Oh, MY WIFE

Oh, MY WIFE
SEMAKIN BERLIKU


__ADS_3

Sedangkan kita bergeser ke mansion megah Papa Alex sejenak yuk.


Papa Alex semenjak pulang dari kantor tadi, dia tidak melihat keberadaannya L sama sekali di dalam mansion.


Ketika makan malam pun, L juga tidak terlihat di meja makan.


" Ke mana Kakak kalian si L,?? kenapa dia tidak ikut makan malam dengan kita di sini?? ",, tanya Papa Alex kepada Sandra dan Zuriel.


" Iya, ke mana si L, kenapa dia tidak terlihat sama sekali di mansion ",, kata Mama Ana juga.


" Kak L kan tadi berangkat ke kantor Mama, ",, jawab Sandra kepada Mama Ana.


" Kak L tadi sepulang dari kantor, dia langsung pergi lagi dan belum pulang sampai sekarang ",, kata Zuriel juga kepada Papa Alex dan Mama Ana.


" Apa kamu tahu ke mana perginya Kakak kamu L, Zuriel?? ",, tanya Papa Alex.


" Tidak Papa, tadi ketika Zuriel tanya, Kak L hanya diam saja dan langsung berlalu pergi tanpa mempedulikan Zuriel sama sekali ",, jawab Zuriel kepada Papa Alex.


Papa Alex yang mendengar jawaban dari menantunya, dia langsung saja menyuruh Liko untuk mengambilkan telepon mansionnya.


Liko langsung segera mengambil telepon tersebut untuk dia berikan kepada Papa Alex.


Tidak mau menunggu waktu lama lagi, Papa Alex langsung menghubungi Arga yang juga sedang menikmati makan malamnya bersama Keluarganya.


" Halo Bos ",, kata Arga.


" Arga, apakah Saddam saat ini ada di rumah?? ",, tanya Papa Alex.


" Tidak Bos, Saddam sedang pergi ",, jawab Arga kepada Papa Alex.


" Pergi ke mana dia?? ",, tanya Papa Alex lagi.


" Kata Vero sih, katanya tadi ijin untuk menemani Tuan muda L, Bos, memangnya kenapa sih Bos?? ",, tanya balik dari Arga.


" Cari tahu di mana keberadaan L sekarang, karena dia pergi tanpa pamit sama sekali denganku atau Ana ",, perintah tegas dari Papa Alex.


" Iya, baiklah Bos ",, jawab Arga.


Dan Papa Alex langsung mematikan sambungan teleponnya itu, ketika sudah mendengar jawaban dari Arga.


Arga langsung saja mencoba menghubungi Saddam yang saat ini baru saja sampai di hotel tempatnya menginap.


Saddam yang mendengar ponselnya berbunyi, dia langsung saja mengangkatnya.


" Halo Ayah ",, kata Saddam.


" Saddam, kamu sekarang ada di mana bersama Tuan muda L?? ",, tanya Arga kepada Saddam.


" Sedang ada di Madrid Ayah ",, jawab Saddam kepada Arga.


" Untuk apa kamu ada di Madrid, apa ada pekerjaan penting di sana?? ",, tanya Arga lagi.


" Ada Ayah, dan ini sangat penting sekali, lebih penting dari hidup dan matinya Kak L ",, jawab lebay dari Saddam.


" Kamu jangan lebay begitu deh Saddam, cepat jawab Ayah, karena Tuan Alex sedang marah kepada Tuan muda L, karena dia pergi tanpa pamit sama sekali ",, kata Arga kepada Saddam.


" Ayah ini diajak berjanda kenapa tidak bisa, bisulan ya pa***tnya ",, kata Saddam.


" Dasar anak kurang 474r, cepat jawab pertanyaan dari Ayah, atau mau semua kartu ATM kamu, Ayah blokir semua, hah!! ",, kata Arga kepada Saddam.


" Baiklah-baiklah akan Saddam jawab ",, kata Saddam.


" Kak L sedang memperjuangkan cintanya kepada Nona Alva, Ayah, tapi sayang ...... ",, kata Saddam sengaja menjeda perkataannya.

__ADS_1


" Sayang kenapa?? ",, tanya Arga.


" Sesampainya di sini, ketika sedang ingin menikmati makan malam, Kak L malah melihat Nona Alva sedang berkencan romantis, bahkan dia berciuman dengan laki-laki itu Ayah, bahkan Saddam juga melihatnya sendiri ",, jawab Saddam kepada Arga.


" Lalu apa lagi yang terjadi di sana?? ",, tanya Arga terus.


