
Alva sangat terkejut sekali mendapatkan balasan seperti itu dari L, tapi Alva bukan tipe wanita penakut, dia langsung saja membalas si L melalui sambungan telepon.
L di seberang sana yang mendapatkan telepon dari Alva, dia menjadi terkejut, sampai hampir saja ponselnya terjatuh di atas lantai nan keras.
" Ehem-ehem ",, L pun berdeham terlebih dahulu sebelum mengangkat sambungan telepon dari Alva.
Setelah itu, L langsung saja mengangkat sambungan telepon dari Alva, dengan suara yang dia buat sebagus mungkin.
" Halo ",, kata L kepada Alva.
" Aaaaaahhh, aaaah, kamu siapah ko mengakooh malaikat aaaah tampan ",, jawab Alva sengaja mend354h.
" 514l!! ",, kata L yang di dengar jelas oleh Alva.
Alva di seberang sana langsung saja tertawa cekikikan dengan tertahan, mendengar si L mengump4t kasar, sambil menahan marah, karena suara d354han yang dibuat-buatnya.
" Tuanhhh jangan mengganggu sayaah duluh, aaaahh, faster baby aaah ",, kata Alva lagi kepada si L.
" 63r3n953k!! ",, kata L lagi.
Dan L langsung saja mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
Alva langsung saja tertawa terbahak-bahak, ketika mengetahui jika sambungan teleponnya di matikan secara sepihak oleh si L.
Tidak tahukah Alva, apa yang dia lakukan itu kepada si L, bisa menjadi boomerang untuk dirinya sendiri di kemudian hari.
Karena L adalah laki-laki normal yang sangat tertarik dengan lawan jenis, terlebih Alva termasuk wanita cantik, manis yang berkelas, sangat serasi sekali jika bersanding dengan si L.
Jadi, jika seumpama terjadi apa-apa kepada Alva karena ulah si L, tidak sepenuhnya salah si L, karena Alva sendiri yang suka menjahili si L seperti itu.
Sedangkan si Luis yang ada si seberang sana, yang mendengar suara Alva mend354h, pikiran dia menjadi tidak karuan sekali.
" Aaaaargghhh, 63r3n953k si Alva!!! ",, kata L marah-marah sendiri.
" Tidak,!! Alva pasti cuma menjahiliku saja!! ",, kata L meyakinkan dirinya sendiri.
Akan tetapi walau begitu, L masih kurang yakin dengan perkataannya sendiri.
" Tidak akan aku biarkan Alva menikmati malam-malamnya bersama om-om itu lagi, dia harus menjadi milikku, akan aku takhlukkan dia di atas ranjangku!! ",, kata L sambil tersenyum devil.
" Karena aku yakin, jika aku pasti lebih hebat di ranjang di bandingkan laki-laki tua itu!! ",, kata L lagi untuk dirinya sendiri.
" 5h11111t,!! jadi bangun kan, karena mendengar suara merdunya Alva yang sedang mend354h!! ",, kata L tersiksa, karena tiang listriknya tiba-tiba mengalirkan aliran listrik ke tubuhnya.
L pun yang sudah tidak tahan, dia langsung saja berlalu lagi untuk masuk ke dalam kamar mandi.
L bermain solo malam ini, karena sang duet belum bisa dia takhlukkan.
Di dalam permainan solonya, L terus membayangkan Alva berada di bawah kungkungan tubuhnya.
" Aaaahhh, Alva ",, racau L sambil menyebut nama si Alva.
Cukup lama L bermain solo, hingga pada akhirnya L pun bisa juga menuntaskan h4sr4tnya itu, sambil menyebut nama si Alva.
" Aaaah lega rasanya ",, kata L sambil menetralkan detak jantung dan pernafasannya.
__ADS_1
L langsung saja bersih-bersih badannya lagi, setelahnya, dia mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya malam itu, sambil menyusun rencana untuk membalas si Alva.
Singkat cerita, pagi pun tiba, L yang sudah bangun sejak pagi tadi, tanpa sarapan terlebih dahulu, dia memilih untuk langsung berangkat ke kantor.
" Tidak mau sarapan dulu Nak?? ",, tanya Mama Ana kepada si L.
" Tidak Ma, nanti saja, L sudah terlambat ",, jawab L kepada Mama Ana.
" Terlambat bagaimana, ini baru jam setengah tujuh L ",, kata Papa Alex kepada si L.
" Paling dia mau bertemu sama kekasihnya itu lho Pa, yang sedang viral dengan Kak L ",, kata Sandra ikut-ikutan berbicara.
" Sandra bisa diam tidak!! ",, kata L kepada Sandra.
Sandra langsung tertawa ketika di bentak oleh sang Kakak.
" Siapa sih wanita yang di gosipkan dengan Kakak kamu Sandra, Mama belum melihat beritanya sampai sekarang?? ",, tanya Mama Ana kepada Sandra.
Haduh Mama Ana, tepuk jidat deh, padahal gadis yang menjadi bahan gosip bersama L ya si Alva, bahkan Mama Ana sudah berbincang lama dengannya.
Andai saja Mama Ana sudah tahu sejak kemarin, pasti Alva langsung saja di nikahkan dengan si L.
" Nanti akan Sandra perlihatkan beritanya sama Mama ",, jawab Sandra kepada Mama Ana.
" Jangan dengarkan Sandra Ma, ini semua salah paham ",, jawab L kepada Mama Ana.
" Salah paham bagaimana?? ",, tanya Mama Ana kepada L.
" Nanti saja L jelaskan, L mau berangkat ke kantor dulu ",, jawab L kepada Mama Ana.
" Luis ",, panggil Papa Alex kepada L.
