE


__ADS_3

Sebentar-sebentar, kita tinggalkan L dulu yang sedang kalang kabut, karena ketahuan Papa Alex, yang tiba-tiba bisa nongol di ruang kerjanya.


Sekarang kita bahas Papa Alex dulu, kenapa dia bisa sampai di restoran mewah milik si L.


Tadi Papa Alex yang sudah ke luar dari rumah mewah milik Ayah Ito, dia langsung saja menyuruh anak buahnya untuk segera pergi dari komplek perumahan mewah itu.


Ketika sudah berada di dalam mobil, Papa Alex langsung bertanya kepada Arga tentang si L.


" Arga, apakah kamu tahu di mana si ekor buaya?? ",, tanya Papa Alex kepada Arga.


" Iya nempel di badan buayanyalah Bos ",, jawab Arga kepada Papa Alex.


Papa Alex yang sedang duduk di kursi penumpang, dia reflek langsung menjitak kepala Arga dari belakang, karena Arga duduk di kursi samping sopir.


" Aduh, kenapa Bos Alex menjitak kepala saya!! ",, kata Arga sambil mengusap kepalanya.


" Maksud saya itu si L, bukan ekor buaya yang itu!! ",, jawab Papa Alex kepada Arga.


" Bilang dong daritadi Bos, jika yang di maksud itu si L ",, kata Arga kepada Papa Alex.


" L itu kaku, jadi sama seperti ekor buaya yang kaku juga ",, kata Papa Alex kepada Arga.


" Jika L kaku, lalu Papanya L apa dong Bos?? ",, tanya Arga kepada Papa Alex.


" Kalau Papanya ya semakin tambah kaku dan menyebalkan ",, jawab reflek Papa Alex kepada Arga.


" Betul sekali Bos, aku setuju dengan jawaban si Bos ",, kata Arga sambil tertawa.


Papa Alex belum menyadari apa arti dari perkataannya Arga, dan ketika sudah sadar, Papa Alex langsung memukul lagi kepala Arga dari belakang.


" Papa si L iya berarti aku, dasar kurang 474r kamu!! ",, kata Papa Alex kepada Arga.


Arga hanya tertawa saja sambil meminta maaf kepada Papa Alex.


" Sudah cepat kamu cari tahu di mana si L sekarang!! ",, perintah Papa Alex kepada Arga.


" Siap, sebentar Bos ",, jawab Arga kepada Papa Alex.


Papa Alex hanya diam saja, dan Arga langsung saja mencari tahu di mana keberadaan si L melalui beberapa anak buahnya.


Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Arga bisa mengetahui di mana keberadaan si L sekarang, dan dia langsung saja melaporkan hal itu kepada Papa Alex.


" Bos, si L ada di restorannya sekarang ",, lapor Arga kepada Papa Alex.


" Restoran yang mana?? ",, tanya Papa Alex kepada Arga.


" Yang ada di jalan ....... ",, Arga langsung saja menyebutkan nama jalan kepada Papa Alex.

__ADS_1


" Baiklah ayo segera ke sana ",, kata Papa Alex kepada Arga.


Arga hanya mengangguk saja, dan dia lalu menyuruh anak buahnya, untuk menuju ke restoran milik si L.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Papa Alex sampai juga di depan restoran mewah milik L.


Arga langsung saja turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu untuk Papa Alex.


Kedatangan Papa Alex dan Arga, langsung di sambut sangat ramah, sopan dan bersahaja dari para karyawan restoran.


Sebab mereka semua yang bekerja di restoran milik si L, sudah pada mengetahui siapa itu Papa Alex maupun Arga.


Papa Alex yang sudah masuk ke dalam restoran si L, dia langsung saja berjalan menuju ke ruang kerja si L, yang ada di lantai paling atas sendiri.


Sesampainya di depan pintu ruang kerja si L, Papa Alex langsung saja mencoba membuka pintunya, namun dia sedikit kesusahan, karena masih terkunci dari dalam.


Akan tetapi, ketika beberapa saat kemudian, Papa Alex yang mengerahkan semua tenaga, akhirnya bisa juga pintu ruang kerja di si L.


Karena pada saat yang bersamaan, kunci otomatis yang ada di remot, ketekan sendiri di antara sela-sela sofa yang sedang di buat b3rcum6u si L.


Mata Papa Alex seperti Tuan takur, yang ada di film india yang terkenal dengan galaknya, melotot seperti akan berpindah tempat dari semestinya.


Sebab Papa Alex yang sudah masuk, dia langsung di suguhkan pemandangan si L, yang sedang menindih tubuh seorang gadis cantik.


Dan semakin alangkah terkejutnya lagi Papa Alex, ketika sudah melihat siapa gadis yang ada di bawah tubuh si L.