" Kami mengikuti Nona Alva dan kekasihnya itu hingga sampai di sebuah pantai Ayah, lagi dan lagi mereka berciuman mesra di bawah sinar rembulan, aaah so sweet sekali deh ",, jawab Saddam.


" Kak L yang melihatnya, tentu saja semakin marah dan kita kembali ke hotel lagi, jadi Saddam belum tahu apa yang terjadi selanjutnya dengan Nona Alva dan kekasihnya itu Ayah ",, kata Saddam lagi.


" Kamu jaga Tuan muda L baik-baik di sana, jika dia sampai kenapa-kenapa, pasti Tuan Alex akan marah kepadamu, dan jangan lupa terus kabari Ayah tentang perkembangan masalah ini ",, pesan Arga kepada Saddam.


" Dan satu hal lagi, jangan kamu ceritakan kepada Tuan muda L, jika Ayah menghubungi kamu, kamu dengar Saddam!! ",, kata Arga lagi.


" Siap komandan, tidak laksanakan ",, jawab Saddam sambil tertawa.


" Dasar anak kuda nil, awas saja jika Tuan muda L tahu ",, kata Arga kepada Saddam.


" Jika Saddam, anak kuda nil, berarti Ayah, Ayah kuda nil dong ",, jawab Saddam menggoda Arga.


Arga tidak mau menanggapi perkataan dari Saddam, dia memilih langsung mematikan sambungan teleponnya untuk menghubungi Papa Alex.


Sedangkan Saddam di seberang sana, langsung tertawa cekikikan, karena sudah menggoda sang Ayah.


Papa Alex yang sudah selesai makan malam, dan saat ini sedang berada di dalam kamarnya, ketika mendengar ponselnya berdering, dia langsung mengangkatnya, terlebih lagi itu dari Arga.


" Halo Arga, bagaimana,?? kamu sudah tahu L ada di mana sekarang?? ",, tanya Papa Alex kepada Arga.


Arga langsung saja menceritakan semuanya kepada Papa Alex, apa yang tadi Saddam ceritakan kepadanya.


Papa Alex yang mendengar cerita dari Arga, dia merasa sedikit terkejut ketika mendengar jika Alva sudah mempunyai seorang kekasih.


" Dasar bodoh si L!! ",, gerutu dari Papa Alex yang masih didengar oleh Arga di seberang sana.


" Siap Bos ",, jawab Arga dan lalu sambungan telepon mereka pun terputus.


Mama Ana yang daritadi ada di samping Papa Alex, dia menjadi kepo dengan apa yang sudah dilaporkan oleh Arga.


" Kak Arga tadi bicara apa Papa?? ",, tanya Mama Ana.


" Nona Alva ternyata sudah mempunyai kekasih Ma, dan saat ini dia sedang melakukan kencan romantis bersama kekasihnya itu, membuat anak Mama si L menjadi semakin patah hati ",, jawab Papa Alex kepada Mama Ana.


" Bagaimana ini, Mama tidak rela jika Alva sudah mempunyai kekasih, Mama inginnya Alva menjadi istrinya L dan menjadi menantu di Keluarga kita Papa ",, kata Mama Ana kepada Papa Alex.


" Bantu L untuk memisahkan mereka Pa ",, kata Mama Ana lagi kepada Papa Alex.


" Nanti saja Ma, jika L tidak bisa bertindak dengan baik, untuk sekarang kita lihat dulu bagaimana usaha L dalam mendapatkan Alva dari sisi kekasihnya itu ",, jawab Papa Alex.


" Baiklah, terserah Papa saja ",, kata Mama Ana.


Sedangkan kembali ke Madrid lagi.


L yang sudah sampai di dalam kamar hotel tempatnya menginap, dia langsung marah besar, dan dia juga berteriak dengan sangat keras sekali, karena baru saja melihat pemandangan yang membuat hatinya terasa panas.


" Tidak akan aku biarkan kamu bersama laki-laki itu Alva,!! akan aku pisahkan kalian berdua,!! itu janjiku ",, kata L dengan keadaan sangat marah.


" Semoga saja k3c360n9ku tumbuh di dalam rahim kamu, karena hanya itu harapanku satu-satunya saat ini ",, kata L sambil tersenyum licik.


" Aku ingin tahu bagaimana reaksi dari kekasih kamu, jika dia tahu, kamu sudah tidak v1r91n lagi Alva ",, kata L lagi.


" Akan aku tunggu kehancuran cinta kalian berdua, dan kamu harus menjadi milikku Alva!! ",, kata L kembali.


Meninggalkan si L yang seperti orang 91l4, kita beralih ke Alva dan si Chan lagi.

__ADS_1


Chan dan Alva yang sudah puas berciuman, mereka lalu saling menatap lekat dengan sangat lekat sekali.