" Kamu jangan macam-macam sama gadis yang kemarin, jangan membuat Papa sampai bermusuhan dengan Tuan Roderick, dia orang yang sangat berbahaya L, Keluarga kita bisa di bunuh seperti kita membunuh lalat atau nyamuk ",, pesan dari Papa Alex kepada L.
" Baik Pa, L mengerti, L jalan dulu Pa, Ma, daa ",, pamit L kepada Mama Ana dan Papa Alex.
Dan setelah berpamitan kepada semua Keluarganya, L pun langsung saja berlalu menuju ke dalam mobilnya.
L sengaja datang pagi, karena dia ingin menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu yang ada di kantor.
Sedangkan jam sembilan pagi nanti, L akan berpindah tempat ke restoran mewah miliknya, untuk menemui si Alva.
Hal yang jarang sekali L lakukan, mulai sekarang akan L lakukan terus, berpindah tempat dalam satu waktu antara restoran dan juga Perusahaan milik sang Papa.
Jika L sudah bersiap-siap sejak sekarang, Alva sendiri malah baru saja selesai menikmati sarapannya bersama Keluarga yang lain.
" Ini sudah jam tujuh, ko kamu belum berangkat Alva?? ",, tanya Mama Molly kepada Alva.
" Nanti Aunty, jam delapan Alva berangkat, karena Alva masuk jam sembilan pagi ",, jawab Alva sambil menggendong baby Graviella.
Mama Molly hanya ber oh ria saja menanggapi Alva.
Dan tidak terasa, jam pun sudah berganti, Alva yang sudah siap untuk berangkat bekerja, dia pun langsung saja berlalu ke luar menuju ke garasi mobil.
Ketika Alva baru saja sampai di dalam garasi mobil, dia tidak sengaja melihat Ayah Ito sedang mengajak bermain baby Graviella.
__ADS_1
Ayah Ito yang melihat Alva, dia langsung saja bertanya.
" Apakah kamu sudah mau berangkat bekerja Alva?? ",, tanya Ayah Ito kepada Alva.
" Iya Paman ",, jawab Alva kepada Ayah Ito.
" Akan Paman antar ",, kata Ayah Ito kepada Alva.
Perkataan dari Ayah Ito itu mutlak harus di patuhi dan di turuti oleh semua orang, jadi siapapun itu yang mendengar perkataan dari Ayah Ito, mereka semua harus menurutinya.
" Iya baiklah ",, jawab Alva kepada Ayah Ito.
Ayah Ito langsung memberikan baby Graviella kepada Alva, dan Alva pun langsung saja masuk ke dalam mobil mewah milik sang Paman sambil memangku baby Graviella.
Sedangkan si L, dia sudah sampai di restorannya sejak tadi, dan dia sengaja menunggu Alva di parkiran mobil.
" Jika kamu pulang nanti, telepon Paman, atau Paman Gilbert, atau Chasel saja ya Alva, jangan naik taksi ",, pesan Ayah Ito kepada Alva.
" Ok Paman, siap ",, jawab Alva kepada Ayah Ito.
Akhirnya, setelah berada di dalam mobil beberapa menit lamanya, mobil yang di kendarai oleh Ayah Ito, sampai juga di parkiran mobil restoran mewah milik si L.
L yang masih berada di dalam mobil, dia melihat secara langsung kedatangan mobil super mewah yang terparkir tidak jauh dari mobilnya.
Ayah Ito dan Alva pun lalu ke luar dari dalam mobil, ketika mobil sudah terparkir dengan rapi.
Padahal Ayah Ito bisa saja menurunkan Alva di depan pintu masuk, tanpa ikut turun juga dari dalam mobil.
Karena berhubung Ayah Ito ingin melihat Alva masuk ke dalam restoran, dia pun akhirnya ikut ke luar juga dari dalam mobil, dengan keadaan Alva sambil menggendong baby Graviella.
L yang melihat Alva ke luar dari dalam mobil bersama Ayah Ito sambil menggendong baby Graviella, mata dia langsung melotot dengan sangat lebar sekali.
Sebab, L mengira jika baby Graviella adalah anak Alva bersama Ayah Ito.
" Apa Alva sudah mempunyai anak dengan om-om itu?? ",, tanya L kepada dirinya sendiri.
Dan L yang melihat Alva sedang menggoda baby Graviella, yang berada di dalam gendongan Ayah Ito, mereka berdua sudah seperti Keluarga bahagia saja.
Bahkan L tanpa sadar sampai memukul stir mobilnya, ketika melihat kedekatan antara Alva dan Ayah Ito yang seperti itu.
Terutama di saat Ayah Ito yang akan berpamitan pulang sambil mengusap lembut rambut kepala Alva.
Membuat dada L semakin bergemuruh marah dan siap meledak kapan saja.
" Hati-hati sayang, daaaa ",, kata Alva sambil melambaikan tangannya kepada Ayah Ito dan baby Graviella.
Padahal Alva memanggil sayang untuk baby Graviella, bukan untuk Ayah Ito.
Namun si L yang sudah turun dari dalam mobil, dan mendengar panggilan sayang itu, dia menjadi salah paham lagi.
Semuanya menjadi rumit, karena kejahilan dari Alva kemarin, dan sekarang si L yang termakan kejahilan dari Alva semakin dalam.
Bahkan, L sendiri tanpa sadar sudah menilai Alva sebagai gadis mur4han, semoga mereka berdua tidak akan menyesal di kemudian hari.
Menyesal karena Alva sudah pernah menjahili si L, sedangkan si L mungkin akan menyesal karena sudah menganggap Alva sebagai wanita mur4h4n.
__ADS_1
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
...***TBC***...