
Papa Alex ingin sekali mencegah langkah kaki dari Ayah Ito, dan memohon kepadanya untuk mencabut perkataannya tadi.
Karena Papa Alex mana bisa berpisah dengan cucu-cucunya, walau mereka dilahirkan sebelum adanya pernikahan.
Amarah yang sudah membuncah, dan rasa malu yang di akibatkan oleh L, membuat mulut Papa L terasa kelu, untuk mencegah sang sahabat pergi dari dalam mansionnya.
Amarah yang tadi di rasakan oleh Papa Alex kepada Ayah Ito, sekarang sudah sirna dan berpindah semua kepada si L, yang saat ini sudah mencoba berdiri lagi di bantu Saddam, Liko dan juga Zuriel.
Mata Papa Alex memandang marah hingga memerah ke arah si L, walau keadaan si L sudah sangat-sangat memprihatinkan sekali.
Banyak darah dan luka robek di wajahnya, bahkan wajah si L juga sudah lebam dan membiru akibat pukulan maut dari Ayah Ito.
Ayah Ito walau sudah tua, tapi jangan salah, pukulan dia tetap sangat mematikan sekali, karena dia masih rutin meminum obat ramuan herbal miliknya.
Papa Alex yang sudah sampai di depan si L, dia langsung saja mencengkeram dagu si L dengan sangat kencang sekali.
Zuriel yang sudah sangat kasihan sekali dengan keadaan dari sang Kakak, dia mencoba mencegah sang Papa mertua yang ingin memukul si L lagi.
" Pa, please stop Pa, jangan pukul Kak L lagi, dia bisa mati Pa, lihatlah keadaannya sekarang ",, kata Zuriel kepada Papa Alex.
Papa Alex hanya diam saja, wajahnya yang tua terlihat menyimpan amarah yang siap meledak kapan saja untuk si L.
Tanpa banyak berbicara atau menjawab perkataan dari Zuriel, Papa Alex memberikan satu kali bogem mentah ke arah wajah si L, setelah itu Papa Alex berlalu masuk ke dalam ruang kerjanya untuk menetralkan amarahnya.
Semua orang terutama Zuriel merasa terkejut, dengan bogeman mentah yang Papa Alex berikan kepada si L, dan keadaan si L benar-benar sudah sangat tidak enak sekali di pandang.
Arga yang melihat Papa Alex berlalu pergi, dia pun langsung saja ikut pergi di belakang Papa Alex.
Akan tetapi, sebelum Arga melangkahkan kakinya mengikuti Papa Alex, dia menyuruh sang anak terlebih dahulu.
" Saddam, rawat Tuan L sampai dia sembuh, Ayah akan meredakan amarah dari Tuan Alex dahulu ",, kata Arga kepada Saddam.
" Baik Ayah ",, jawab Saddam kepada Arga.
Setelah itu, Arga pun mengikuti langkah kaki Papa Alex, dan Saddam di bantu Zuriel langsung membawa si L untuk masuk ke dalam kamar pribadinya.
Mama Ana yang merasa sangat tidak tenang sekali perasaannya, dia memilih untuk melangkahkan kakinya ke luar dari dalam kamar, walau dia sebenarnya sudah di cegah oleh Sandra.
" Jangan Ma, Mama tunggu di sini saja dulu sama Sandra ",, cegah Sandra kepada Mama Ana.
" Mama tidak bisa tinggal diam saja Sandra, hati Mama sangat gelisah sekali ",, jawab Mama Ana.
" Tapi Ma, di luar sedang sangat bahaya, jangan ke luar Ma, tunggu suami Sandra saja dulu ",, kata Sandra lagi kepada Mama Ana.
__ADS_1
" Tidak Sandra, Mama tetap ingin ke luar, kamu tetaplah di sini untuk menjaga si kembar ",, jawab kekeh dari Mama Ana.
" Baiklah, terserah Mama, Mama hati-hati ya ", kata Sandra akhirnya pasrah saja.
Mama Ana hanya mengangguk saja kepada Sandra, dan dia pun langsung saja melangkah kakinya ke luar dari dalam kamar.
Baru beberapa langkah berjalan, dia melihat L sedang berjalan dibantu oleh Saddam dan juga Zuriel untuk masuk ke dalam lift.
Mama Ana yang merasa penasaran, dia pun langsung saja memanggil mereka bertiga.
" L, Saddam, Zuriel ",, panggil dari Mama Ana.
Langkah kaki Saddam dan Zuriel langsung terhenti, ketika namanya di panggil oleh Mama Ana.
Mama Ana yang melihat mereka berhenti, Mama Ana langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah mereka bertiga.
Alangkah terkejutnya Mama Ana, ketika sudah berdiri di hadapan mereka bertiga dan melihat keadaan si L, membuat perasaannya sebagai seorang Mama, menjadi hancur seketika.
" Astaga L, kamu kenapa Nak,?? Saddam, Zuriel, Kakak kalian kenapa?? ",, tanya Mama Ana sambil menangis.
Saddam dan Zuriel tidak langsung menjawab, mereka berdua yang mendengar pertanyaan dari Mama Ana, malah saling pandang terlebih dahulu.