Arga pun yang berada di belakang Papa Alex, dia juga sama terkejutnya, ketika melihat L ternyata suka dengan perempuan juga.


Karena selama menjadi sekretaris Papa Alex, Arga tidak pernah melihat L seperti tertarik dengan seorang perempuan.


" Papa ",, kata L dengan ekspresi yang benar-benar sangat terkejut sekali.


Sedangkan Alva, dia juga malu sebenarnya, tapi dia bisa menyembunyikan rasa malunya itu, dengan menampilkan wajah yang biasa saja.


L yang sudah bangun dari atas tubuhnya, membuat Alva langsung ikut bangun juga sambil membenahi dress yang sedang di pakainya.


" Siapa dia L??!! ",, tanya Papa Alex kepada si L.


" Emm, dia ...... ",, jawab L sedikit bingung menjawab pertanyaan dari Papa Alex.


" Cepat katakan, siapa dia,??!! dan kenapa kamu bisa melakukan hal itu kepada dia??!! ",, tanya Papa Alex lagi kepada L.


L reflek langsung menarik tangan Alva untuk dia rangkul supaya terlihat lebih mesra dan dekat dengannya.


" Dia kekasih L Pa, dan karena dia juga L tidak mau di jodohkan dengan semua para wanita ",, jawab L dengan sangat mantap sekali kepada Papa Alex.


" Hei-hei-hei ",, kata Alva kepada si L.

__ADS_1


" Enak saja anda bilang,!! saya ini bukan kekasih anda, dan tadi anda juga yang memaksa saya, bukan saya yang menggoda anda ",, kata Alva kepada si L.


" Tuan ",, kata Alva beralih kepada Papa Alex.


" Saya tidak mengenal anak anda, dan saya juga tidak menjadi kekasih dia ",, kata Alva kepada Papa Alex.


" Lihatlah pergelangan tangan saya yang memerah ",, kata Alva sambil memperlihatkan pergelangan tangannya yang memang benar merah.


" Ini karena cengkeraman anak anda ",, lanjut lagi perkataan Alva kepada Papa Alex.


" Sudah Tuan, selesaikan urusan kalian berdua, saya mau pergi, bisa di gorok leher saya nanti sama Paman saya, jika saya pulang terlambat ",, kata Alva ingin melangkahkan kakinya ke luar.


Akan tetapi langkah kaki Alva langsung di tahan oleh si L, yang langsung mencekal pergelangan tangannya lagi.


" Kamu tidak boleh pergi sebelum kamu menandatangi berkas itu!! ",, kata L kepada Alva.


" Berkas apa yang kamu maksud L?? ",, tanya Papa Alex kepada L.


" Berkas kerjasama Papa, karena dia sudah sepakat tadi, dan Papa kan yang mengajarkan L untuk bisa menjadi pemimpin yang sejati, jadi L menuntut paksa dia untuk segera menandatangani berkas itu ",, jawab L kepada Papa Alex.


" Saya tidak mau!! ",, jawab Alva kepada si L.


" Nona, di dalam kamus Perusahaan saya, jika sudah ada kesepakatan lisan, juga harus ada kesepakatan hitam di atas putih, jadi cepatlah tanda tangani berkas itu ",, kata Papa Alex kepada Alva.


L yang mendengar perkataan dari sang Papa, dia langsung saja tersenyum miring sangat tipis sekali, karena rencananya akan berhasil dengan mudah, ketika mendapatkan dukungan dari sang Papa.


Sedangkan Alva yang mendengar perkataan dari Papa Alex, dia langsung menunjukkan wajah sebal bin jengkelnya, sambil berjalan ke arah sofa lagi.


Tanpa banyak berbicara, Alva langsung saja menandatangi berkas kerjasama itu tanpa membacanya terlebih dahulu.


L yang melihat Alva sudah menandatangi semua kontrak kerjasama itu, dia langsung tersenyum sangat misterius sekali.


Sepertinya ada yang sedang di sembunyikan oleh L dengan berkas kontrak kerjasama itu.


" Sudah,!! semuanya sudah saya tanda tangani, sekarang ijinkan saya pergi dari sini!! ",, kata super ketus dari Alva kepada Papa Alex dan L.


" Terimakasih sayang ",, kata L sambil mencium mesra pipi Alva di hadapan Papa Alex.


Papa Alex yang melihat sikap dari sang putra yang begitu sangat agresif sekali kepada Alva, dia sangat terkejut sekali.


Sebab Papa Alex tidak pernah melihat L seperti itu dengan seorang perempuan.


Sedangkan Arga, dia langsung bersiul gembira melihat sikap gentle L kepada Alva.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2