Ada tatapan yang berbeda di mata Alva yang Chan lihat saat ini, dan hal itu membuat Chan memberanikan diri untuk bertanya kepada Alva.


" Ada apa Alva,?? kenapa kamu menatapku seperti itu,?? apa ada yang ingin kamu sampaikan kepadaku?? ",, tanya Chan kepada Alva.


Alva yang sejak tadi merasa tidak nyaman, karena ada sesuatu yang dia sembunyikan dari Chan, membuatnya menjadi bimbang sendiri, haruskah dia bercerita kepada Chan apa tidak.


Mata masih saling menatap dengan lekat, Alva mencoba bertanya kepada dirinya sendiri tentang kejujurannya kepada Chan, karena dia ingin memulai hubungan yang baik dengan Chan, tanpa adanya hal yang dia tutup-tutupi sama sekali darinya, sebab itu bisa membuat Chan terluka di kemudian hari.


Akhirnya, setelah berperang batin selama beberapa menit lamanya, Alva mencoba jujur kepada Chan.


Apapun hasilnya nanti, Alva sudah pasrah, walau Chan akan membencinya sekalipun.


" Emm, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu Chan ",, jawab Alva sambil berbalik badan menatap hamparan air laut di depannya.


Sambil menatap lurus ke depan, Alva pun mencoba melanjutkan lagi perkataannya.


" Aku tidak ingin mengawali hubungan yang tidak jujur kepadamu Chan, jadi aku akan mencoba jujur dengan semua ini ",, kata Alva lagi.


Dengan tenang, Chan pun menjawab kepada Alva.


" Katakanlah Alva, aku siap mendengarnya, apapun itu ",, jawab Chan.


Mendengar jawaban dari Chan, Alva sekilas menatap ke arah Chan, lalu ke arah hamparan air laut lagi.


Mengambil nafas yang sangat panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan, itulah yang sedang dilakukan oleh Alva, supaya bisa berbicara dengan lancar kepada Chan.


" I'm not v1r91n Chan ",, kata Alva kepada Chan.


Alva mencoba melihat ke arah wajah Chan, dan wajah Chan terlihat tidak ada ekspresi sama sekali, membuat Alva menjadi tidak tahu apa arti ekspresi dari Chan.


" Aku sudah tidak p3r4w4n lagi Chan, karena aku baru saja di p3rk054 oleh seorang laki-laki ",, kata Alva memberanikan diri melanjutkan lagi perkataannya.


" Aku ke sini untuk menghindar darinya, supaya dia tidak bisa menemukanku, maafkan aku Chan, maafkan aku ",, kata Alva sambil menundukkan kepalanya.


" Bukan maksud hati untuk membohongimu tentang masalah ini Chan, tapi percayalah, perasaan nyaman dekat denganmu ini tidak bohong, tapi murni dari dalam hatiku, hanya saja ........ ",, kata Alva sambil menangis, dengan posisi masih menunduk.


" Hanya saja aku tidak mau menyakitimu semakin dalam, jika kita melanjutkan hubungan ini Chan ",, kata Alva lagi.


Chan yang mendengar kejujuran dari Alva, dia pun lalu membalikkan tubuh Alva untuk menatap ke arahnya.


Chan lalu memegang dagu Alva, supaya Alva tidak menunduk lagi, setelah itu Chan mengusap lembut air mata yang mengalir dari mata indahnya Alva.


" Pasti kamu pada saat itu sedang melewati masa-masa sulit Alva ",, kata Chan.


Alva masih diam saja sambil terus menatap ke arah wajah si Chan.


Chan tiba-tiba tersenyum manis kepada Alva, tanpa ada ekspresi marah sama sekali, dan hal itu justru membuat Alva merasa bingung dengan sikap Chan kepadanya.


" Aku sudah tahu Alva, aku sudah tahu semuanya tentang kisahmu itu, dan aku memang menunggu kamu untuk jujur kepadaku ",, kata Chan lagi kepada Alva.


Ekspresi sedih langsung berganti dengan ekspresi sangat terkejut sekali, karena Alva tidak menyangka, jika Chan sudah mengetahui tentang rahasia terbesarnya.


" Dan jika kamu hamil anak dari laki-laki itu, aku siap menikahimu, apapun yang terjadi, aku tidak akan melepaskanmu Alva, walau harus berhadapan dengan laki-laki 63ren953k itu ",, kata Chan lagi.


Sungguh Alva tidak tahu harus menjawab dan berekspresi bagaimana dihadapan Chan, karena perkataan Chan sangat-sangat mengejutkannya sekali.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


Mau tahu, bagaimana Chan bisa tahu tentang semua itu, kita lanjut part selanjutnya🤭.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2