" L ",, kata Mama Ana sambil menangis pilu.
" Cepat jawab Mama, apa yang terjadi dengan Kakak kalian si L!! ",, bentak dari Mama Ana kepada Saddam dan Zuriel.
" Emm, lebih baik Mama tanyakan saja kepada Papa, dia sudah pulang dan sedang berada di dalam ruang kerjanya ",, jawab Zuriel kepada Mama Ana.
" Baiklah, Mama akan bertanya kepada Papa, dan kalian berdua, rawatlah Kakak kalian terlebih dahulu, dan kamu Saddam, teleponlah Paman Simon untuk segera datang ke sini ",, jawab Mama Ana kepada Zuriel.
" Baik Bibi Ana ",, jawab Saddam kepada Mama Ana.
Mama Ana hanya mengangguk saja kepada Saddam, dan Mama Ana pun lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruang kerja Papa Alex.
Papa Alex sendiri tadi yang sudah sampai di dalam ruang kerjanya, dia pun langsung saja berteriak dengan sangat keras sekali.
Walau dulu dia juga melakukan hal itu dengan Mama Ana sebelum menikah, tapi tetap saja mereka berdua melakukannya antara suka sama suka.
Beda ceritanya dengan si L sekarang bersama si Alva, tentu saja Papa Alex merasa sangat malu sekali dengan kelakuan dari sang anak kepada sahabat baiknya.
Sekuat apapun Papa Alex, dan sebanyak apapun bodyguard yang Papa Alex punya, tetapi saja tidak akan bisa menandingi kemarahan dari Pietro Roderick.
Arga yang melihat sang Bos sedang marah, dia pun mencoba menenangkannya.
__ADS_1
" Bos, tenanglah Bos, jangan seperti ini ",, kata Arga menenangkan Papa Alex.
" Bagaimana aku bisa tenang Arga, anakku sendiri yang aku banggakan dia sudah mempermalukanku di hadapan Tuan Roderick!! ",, jawab Papa Alex kepada Arga.
" Tapi semuanya sudah terlanjur Bos, lebih baik kita harus segera menyelesaikan masalah ini secepatnya ",, kata Arga kepada Papa Alex.
" Apa yang harus aku lakukan Arga?? ",, tanya Papa Alex kepada Arga.
" Saranku, lebih baik si Bos segera bertindak, sebelum Tuan Roderick menyembunyikan Nona Alva, karena aku yakin, jika Tuan Roderick sudah menyembunyikan Nona Alva, pasti kita akan sangat sulit untuk menemukannya ",, jawab Arga kepada Papa Alex.
" Dan pasti si Bos juga tidak mau kan, jika Alva hamil anak si L, tapi L dan si Bos tidak bisa melihat wajah si kecil ",, kata Arga lagi.
" Iya kamu benar Arga, kamu ....... ",, perkataan dari Papa Alex terhenti, ketika tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka cukup kasar dari luar.
Dan pelakunya adalah Mama Ana, yang sedang menampilkan wajah sedih dan marah bercampur menjadi satu.
Papa Alex dan Arga cukup terkejut dengan pintu yang tiba-tiba terbuka, terlebih lagi yang membuka pintunya adalah Mama Ana.
Sambil berjalan mendekati meja kerja Papa Alex, Mama Ana mencoba bertanya kepada sang suami.
" Apa yang terjadi dengan si L Papa!! ",, tanya Mama Ana kepada Papa Alex.
" Anak kesayangan Mama itu, memang pantas mendapatkannya!! ",, jawab Papa Alex kepada Mama Ana.
" Apa maksud dari perkataan Papa!! ",, tanya Mama Ana lagi.
" Dia sudah berani memperk054 Nona Alva Ma, dan membuat Tuan Roderick mengamuk di sini, serta memberikan hukuman kepada si L tadi ",, jawab Papa Alex kepada Mama Ana.
Terkejutlah Mama Ana mendengar jawaban dari sang suami.
" Anak kesayangan Mama itu sudah membuat Papa malu di hadapan Tuan Roderick!! ",, kata Papa Alex kepada Mama Ana.
" Jika sampai Alva hamil, dan kita tidak bisa melihat cucu kita, karena belum mendapatkan ijin dari Tuan Roderick, Papa tidak akan memaafkan kesalahannya itu!! ",, kata Papa Alex lagi.
" Tuan Roderick?? ",, kata Mama Ana, dengan ekspresi yang benar-benar sangat terkejut sekali.
" Apakah Tuan Roderick, sang pembunuh Psikopat itu yang Papa maksud?? ",, tanya Mama Ana kepada Papa Alex.
" Iya Ana, Nona Alva adalah keponakannya, dan si L sudah membuatnya marah dengan berani memp3rk054nya ",, jawab Arga mewakili Papa Aex.
" Astaga, dunia ini kenapa sempit sekali ",, kata Mama Ana sambil memegangi dadanya.
Tubuh Mama Ana tiba-tiba merasa lemas, dan membuat Papa Alex langsung bergegas berdiri dari duduknya, untuk membantu Mama Ana duduk di sofa yang ada di situ.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...